Friday, October 28, 2016

Belajar Perawatan Bayi Baru Lahir di RSIA Kusuma Pradja Semarang

Belajar Perawatan Bayi Baru Lahir di RSIA Kusuma Pradja


Hi, pals

Sedang sibuk apa nih? Semoga Jum'at ini membawa keberkahan untuk kita semua ya. Well, hari ini aku mau berbagi cerita dan informasi yang sebenarnya sudah cukup lama kudapatkan, sekitar dua minggu yang lalu. Berhubung antrian artikel padat merayap plus kondisi tubuh yang sedang tidak fit, baru bisa nulis sekarang deh. Kebetulan juga ditagih oleh beberapa teman yang kebetulan pengen datang ke acara tersebut, tapi waktunya pas nggak memungkinkan untuk mereka.

Salah satu yang aku syukuri setelah resign dan memutuskan menjadi work at home mom adalah aku bisa mengatur jadwalku sendiri dan aktif dalam berbagai kegiatan yang aku sukai. Dulu waktu hamil Ifa, H-2 sebelum lahiran aja aku masih ngantor. Saat itu karena jam kerja yang super panjang, from 8 to 8, boro-boro belajar soal parenting, mbedong bayi aja aku nggak bisa. Semua dilakukan dengan kenekatan dan kengawuran. Qodarullah, aku dan suami juga dipaksa mandiri oleh keadaan, jadi ya nggak ada tuh acara mellow-mellow mikirin jahitan di perut, pokoknya pengen cepat pulang ke rumah dan beraktivitas seperti semula. Karena di rumah sudah ada "my big baby" juga yang menunggu, hehe. 

Ifa Masih di Rumah Sakit Nih
Ifa Masih di Rumah Sakit Nih

Alhamdulillah, lima hari pasca operasi sesar, aku sudah diperbolehkan pulang. Itu kalau nggak karena HB drop mungkin 3 hari juga aku udah boleh pulang. Sehari setelah operasi aku udah bisa bangun dan belajar jalan, senut-senut di perut udah nggak kerasa lah pokoknya, demi bisa menuntaskan semua kewajiban dengan sempurna. Ketika ibu-ibu yang lain seruangan habis melahirkan ditungguin komplit sama keluarganya, dari kakek nenek ibu bapaknya, aku sendirian kaya orang hilang. Mungkin dikiranya aku istri simpanan atau wanita hamil di luar nikah yang lakinya nggak mau tanggung jawab, wkwkkw. 

Tapi ternyata segala keidealan dan perfeksionisme itu luntur justru setelah pulang dari rumah sakit. Bagaimanapun yang namanya kondisi nifas itu ya tetap butuh istirahat yang cukup. Ditambah ilmu yang kurang, aku terdampar juga pada kondisi baby blues syndrome bahkan menuju post partum depression. Karena pengalamanku lima tahun yang lalu itulah, aku ingin lebih mempersiapkan pasca lahiranku dengan baik. Meski bisa dibilang tantanganku sekarang jauh lebih besar, jika dulu aku masih punya teman untuk merawat ibu (almarhumah adik), sekarang aku single fighter. Suami sih helpful banget orangnya, cuma ada beberapa item yang berkaitan dengan ibu nggak mungkin dikerjakan oleh doi, mandiin misalnya. So, kalau yang punya info jasa memandikan orang sakit, boleh deh colek aku ya :). 

Undangan Parenting Class Perawatan Bayi Baru Lahir
Undangan Parenting Class Perawatan Bayi Baru Lahir

Nah, 15 Oktober 2016 yang lalu aku mendapatkan kesempatan untuk hadir pada sebuah parenting class di RSIA Kusuma Pradja Semarang. Tema parenting class ini aku butuhin banget, yaitu tentang perawatan bayi baru lahir. Ya, meskipun kehamilan ini bukan yang pertama, bukan pula anak yang pertama, buat aku ilmu ini sangat bermanfaat. Selain karena lima tahun yang lalu aku nggak belajar sama sekali, asal nyemplung dan njegur tanpa ilmu, juga karena sekarang ada waktu dan kesempatan, masa dibiarkan begitu saja?

Ini bukan kali pertama aku ikut parenting class di rumah sakit yang dulunya hanya dikenal sebagai rumah sakit bersalin. Sebelum bulan ramadhan, aku juga sempat ikut kelas di rumah sakit ini yang bertemakan gizi untuk anak. 

