5 Tips Berkiprah Sebagai Blogger Muslimah

  • Friday, October 27, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 1 Comments



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Selamat hari blogger nasional, pals! Ya Allah nggak nyangka sudah menemui hari blogger lagi… kayanya baru kemarin memperingatinya. Btw, sampai hari ini sudah mencapai peningkatan apa saja sebagai seorang blogger nih pals? Sudah semakin rajin posting kah? Page view tambah oke kah? DA/ PA tambah naik kah?  Sudah tambah banyak job-nya kah? Apapun itu semoga tambah yang baik-baik aja ya, pals. Dan tentu saja semoga kita bisa semakin banyak menebarkan manfaat.

Dalam rangka hari blogger nasional tahun 2017 ini, Blogger Muslimah yang masih mengelar program One Day One Post sengaja memilih tema tentang “Hari Blogger Nasional Kiprah Muslimah di Dunia Blogging”. Hmmm, lumayan bikin manggut-manggut  dan cekot-cekot nih temanya. Secara aku masih merasa belum banyak berkiprah nih sebagai blogger, masih begini-begini saja, dan kadang juga masih merasa tidak pantas plus kurang pede menyebut diri sebagai blogger.

Namun demi menyemarakkan hari blogger nasional sekaligus dalam rangka mencintai dan menghargai profesi, bismillah aku mau share 5 tips ala aku bagaimana seorang muslimah berkiprah di dunia blogging. Sebelum aku geber tips tersebut, kalau kalian kepo sama alasanku ngeblog, boleh lo main ke 7 Alasan Kenapa Aku TetapNgeblog.

Pertama, kuatkan branding diri sebagai seorang muslimah yang menekuni dunia blogging. 

Personal branding menurutku penting banget. Apalagi jika kita membawa-bawa “muslimah” dalam ranah kehidupan kita. Sudah jelas ya yang disebut muslimah itu adalah wanita muslim alias wanita yang beragama islam.  Tentu saja jika kita mengaku muslimah, maka sudah pasti kita harus berperilaku sesuai yang dicontohkan dan diajarkan di dalam agama kita lewat al Quran dan al hadits. Mungkin belum sempurna, namun setidaknya terus berusaha memperbaiki diri agar kita pantas menyandang predikat muslimah.

Muslimah bukan hanya soal pilihan pakaian, namun juga tentang bagaimana kita berkata, bermuamalah dengan orang lain, bahkan saat kita bersosial media sekalipun. Apalagi jika kita ingin memperkenalkan diri sebagai muslimah yang aktif blogging, tentu saja kita pun harus banyak berbagi hal yang bisa membawa manfaat. Aku kadang suka ngilu kalau melihat teman-teman yang saling berdebat tiada habis untuk perbedaan yang tidak harus diperdebatkan di media, atau nyinyir nggak karuan hanya karena beda parpol, beda tempat ngaji. Rasanya nggak enak dipandang mata, profil picture-nya sudah cantik-cantik berhijab lebar, tapi statusnya bikin pusing kepala. Kok aku jadi ikut nyinyir ya… #plak.




Ya, intinya menurutku kalau memang ingin dikenal orang sebagai muslimah yang berkiprah di dunia blogging; perlihatkan hal tersebut dalam keseharian dengan selalu bersikap santun baik di dunia nyata dan dunia maya, banyak buat status yang inspiratif, berbagi semangat, mengingatkan untuk berbuat kebaikan, curhat boleh tapi yang elegant lah ya, hehe. Tentu saja jangan lupa bagi-bagi postingan blognya di sosial media, biar banyak orang yang membaca dan mendapat manfaat dari tulisan kita, meski mungkin tidak banyak.

Beneran deh, seneng kalau ada yang tiba-tiba nyolek lalu bilang, “mbak, aku suka stalking kamu lo. Tulisan di blogmu bagus-bagus deh. Inspiratif. Jangan bosan menulis ya.” Atau ada yang tiba-tiba curhat lewat wapri tentang masalahnya gara-gara baca  tulisan kita. Rasanya senang ada yang menanti dan mengapresiasi tulisan kita. So, jangan diumpetin di bawah bantal tulisannya, pals. Siapa yang tahu ternyata di luar sana ada yang membutuhkan apa yang kita tulis.

Kedua, tulislah yang baik dan bermanfaat.

