Tuesday, March 31, 2015

Ifa Belajar Sabar Bersama Saliha

Berdasarkan pengalaman saya tentang pentingnya buku dan mencintai membaca, saya bertekad untuk mengenalkan buku pada Ifa, anak saya, sedini mungkin. Beruntung saya memiliki teman seperjuangan hidup alias suami yang juga sama-sama suka membaca, jadilah toko buku selalu menjadi teman main kami sejak Ifa masih bayi. Sayangnya saya termasuk telat mengenal produk-produk Mizan Dian Semesta yaitu Halo Balita and the gank

Sejak Ifa berusia 0 bulan, saya sudah hunting berbagai jenis buku yang sekiranya cocok untuk bayi. Saat itu saya belum mengenal buku bantal dan board book, maklum dulu masih kudet. Akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada buku-buku busa tentang hewan-hewan. Saya memilih buku tersebut karena gambarnya besar-besar dan minim tulisan. Menurut saya saat itu buku busa juga sangat aman karena tidak mudah sobek saat digigit-gigit oleh Ifa.

Santai Kaya Di Pantai Sambil Menyimak NBI
Buku pertama Ifa adalah buku tentang Gajah. Ternyata Ifa sangat antusias, meskipun belum mengenal satu kata pun dan masih masa-masa babbling, Ifa selalu suka saat saya membacakan buku Gajahnya tersebut. Lama-lama dia seperti hafal dengan ceritanya. Melihat ketertarikannya pada buku, saya semakin semangat membelikan buku untuk Ifa. Buku keduanya adalah buku kain yang dilengkapi teether dan suara tetot-tetot jika bagian tengahnya dipencet. Ceritanya juga masih tentang hewan. Setelah buku kedua ini, susul menyusul satu per satu buku busa mulai jadi koleksi Ifa. Dari yang judul Kelinci sampai Kucing.

Saat Ifa berusia hampir satu setengah tahun, saya mulai mengenal buku-buku paketan dari dua penerbit ternama, salah satunya Mizan Dian Semesta. Sementara penerbit satunya lagi sempat membuat saya shock ketika salah seorang pekerjanya datang ke rumah dan menawari sepaket buku yang harganya bisa dapat satu motor. Saat itu saya cuma bisa menelan ludah, antara mupeng berat dan mikir bagaimana cara belinya. Untung saat itu saya masih memiliki ilmu kanuragan untuk mengatasi kalap saat lihat buku.

Berhubung saya kemudian merasa pesimis untuk bisa mendapatkan produk dari penerbit tersebut, saya mulai melirik produk-produk dari Mizan. Satu hal yang saya sukai dari Mizan karena adanya kemudahan untuk mendapatkan bukunya yang keren-keren itu lewat arisan. Meskipun saat itu, jujur, saya juga merasa jumlah cicilan arisan per bulannya masih sangat memberatkan, maklum saat itu gaji suami dan penghasilan saya masih kurang-kurang apalagi untuk ditambahi nyicil buku ratusan ribu. Namun karena lihat testimoni yang beredar dan mupeng tingkat dewa yang tidak bisa dihindarkan lagi, akhirnya saya beranikan diri untuk ikut arisan Confidence in Series. Lo kenapa CIS duluan? Kok enggak Halo Balita? Begitu pertanyaaan yang sering saya terima. 

Kelelahan Setelah Nglembur Baca Halo Balita
Ssst, saya bisiki alasannya ya… Saat itu sebenarnya pengen banget arisan Halo Balita tapi jiwa kenekatan belum tumbuh seperti sekarang, akhirnya untuk tes keberanian saya ikut arisan CIS, itupun yang seri 1 saja, yang masih pas di kantong saya. Sembari ikut arisan saya juga mendaftar menjadi book advisor meski profesi tersebut tidak terlalu aktif saya jalankan. Namun efeknya dengan bergabung menjadi book advisor, ternyata racun untuk terus membelikan buku berkualitas bagi anak semakin menjadi, dan kenekatan mulai menjadi teman baik saya dalam rangka hunting perbukuan.