Kakak Ifa Menemani Bunda Belajar
Kakak Ifa Menemani Bunda Belajar

Sama seperti beberapa bulan yang lalu, kali ini aku juga ditemani Ifa. Alhamdulillah semakin besar, Ifa semakin bisa diajak kerja sama kalau ngikut bundanya ke kelas-kelas macam begini. Pokoknya siap sedia snack dan susu yang cukup, juga kertas dan bolpoin untuk dia coret-coret saat mulai merasa bosan. Untungnya temanya dan pembicaranya di parenting class dua minggu lalu sangat asyik dan menyenangkan, Ifa cukup anteng menikmati slide demi slide yang terpampang. Dia sangat excited melihat video perkembangan bayi, posisi menyusui yang tepat hingga praktek memandikan bayi. Katanya, "nanti kalau adiknya lahir, aku mau bantuin bunda ya." Good job, kakak cantik!

Profil RSIA Kusuma Pradja Semarang

Pada undangan yang kuterima acara dijadwalkan mulai pada pukul sembilan. Tidak molor terlalu lama, belum sampai jam setengah 10, acara sudah dimulai. Peserta yang hadir pun cukup banyak, ada sekitar 20an. Rata-rata ibu hamil besar yang datang. Ada pula yang hadir didampingi suaminya, salut deh dengan para suami yang concern dan mau datang ke kelas seperti ini.

dr. Makmur Santoso Memberikan Sambutan
dr. Makmur Santoso Memberikan Sambutan

Acara dimulai dengan sambutan oleh Direktur RSIA Kusuma Pradja, dr. Makmur Santoso. Beliau menyampaikan sambutan singkatnya mengenai betapa anak adalah anugerah, maka sudah sewajarnya kalau disambut dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Salah satu cara untuk merayakan kebahagiaan itu adalah dengan belajar bagaimana merawatnya secara benar.

Setelah dr. Makmur menyampaikan sambutannya, mbak Ratna yang saat itu bertugas sebagai MC pada acara hari tersebut sedikit menceritakan mengenai profil RSIA Kusumapradja. Mbak Ratna sendiri di rumah sakit tersebut bekerja sebagai penanggungjawab Peristi (Perinatal Resiko Tinggi).

RSIA Kusuma Pradja sudah dibuka sejak tanggal 16 Agustus 1993. Mungkin yang belum begitu ngeh dengan nama rumah sakit ini, sebelumnya lebih mengenalnya dengan nama Rumah Sakit Bersalin Kusuma. Seiring waktu berjalan RSB Kusuma berkembang dan berubah nama menjadi RSIA Kusuma Pradja. Rumah sakit yang dulunya hanya konsen pada kesehatan ibu, kini mulai berkembang untuk melayani segala hal berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Rumah sakit ini juga berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang lebih baik, berkualitas dan maju serta menambah staff kesehatan yang lebih lengkap, terampil dan profesional serta fasilitas kesehatan yang maju, lengkap, dan baik. RSIA Kusuma Pradja terletak di Jalan Bugangan Raya No.3-5, Semarang.

Credit by Official Web RSIA Kusuma Pradja 

Visi yang dipegang oleh RSIA Kusuma Pradja adalah Rumah Sakit Ibu – Bayi – Anak unggulan yang memnerikan pelayanan reproduksi terpadu. Dari visi tersebut, rumah sakit yang semakin hari semakin menata semua fasilitasnya dengan baik ini, memecahnya ke dalam beberapa misi sebagai berikut:

  • Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang aman (Medical patient safety)
  • Menyelenggarakan pelayanan berkualitas dengan biaya terjangkau
  • Melaksanakan pelayanan prima tanpa menggangu lingkungan
  • Melaksanakan pelayanan reproduksi terpadu (Perempuan dan Laki – laki)
  • Melaksanakan pelayanan kesehatan Ibu – Bayi – Anak
  • Menggalakkan pemberian ASI, baik didalam maupun diluar RSIA Kusuma Pradja

Dengan Moto "Sahabat Menuju Keluarga Sehat", RSIA Kusuma Pradja tidak hanya ingin bisa menebar manfaat kepada para pasiennya, namun masyarakat secara luas. Salah satunya dengan rutin mengadakan parenting class setiap bulannya. 

Merawat Bayi Baru Lahir, Bingung? Ini Ilmunya!

