Butuh Inspirasi Saat Feeling Blue Mengasuh Anak? Baca 7 Buku Parenting ini!



Assalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh, pals. Juli akhirnya segera pergi, dan Agustus akan kembali menyapa. Wah, sebentar lagi Republik Indonesia bertambah usia ya. Pasti mulai banyak kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingatinya. Di RT ku, mulai minggu kemarin sudah ada lomba untuk anak-anak, kalau di tempat tinggalmu bagaimana, pals

Tapi kali ini aku bukan mau bercerita soal peringatan 17-an kok, postingan kali ini guna memenuhi kewajibanku pada #ArisanBlogGandjelRel periode ketujuh. Kali ini yang kebagian sampur memilih tema adalah mbak Vita Pusvitasari dan mbak Anita Makarame. Sepertinya tema yang diangkat nggak berat-berat juga; buku yang paling menginspirasi hidupmu, tapi sampai mendekati deadline kok aku nggak nemu ide, hehe. Sampai semalaman nongkrong di depan rak buku dan baca-baca ulang koleksi bukuku. Akhirnya ketemu juga tujuh judul buku yang memberikan pengaruh cukup besar untukku.

Sebagian koleksi buku yang belum dirapikan lagi

Sejak Ifa umur setahun dan aku merasa nggak becus jadi seorang ibu, aku mulai getol baca buku parenting dan ikut seminar-seminar parenting. Aku merasa butuh ilmu untuk menjadi seorang ibu. Jadi ibu kok pakai belajar segala sih, itu kan naluriah aja. Ya, naluri pasti ada, but IMHO akan selalu ada bedanya yang mengombinasikan antara ilmu, praktek dan naluri dengan yang berpedoman pada naluri dan praktek saja. 

Berikut ini 7 buku parenting yang banyak menginspirasi perjalananku mengasuh buah hati. Siapa tahu kalian juga mau ikutan membacanya.

Orangtuanya Manusia 

Seingatku buku karya pak Munif Chatib ini adalah buku parenting pertama yang menjadi koleksiku. Aku membeli buku ini saat mengikuti seminar parenting di Sekolah Alam Ar Ridho yang mana saat itu beliau menjadi pembicaranya. Meski bukan seminar parenting yang pertama kali aku hadiri, saat itu aku semakin dikuatkan untuk berubah lebih baik menjadi ibu untuk anakku. Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami.


Buku yang kubeli pada 9 Maret 2014 ini semakin membuka mataku bahwa setiap anak adalah bintang. Mereka memiliki keunikannya masing-masing, kelebihannya masing-masing. Jangan sampai hanya karena mengajar target akademis, kita justru meredupkan sinarnya. “Yakinlah… setiap anak punya harta karun dalam dirinya, seperti pesan yang dititipkan Allah kepadanya. Tugas orang tua hanya membantu menemukannya, lalu kondisi terbaik anak kita akan menerangi dunia.” Itu adalah salah satu kutipan cantik dari buku yang akan menyadarkan kita akan fitrah dan potensi anak-anak. Dari sini pula aku jadi berkenalan dengan Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari yang kebetulan menuliskan kata pengantar untuk buku ini. 

Yuk Jadi Orang Tua Shalih Sebelum Meminta Anak Shalih 

Dari buku pak Munif Chatib kemudian aku mengenal Abah Ihsan. Buku ini adalah buku Abah Ihsan pertama yang aku miliki, setelah mengkhatamkan buku ini aku kemudian melengkapi koleksiku dengan empat buku lainnya. Gara-gara buku ini juga aku jadi penasaran untuk ikut Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) nya Abah Ihsan, yang kemudian bikin aku nagih untuk ikut lagi dan lagi. Meski secara garis besar setiap kali mengikuti PSPA selalu mendapat materi yang sama, namun pasti ada satu hal berbeda yang bisa aku raih setelah pulang dari lokasi acara. Jadi semakin kuat dan paham alur pengasuhan anak mau dibawa ke mana. 

