Tuesday, June 2, 2015

Bercermin dari Perilaku Anak

Hampir semua ibu-ibu seringkali jengkel karena anaknya suka banget main, bahkan kadang lupa waktu sampai nggak mau pulang ke rumah?

Pernahkah sebelum kita mulai marah, ngomel bahkan melukai anak, kita mau menghilangkan ego dan bertanya pada diri kita sendiri "apa yang salah dengan caraku mendidiknya?"

Ada tiga hal (hasil perenungan saya yang awam ini) yang bisa jadi indikasi kenapa anak suka banget main sampai lupa waktu:
1. Waktu bermainnya di luar rumah terlalu sedikit, makanya tiap diajak pulang merasa masih selalu kurang.
2. Dibiasakan bermain di luar sejak kecil tanpa diberitahu batasan kapan boleh main di luar, kapan harus pulang. Berapa jam boleh main di luar. Dan ketika melanggar batasan tersebut, sudahkah ada konsekuensinya.
3. Orang tuanya juga tidak disiplin saat di luar rumah. Lebih sering nongkrong di rumah tetangga daripada di rumah sendiri.

Ini yang kemarin sore saya pikirkan ketika mengangkat Ifa masuk ke rumah, juga ketika malam melihat Ifa menangis karena dipaksa masuk rumah oleh ayahnya...  dan jawaban untuk pertanyaan tersebut dari sisi saya adalah no 1...

Foto Ifa saat 13 Bulan

Soal batasan sebenarnya saya sudah punya, Ifa boleh main di luar rumah setiap sore asal sudah makan dan mandi, tapi setelah jam 6 sore harus sudah masuk rumah. Pagi hari pun boleh ke luar, asal saya sedang tidak ada banyak kerjaan. Karena dengan usianya yang masih 3 tahun 5 bulan, saya belum bisa meninggalkan dia sendirian di luar rumah,  saya harus selalu mengawasi meski hanya duduk di bangku teras sambil kadang santai-santai baca pesan-pesan di whatsapp atau baca buku (meski seringnya enggak konsen). 
Meski terlihat sudah besar, dia tetap anak balita yang eksplorasinya kadang masih di luar batas, kadang suka diajak masuk ke  rumah temannya, masuk-masuk ke area pribadi... Oh no, saya paling anti kalau ada yang seperti ini... jadi menurut saya pengawasan orang tua tetap harus ada, sembari melihat bagaimana cara dia bermain dengan temannya, berkonflik dan menyelesaikan konflik dengan temannya...Sebenarnya hal yang sangat menyenangkan melihat anak-anak main... (asal benar-benar memantau dan masuk ke dunianya ya, kalau disambi nggosip ya nggak bakal dapat nikmatnya).

Namun sayangnya saya masih kurang konsisten dalam mendisiplinkan diri saya sendiri, seringkali jam kerja saya amburadul, saat tiba waktu Ifa main di luar, justru banyak hal yang masih harus saya kerjakan di dalam rumah, akhirnya kadang Ifa yang harus mengalah... kadang dia main di luar kadang tidak. Hmmm, malah lebih banyak main di dalam rumahnya bersama saya. Masih suka lupa Ifa juga punya kebutuhan untuk bermain bersama teman-teman sebayanya yang unyu-unyu itu. Oke nak, sekarang Bunda tahu cara mengatasi tangisanmu saat harus masuk ke rumah, memang butuh waktu, at least, I know the reason why you cry :)

Point saya adalah:

Ketika aku mau merubah anakku, maka aku dulu yang harus berubah

Ketika aku mau mendidik anakku, maka aku dulu yang harus mau dididik

Ketika aku mau anakku belajar, maka aku dulu yang harus belajar...

Karena dia melihatku dan meniruku, karena tindakanku jauh lebih berpengaruh dari sekedar rentetan kata-kataku



Seringkali ketika melihat tingkah laku anak yang tak sesuai dengan apa yang kita inginkan, kita langsung marah membabi buta, tak sadar seringkali hal itu membuatnya terluka, luka fisik dan batin

Buka mata, buka hati, buka telinga... bukankah kita pembentuk segala tingkah laku anak-anak kita... jadi ketika ada kesalahan pada mereka, sebelum menindaknya... stop REAKSI SPONTAN.. hela nafas dan cobalah berpikir mengapa itu bisa terjadi dan apa yang harus saya lakukan untuk mengatasinya. :)

Akuilah bahwa kita sebagai orang tua juga punya kesalahan, dan dari kesalahan itu kita belajar untuk memperbaiki pola asuh kita. 




#yukjadiorangtuashalih
#salamyukjos
#NulisRandom2015 #Day2


0 comments:

Post a Comment

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.