Belum juga arisan CIS kelar, saya sudah nekat menyicil buku dari penerbit sebelah. Ternyata harga memang tidak bisa berbohong ya, kualitas kertas dan materi buku sangat jauh berbeda dengan buku-buku eceran yang sering saya temui di toko buku. Sejak itu saya semakin menggila beli buku ini, beli buku itu. Ifa pun semakin terdoktrin bahwa buku itu mainan terbaik yang menyenangkan, selain bisa melihat gambar-gambar yang bagus, Ifa juga bisa mendengar cerita yang menarik serta membangun menara dari tumpukan buku yang dia miliki.

Ketika CIS datang, Ifa sudah mulai hafal kalau ada orang yang mengantar paket pasti yang diantar adalah paket buku untuknya. Dengan semangat membara dibukanya kardus dan pembungkus paketan CIS. Ketika yang dilihatnya adalah enam buku dengan gambar komik yang menarik, Ifa tersenyum dan loncat-loncat gembira. “Buku baru Ifa, bunda.” Begitu kata Ifa berulang kali. Ifa mulai membuka satu per satu halamannya, bertanya tentang gambar apa saja yang dilihatnya. Memaksa bundanya bercerita dari satu buku ke buku lainnya. Begitulah sejak saat itu, buku semakin menjadi teman terbaik bagi ifa. Seri CIS yang disukai Ifa adalah buku yang didalamnya ada cerita tentang Dinosaurus dan boneka yang ingin menjadi makhluk hidup.

Ifa Asyik Membaca Halo Balita


Namanya anak-anak kebosanan sering melanda, untunglah kini saya sudah semakin lihai memanfaatkan kenekatan untuk menambah koleksi home library Ifa. Susul menyusul dari CPD, CIS, Ira Ari, Nabiku Idolaku dan yang paling favorit tetaplah Halo Balita. Sebenarnya sedih juga sih baru bisa memberikan Halo Balita saat usia Ifa sudah memasuki angka tiga. Sengaja saya memilih arisan dengan tipe booking seat agar bisa mendapatkan Halo Balita di bulan Desember 2014, karena bulan itu merupakan bulan kelahiran Ifa.

Ternyata memang tidak ada kata terlambat untuk mengenalkan buku apapun. Di saat Ifa mulai belajar mandiri, ternyata Halo Balita bisa menjadi sahabat terbaik untuk Ifa. Ukuran buku yang pas, tidak bisa sobek, bisa dilap dan gambarnya yang menarik membuat Ifa langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Judul-judul Halo Balita yang sangat dekat dengan keseharian sangat membantu saya untuk mengajarkan nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan baik pada Ifa.

Buku Favorit Ifa
Dari Halo Balita yang berjudul Aku Bisa Wudhu dan Sholat, Ifa mulai belajar tata cara berwudhu yang benar. Jika sebelumnya Ifa selalu lari kalau dipakaikan mukena, setelah membaca seri tersebut, Ifa mulai betah saat diajak sholat memakai mukena. Saat Ifa mulai merasa gerah dan hendak melepas kerudungnya, saya mengingatkan Ifa tentang Saliha dan jilbabnya. Jika sebelumnya Ifa suka malas kalau disuruh mandi, sejak membaca seri Aku Bisa Mandi Sendiri, Ifa selalu semangat mandi dan meniru semua tingkah polah Sali di dalam cerita tersebut. Setelah mandi pun, sejak memiliki Halo Balita, Ifa selalu berusaha memakai pakaiannya sendiri.

Namun di antara semua seri dari Halo Balita, Aku Anak Sabar menjadi favorit Ifa dan bundanya. Ifa sering sekali tantrum bila keinginannya tidak terpenuhi ataupun ketika dia ingin melakukan sesuatu namun tidak berhasil melakukannya. Hal tersebut merupakan akibat salah asuh dari bundanya saat Ifa masih berusia setahun. Maklum saat itu saya masih kudet dan belum belajar ilmu-ilmu parenting, dulu saya seringkali tidak sabar menghadapi Ifa yang rewel. Ternyata ketidaksabaran saya ditiru habis-habisan oleh Ifa.  