A post shared by Ivi Ayu Prasetya (@ivienov) on


Buku tentang menjadi anak shalih pastinya banyak ditemui, namun untuk bisa memiliki anak shalih tentu saja harus ada orangtua-orangtua yang shalih terlebih dulu. Buku ini mengupas tuntas bagaimana ikhtiar menjadi orang tua yang shalih dengan bahasa yang ringan, namun menancap hingga ke hati. Di buku ini dijabarkan untuk menjadi orang tua yang shalih, maka ada lima hal yang wajib kita maksimalkan berkaitan dengan pola asuh anak; karunia belajar, karunia konsistensi, karunia kiblat, karunia mendengarkan, dan karunia al-shaffat. 

Asyiknya baca buku dan hadir ke seminar abah Ihsan itu nggak melulu teori, tapi dikasih tahu juga contoh kasus dan prakteknya. Itu kenapa buku dan seminarnya paling nyess di hati hingga saat ini. Oya, satu yang spesial dari buku ini karena dilengkapi dengan CD Audio berisi renungan untuk orang tua. Dijamin meleleh mendengar CD Audio ini. Sayangnya bukuku ini lagi dipinjam teman dari setahun lalu dan belum dikembaliin juga, hiks. 

Letters to Aubrey 

Tahu dong kalau yang ini karya siapa? Yuph, bener banget. Buku ini merupakan hasil karya dari Mami Ubii alias Mak Gesi a.k.a Grace Melia yang juga merupakan blogger femes asal Salatiga tapi kini tinggal di Yogyakarta. Menceritakan perjuangan Mak Gesi dalam membesarkan Aubrey atau yang lebih dikenal sebagai Ubii. Saat mengandung Ubii, Mak Gesi nggak nyadar kalau ternyata doi terinfeksi rubella. Ternyata ketika Ubii lahir, virus rubella telah membuat Ubii menjadi bocah spesial.


Buku ini merupakan kumpulan surat yang ditulis oleh Mak Gesi untuk Ubii. Aku nggak bisa berhenti menangis sewaktu membaca buku ini. Perjuangan Mak Gesi begitu luar biasa. Aku jadi merasa tertampar. Aku yang dikaruniai anak sehat dan aktif masih sering mengeluh dan marah-marah. Benar-benar kurang bersyukur. Makanya setiap kali aku berkeinginan untuk ‘meledak’, aku ingat sama buku ini. Thanks Mak Gesi untuk inspirasinya dan untuk Ubii, tetap semangat ya cantik. Btw, jangan lupa ya bulan Agustus – September ada imunisasi MR (Measles and Rubella). Gratis dari pemerintah, jadi jangan sampai disia-siakan. Menjaga keluarga kita secara tidak langsung juga ikut menjaga keluarga-keluarga lain di sekitar kita. 

5 Guru Kecilku

Awalnya aku nggak tertarik untuk beli buku ini. Aku sudah skeptis duluan kalau buku bikinan Teh Kiki Barkiah ini pasti begitu ‘nggak berpijak ke bumi’. Aku pikir pasti isinya bakal teoritis dan nggak bisa dipraktekin ibu-ibu yang gampang baper bin galau kaya aku. Ternyata asumsiku salah kaprah! Justru buku yang terdiri dari dua bagian ini berisi tentang curhatan dan kisah harian Teh Kiki dalam membersamai anak-anaknya. Begitu ringan, natural, mudah dipahami dan mengena di hati. Akhirnya yang tadinya underestimate, malah jadi demen banget. Sekarang juga lagi nunggu karya Teh Kiki yang lain nih, udah PO tapi belum datang juga saking buanyaknya yang pesan.


Buku ini cocok banget untuk menguatkan kita, para ibu yang mungkin sedang di titik terendahnya saat membersamai anak. Menyemangati kita untuk terus menjadi guru pertama dan utama anak-anak kita. Segala kerempongan yang kita lalui bersama anak-anak ini hanya sebentar dan sementara, kelak pasti kita rindukan. “Kasih sayang itu bukanlah memberi segala yang anak minta. Kasih sayang itu membantu memilihkan apa yang terbaik baginya.” 

