NHW #11; Hey Rit, Tunjukkan Peranmu dalam Komunitas!

  • Tuesday, February 06, 2018
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Beberapa agenda padat merayap sejak hari Sabtu, disusul merapikan rumah karena ahamdulillah etalase dan sofa di rumah sudah memiliki tuan yang baru. Ya, aku memang ingin punya rumah lapang dan lesehan ala Japanese style, tapi rumah peninggalan ibu ini buanyak banget barang dan nggak sesuai dengan ukuran rumahnya yang mungil. Akhirnya setelah proses diskusi yang panjang, suami setuju untuk mencarikan tuan baru untuk barang-barang yang tak lagi kami gunakan.

Saking sibuknya di dunia nyata, aku sampai melewatkan deadline pengiriman NHW #11. Duh. Padahal semua file yang disiapkan untuk presentasi NHW #11 secara grup sudah jadi, tinggal eksekusi menulis NHW #11  versi individu. Eh, la kok tiap malam selalu gagal bangun untuk nulis. Ya sudah deh, mau diterima atau tidak, yang penting kirim dulu tugasnya.

Tugas kali ini cukup bikin senyum-senyum sekaligus menyentil apakah aku sudah cukup berperan dalam komunitas yang aku ikuti, khususnya di sini tentu saja Komunitas Ibu Profesional Semarang. Hmm…

Sebenarnya di PR sih disuruh berandai-andai. Dengan kemampuan diri dan kapasitas yang dimiliki, kami diminta mengandaikan posisi yang pantas kami emban di komunitas Ibu Profesional itu apa dan kalau ada di posisi itu apa yang akan kami lakukan.

Berhubung menurutku amanah yang diberikan oleh koordinator kota kepadaku sudah cukup cocok dengan passion dan kapasitas diri, maka aku nggak akan berandai-andai deh. Aku akan menulis sesuai dengan amanah yang aku pegang saat ini.


Peranku sebagai Ketua Rumbel Literasi Media

Diberikan amanah sebagai ketua rumah belajar Literasi Media itu awalnya sedap-sedap perih. Well, aku memang suka menulis, tapi rasa-rasanya masih kurang pantas lah menjadi ketua rumah belajar, wong ilmunya masih cethek bangeeeeet. Di Ibu Profesional Semarang sendiri menurutku ada yang lebih pantas. Namun karena bu koordinator kota yang mengamanahi langsung, segan juga menolaknya.

Namun ternyata justru dari titik inilah aku banyak belajar. Yang awalnya buku panduan menulis dibaca lalu dilupakan, kini mau nggak mau dibaca ulang biar bisa berbagi cerita dengan teman-teman di rumbel Literasi Media.

Alhamdulillah, respon teman-teman terhadap rumbel ini juga cukup bagus. Mereka yang memang memiliki passion menulis satu per satu bermunculan. Ternyata tulisannya bagus-bagus lo, cuma mereka kurang percaya diri untuk menunjukkan hasil karya mereka. Ya, kaya aku beberapa tahun yang lalu, suka nulis tapi nggak pede buat nunjukin ke orang lain. La kapan berkembangnya ya? Hingga kemudian aku ketemu teman-teman yang bisa membuatku menemukan kepercayaan diri bahwa aku mampu. Nah, sekarang tugasku untuk memupuk kepercayaan diri teman-teman IP Semarang.

Untuk menjaga konsistensi menulis anggota rumbel literasi media, aku mengadakan Gebyar Literasi Media. Semacam kegiatan one month one post dengan tema yang ditentukan. Tulisannya boleh diposting di blog atau media sosial yang mereka miliki. Alhamdulillah meski masih banyak yang ragu-ragu, hasil karya yang ikut program ini cukup keren-keren lo.

Para anggota rumbel literasi media juga rata-rata minat belajar blog. Banyak yang awalnya sudah puyeng duluan, kirain bikin blog itu rumit. Ternyata setelah dijalani, bikin blog mah gampang. Yang susah mah konsisten menulis, betul atau betul? Dan memang hanya yang memiliki passion yang akan benar-benar bertahan di sini.

Untuk ke depan, aku ingin mengundang pula narasumber tamu untuk hadir memberikan tambahan ilmu mengenai blogging dan dunia tulis-menulis, semoga saja tamu-tamu yang sudah ada dalam daftar incaranku bersedia semua ya. Tentu saja sebagian besar narasumber tamuku nanti adalah teman-teman dari Blogger Gandjel Rel dan IIDN Semarang. Nggak usah jauh-jauh lah kalau cari penulis dan blogger kece di Semarang dan sekitarnya, ada mbak Dewi Rieka, mbak Rahmi Aziza, Mbak Uniek, Mbak Wuri, Mbak Ika Puspita, dan masih banyak lagi. Semoga saja program-program ini berjalan dengan lancar, doain ya pals.