Hampir sebagian besar calon ibu pasti kebingungan bagaimana merawat bayi yang baru lahir. Meski sudah baca buku demi buku, namun kadangkala mitos-mitos yang berkembang di masyarakat bikin kepala jadi cenat-cenut. Yang nggak boleh begini lah, ngga boleh begitu lah. Untuk itulah kita perlu ilmu yang mendukung agar kebingungan ini tidak bablas jadi kengawuran dan asal ngikut adat serta tradisi yang sudah terlanjur berkembang.

Bu Rita Dewi S Menyampaikan Materi
Bu Rita Dewi S Menyampaikan Materi
Peserta Parenting Class RSIA Kusuma Pradja 15 Oktober 2016
Peserta Parenting Class RSIA Kusuma Pradja 15 Oktober 2016

Bu Rita Dewi S, M. Kep, Sp. Kep. Mat menyampaikan materi parenting class kali ini dengan sangat ceria dan mudah dipahami. Peserta pun nampak antusias mendengar satu per satu materi yang dipaparkan. Sebagai awal materi Bu Rita mengajak para peserta untuk memahami betapa bayi itu begitu istimewa. Melihat tubuh mungilnya saja sudah membawa kebahagiaan yang luar biasa di hati setiap orang. Karena bayi adalah karunia terbesar dari Tuhan dalam hidup kedua orang tuanya, maka sudah sangat pantas jika bayi mendapat perlakuan istimewa. Menjaga dan merawat bayi dengan baik merupakan salah satu bentuk syukur kita kepada Tuhan.

Kenali Kebutuhan Bayi
Kenali Kebutuhan Bayi

Istilah bayi baru lahir sendiri mengacu pada periode sejak bayi dilahirkan hingga usia 28 hari. Pada periode ini bayi masih beradaptasi dengan lingkungan barunya di luar rahim. Masa-masa ini disebut pula sebagai golden period. Kurang lebih selama sebulan setelah dilahirkan, bayi membutuhkan perawatan yang lebih intens dan khusus. Selain itu pada periode ini pula bukan hanya bayi yang beradaptasi, namun juga ibu dan ayah sedang belajar memahami segala hal tentang si baby.

Hal-hal utama yang perlu diperhatikan dalam perawatan bayi baru lahir yaitu sebagai berikut:

Perawatan Bayi Baru Lahir

Ketenangan

Bukan berarti bayi harus dihindarkan dari hal-hal yang berisik ya. Pada akhirnya nanti juga bayi akan beradaptasi dengan suara-suara yang ada di sekitarnya, namun setidaknya kita perlu mengkondisikan kamar bayi setenang dan senyaman mungkin. Yang paling penting tentunya kamar harus bersih, ada ventilasi sehingga pergantian udara bisa berlangsung dengan baik. Jika kita berniat untuk mendekorasi kamar bayi dengan beraneka macam boneka dan mainan, hindari boneka yang berbulu. 

Ifa Baru Lahir Nih
Ifa Baru Lahir Nih
Ketenangan di dalam kamar juga sangat diperlukan untuk memberikan tidur yang berkualitas bagi si bayi. Saat bayi tertidur justru saat itulah bayi sedang mengingat dan belajar semua stimulasi yang diberikan kepadanya ketika ia terbangun. Kalau kamarnya tidak tenang, stimulasi yang sedang diingat dan dipelajarinya bisa jadi tidak optimal tercapai.

Kehangatan

Dikarenakan sebelumnya bayi berada di dalam rahim yang sangat hangat, maka ketika bayi berada di luar rahim kita juga harus mengusahakan kehangatannya tetap terjaga. Salah satunya yaitu dengan membedongnya. Sayangnya masih banyak yang salah kaprah mengenai bedong ini di Indonesia, kaki bayi seringnya diluruskan paksa agar katanya nanti besarnya tidak bengkok atau berbentuk O. Ini mitos ya pals. Kaki bayi awalnya memang seperti itu, namun seiring perkembangannya akan lurus dengan sendirinya, kecuali jika memang yang memiliki kelainan tulang. 

Bahaya Membedong Bayi


Oleh karenanya membedong bayi tidak perlu terlalu ketat dan kencang, yang penting hangat. Bedong yang terlalu kencang bisa mengganggu motorik bayi. Fungsi bedong ini seperti selimut. Bagi yang kesusahan membedong, jangan sedih, kan sekarang sudah banyak bedong instan dan sleepsuit yang lengkap dengan topi dan penutup kaki to? Ifa dulu juga nggak dibedong kok waktu bayi. Kesalahan dalam membedong juga bisa mengakibatkan hipdysplasia.