Mengapa Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu? 

Buku besutan drg. Wismiarti Tamin ini merupakan pedoman wajib orang tua murid Sekolah Al Falah yang fenomenal. Aku sendiri mendapat informasi mengenai buku ini dari bu Dyah Indah Noviyani. Sebagai pemilik Sekolah Bintang Juara dan psikolog, bu Dyah sangat menginspirasiku akan semangatnya yang tak henti belajar. Buku ini adalah salah satu ‘racun’ yang kubaca berulangkali saat aku sedang hamil si Affan. Entah aku yang agak lola, atau karena kondisi hamil yang bikin aku jadi gampang tertidur, buku ini nggak selesai-selesai kubaca. Saking seringnya ketiduran saat baca buku ini, bukunya sampai kumal.


Namun setelah benar-benar fokus membacanya, rasanya nggak mau berhenti kalau belum sampai lembar terakhir. Buku ini menginformasikan betapa mengasuh anak itu bukanlah dimulai sejak mereka dilahirkan, namun sejak kita berikhtiar memiliki mereka. Dari memilih pasangan hidup, pola makan, pola hidup, kebiasaan sehari-hari semuanya akan sangat berpengaruh pada perilaku anak ke depannya. Buku ini menggabungkan antara ilmu Quran dengan neuroscience. Perilaku anak di masa depan bergantung pada pijakan yang kita berikan, semakin tepat dan kuat pijakannya, semakin baik pula perilaku mereka. Bagus banget dibaca buat yang lagi persiapan punya baby. 

Happy Little Soul 

Kirana yang tenar lewat instagram itu memang menggemaskan. Saking lucu dan pinternya, banyak orang yang kepo bagaimana orang tuanya mendidik si gadis kecil ini. Buat yang nggak suka buku-buku berat, buku bikinan Retno Hening ini cocok sekali buat jadi mood booster saat mengasuh anak. Bukunya colorful, penuh dengan ilustrasi yang bikin kita betah bacanya dan gaya bertuturnya pun asyik banget. Dibaca sekali duduk aja kelar deh.


Di buku ini juga kita bisa lihat coretan-coretan Kirana yang unyu-unyu. Di bab terakhir juga ada ide kreativitas untuk orang tua dan resep makanan yang bisa kita coba untuk bikin anak kita happy. Buku ini menyentil aku untuk semakin bersyukur memiliki anak-anak yang sehat dan menyenangkan. Aku juga diingatkan untuk menjadi ibu yang selalu bahagia. Karena dari ibu yang berbahagialah akan hadir anak-anak yang selalu gembira. 


Baby Led Weaning 

Buku karya Gill Rapley dan Tracey Murkett ini merupakan panduan untuk orang tua yang sedang mencari alternatif MPASI selain yang direkomendasikan oleh WHO. Kebetulan ini bukan salah satu koleksiku. Aku dipinjami buku ini oleh salah satu orang sahabatku gegara aku tertarik lihat foto anaknya saat lagi ber-BLW. 

BLW sendiri singkatnya merupakan salah satu metode pemberian MPASI dengan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada si anak. Kapan dia mau makan, kapan dia mau berhenti makan, sebanyak apa dia mau makan. Si anak mengatur semuanya sendiri. Filosofi BLW ini membuatku jatuh cinta untuk menerapkannya kepada Affan. Selain mengajarkan kemandirian sejak dini, BLW juga bisa meningkatkan rasa percaya diri anak karena diberi kesempatan untuk memilih apa yang dia mau.


Meski sudah tertarik dengan BLW, aku masih maju mundur cantik untuk menerapkannya. Selain karena belum pede, malas kotor dan saat MPASI pertama Affan berbarengan dengan bulan ramadhan, akhirnya aku putuskan untuk memulai MPASI dengan cara spoon feeding seperti biasa. Awalnya Affan bersemangat makan puree ini puree itu, namun dua minggu terakhir di usia 7 bulannya Affan mulai menunjukkan bahwa ia tidak menikmati waktu makannya. Puncaknya ketika dia menutup mulut dan giginya dengan rapat hingga tak ada sesendok pun bubur yang masak. Saking hopeless nya, akhirnya kukasih aja tempe ke meja kursi makannya, eh kok malah dimakan sendiri habis. 

