Wednesday, March 27, 2013

Healing The World: Dimulai Dari Diri Sendiri



Terkadang kita dibuat miris dengan keadaan yang terjadi di sekitar kita; korupsi yang meraja lela, peredaran narkoba yang tiada henti, kasus pencabulan dan eksploitasi anak dan berbagai macam kasus yang membuat bulu kuduk berdiri tak henti. Rasanya setiap hari dunia semakin carut marut tak beraturan. Sebagai bagian dari dunia ini seringkali kita merasa ingin berbuat sesuatu agar bisa mengubah dunia menjadi lebih baik dan bersahabat. Namun apa langkah pertama yang harus kita lakukan untuk benar-benar bisa mengubah dunia?

“Mengubah diri sendiri dulu,” Ungkap AdjieSilarus, seorang meditator muda yang selama beberapa tahun terakhir mendalami teknik Sejenak Hening, menanggapi pertanyaan ini.  Setiap individu merupakan bagian dari ekosistem besar bernama dunia. Bila perubahan telah menjadi kebutuhan, maka diharapkan perubahan itu terjadi dari setiap lini yang ada di dunia ini, dan cara termudah untuk melakukan gerakan perubahan adalah dengan memulainya dari diri sendiri. Apabila kita telah berhasil menjadi agent of change bagi diri sendiri, lambat laun perubahan ini akan membawa dampak pada kehidupan di sekitar kita yang semakin lama akan terus berefek ke seluruh lapisan dunia. Tentu saja tanggung jawab dalam perubahan dunia bukanlah tanggung jawab satu atau dua orang saja, namun merupakan tanggung jawab bersama seluruh individu yang ada di dalamnya, dibutuhkan kerja sama antar individu yang ada.  Bahkan seorang presiden yang memangku jabatan tertinggi di sebuah negara pun, tidak bisa berlaku sekehendaknya. Namun bukan berarti tidak ada yang dapat dilakukan. Justru sebaliknya, menurut Adjie, jika setiap orang mau memulai merubah diri sendiri terlebih dahulu, maka keharmonisan dalam alam akan lebih mudah dicapai.
Adjie Silarus menyarankan untuk memulai perubahan pada setiap individu dengan menerima diri sendiri. Seringkali kita tidak menyadari berbagai pengalaman kehidupan yang telah kita lewati membentuk diri kita menjadi pribadi yang tak lagi bersahabat,apatis, dingin, angkuh dan tidak lagi perhatian dengan lingkungan sekitar. Terutama bagi orang-orang yang memiliki masa lalu yang pahit, kelam dan menyakitkan. Itu semua terjadi karena hal buruk yang terjadi di masa lalu tersebut telah menggoreskan luka yang dalam yang kemudian coba untuk ditutupi dan dilupakan. Proses menutupi luka masa lalu inilah yang kemudian justru membuat kita tidak dapat merasakan kebahagiaaan.
Dengan tidak adanya rasa bahagia di dalam diri kita menandakan bahwa tidak ada keseimbangan dalam kehidupan yang kita miliki. Oleh karena itu bagaimana mungkin kita bisa mengubah dunia sedang diri kita sendiri tidak dalam kondisi seimbang? Untuk menyeimbangkan keadaan dalam diri kita dan mencapai kebahagiaan, maka sangat penting sekali bagi diri kita untuk menerima diri kita dengan segala macam bentuk masalah dan masa lalu baik yang buruk maupun yang membahagiakan bagi kita. Apabila kita telah mampu menerima diri kita secara utuh dengan segala hal yang kita miliki, barulah kita bisa menjadi agent of change untuk kebobrokan dunia ini.
  “Tanpa penerimaan diri yang utuh seperti itu, kita tidak akan pernah bisa menjadi insan yang lengkap dan mampu berkontribusi positif terhadap lingkungan maupun dunia,” ujar Adjie. Selanjutnya, Adjie mengatakan, bahwa untuk berkontribusi positif terhadap dunia, kita tidak perlu menunggu hingga semuanya sempurna. Setiap orang bisa memulai dengan langkah kecil, yang dilanjutkan secara terus menerus. Misalnya, mulai memperlakukan alam dengan lebih baik, tidak membuang sampah sembarangan, bersikap baik terhadap orang lain, dan menghindari perilaku korup.
“Jika kita sudah merubah diri menjadi insan yang lebih peduli, dengan sendirinya masalah di dunia akan berkurang, sekalipun pencapaiannya satu demi satu. Tidak perlu terburu-buru saat memutuskan berubah. Nikmati dan hayati prosesnya, dan jangan lupa untuk selalu menyambungkan diri kita dengan alam dan Sang Pencipta,” tutur Adjie di akhir perbincangan.
Cara termudah menerima diri sendiri adalah dengan bermeditasi dan memfokuskan diri pada masa sekarang yang sedang kita jalani, bukan masa lalu yang sudah lewat, juga bukan pada masa yang akan datang yang masih menjadi misteri. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai meditasi atau menghubungi Adjie Silarus sebagai konsultan maupun trainer, dapat dilakukan melalui Manajemen Adjie Silarus dengan email: me@AdjieSilarus.com, nomor HP 081802550247 / 087738244701, dan pin BB: 268ED6C1.


Manajemen Adjie Silarus, 268ED6C1

0 comments:

Post a Comment

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.