Cara Bedong Bayi Agar Tidak Hipdysplasia
Cara Bedong Bayi Yang Benar
Cara Bedong Bayi Yang Benar

Jika di kamar menggunakan AC, pastikan suhunya berada pada kisaran 28-29 derajat celcius. Buat kita mungkin suhu segitu masih panas ya, ngalah dulu deh sama baby tercinta. Sedangkan untuk yang menggunakan kipas angin, pastikan posisinya agar angin yang dihasilkan tidak langsung terkena si bayi.

Pakaian

Buat yang lagi hamil tua kaya eike, sudahkah mulai hunting pakaian untuk new born? Jangan lupa pilih baju yang terbuat dari katun berkualitas ya. Jangan tergiur dengan harga murah, pals. Pilih bahan yang mudah menyerap keringat, lembut di kulit bayi dan modelnya sederhana saja. Yang penting nyaman digunakan oleh baby. Setelah dibeli, jangan lupa dicuci dulu ya sebelum dipacking ke dalam baby bag dan persiapan lahiran ke rumah sakit, biar bayinya nggak gatal-gatal. Meskipun baru dan belum pernah dipakai tidak menjamin bajunya bebas dari kuman ya, pals. That's why kudu dicuci dulu.

Beberapa perlengkapan yang perlu disiapkan antara lain; baju lengan panjang, baju lengan pendek, baju tanpa lengan, popok, alas ompol, bedong, selimut, dan baju dalam. 

Perlengkapan Bayi Baru Lahir
Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Selalu ganti pakaian dengan yang baru ketika bayi berkeringat atau basah karena mengompol. Oya, nggak perlu pakai gurita ya, pals. Sekarang ini gurita tidak lagi direkomendasikan, apalagi jika digunakan dengan tali yang sedemikian kencang, malah akan membuat bayi susah bernafas. Jika memang dirasa perlu pakai baju dalam, gunakan saja kaos dalam yang nyaman ya.

Ganti Popok

Bayi harus langsung diganti popoknya saat ia pipis dan buang air besar. Hal itu untuk menghindari terjadinya iritasi atau ruam popok. Sebisa mungkin hindari penggunaan diapers sekali pakai karena bisa memicu timbulnya ruam popok dan akan menyusahkan kita saat akan melatih anak untuk toilet training. Sesekali dipakaikan diapers saat bepergian atau malam hari tidak masalah, tapi jika sehari-hari menggunakan diapers sangat tidak dianjurkan. Untuk mengurangi kerepotan, kini sudah banyak tersedia cloth diapers (Clodi) yang lebih ramah lingkungan dan lebih hemat.

Kebiasaan orang Indonesia ketika bayi mengompol dan selesai dibersihkan akan segera diberi bedak di sekitar alat kelaminnya. Yang masih suka begini, stop the habit now! Serbuk bedak yang masuk ke alat kelamin bisa membahayakan si baby. Cukup dikeringkan saja lalu ganti dengan popok yang baru.

Memandikan

Bayi yang baru saja dilahirkan tidak boleh dimandikan, cukup dibersihkan saja kotoran yang menempel di tubuhnya. Memandikan bayi seketika setelah bayi dilahirkan bisa mengakibatkan hipotermi. Oleh karena itu saat yang tepat untuk memandikan bayi minimal 6 jam setelah kelahiran bayi. Untuk memandikan bayi diperlukan air suam-suam kuku. Untuk mengetes suhu yang tepat, bisa dicek dengan termometer atau dites dengan punggung tangan. 

Cuci Tangan dulu Sebelum Pegang Bayi
Cuci Tangan dulu Sebelum Pegang Bayi

Sebelum memandikan bayi, cuci tangan terlebih dahulu dengan air mengalir dan sabun. Siapkan terlebih dulu baju dan perlengkapan bayi yang akan digunakan setelah mandi. Keperluan yang harus disiapkan saat mandi yaitu; pakaian bersih, popok, handuk, sabun, bak mandi berisi air hangat dan kassa steril.

Biasanya ibu-ibu baru tidak berani memandikan bayi karena takut bayinya melorot atau jatuh ke ember. Untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan seperti ini, perhatikan posisi tangan. Posisi tangan harus mengunci, yaitu diletakkan di belakang kepala bayi untuk menyangganya dan jari tangan diletakkan di antara ketiak bayi. Posisi tangan yang benar juga akan mempermudah ketika kita akan membalik tubuh bayi untuk membersihkan bagian belakangnya. 