Kalau sebelum-sebelumnya, Affan menggunakan metode BLW hanya saat makan buah, sekarang Affan benar-benar total ber-BLW. Doakan kami ya, pals… biar selalu happy saat makan. Aku beruntung sekali karena dipinjami buku Baby Led Weaning oleh temanku. Jadi aku bisa meredakan stressku saat Affan menolak makan dengan cara spoon feeding, dan membiarkan dia untuk memulai makan dengan BLW. Buat kalian yang lagi bingung anaknya GTM or masih cari-cari MPASI yang tepat, coba deh baca buku ini dulu biar tercerahkan. 

Itulah 7 buku parenting favoritku yang menginspirasiku selama ini. Adakah yang ingin kalian baca? Btw, kalau kalian suka buku dengan genre apa, pals? 


Wassalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.


You Might Also Like

10 comments

  1. Lengkap banget mb. Aku sendiri bener2 disadarkan buku parenting mb kalau lagi ngga sabar sama anak. Setelah baca, hati luluh dan merasa nyesel udah salah sama anak.

    Banyak ternyata koleksi yg belum punya, makasih mb jd termotivasi buat nambah koleksi lagi. Aku tertarik sm BLW nyaa, scr kamila makannya moody dan kadang bikin gemes..hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, buku parenting itu helpful dan charging banget sangat kita lagi dalam kondisi tak terbaik.

      Hayuklah dicobain BLW, apalagi Kamila sudah besar, pasti sudah punya pilihannya sendiri :)

      Delete
  2. Lengkap banget mb. Aku sendiri bener2 disadarkan buku parenting mb kalau lagi ngga sabar sama anak. Setelah baca, hati luluh dan merasa nyesel udah salah sama anak.

    Banyak ternyata koleksi yg belum punya, makasih mb jd termotivasi buat nambah koleksi lagi. Aku tertarik sm BLW nyaa, scr kamila makannya moody dan kadang bikin gemes..hiks

    ReplyDelete
  3. Mbaa referensi buku parentingnya keren2 dan lengkap yaa. Terima kasih sdh berbagi list nya yaa. Jd pingin berburu buku parenting lagi niih, biar ngga baca text book doang hehehe

    ReplyDelete
  4. wahh buku parentingnya lengkap mba... mulai cari lagi ahh

    ReplyDelete
  5. Koleksi bukunya lengkaap. Aku yang banyak malah buku2 komedi hihihi.

    ReplyDelete
  6. Lengkap banget mba buku parenting nya ini bisa jadi bekal buat anakku nantinya

    nurazizahkim.blogspot.com

    ReplyDelete
  7. Jujur aku belum begitu sering baca buku tentang parenting, tapi referensi mbak ririt boleh juga nih kalau udah ada anaknya, aku seringnya baca buku travelling dan motivasi juga yang menginspirasi dari kisah nyata 😊

    ReplyDelete
  8. Kasih sayang itu bukanlah memberi segala yang anak minta. Kasih sayang itu membantu memilihkan apa yang terbaik baginya. <-- ini nyeeess banget yaaa...

    Yg baby led weaning ini knpa ya nggak dari dulu pas anakku bayi taunya hahaha.. tapi ndilalah ya diringankan urusan yg satu ini. Anakku lhab lheb wae nek dijejeli apapun hihiii.. jan kayak emaknya. Klo soal sapih malah justru aku yg disapih anakku hahaaa... masak aku masih mau nenenin dia malah udah ga mau. Hiks... ibu cemanaaa aku nih.

    ReplyDelete
  9. Kapan-kapan perlu pinjam bukunya Mba Ririt nih...

    duh, sering banget Hasna salah penanganan *hiks. emaknya kudu terus belajar

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com