Alhamdulillah sejak Ifa membaca cerita Saliha yang mau sabar menunggu Ayahnya datang dengan bermain puzzle, hal tersebut melatih Ifa untuk semakin sabar saat keinginannya tak langsung dituruti ataupun ketika ia tidak berhasil melakukan sesuatu. Setiap kali ia merasa tak berhasil dan hampir menyerah, serta mulai memperdengarkan bibit-bibit tangisan, segera deh saya ambilkan buku Aku Anak Sabar. Seketika itu Ifa mulai ingat bahwa dirinya juga bisa sesabar Saliha. Meski tidak selalu trik ini berhasil, namun setidaknya buku-buku dalam paket Halo Balita membantu saya dan ayah Ifa untuk membentuk konsep diri Ifa sebagai anak yang sabar, penyayang, santun, dan mencintai Allah serta Rasulnya.

Ifa dan Nabiku Idolaku
Selain Halo Balita, buku Nabiku Idolaku juga menjadi bacaan wajib bagi Ifa. Dengan kemajuan zaman yang semakin pesat sekarang ini, saya hanya bisa berusaha untuk mengenalkan Ifa bahwa sosok-sosok yang harus dan pantas dijadikan panutan dan idola adalah sosok-sosok yang merupakan manusia-manusia pilihan Allah, tentu saja para Nabi. Meski belum begitu tertarik, namun saya tetap berusaha membacakannya satu judul setiap harinya, entah itu sehabis sholat Magrib ataupun sebelum tidur. Semoga dengan kebiasaan membacakannya risalah nabi, Ifa bisa selalu menjadi manusia yang mengidolakan dan mencontoh kebaikan-kebaikan para nabi.

Belajar Membaca Bersama Halo Balita
Read aloud alias membaca dengan bersuara memang berefek luar biasa. Dengan keajaiban otak yang disematkan Allah pada makhluk kecil bernama balita, tak disangka proses mengenalkan buku selain bisa menanamkan konsep-konsep positif di alam sadarnya, tenyata juga bisa membuat Ifa secara tak langsung belajar membaca kata per kata. Terbukti Ifa bisa lo mengambil seri Halo Balita yang diinginkan, padahal bukunya kami susun miring di rak buku dan hanya judulnya yang terlihat – bukan gambarnya.

Lepas dari koleksi buku Ifa yang masih sangat minim, sejauh ini proses pengenalan buku pada Ifa sudah memberikan buah yang manis. Dibandingkan teman-teman seumurannya baik itu di sekolah maupun di lingkungan tempat kami tinggal, kosa kata Ifa lebih banyak dan sudah pintar merangkai kalimat. Selain itu ketika teman-temannya lebih akrab dengan Masha and The Bear, Spongebob, atau Mahabarata, yang dikenal Ifa tentu saja Sali, Saliha dan Kumi, juga Pak Badru serta Ira Ari. Ketika ibu-ibu lainnya bingung mengatur jam nonton TV anak-anaknya, saya justru kebingungan bagaimana caranya agar Ifa tidak membuat saya kehabisan suara karena harus membacakan minimal 5 judul setiap kali ia ingin dibacakan buku. 

Ifa's Mini Library
Alhamdulillah karena buku pula, Ifa jadi jarang minta dibelikan mainan. Akhirnya uang yang sedianya akan dialokasikan untuk beli mainan bisa diputar untuk beli buku baru deh. Semoga engkau menjadi manusia yang tak berhenti membaca buku, tak berhenti belajar dan tak berhenti berbagi ilmu, ya Nduk. Semangat membaca!

Disusun untuk mengikuti kontes menulis Aku, Buku dan Anakku oleh MDS Tim Nana
Naskah Kedua dengan tema Bagaimana Aku Mengenalkan Buku pada Anakku

4 comments:

  1. Minim apanya buu, banyak gitu koleksi buku Ifaa hihi..semoga makin suka baca ya deek :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi masih dikit aaah mbak...masih ada beberapa buku impian yang belum diraih :D Makasih ya mbak sudah mampir.. aamiin, makasih budhe Dedew (eh..) :D

      Delete
  2. Ifa pinter bangeeettt yaaa... Lama juga ya gak ketemu Ifa nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah budhe Uniek... hihi iya nih udah lama nggak ketemu, tadi mau datang takut riweh bawa Ifa, eeh ternyata ada bolonya yaaa... makasih sudah mampir :)

      Delete

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.