Lima Hobi Penjaga Kewarasanku dalam Hidup

  • Tuesday, October 10, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 14 Comments

Lima Hobi Penjaga Kewarasanku dalam Hidup


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Tanggalnya cantik nih hari ini, 10 – 10  alias 10 Oktober. Hari ini aku mau bercerita tentang aku dan hobiku. Tema ini merupakan tantangan arisan #BlogGandjelRel periode ke tiga belas yang diajukan oleh mbak Ika Puspita dan dik Arina Mabruroh. Dua nama ini termasuk dua blogger favoritku yang banyak menginspirasi untuk keep writing and keep sharing.


Aku sendiri belum lama kenal mbak Ika Puspita, ya mungkin baru  jalan dua tahunan ini. Meski baru sebentar, entah kenapa sering merasa klik sama doi. Mungkin karena tanggal lahir kami terpaut sehari, meski beda tahun. Selain itu kami juga punya beberapa hobi yang sama, salah satunya mendengarkan musik dan tentunya menulis. Ndak iyo ya, sok tahu aku ik, hihi.

Kalau sama dik Arina Mabruroh (sok tua banget, hehe), aku sempat ketemu beberapa kali di komunitas HSMN sebelum tahu kalau doi aktif blogging. Namun seringnya aku nggak ngeh. Jahat banget ya aku. Maaf ya, bumil cantik… bukan apa-apa, aku emang pelupa banget sama nama orang. Kudu ketemu setiap hari baru bisa hafal, hehe. Meski jauh lebih muda dari aku, tapi aku akui doi dewasa banget!

Wokay deh, nggak perlu lama-lama aku mau menjawab tantangan dari mereka. Aku bakal ngurutin hobiku dari yang paling sering aku lakukan dan menurutku lebih urgent dilakukan hingga ke yang jarang aku lakukan dan tidak lagi begitu urgent, kecuali kalau lagi kangen.


Hobi #1; Menulis

Tanpa sadar sebenarnya aku sudah hobi banget menulis sejak Sekolah Dasar. Saat itu aku punya beberapa diari. Setiap malam sebelum tidur aku pasti curhat ke diari, entah tentang cowok idaman, pertikaian sama sahabat ataupun tentang kejengkelanku soal orang tuaku yang hobi berantem.



Saat pelajaran Bahasa  Indonesia, aku paling suka kalau diberi tugas mengarang. Yang lain selembar folio saja nggak habis, aku bisa minta nambah. Selain mengarang, aku juga suka kalau disuruh buat puisi. Karena puisi juga aku beberapa kali diikutkan lomba baca puisi untuk mewakili sekolah ataupun RT. Alhamdulillah beberapa kali aku menyabet juara.

Hobiku menulis berlanjut hingga ke SMA. Aku beberapa kali kirim hasil tulisanku ke media remaja, seperti KawanKu, Annida, Aneka. Namun nggak pernah ada yang lolos. Kasihan deh. Aku juga pernah nekat ikut lomba karya tulis siswa. Menang? Boro-boro menang, masuk finalis aja kagak, hehe. Namun itu tidak menyurutkan langkahku, aku tetap saja menulis, meski nggak ada yang baca sekalipun.

Saat kuliah, aku tetap menulis. Mata kuliah Writing menjadi hobiku. Nilaiku nggak pernah bergeser dari A. Aku juga sempat dapat beasiswa karena karya ilmiahku menang di tingkat universitas dan maju ke tingkat selanjutnya mewakili kampusku. Gara-gara kemenanganku ini, aku juga pernah dua atau tiga kali didaulat sebagai pembicara di kampusku untuk mengenalkan karya ilmiah ke teman-teman mahasiswa. Saat itu kampus biruku tercinta alias Universitas Dian Nuswantoro masih buta soal lomba-lomba karya ilmiah. Bisa dibilang saat itu aku termasuk tim perintis. Sekarang? Jangan tanya.. sudah beberapa kali adik-adik kelasku memenangkan lomba-lomba tersebut. Proud of you, adik-adik tingkat! Di masa kuliah ini pula aku mengenal blog. Aku tidak lagi menulis di diary tapi kualihkan ke dalam blog.