Cara Memandikan Bayi yang Benar
Cara Memandikan Bayi yang Benar

Saking takutnya ibu-ibu muda untuk memandikan bayi yang baru lahir, sering bagian pantatnya tidak dibersihkan sehingga sering terjadi ruam. Oya, untuk memandikan bayi mulailah dari bagian yang paling bersih ke bagian yang paling kotor. Lap kotoran di sekitar mata bayi ke arah luar menggunakan kassa steril atau kapas yang telah dibasahi dengan kapas.

Setelah selesai mandi segera angkat bayi dengan handuk agar tidak kedinginan. Minyak telon juga tidak wajib diberikan ya, jika takut kulit bayi terlalu sensitif, tidak masalah tidak menggunakan minyak telon. Begitu juga dengan pemberian bedak. Kalaupun ingin memberikan bedak agar bayi harum, cukup berikan di area perut. Hindari pemakaian bedak di area wajah dan kelamin.

Prosedur Memandikan Bayi

Waktu yang paling pas untuk mandi pagi yaitu tidak terlalu pagi dan tidak terlalu siang. Sebelum mandi, sekitar jam 7 - 8 pagi, jemur si bayi di bawah sinar matahari (bahasa Jawanya: dede) agar bayi mendapat cukup vitamin D dan terhindar dari kondisi kuning. Untuk sore hari usahakan sebelum jam empat atau setengah lima, bayi sudah dimandikan.

Merawat Tali Pusar

Nah, ini nih yang kadang bikin deg-deg ser ya. Perawatan tali pusar yang salah dan ngawur bisa menyebabkan infeksi, bahkan berujung ke kematian. Oleh karena itu kita perlu sangat berhati-hati dalam membersihkan dan merawatnya. 

Definisi dari perawatan tali pusar yaitu cara merawat atau memelihara tali pusar setelah tali pusar dipotong atau sebelum lepas (puput). Tujuan dari perawatan ini adalah untuk menjaga agar tali pusar tetap bersih dan kering, mencegah terjadinya infeksi dan membiarkan tali pusar terkena udara agar cepat kering dan lepas. 

Persiapan Perawatan Tali Pusar


Jika perawatan tali pusar ini sesuai dengan prosedur, maka bayi akan sehat dengan kondisi tali pusar bersih, tidak terjadi infeksi, tali pusar lebih cepat lepas pada hari ke 5 - 7 setelah lahiran dan tanpa komplikasi. Tali pusar yang dibiarkan terbuka tanpa kassa, biasanya akan lepas sekitar 5-7 hari, namun tali pusar yang tertutup kassa akan lepas sekitar 9 -12 hari.

Perawatan yang salah, apalagi jika dibumbui dengan mitos yang beredar di masyarakat, misalnya pusar ditambahi ramuan-ramuan, justru bisa menyebabkan infeksi yang biasanya disebut dengan tetanus neonatorum. Infeksi pada tali pusar ini menjadi penyebab kematian bayi baru lahir terbesar. Infeksi tali pusar disebabkan oleh penyakit toksemik akut yang disebabkan oleh clostridium tetani dengan tanda utama kekakuan otot tanpa disertai gangguan kesadaran.

Faktor penyebab infeksi tali pusar antara lain; kuman staphylococcus aureus, proses persalinan dan faktor tradisi yang salah. Tanda-tanda terjadinya infeksi tali pusar yaitu timbul bau menyengat, timbul cairan berwarna merah darah atau pus, badan bayi panas dan timbul bengkak.

Langkah Perawatan Tali Pusar


Untuk menghindari terjadinya infeksi, maka kita perlu memperhatikan dengan baik bagaimana cara merawat tali pusar yang benar. Pertama-tama, siapkan peralatan yang dibutuhkan yaitu air DTT (air matang yang hangat), kassa steril dan 1 set pakaian bayi. Alkohol tidak direkomendasikan untuk membersihkan tali pusar karena bisa menyebabkan iritasi dan lembab. Kedua, perhatikan hal-hal berikut ini; cuci tangan sebelum merawat tali pusar dengan menggunakan air mengalir dan sabun, dekatkan alat, siapkan 1 set baju bayi yang telah tersusun rapi, buka bedong bayi dan lepas bungkus tali pusar. 

