Monday, February 29, 2016

Meriahnya Syukuran Menu Terbanyak Lunpia Delight



Apa yang akan kita lakukan ketika menyadari bahwa ternyata kita adalah pewaris sejarah penting sebuah bangsa? Bisa jadi kita memilih untuk menikmati saja sejarah tersebut, tanpa berpikir untuk nguri-uri alias melestarikannya, dan justru membiarkannya tertelan jaman. Atau kita memilih untuk menjaga sejarah tersebut agar tetap abadi, memberikan sentuhan baru pada sejarah itu hingga menghasilkan karya yang lebih fenomenal dan mendunia.

Meliani Sugiarto atau yang akrab dipanggil Cik Meme, owner of Lunpia Delight, yang merupakan generasi ke-5 Lunpia Semarang memilih mengambil pilihan yang kedua. Alih-alih menikmati hasil kerja keras para leluhurnya, ia justru melakukan inovasi dan terobosan-terobosan baru agar lunpia tetap menjadi penganan favorit sepanjang masa.

Ia ingin lunpia tidak hanya dikenal sebagai jajanan asli Semarang, tapi juga menjadi warisan budaya dunia. Bahkan ia kini sedang mengusahakan impiannya tersebut hingga ke UNESCO. Ya, Cik Meme memilih berjuang dengan caranya sendiri. Menjadi pewaris sejarah dengan mengukirkan sejarah baru.

Semangat tersebut terlihat begitu nyata dari untaian kata yang diucapkan olehnya saat acara syukuran Lunpia Delight, 27 Februari 2016 yang lalu. Begitu lembut, namun tegas, semakin menguatkan aura kecantikan sang putri bungsu dari Tan Yok Tjay, maestro chef dari generasi keempat lunpia Semarang dan generasi kedua dari lunpia Mataram.

Alhamdulillah, seneng banget dapat kesempatan untuk bisa hadir dalam acara Sabtu malam tersebut bersama emak-emak Gandjel Rel. Satu kata yang bisa saya uraikan untuk menggambarkan bagaimana acara tersebut; M-E-R-I-A-H.

Dari Campur Sari, Prie GS hingga Bagi-bagi Yamaha R25


Gambaran Crowdednya Lokasi

Meriahnya Campur Sari
Saat saya mulai memasuki Jalan Gajah Mada Semarang, aura keramaian sudah terasa, saya pikir karena efek malam minggu. Ternyata, semakin mendekati gerai Lunpia Delight, keramaian tersebut semakin meluap, riuh hingga jalan raya padat merayap. Saya pun memarkir motor sekitar 100 meteran dari lokasi acara. Jadi semakin penasaran semeriah apa sih acara di dalam.

Di gerbang gerai, nona-nona cantik berkebaya dan tuan-tuan berseragam putih menyambut para tamu undangan. Setiap mereka yang datang menyodorkan undangan yang telah mereka persiapkan. Saya sendiri hanya memperlihatkan sebuah gambar di handphone yang telah dishare sebelumnya oleh Mak Uniek lewat group whatsapp. Ternyata utusan Gandjel Rel dianggap sebagai kesatuan dari media yang akan meliput acara tersebut. Huhuhu, senangnya bisa ngerasain jadi wartawan infotainment.

Poto-poto dulu, pic by Mak Wati
Sempat bingung memilih tempat duduk, secara mau gerak aja susah bangeeeeet. Alhamdulillah, emak-emak yang sudah hadir duluan melambaikan tangannya hingga saya tahu kemana saya harus bergabung. Sudah ada mak Ika Pus, mak Wati, mak Arina, mak Dian, dan kemudian disusul beberapa emak kece lainnya. Kami duduk cantik tepat di belakang para tamu VIP sehingga bisa menikmati panggung utama dengan leluasa.

Cik Meme nampaknya ingin memuaskan para tamu undangannya dengan rangkaian acara dan jamuan yang menggugah selera. Ia pun ingin berbagi kebahagiaan dengan para pedagang pilihan, bisa dilihat saat acara bakmi jowo keliling dibawa masuk segerobaknya, lontong sate ayam, wedang tahu diangkut untuk menjamu para tamu. Belum lagi es krim ciamik rasa sirsat asli yang kecut-kecut manis bikin mata melek, nasi biryani dan tentunya yang ditunggu-tunggu --- apalagi kalau bukan LUNPIA. Setiap kali mbak-mbak berbaju hijau membawa lunpia di atas nampan, tanpa tunggu waktu lama, lunpia tersebut langsung ludessss tanpa sisa, dan si mbak pun segera berlalu ke dalam gerai untuk mengambil senampan lunpia agar bisa dibagikan lagi kepada tamu yang belum kebagian.