Kenangan Menang Lomba Esai untuk Guru

Lulus kuliah aku sempat jadi guru honorer di sebuah SD negeri. Saat itu aku sempat sekali mengikuti lomba esai untuk guru tentang belajar bahasa Indonesia yang mengasyikkan. Sebenarnya aneh sih. Lulusan Sastra Inggris kok nulis tema tersebut. Alhamdulillah, aku  berhasil meraih juara ketiga dan dapat uang pembinaan yang lumayan banget. Pak Kepala Sekolahnya saat itu happy banget. Makanya waktu aku resign, doi menyayangkan keputusanku.

Setelah punya anak dan stay at home, siapa yang menyangka kalau ternyata menulis berkembang menjadi hobi yang dibayar. Diawali menjadi content writer untuk bos peternak web, lalu kenal dengan beberapa komunitas menulis  dan akhirnya bisa menerbitkan buku antologi. Hingga tahun lalu aku memutuskan mulai fokus ngeblog. Merubah tujuan ngeblog yang tadinya cuma sebagai tempat curhat menjadi ruang ekspresi yang lebih bermanfaat.

Selain itu, menulis buatku juga healing therapy. Salah satu sarana untukku menghapuskan trauma di masa kecil, inner child hingga ketakutan demi ketakutanku. Ya, menulis adalah cara yang bisa membantuku melihat hidup dengan lebih positif. Menulis menjadi sarana bagiku untuk menjewer telingaku sendiri, menjadi pengingat yang bisa kubaca lagi di lain waktu serta menjadi warisan untuk anak-anakku kelak.

Hobi #2; Belajar dan Berjamaah

Hobiku yang selanjutnya dan paling sering aku lakukan sekarang ini adalah meningkatkan kualitas diri. Salah satunya dengan hadir ke acara-acara seminar dan workshop, khususnya di bidang parenting. Alasannya tentu saja karena aku masih kurang bekal untuk menjadi seorang ibu dan istri. Apalagi dengan latar belakang semi broken home dan fatherless yang aku miliki, aku memiliki inner child yang harus aku kenali cara mengatasinya.

Tentu saja selain acara-acara parenting, aku juga suka hadir di acara yang berkaitan dengan dunia yang aku jalani sekarang; blogging. Sayangnya belum banyak acara-acara tersebut di Semarang. Beberapa kali hadir di event yang diselenggarakan oleh brand, namun sebenarnya paling seru kalau lagi meet up sama teman-teman blogger lainnya, terutama Gandjel Rel. Meet up dengan mereka pastinya berkualitas dong, selain temu kangen, juga pasti ada sesi belajarnya.



Ngobrolin soal meet up, aku juga bergabung dengan beberapa komunitas. Selain komunitas blogger, aku juga masuk ke komunitas parenting, menulis dan grup-grup jualan. Tujuannya tentu saja untuk menambah teman, memperluas networking, meningkatkan wawasan hingga membentuk personal branding.

Bahkan gara-gara banyak gabung ke beberapa komunitas, whatsapp ku jadi penuh grup. Coba tebak ada berapa grup di  whatsapp ku? Yang jawabannya benar, aku kasih hadiah kerupuk.. tapi beli sendiri ya, hehe.

Yang pasti dari hobi ini aku mendapat banyak manfaat. Salah satunya adalah mengusir kebosanan karena di rumah seharian, secara aku sebenarnya suka banget beraktivitas di luar rumah. Bergabung di komunitas ini itu bisa menjaga semangatku, baik dalam proses mengasuh anak, blogging ataupun berjualan.

Hobi #3; Membaca

Katanya kan kalau mau jadi penulis yang baik harus rajin membaca, jadinya aku masukin deh membaca sebagai hobi di level ketiga. Hehehe. Nggak begitu juga kali…

Aku memang suka membaca sejak aku punya skill membaca. Ya, ketika kelas satu SD aku mulai bisa membaca kalimat, ibuku mulai berlangganan Bobo. Nggak sampai sehari, majalah edisi minggu itu pasti sudah tuntas kubaca. Saking senangnya membaca, aku sampai lupa tidur. Meski ibu menyuruhku tidur dan mengganti lampu kamar dengan lampu yang lebih nyaman untuk tidur, aku diam-diam menyembunyikan Bobo di bawah bantal. Kalau sudah kurasa aman, aku segera ambil majalah itu dan kutuntaskan halaman demi halaman. Akibatnya aku pun minus, sampai sekarang sudah mencapai minus delapan.



