header marita’s palace

My Shakuntala


Aku dipaksa untuk memasukinya...

Sudah bisa kueja kebenciannya. Ayahnya seorang pemabuk berat, pun laki-laki yang kupanggil ayah pun sama  sepertinya. Ibunya wanita yang terkungkung ketradisionalan, pun ibuku tak jauh beda...meski ia berpendidikan dan menghabiskan sebagian waktunya di rumah (dulu sebelum ia tak bisa apa-apa lagi). Dan semakin bisa kueja kebenciannya...

Laki-laki, makhluk paling dungu!

Pada ibu Shakuntala laki-laki itu setiap saat menumpahkan cairan nafsunya di liang vagina tanpa mau ada benih yang tertanam di dalamnya...bahkan ia bisa memaksa wanita itu untuk menghilangkan nafas-nafas kecil tanpa dosa itu...

Pada ibuku, laki-laki berkata ia tak mau memiliki keturunan pria..mungkin ia takut keliarannya diwarisi anak laki-lakinya kelak...tapi lihatlah sekarang ia mengiba agar dibiarkan menikahi sundal itu, biar punya anak laki-laki ia bilang...dipeluk-peluknya kini jagoannya satu-satunya itu...rasakan saja kelak ia akan menjadi laki-laki bejat seperti ayahnya...haha atau harus kubunuh saja ia sebelum beranjak dewasa?

    Sungguh aku dipaksa memasuki kehidupannya...

Kebencian itu sudah kueja...tapi setiap kali kukobarkan lagi kebencian itu, aku berair mata...

Apakah Shakuntala pun demikian?

Tidak ia perempuan batu!

Lantas aku menggila, kuluruhkan topengku ini dan kupasang topeng lainnya....Shakuntala ijinkan aku melebur dalam kebencianmu...

Yah, laki-laki memang patut dimusnahkan Tala..
Merekalah yang bermulut manis yang penuh dusta..
yang kemudian membuat kita tak bisa lepas dari nafasnya...
Maka Tala, menjauhlah darinya sebelum kau tak bisa lepas sepertiku ini...

Yah, Tala...
Karena seorang lelaki aku mampu membenci perempuan-perempuan itu, juga lelaki-lelaki lain, pun kehidupanku sendiri...

Aku juga membencinya yang membuatku telah terdampar dalam ruang Zahiya ini, dan tak bisa lepas..bodohnya aku sendiri yang mengambil jalan ini, Tala..

Baiklah Tala, kali ini aku ikut kau....
mari kita satukan benci ini...
dan nikmati kucur darah segar itu...

Shakuntala....aku adalah kau
maka datanglah padaku!


-pencarian-

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com