Raja Nusantara yang Endesss Banget
Saya sendiri kebagian nyicipi lunpia RAJA NUSANTARA, apaan tuh, keren bangeeet kan namanya? Nanti deh bakal saya kasih tahu makna dari nama lunpia tersebut, tapi sebelumnya saya mau nglanjutin cerita tentang kemeriahan malam Sabtu lalu ya.

Untuk menghibur para tamu undangan yang semakin ramai berdatangan, band yang sudah stand by di atas panggung memainkan lagu-lagu campur sari hingga keroncong membuat suasana semarangan semakin kental. Melihat tamu semakin padat dan waktu semakin merayap malam, Herry Pamungkas, sang MC kondang dari salah satu TV lokal membuka acara pada malam itu. Kebetulan si mas MC ini senior saya waktu kuliah di FBS Udinus.

Mas Herry Pamungkas, MC Kondang dari TV Lokal
Untuk menggugah semangat kebangsaan para tamu yang hadir, MC meminta para tamu untuk berdiri dan bersama-sama melantunkan Indonesia Raya dengan semangat 2016 dipimpin oleh mas berpakaian putih ala-ala serdadu Belanda. Setelah lagu kebangsaan usai dilantunkan dan para tamu telah kembali duduk manis di kursinya, mas Herry mempersilakan Cik Meme untuk menyampaikan sambutannya.


Lembut, anggun namun tegas itulah yang saya tangkap ketika melihat sosok cantiknya berdiri di atas panggung. Cik Meme menceritakan pengalamannya selama dua tahun ini mengelola Lunpia Delight, juga perjuangannya melakukan aksi damai di depan Kedubes Malaysia setahun lalu karena pihak negeri Jiran tersebut berencana mengklaim lunpia sebagai penganan asli Malaysia, hingga cita-citanya membawa lunpia terus mendunia. Berkat usahanya ini, Cik Meme pernah meraih Kartini Award pada tahun 2015.

Cik Meme yang Anggun Memberikan Sambutan

MC sedang Membacakan Prestasi Cik Meme
Jangan dikira perjuangan Cik Meme membesarkan dan menjaga warisan lunpia ini begitu mudah. Sempat memiliki gerai lunpia dan telah memiliki nama yang besar, namun karena terpaan badai rumah tangga, semua yang dibangunnya hancur berkeping-keping, termasuk hati dan kepercayaan dirinya. Beruntung Cik Meme dikelilingi oleh keluarga dan teman-teman yang menyayangi dan selalu mendukungnya, pada tahun 2014 ia kemudian bangkit dan mendirikan Lunpia Delight. Ia melakukan banyak inovasi hingga di tahun kedua ini, Lunpia Delight telah menjadi gerai lunpia dengan menu terbanyak.

Pak Paulus Pangka dari LEPRID

Atas prestasinya tersebut, LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) yang dipimpin oleh Pak Paulus Pangka menganugerahkan perhargaan pada Lunpia Delight; Menu Prestasi. Selain itu, LEPRID juga memberikan medali kepada Cik Meme dan ayahnya, Tan Yok Tjay sebagai sosok yang turut andil dalam nguri-uri warisan lokal.
Pak Hendi Memberikan Sambutan
Potong Tumpengnya, Potong Tumpengnya
Pak Hendrar Prihadi alias Pak Hendi, Walikota Semarang yang baru saja terpilih kembali, juga turut hadir pada  acara tersebut. Tidak hanya memberikan sambutan, Pak Hendi juga ikut memotong tumpeng syukuran ulang tahun ke-2 Lunpia Delight bersama Cik Meme, dan didaulat oleh Pak Paulus Pangka untuk menyerahkan penghargaan dari LEPRID.

Kemeriahan acara masih terus berlanjut dengan hadirnya Prie GS yang memang jago bikin perut mules. Tentunya bukan karena beliau punya suntikan virus diare ya, hehehe, tapi karena keahliannya berkisah dengan cara banyolan yang penuh makna. Meski singkat, Prie GS sempat menceritakan sejarah hadirnya lunpia di Semarang yang dibawa oleh engkong buyutnya Cik Meme. Perpaduan budaya antara Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi ternyata mampu menghasilkan cita rasa yang melegenda.

Prie GS, Kecil-kecil Cabe Rawit
Prie GS juga berkisah bahwa apapun yang kita kerjakan, termasuk bisnis, pada dasarnya harus memiliki sentuhan emosional. Sentuhan inilah yang akan memberikan semangat dan energi tidak hanya bagi yang menjalankan bisnis, namun juga para klien dan pelanggannya. Sentuhan inilah juga yang akan membesarkan apa yang sedang kita jalankan. Itulah kenapa Lunpia Delight bisa meroket dalam kurun waktu yang cukup singkat, karena Cik Meme memberikan sentuhan emosional pada bisnisnya. Bukan hanya karena ingin meraup keuntungan yang besar, namun juga ingin menjaga keaslian lunpia dan membesarkan lunpia hingga ke mata dunia.