Saat masuk SMP, aku tidak lagi membaca Bobo. Aku mulai membaca Annida dan majalah-majalah gaul semacam Kawanku, Aneka dan sejenisnya. Ketika SMA aku mulai memilih bacaan yang agak berat, semacam karya-karya sastra punya penulis-penulis tempo dulu dan melahap majalah Horizon. Berhubung dulu tinggal di Salatiga, toko buku cuma satu dan yang dijual pun terbatas, aku lebih sering meminjam buku di perpustakaan. Meski begitu berbeda untuk urusan majalah Horizon, aku masih rajin beli Horizon sampai duduk di bangku kuliah. Sayang, majalahku banyak yang dipinjam dan berujung tidak kembali ke tanganku. Hiks.


Sampai sekarang pun aku masih suka membaca. Paling genrenya aja yang jadi berubah, kalau dulu suka baca yang fiksi, sekarang mulai banting setir baca buku dengan tema parenting dan agama. Aku juga mengoleksi beberapa buku, nggak banyak sih, disesuaikan dengan budget yang ada saja. Aku lebih suka menambah koleksi buku buat anak-anak, hehehe. Habis buku anak-anak sekarang bagus-bagus.


Hobi #4; Nonton Drama Korea

Aku nggak ngerti deh ini termasuk hobi yang berfaedah atau unfaedah. Tapi nonton drama korea itu bener-bener me time yang relaxing banget! Setelah update postingan blog, ngerjain artikel pesanan, dan seharian berkutat sama urusan rumah tangga, drama Korea bisa jadi obat pereda lelah yang ajiib.


Biasanya aku nonton drama Korea ketika anak-anak sedang tidur, kalau nggak ikut ketiduran sih, hehe. Biar nggak bikin waktu mubazir, aku lebih suka menonton drama korea yang lagi tayang di negaranya. Jadi aku nggak perlu tuh ketagihan nonton belasan episode hingga bisa nggak tidur berhari-hari. Dengan nonton drama yang lagi tayang, aku cukup nyisihin waktu sejam setiap harinya untuk nonton satu episode. Terus harap-harap cemas nunggu kelanjutannya minggu depan. Berasa kaya nonton sinetron jaman dulu kala itu lo.

Cara ini juga efektif untuk cepat move on dari sebuah seri drama. Nggak ada waktu buat baper karena judul lain menanti setelahnya, hehe.

salah satu drakor favorit

Aku suka drama Korea bukan karena aktornya yang ganteng-ganteng, karena jujur aku nggak banyak hafal nama-nama aktornya. Paling kadang merasa kayanya pernah lihat nih orang, yang main di mana ya… Aku benar-benar nonton drama Korea karena ceritanya. Banyak kisah yang sederhana tapi bisa dibikin apik banget oleh mereka. Belum lagi keseriusan sineas Korea dalam membuat drama. Drama itu kan sekelas sinetron to di Indonesia? Tapi aku berasa lagi nonton bioskop!

Meski terkenal karena jual kegantengan, sebenarnya aktor Korea beneran bisa akting lo. Bahkan untuk bisa debut pun mereka melewati proses yang panjang. Banyak film Korea yang kemudian juga diadaptasi oleh sineas Hollywod lo. Daebak!

Hobi #5; Musik dan Teater

Dua hal ini adalah hobi yang sering aku lakukan saat masih sekolah dulu. Kalau musik sih sejak kecil memang hobi mendengarkan musik dan menyanyi. Selain menyanyi di kamar mandi, aku sempat beberapa kali ikut lomba menyanyi di tingkat RT, sekolah hingga kota, tapi nggak pernah menang, hihi.



Waktu SMP aku juga sempat diajak menemani ngeband sahabatku. Sahabatku vokalis band tersebut, kadang nemenin dia nyanyi tapi nggak pede, soalnya sahabatku suaranya bagus banget, hihi. Waktu kuliah aku beberapa kali nemenin pacarku (yang sekarang jadi suami) ngeband. Karena mereka ngeband suka-suka, kadang aku disuruh ikut nyanyi juga. Lumayan bisa teriak-teriak menghilangkan stres, hehe.