Dulu aku menganggap blog sebagai diari online. Sering tidak mikir ketika menulis, tidak mempertimbangkan apakah tulisanku membawa manfaat. Kalau netral alias tidak membawa kebaikan sekaligus tidak ada keburukan di dalamnya sih nggak apa-apa, tapi kalau ternyata tulisanku jadi influence orang berbuat keburukan, kok jadi deg-degan juga ya.

Akhirnya ketika mulai serius menekuni dunia blogging, aku mulai pilih-pilih tema yang akan aku tulis. Sebelum aku mulai menulis sesuatu, entah itu di blog atau sosmed, aku pikirkan berulangkali, apakah ada manfaatnya, apakah ada yang tersinggung, apakah akan menimbulkan perdebatan, dan sebagainya.




Aku juga mulai menulis beberapa tema religi, bukan untuk sok pintar atau hanya dalam rangka berbagi kepada pembaca, namun juga demi mengikat ilmu agar tidak mudah lupa sekaligus self reminder untuk diri yang mudah goyah imannya ini. Jadi saat diri lagi futur, aku biasa membaca lagi tulisan yang pernah aku posting dan kembali menemukan semangat untuk terus memperbaiki diri.

Membawa brand “muslimah” di dalam diri membuat aku sedikit mengerem tulisan yang mungkin bisa merusak citra agama yang aku anut. Meski seringkali aku juga menyelipkan bahwa jika ada yang buruk dariku, maka itu murni dari akhlakku yang belum sepenuhnya baik, bukan dari agamaku yang insya Allah ajarannya paling sempurna. Namun pasti ada saja yang kemudian menggeneralisasi dan menyudutkan agama yang ku anut karena kesalahan yang kuperbuat.

That’s why, sebagai muslimah yang berkiprah di dunia blogging, aku ingin terus membenahi tulisanku agar tidak hanya sekedar curcol nggak jelas, namun juga bisa jadi pengingat, pembawa manfaat sekaligus bisa bernilai ibadah.

Ketiga, menyortir job.

Selain memperbanyak tulisan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan pembaca, aku juga mulai memilih-milih tawaran job yang datang. Nggaya banget sih, job belum seberapa sudah pilih-pilih? Lagi-lagi kembali kepada hal; membawa citra diri sebagai muslimah. Aku banyak merasa bersalah ketika tulisanku mengandung sesuatu yang haram, atau syubhat. Contohnya aku pernah mendapat tugas untuk menulis tentang kredit, meski kemudian kuarahkan temanya menuju kredit syariah, ternyata ketika tulisan sudah published, ada getar di hati yang merasa itu tidak benar.




Berbekal dari itu pula, aku mulai berani menolak job yang mungkin saja tidak sesuai dengan tuntunan agama. Meski dapat fee-nya banyak kalau kok nggak sesuai dengan hati nurani dan ajaran agama, mending say no aja deh. Misal, beberapa waktu lalu ada kesempatan menulis tentang bursa saham. Ketika berdiskusi dengan suami tentang hukum bursa saham, akhirnya aku memilih mundur.


Keempat, bergabunglah dengan banyak komunitas.

Kayanya nggak afdol ya kalau sudah serius blogging, tapi menyendiri gitu. Bergabung dengan banyak komunitas yang positif akan memberikan berbagai manfaat. Selain bisa menambah teman dan mengikat tali silaturahmi, punya banyak komunitas akan mempertemukan kita dengan banyak kegiatan, pengalaman dan wawasan baru. Ujung-ujungnya tidak hanya memperluas mindset, namun juga jadi punya bahan tulisan baru dong di blog, hehe.




Selain itu kita juga bisa berbagi tentang dunia blog pada komunitas-komunitas di luar blogging. Misalnya saat berada di grup parenting, kita bisa tuh cerita manfaat blog sebagai media menuliskan portofolio anak. Sementara dengan bergabung di komunitas blog tentu saja bisa menambah daftar blog walking dan memperluas keilmuan blogging kita. Yang awalnya mungkin cuma bisa pakai template bawaan platform blog, lama-lama bisa setting template sendiri. Yang awalnya ngah-ngoh soal SEO, perlahan kenalan sama SEO dan segala fungsinya. Tidak akan pernah ada sia-sia dari melebarkan sayap kita ke berbagai komunitas, coba saja!