Setelah semua peralatan dan bayi siap, bersihkan tali pusar dari ujung ke pangkal dengan menggunakan kassa steril dan air hangat, keringkan dengan menggunakan kassa steril, biarkan tali pusar terbuka, jika tali pusar ditutup - tutup dengan kassa steril tanpa dibubuhi apapun, pakaikan popok - ujung atas popok di bawah tali pusar. Jika langkah-langkah tersebut sudah selesai dilakukan, rapikan bayi dan alat, lalu cuci tangan kembali.

Pemakaian Popok di Bawah Tali Pusar


Jika tali pusar sudah lepas/ puput, bersihkan pangkal tali pusar menggunakan air hangat dan kasa steril.

Pemberian ASI

ASI adalah kebutuhan bayi, usahakan untuk memberikannya secara ekslusif ya, pals. Untuk bisa memberikan ASI sesuai kebutuhan bayi dibutuhkan teknik yang tepat. Yang paling penting lagi, kita harus relaks, jauhi stress, dan minta dukungan suami. Semakin kita happy, semakin banyak hormon oksitosin akan dihasilkan oleh tubuh dan ASI pun akan semakin lancar. 

Saat memberikan ASI, cari posisi ternyaman. Duduklah bersandar, posisi kaki jangan menggantung. Tangan yang satu posisikan empat jari di bawah payudara dan jempol di bagian atas payudara, sedang tangan yang lain digunakan untuk menopang kepala bayi. Biarkan bayi membuka mulutnya lebar-lebar sebelum kita memasukkan puting ke dalam mulutnya. Pastikan juga aerola bagian bawah ikut terhisap oleh mulut bayi.

Pijat Payudara agar ASI Lancar
Pijat Payudara agar ASI Lancar

Saat memberikan ASI, tatap mata bayi kita dan biarkan jari-jari kita digenggamnya. Hal ini untuk mengikat bonding antara bayi dan kita. Jangan sambil disambi main hp ya, pals. Fokuslah pada bayi, ajak dia cerita dan ungkapkan betapa kita sangat menyayanginya. Setelah bayi kenyang, jangan lupa untuk menyendawakan bayi agar tidak gumoh/ muntah.

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu-ibu yang melahirkan secara sesar yaitu ASI tidak langsung saat itu juga. Jangan khawatir, pals. Jika ASI belum keluar di hari 1 - 3 setelah lahiran, hal tersebut masih normal. Tetap susui bayi karena hal tersebut bisa merangsang ASI cepat keluar. Jangan terburu-buru memberikan sufor ketika tangis bayi semakin menjadi. Bayi masih memiliki cadangan makanan hingga 3 hari sejak dilahirkan. Bayi menangis bukan karena lapar, tapi karena ia masih beradaptasi dengan dunia barunya. Peluk dan dekap bayi agar tenang.

Faktor Keberhasilan Memberikan ASI


Faktor keberhasilan memberikan ASI pada bayi bergantung pada; hisapan bayi - semakin sering dihisap, ASI akan semakin meningkat jumlahnya, psikologis - keep positive thinking; "aku bisa menyusui!", nutrisi yang cukup dan dukungan dari suami serta keluarga besar. 

Jangan khawatir jika pada 10 hari pertama berat badan bayi baru lahir mengalami penurunan, itu merupakan hal yang normal. Tetap susui bayi seperti biasa ya, pals. Jika bayi sudah terlanjur terpapar sufor dan kita ingin kembali melanjutkan pemberian ASI, kita bisa melakukan relaktasi. Untuk melakukannya, kita bisa berkonsultasi dengan konselor dari AIMI atau datang ke klinik ASI terdekat, di RSIA Kusuma Pradja juga bisa membantu kok.

Posisi Menyusui dan Menyendawakan Bayi
Posisi Menyusui dan Menyendawakan Bayi

Praktek Memandikan dan Membedong Bayi

Panjang juga ya ternyata hal-hal yang harus diperhatikan dalam perawatan bayi baru lahir. Acara pada Sabtu dua minggu lalu pun penuh canda tawa dan diskusi yang hangat karena materinya dibawakan dengan sangat menyenangkan oleh bu Rita. Setelah beliau memaparkan materi demi materi, para peserta diajak untuk praktek langsung cara memandikan dan membedong bayi. Yippiee, sekarang aku udah bisa mbedong bayi, hehe.

