Barang Elektronik yang Kerap Jadi Alasan Tagihan Listrik Membengkak

  • Saturday, September 16, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 10 Comments




Pals, apa kabar? Kali ini aku mau sedikit curcol soal listrik. Sebagai pengguna listrik berdaya 900 watt yang kini subsidinya dicabut, meringis banget lo waktu lihat tagihan yang dulunya selalu di bawah 100 ribu sekarang jadi dua kali lipatnya. Nyesek banget lah. Tapi mau nggak pakai listrik juga nggak mungkin, tahu sendiri kan kalau listrik merupakan salah satu kebutuhan dalam hidup yang tidak bisa ditawar lagi. Hampir semua aspek kehidupan kita sekarang ini membutuhkan listrik. Sebagai pengguna listrik kita ini juga harus paham jika untuk menggunakan listrik, maka ada harga yang harus dibayar. Btw, kalian pernah nggak mengalami tagihan di bulan ini dan di bulan lalu berbeda? Nah, sejak tarif pemakaian listrik di rumah naik drastis, aku yang dulunya selow soal pemakaian barang elektronik, sekarang jadi lebih aware. Dalam sebulan ini aku berusaha banget memantau penggunaan benda-benda elektronik di rumah, dan alhamdulillah tagihan bulan ini turun lo dibanding bulan sebulannya.

Dari penelitian kecil-kecilanku, aku menyimpulkan meski tidak merasa memforsir listrik, tagihan bisa membengkak. Alasannya bisa jadi karena ada barang elektronik yang berdaya tinggi terpasang dengan manis di rumah kita. Nah, barang-barang ini wajib banget diwaspadai penggunaannya.

Apa saja sih perangkat elektronik yang berdaya tinggi itu? Berikut ini ulasannya:


1.    Lampu

Lampu sudah menjadi kebutuhan utama karena bisa menyinari rumah kita saat gelap. Kalau di rumah kalian masih menggunakan lampu neon atau lampu pijar, maka sekarang harus mulai mempertimbangkan untuk mengganti lampu tersebut dengan jenis lampu LED. Meskipun lampu pijar terlihat kecil namun ternyata justru memberikan beban yang banyak ke listrik, apalagi jika kita menyalakannya dalam waktu lama. Aku sudah membuktikan lo. Sebulan ini aku sudah mengganti lampu pijar di beberapa titik rumah menggunakan LED, dan Alhamdulillah tagihan listrikku bisa turun. So, yang pengen tagihan listriknya turun, coba atur kembali penggunaan jenis lampu di rumahnya.


2.    Rice cooker

Menanak nasi menggunakan alat elektronik ajaib rice cooker memang menyenangkan. Tinggal pencet tombol, tunggu sekitar satu jam… taraa nasi yang dibutuhkan pun sudah tersedia. Namun kabar buruknya, rice cooker ini ternyata juga mampu memberikan beban tinggi kepada listrik kita. Untuk meminimalisir penggunaannya, kita bisa menghemat dengan memasak nasi menggunakan kompor lalu menghangatkan di dalam rice cooker. Gunakan rice cooker ketika mendesak saja.


3.    Setrika

Benda kecil ini ternyata juga punya andil besar dalam pembengkakan biaya listrik. Jika kita sering menyetrika sedikit demi sedikit dengan intensitas sering, maka jangan heran jika tagihan listrik menjadi meningkat. Jadwalkan  kegiatan menyetrika pakaian misalnya 2 kali seminggu sehingga tidak terlalu membebani tagihan listrik. Atau mau pakai cara ala #ibumalas sepertiku; setrika yang penting-penting saja, misal baju kerja suami dan seragam sekolah anak, yang lain mah dilipat rapi aja. Jangan lupa kalau beli baju, cari jenis yang nggak terlihat kusut meski tanpa disetrika, hehe. Cara lainnya kembali menggunakan setrika arang kaya jaman nenek moyang kita dulu, emang masih ada ye?