Kelima, bagikan ilmu blogging yang kita miliki.

Soal ini mungkin masuk wilayah passion juga. Karena banyak aku temui ada beberapa teman yang blogging-nya udah oke banget, bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah lewat blog dengan kece banget, dia ceritakan pula di status-status sosmednya. Namun ketika beberapa teman berkomentar minta diajari, beliau seperti tidak berkenan untuk membagi tips dan triknya.

Entahlah, kalau aku karena dasarnya suka ngecipris dan sok-sokan ngajarin orang, kalau ada yang tanya tuh malah semangat banget. Aku anggap jadi sarana untukku belajar bareng. Kalau dipikir-pikir aku tuh belum ada apa-apanya dibanding teman-teman yang tiap bulan selalu ada tawaran job, yang DA/ PA nya meningkat secara signifikan, punya jadwal posting yang jelas, bisa nembus adsense dengan gemilang, diendorse sama produk-produk tertentu. Aku mah masih jauh dari itu semua. Namun entah keberanian dari mana yang aku punya, aku pede aja ketika ada yang memintaku ngajarin ngeblog.




Awalnya sih dari tugas matrikulasi Institut Ibu Profesional yang menggelitikku untuk berbuat nyata di masyarakat. Isenglah buka kelas blog di rumah dan online, ternyata Alhamdulillah yang minat ada beberapa. Gayungku kemudian disambut oleh IIP Semarang dan aku malah diberi kesempatan untuk menjadi koordinator rumah belajar literasi media. Weleh, barusan lulus matrikulasi kok langsung ditodong jadi koordinator. Mana aku nggak paham banget yang dimaksud sama literasi media itu apa.

Akhirnya, bismillah… aku ambil juga tantangan tersebut. Alhamdulillah sudah sebulan berjalan aku menggawangi kelas online literasi media di IIP Semarang, dari yang ngebahas blog, sosmed sampai bedah buku, seru deh. Namun yang paling seru adalah ketika akhirnya kelas blogku di rumah kualihkan untuk kelas blogging-nya IIP secara offline. Awalnya deg-degan, ternyata seru lo membersamai para emak-emak pembelajar.

Ada yang ngeklik aja takut, ntar kalau jadi rusak bagaimana. Ada yang kepo akut, hingga akhirnya berani coba-coba sendiri. Insya Allah ilmu yang sedikit ini ketika aku coba bagikan ternyata aku malah mendapat lebih banyak. Banyak cerita, banyak kisah, dan gara-gara kelas ini juga, mau nggak mau aku jadi terus belajar blogging dengan lebih baik. At least, ketika teman-teman bertanya aku bisa memberikan jawaban yang tepat dan nggak ngasal.

Karena kelas blogging ini pula, kami malah ketiban rezeki untuk di shoot sebagai model iklannya Biznet lo next week. Jadi ceritanya, kami kan cari tempat yang asyik dan ada fasilitas wifi buat belajar ngeblog, tapi kalau bisa yang nggak berbayar lah, maklum emak-emak irit. Akhirnya dapatlah info kalau Biznet store menyediakan tempat secara gratis. Mata ijo dong nih para emak, langsung kami booking setiap kamis pagi deh tempat itu.

Ternyata pihak Biznet kagum sama semangatnya emak-emak. Kalau mahasiswa ngeblog mah biasa, lah ini emak-emak ngeblog keren banget, kata mereka begitu. Apalagi yang ngajar sambil gendong bayi pula… wkwkkw… Maklum ye, Affan mah belum bisa ditinggal kaya si kakak, masih nemplok kaya perangko.. asisten junior bundanya.

So, jangan ragu untuk berbagi, pals. Meski sedikit, meski menurut kita itu nggak seberapa, namun dari yang sedikit itu insya Allah akan menjadi lebih banyak dan banyak lagi. Yang pasti, berbagi itu indah dan membahagiakan lo… coba aja kalau nggak percaya, pasti ketagihan setelah itu, hehe.

Itulah lima hal yang aku pikir harus diusahakan oleh para muslimah dalam kiprahnya di dunia blogging. At last but not least, happy national blogger day, keep writing and keep sharing ya, pals!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

#ODOPOKT22




You Might Also Like

1 comments

  1. Baarakallahu fiik, Mbak. Blogger muslimah yang keren ini mah 👍

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com