Praktek Memandikan, Membedong dan Merawat Tali Pusar Bayi 8

Praktek Memandikan, Membedong dan Merawat Tali Pusar Bayi 7

Praktek Memandikan, Membedong dan Merawat Tali Pusar Bayi 6

Praktek Memandikan, Membedong dan Merawat Tali Pusar Bayi 5

Praktek Memandikan, Membedong dan Merawat Tali Pusar Bayi 4

Praktek Memandikan, Membedong dan Merawat Tali Pusar Bayi 3

Praktek Memandikan, Membedong dan Merawat Tali Pusar Bayi 2

Praktek Memandikan, Membedong dan Merawat Tali Pusar Bayi 1
Praktek Memandikan, Membedong dan Merawat Tali Pusar Bayi

Di sela-sela sesi praktek ini, beberapa pertanyaan diajukan oleh peserta yang ingin tahu lebih lanjut mengenai kesehatan bayi baru lahir. Salah satu pertanyaan yang menarik yaitu ada kalanya bayi perempuan mengeluarkan keputihan atau semacam flek, apakah hal tersebut normal?

Ternyata hal tersebut sangat normal, bahkan bukan hanya keputihan atau semacam flek, ada beberapa bayi perempuan yang juga mengeluarkan ASI dari putingnya. Jika hal ini terjadi, nggak perlu panik, cukup keringkan saja menggunakan kassa steril dan air hangat.

Bu Rita juga memberikan bonus sekilas mengenai pijat bayi. Pijat bayi juga merupakan sarana untuk mempererat bonding antara ibu dan anak. Teknik pijat bayi yang dipaparkan bu Rita juga sangat mudah dilakukan di rumah. Caranya sebagai berikut;

Cara Pijat Bayi

  • Untuk bagian lengan dan kaki, gunakan teknik memerah. Caranya gerakan memerah dari pergelangan kaki ke paha. Lakukan gerakan yang sama dari pergelangan tangan ke bahu.

  • Untuk bagian dada, disebut dengan teknik kupu-kupu. Pijat lembut dengan kedua telapak tangan di dada dengan gerakan dari tengah ke sisi luar dan kembali ke tengah. Kemudian lakukan gerakan menyilang dari tengah ke arah bahu.

  • Untuk bagian perut menggunakan teknik matahari dan bulan. Bentuklah gambar bulan separuh dari atas ke bawah dengan tangan kanan, dimulai  dari sebelah kiri kita ke kanan. Bentuklah gerakan lingkaran penuh searah jarum jam dengan tangan kiri, lakukan hal yang sama dengan tangan kanan.

Pihak RSIA Kusuma Pradja sih menjanjikan pijat bayi bisa menjadi tema khusus untuk parenting class berikutnya jika memang banyak yang berminat. Pastinya berminat dong ya, biar tambah lancar memijat bayi sendiri. Irit juga kan, nggak perlu manggil tukang pijat bayi atau dibawa ke baby spa, hehe.

Oya, jangan pijat bayi setelah minum ASI ya. Jika bayi memberi tanda bahwa ia sedang tidak mau dipijat, jangan dipaksa. Pijat bayi baik sekali dilakukan 1-2 kali setiap hari.

Pemberian Doorprize  1

Pemberian Doorprize

Pemberian Doorprize dan Foto Bersama RSIA Kusuma Pradja
Pemberian Doorprize dan Foto Bersama RSIA Kusuma Pradja

Akhirnya rangkaian demi rangkaian acara pun terlewati. Saatnya pulang. Setelah bagi-bagi doorprize yang ukurannya gede banget, para peserta dan tim parenting class RSIA Kusuma Pradja pun berfoto bersama untuk dokumentasi dan kenang-kenangan. Dengan investasi yang hanya Rp. 25.000, -, aku merasa cukup puas dengan parenting class di RS ini. Selain materi dan pematerinya yang oke, pelayanannya pun siiip banget. Dapat snack dan sebotol air putih yang bikin kenyang, masih dapat goodie bag yang isinya perlengkapan bayi baru lahir pula. Seru deh pokoknya.

Ifa dan Goody Bag dari RSIA Kusuma Pradja
Ifa dan Goody Bag dari RSIA Kusuma Pradja

Tertarik untuk ikutan next parenting class di RSIA Kusuma Pradja berikutnya? Lingkari kalendermu dan sisihkan waktu pada Sabtu, 12 November 2016 mulai jam 9 pagi. Khusus bulan depan cukup spesial lo, temanya mengenai "Persiapan Kesehatan Pranikah dan Penanganan Pasutri yang Sulit Mendapatkan Keturunan". Disampaikan langsung oleh ahlinya, Prof. dr. Noerpramana, MMedSc, SpOG (K.Fer). Pasien beliau ada yang 15 tahun belum dikaruniai keturunan, alhamdulillah program dengan beliau (tentunya juga dengan kehendak Allah) saat ini sudah hamil besar.