Saat ini pun aku masih suka nyolong-nyolong nyanyi kalau lagi kangen. Kalau dulu sebulan sekali biasanya ke karaoke sama suami, tapi sejak ada Smule nyanyi di rumah aja lah, hihi.

Jangan diketawain yee :D 

Aku mulai mengenal dunia teater sejak SMA. Saat itu aku langsung kepincut karena buatku latihan teater itu bisa mengeluarkan tekanan hidup yang biasanya aku sembunyikan. Kok bisa? Iya… soalnya di teater kan ada latihan vokal, nah latihannya ini kan teriak-teriak gitu, plong aja rasanya setelah teriak-teriak, hehe. Selain itu, aku suka teater karena bisa berlatih menjadi karakter yang berbeda-beda. Aku pernah memerankan seorang ibu yang anaknya bunuh diri, anak idiot, hingga pelacur.



Aku masih aktif teater sampai kuliah, eh nggak ding, sampai di tahun pertama nikah aku masih latihan teater kok. Aku dan beberapa teman waktu kuliah saat itu sempat membangun komunitas seni bernama Sawo Kecik. Kami sempat manggung beberapa kali, bahkan pernah ke tiga kota. Sayang sekarang sudah punya kesibukan masing-masing. Di sisi hati yang paling dalam, aku masih berharap bisa menginjak panggung lagi, berperan di bawah temaram lampu dan disaksikan beberapa mata. Semoga, one day!

Itulah ceritaku tentang lima hobi yang senantiasa menjaga kewarasanku dalam hidup. Bersyukur bisa mencuri waktu di sela-sela aktivitas sebagai ibu dan istri untuk melakukan hobi. Nggak kebayang deh kalau sampai sehari saja tidak mengerjakan salah satu hobiku, bisa pening kepala Barbie, hehe. Yang pasti, mengerjakan hobi itu ya sekaligus me time buatku.

Btw, dari lima hobi ini adakah yang sama dengan hobimu,pals? Salam semangat! Ssst, Affan mau tidur nih, jangan berisik ya.. biar aku bisa nonton drakor. Dua episode terbarunya My Golden Life belum aku tonton nih, hehehe. See ya!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



You Might Also Like

14 comments

  1. Wuah ada beberapa yg sama mb hobinya, dunia music, peran, nonton..hehe walau sudah tdk seinten dulu.

    Keren mb pernah menang karya ilmah, lanjutkan mb marita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak kalau musik sama teater udah jarang pakai banget. Hampir nggak pernah. Kalau nonton yang belum bisa berhenti, hehe.

      Delete
  2. Nomer 3 dan 4 sama nih, btw mbak ririt udah nonton the battleship island rame loh, film tentang perang korea melawan jepang, yang main soo jong ki dan so ji hub

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeh belum mbak, udah masuk daftar nonton.. keasyikan nonton serial terus hehe. Makasih udah diingatkan.

      Delete
  3. Waaahhh, samaaa hanya nyanyi dan teater yang enggak. Hahhaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aseeek.. Ada temannya.. lagi nonton drakor apa mbak :)

      Delete
  4. Samaaaa kecuali drakor hehe. Kalo teater udah lewat masanya 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. biar gak spaneng mbak drakornya sambil Cari ide nulis :)

      Delete
  5. Hampir sama
    Cuma drakor sudah lewat...dulu, faktor U kali, tambah tua saya jadi nggak ngikuti hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. Masa sih mbak.. saya juga U nya udah mulai naik2 ke atas gunung nih hihi

      Delete
  6. ha ha samaan kita mbak suka drakor

    ReplyDelete
  7. Suaranya merduuu...kapan2 karaokean bareng yuuk, say :D

    ReplyDelete
  8. Kalau aku suka nonton hampir semua genre film tapi enggak termasuk horor ding :D

    ReplyDelete
  9. bunda Rita multitalenta banget :-D
    semuanya bisa, hehehhe alhamdulillah ya nulis bisa jadi duit :-D
    drakor kyaaaaaa, sekarang jadi tontonan wajib di rumah mertua biar ga jenuh :-D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com