Selain mengawal teman-teman di rumbel literasi media untuk konsisten menulis. Aku juga membantu manager online-nya Ibu Profesional Semarang, mbak Adis, untuk share event-event Ibu Profesional di sosial media.

Yang pasti aku jadi banyak belajar dari amanah yang diberikan padaku ini. Coba kalau aku nggak diberi amanah ini, pasti aku masih tetap asal-asalan menulis, hehe. Sekarang juga nulisnya masih sesuka hati sih, namun paling tidak beberapa teori menulis jadi diingat-ingat lagi.

Hasil Diskusi bersama Mbak Adis dan Mbak Fauzia

Selain membahas tentang peranku di dalam komunitas, PR kali ini juga kami diminta untuk berdiskusi dengan anggota yang sekota. Alhamdulillah di kelas C matrikulasi koordinator ini aku sekelas dengan mbak Adis dan mbak Fauzia yang sama-sama anggota Ibu Profesional Semarang.

Di tengah persiapan event Ibu Profesional selanjutnya, kami sempatkan diri untuk flash discussion. Alhamdulillah nggak pakai waktu lama, karena mungkin chemistry kami juga sudah ngeklik, kami sudah mencapai sebuah kesepakatan tentang struktur organisasi dan event yang cocok dengan SDM dan SDA yang ada di Semarang.

Dari hasil ngobrol kami ternyata kami seiya sekata soal karakteristik sebagian besar warga Semarang yang senang sekali bersantai di akhir pekan. Tentu saja setelah seminggu penuh dengan pekerjaan, menepi sejenak dari rutinitas pekerjaan saat weekend tiba adalah sebuah waktu yang dinanti-nanti. Untuk mengisi weekend ini, biasanya orang Semarang suka wisata kuliner, pergi ke mall atau malah  memancing.

Sebagian besar warga Semarang juga agak susah diajak hadir ke acara-acara pengembangan diri, seperti tema bisnis atau parenting, terutama jika itu berbayar. Jangankan yang berbayar ratusan ribu, yang gratis aja kadang nggak dilirik. Dilihat dari beberapa kali pengalamanku mengadakan acara parenting, selalu harus kerja keras mengumpulkan peserta. Dan begitu ada yang mendaftar, yang hadir pun rata-rata itu lagi, itu lagi.

Bahkan yang berminat datang ke acara tersebut pun sebagian besar bertipikal sangat santai. Sudah diberitahu batas pendaftaran misal hari Rabu tanggal Z, nanti Selasa malam atau Rabu pagi baru mendaftar. Sering sekali kejadian seperti ini, bikin deg-deg ser panitia acara, hehe. Dikira panitia nggak nyiapin uba rampe apa ya…  

Selain tipikal warga Semarang yang santai kaya di pantai ini, kami juga mengamati tentang minat warga Semarang untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Semarang. Dari hasil pengamatan kami, tempat-tempat wisata di Semarang lebih banyak dikunjungi oleh warga di luar Semarang, khususnya wisata-wisata religi dan sejarah. Sementara warga Semarang sendiri biasanya lebih suka ke tempat-tempat wisata keluarga yang santai semacam water blaster, tempat makan dan beberapa lokasi yang adem di kabupaten Semarang.

Mungkin hal ini juga dikarenakan beberapa lokasi wisata di Semarang yang tidak begitu terawat dengan baik, jadi membuat orang pun enggan datang ke tempat tersebut. Namun Alhamdulillah sekarang pemerintah kota Semarang mulai menata diri. Dengan mengusung Ayo Wisata ke Semarang, tempat-tempat di Semarang mulai dirapikan dan dipercantik. Tujuannya selain menarik banyak warga di luar Semarang, tentu saja agar warga Semarang betah dengan kotanya sendiri.

Nah, Ibu Profesional sebagai bagian dari masyarakat Kota Semarang mulai berpikir keras. Kira-kira apa yang bisa kami berikan untuk kota tercinta sebagai bagian kami dalam proses berbagi dan melayani. Di sinilah kemudian aku, mbak Adis dan mbak Fauzia menemukan ide-ide di bawah ini.

Struktur Organisasi yang Pas untuk Ibu Profesional Semarang

Struktur Organisasi menurut Schermerhorn (1996) adalah sistem tugas, alur kerja, hubungan pelaporan dan saluran komunikasi yang dikaitkan secara bersama dalam pekerjaan individual maupun kelompok.

Sedangkan menurut Muhammad Burhanudin, ada beberapa jenis struktur organisasi yang bisa diterapkan, bergantung pada kondisi dan situasi organisasi tersebut.