Parenting Class RSIA Kusuma Pradja Bulan November 2016
Parenting Class RSIA Kusuma Pradja Bulan November 2016

Bagi yang tertarik mengikuti, bisa daftar langsug dengan menghubungi lewat SMS, WA ataupun telepon ke nomor ini; 081215861601. Insya Allah kita ketemu di acara tersebut ya!

Sampai jumpa di postingan berikutnya ya, pals. Thanks for reading!




23 comments:

  1. Replies
    1. Spesial untukmu, mbak Nungma tercintaaaah :)

      Delete
  2. aku juga dulu ikutan belajar gini. cuma kalau yang ini nggak skrg semoga masih inget ilmunya hihihi
    makasih sharingnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maklum mbak yang pertama dulu malah nggak sempat belajar2 beginian. Udah lima tahun berlalu pula... jadi perlu upgrade nih :) Sehat selalu ya mbak Echa...

      Delete
  3. lengkap mbaaak, tengkiu bgd loh shrenya nambah ilmu nih
    btw progra rsia kusuma pradja nya kece bd ya mbk, andai sj smua rmh sakit bs begini, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak. Iya ya mbak, jadi RS nggak sekedar tempat buat ngrawat orang sakit tapi menebar lebih banyak manfaat ke masyarakat ya. :)

      Delete
  4. Wah yang kayak gini ini pentiiinngg banget buat becoming mother... tapi masih jarang2 kayaknya yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak... Bahkan meski udah jadi ibu sekian tahun juga masih butuh ilmunya kok :)

      Delete
  5. Aku dulu sebelum lahiran juga ikut kelas perawatan bayi di RS, tapi pas arkaan lahir malah lupa2 ingat hehehe, divideoin aja biar mudah ingat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... But practice makes perfect, isnt it?

      Delete
  6. Aku kelewat Seminar tentang gizi. Padahal pas imunisasi abis bayar mau langsung daftar, eh keluar dari ruangan Dr. Winres selepas imunisasi malah lupa.. Hihihi..
    Sister & dokter di RSIA ini helpful banget. Anakku dulu seminggu setelah pulang dari RS, dimandiin sister Yg mau dateng ke rumah. Mana imunisasinya juga murah lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mbak Okky pasien di sana ya.. aku mah pelanggan parenting class nya aja.. Hehe, soalnya RSIA cukup jauh dari rumah. Tapi memang karyawannya ramah-ramah dan helpful banget kok.. Berasa di rumah sendiri :)

      Delete
    2. Iyaaa, aku Kusuma minded, secara cuma 7menit dari rumah

      Delete
  7. Memang perlu yak persiapan sebelum lahiran. Itu lengkap ya pembelajarannya. Sampai ada cara memandikan bayi. Suka kagok pas awal-awal mandiin bayi, takut kecemplung. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangeeet mbak... biar nggak kagok megang bayi, hehe. Sama mbak aku juga dulu takut anak kecemplung, tapi nekat aja, la kalau bukan aku yang mandiin siapa lagi, hehe.

      Delete
  8. waaah, lengkapnya...kalo zaman bunda hamil dan melahirkan awal tahun 1969 mana ada tuh pelatihan atau arahan seperti ini. Semua berjalan dengan insting aja, hehe...bahagianya anak-anak zaman setelah bunda, ya. ada parenting, ada macam-macam pelatihan untuk bayi dan lain sebagainya. Komplit nih postingan ini,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jamannya sudah banyak berubah bunda, anak-anak sekarang tantangannya lebih banyak... that's why ortunya juga perlu bekal yang lebih banyak :)

      Terima kasih sudah berkunjung ya bunda.

      Delete
  9. pernah sampe post partum depression juga ya mbak...enak ya bisa ikutan acara kayak gini

    ReplyDelete
  10. selalu sukaa tulisan mbak Marita, KOMPLIITTT

    ReplyDelete
  11. Salut buat RSIA Kusuma yang ngadaain acara. Rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan pada orang melahirkan tapi juga pro aktif mensosialisasikan perawatan dan tumbuh kembang anak. Salut juga buat yang nulis, lengkap dan komplit

    ReplyDelete
    Replies
    1. RSUD Semarang bikin lah acara beginian.. siap ngeliput deh, hehe.

      Delete

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.