4.    Kulkas

Kulkas itu must have item banget ya di rumah, karena kita pasti butuh untuk menyimpan bahan makanan, apalagi yang nggak hobi belanja harian kaya aku. Kulkas jelas membantu banget untuk menyimpan bahan yang mau dimasak untuk tiga hingga enam hari ke depan. Tetapi demi melihat tagihan listrik ramping, aku berusaha untuk berhemat dan tidak selalu bergantung pada kulkas. Kalaupun memang nggak bisa lepas dari kulkas, maka kita nggak perlu mengatur suhu dinginnya terlalu ekstrim.


5.    AC

Sudah banyak yang tahu jika AC membebankan cukup banyak biaya listrik. Namun masih saja banyak pengguna yang menyepelekan dan bolak-balik menyalakan dan mematikan AC dengan sering. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi penggunaan listrik karena ketika dinyalakan pertama kali AC justru akan menarik daya yang besar. Nggak punya AC tapi tagihan listrik tetap aja gendut? Jangan-jangan kaya di rumahku, nggak ada AC tapi kipas angin lebih dari satu nyala seharian.

Itulah beberapa barang elektronik di rumah yang sering menjadi sebab naiknya tagihan listrik kita. Oya selain lima barang di atas, lupa mencabut charger ponsel atau laptop juga bisa mengakibatkan listrik menjadi semakin terbebani lo. Memang kedengarannya sepele, tetapi jika kita mampu berusaha untuk berhemat, maka akan ada perubahan secara signifikan nantinya. Jangan lupa ajak juga seluruh anggota keluarga untuk melakukan penghematan sehingga bisa saling mendukung dan mengingatkan untuk berhemat dalam pemakaian listrik. Meski mungkin awalnya terkaget-kaget ketika subsidi dicabut, tapi demi pemerataan listrik di seluruh Indonesia, mau nggak mau kita tetap harus mendukung program pemerintah ini ya. Semoga ke depannya, perusahaan listrik negara kinerjanya semakin baik dan tidak ada kejadian mati listrik dengan alasan apapun. Listrik merata dari Sabang sampai Merauke dan rakyat bisa mendapat listrik secara optimal sesuai dengan harga yang dibayarkan. Selamat berhemat listrik, pals and sampai jumpa di postingan berikutnya! 


You Might Also Like

10 comments

  1. Sayangnya semua barang itu "wajib" dipakai di rumah hihi. Barangmali setrika kalau di rumahku dipakai tertentu buat baju kerja sama seragam aja hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss.. samaan mbak aku juga jarang pakai setrika hehe

      Delete
  2. Udah putus hubungan sama setriy sejak ada laundry deket rumah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang laundry itu pilihan wajib untuk mengurangi tagihan listrik. Bayarnya pun jauh lebih murah daripada bayar pocokan..

      Delete
  3. Baru ngerasain nyeseknya bayar tagihan listrik.. Baru 2 bulan pindah dirumah yang listriknya 900 watt tagihan naik 3x lipat dari biasanya. Sepertinya perlu lebih perhatian ke barang2 tersebut deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak.. aku yg biasanya bayar 80-90 ribu harus Naik jadi 150-190rb.. hiks banget.

      Delete
  4. Aku pake semua alat elektronik itu, yang paling sering tiap hari, ac, kulkas ama rice cooker, daya listrik di rumahku 1300watt,sebulan pulsa token listrik abis 450ribu rupiah heuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow.. bayar listrik 200rb aja kepalaku udah cenut2. Semoga Kita diberi kelancaran rizki, salah satunya buat bayar listrik ya mbak :)

      Delete
  5. Rice cooker gapake, setrika juarang banget juga dipakai, paling setrika seragam thifa doang, huahahaha

    ReplyDelete
  6. Di rumah semuanya sering banget dipake. AC dr siang pe pagi nyala. setrika hampir tiap hari dipakai. Ricecooker/magicjar so pasti banget, bisa dibilang 24jam. Kulkas malah pintunya sering dibuka tutup ama Kenzie. Lampu sih udah mulai dicicil ganti yg LED. Tagihannya yg jelas fantastis...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com