Hasil dari chit-chat kami mengenai struktur organisasi, Ibu Profesional Semarang lebih cocok menggunakan Divisional Structure. Yaitu stuktur organisasi yang dikelompokkan berdasarkan pada produk yang sama, proses yang sama, kelompok orang yang melayani pelanggan yang sama, dan atau berlokasi di daerah yang sama di suatu wilayah geografis. Secara umum dalam struktur organisasi seperti ini biasanya bersifat kompleks, dan menghindari masalah yang terkait dengan struktur fungsional.

Beberapa hal yang membuat kami yakin bahwa struktur tersebut adalah yang terbaik untuk Ibu Profesional Semarang, karena struktur divisi memiliki keuntungan sebagai berikut;
  • Lebih banyak fleksibilitas dalam menanggapi perubahan lingkungan
  • Peningkatan koordinasi
  • Poin tanggung jawabnya jelas
  • Keahlian berfokus pada pelanggan tertentu, produk, dan wilayah
  • Banyak kemudahan dalam restrukturisasi.

Dan struktur organisasi yang kini sedang berjalan di Ibu Profesional Semarang memang menggunakan struktur tersebut. Inilah alur sistem organisasi yang ada di Ibu Profesional Semarang;




Event yang Paling Pas Diadakan di Semarang

Dengan mengulik latar belakang dan tipikal warga Semarang yang sudah aku ceritakan di atas, aku, mbak Adis dan mbak Fauzia sepakat bahwa event yang paling pas diadakan di Semarang adalah kegiatan yang tetap santai dan bisa diikuti semua anggota keluarga, namun tetap memiliki pesan tersembunyi.

Kegiatan yang kami maksud tersebut telah tertuang dalam sebuah event offline yang Alhamdulillah sudah kami laksanakan dua kali ini yaitu Family Day Out. Family Day Out yang pertama mengusung tema Liburan Seru karena memang saat itu diadakan di saat liburan sekolah. Di acara tersebut, anak-anak diajak belajar membuat batik jumputan atau tie dye dan bermain roket balon. Selain menyenangkan hati anak-anak, ibu-ibunya pun difasilitasi kegiatan kece berupa berbagi resep masakan favorit di rumahnya masing-masing. Nggak cuma berbagi resep ding, setiap ibu membawa masakan favoritnya ke lokasi acara lalu menceritakan mengapa masakan tersebut menjadi favorit di rumahnya. Pokoknya saat itu seru sekali dan penuh makanan. Cocok banget buat eike yang malas masak, hehe.



Keseruan Family Day Out pertama dilanjutkan ke Family Day Out kedua. Kali ini tema yang diusung adalah Telusur Harta Karun. Diadakan pada bulan Januari yang lalu di Anjungan Surakarta, Grand Maerakaca. Diikuti sekitar 50 tim yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Mereka berlomba-lomba memecahkan teka-teki yang panitia berikan hingga harta karun yang tersembunyi pun diketemukan. Selain seru-seruan mencari harta karun saat menunggu pengumuman pemenang, para keluarga dihibur dengan dongeng dari kak Kempo. Yang mau tahu serunnya acara tersebut, boleh dikulik postingan steller-ku lo;


Nah, saat ini kami sedang mempersiapan Family Day Out yang ketiga. Untuk event ketiga ini, kami mengangkat tema Fun Cooking with Love. Peserta hanya kami batasi sebanyak 50 tim yang terdiri dari dua orang, bisa terdiri  dari ayah dan anak, ibu dan anak atau ayah dan ibu. Nantinya peserta akan diminta mempresentasikan bekal makanan yang dibawa dari rumah di babak penyisihan hingga didapatkan lima finalis. Kelima finalis ini akan bertanding memasak bekal dengan bahan utama yang telah disediakan panitia. Sementara untuk bekal tambahan, peserta boleh mengambil di tempat yang telah disediakan. Kalau suka lihat acara Master Chef, nah semacam itu deh nanti bentuk permainannya? Jadi tertarik ikutan nggak nih? Kalau tertarik, segera daftar aja yuk. Mumpung acaranya akhirnya diundur lo ke hari Minggu, 18 Februari 2018. Jangan mepet-mepet lo daftarnya, nanti menyesal seperti event sebelumnya yang telat daftar. Jadi gagal kan seseruan barang Ibu Profesional Semarang?




Dengan berakhirnya sharing tentang event kece tersebut, NHW #11 ini pun aku akhiri ya. Ada sebuah quote kece yang menguatkan aku untuk terus menunjukkan peran di dalam komunitas yang aku ikuti. Namun sebelum aku menunjukkan peranku dalam sebuah komunitas, tentu saja aku harus lebih dulu mampu mengatur diriku sendiri. So, selamat menunjukkan peranmu di setiap sisi kehidupan yag kamu miliki, pals! Salam berbagi dan melayani!




Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Source:




You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com