Pak Aris Merdeka Sirait Penuh Semangat
Tidak kalah dengan Prie GS, pak Aris Merdeka Sirait, sang ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) juga turut menyampaikan kekagumannya pada Cik Meme dalam membangun Lunpia Delight. Ia menyatakan bahwa lunpia harus menjadi juara di tanah air dan dunia. Perjuangan Cik Meme ini merupakan salah satu bukti perjuangan seorang ibu untuk memberikan yang terbaik dan mewariskan kepada anak-anak citarasa yang terbaik. Pak Aris menutup sambutannya dengan kata-kata andalannya, “jangan melakukan kekerasan terhadap anak.” Teuteup ya pak.


Setelah Pak Aris kembali ke tempat duduknya, MC pun memanggil Pak Agung Satrio Prakosa dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Pak Darmanto dari BPD Jateng untuk memberikan secuil kisah tentang Lunpia Delight secara bergantian. Pak Agung menyatakan bahwa Lunpia Delight telah berhasil dalam melakukan branding dengan baik karena Cik Meme mampu bekerjasama dengan media, tidak hanya dengan para jurnalis, namun juga para blogger yang saat ini peranannya semakin diakui (ehem, ehem, sambil mbenerin kerudung, J ). Tentu saja kualitas, pelayanan, dan kemasan yang dipersiapkan secara professional adalah yang terutama. Pada kesempatan ini pula ternyata Cik Meme sekalian melakukan rebranding untuk Lunpia Delight, selain menggeber dengan menu-menu baru, ia juga memberikan sedikit perubahan pada logo Lunpia Delight.

Menyusul Pak Agung, Pak Darmanto kemudian juga mengungkapkan bahwa profesionalisme Cik Meme dalam menjalankan Lunpia Delight telah mampu meyakinkannya saat mereka bekerja sama dalam acara ultah BPD ke – 50. Saat itu Pak Darmanto meminta Cik Meme untuk membuat lunpia dalam jumlah yang sangat besar dan Cik Meme menyanggupinya. Namun Pak Darmanto sempat was-was, beliau pun mengirim utusannya untuk mengawasi proses pembuatan, ternyata sampai di gerai, lunpia pesanannya telah siap dipacking.


Saya pun tak berhenti mengagumi Cik Meme setelah itu. Sungguh tidak hanya cantik secara fisik, ia pun cantik secara mental dan hati. Tak heran deh kalau Lunpia Delight di usianya yang ke-2 tahun ini terlihat telah begitu matang dan siap bersaing dengan gerai-gerai lunpia yang telah ada.

Kecantikan hati seorang Cik Meme juga terlihat ketika ia begitu nguwongke para sopir taksi yang selama ini telah banyak berjasa mengantarkan para pelanggannya ke gerai Lunpia Delight. Pada acara syukuran tersebut, ia membagikan sepuluh jam tangan Alexander Christie. Waaah, pasti seneng banget ya bapak-bapak sopir tersebut.

Motor ini Yang Dibagi-bagi, pic by Twitter Lunpia Delight

Tidak hanya para sopir taksi yang kebagian sampur kebahagiaan lo, para pelanggan setia Lunpia Delight yang telah memasukkan kupon undian juga berkesempatan untuk memenangkan tiga motor kece. Alhamdulillah, setelah diundi satu motor Yamaha Vixion berhak dimiliki oleh warga Depok, Jawa Barat (mantaaap daah, sampai ke Jawa Barat lo pelanggannya), satu motor Yamaha R15 akan diantar ke daerah Jangli dan satu motor Yamaha R25 disahkan untuk dimiliki oleh Moh Ibnu Abbas, warga Bringin Ngaliyan Semarang. Congratulation ya buat para pemenang, semoga berkah motornya.

Cik Meme dan Pendukung Acara Foto Bersama
Dengan selesainya pembagian hadiah, selesai pulalah acara syukuran menu terbanyak dan ultah ke-2 Lunpia Delight. Ditutup dengan do’a yang dibawakan oleh seorang ustad dan foto bersama para pendukung acara.

Lunpia Delight, Cita Rasa Tradisional Kemasan Internasional

Mejeng Dulu sebelum Pulang, pic by Mak Muna
Rampung acara, saya sempat foto-foto dulu di dalam gerai Lunpia Delight bersama mak Ika Pus, Mak Muna dan Mak Ningrum. Gerainya minimalis tapi nyaman untuk duduk-duduk bersama keluarga dan sahabat. Di salah satu sudut gerai, kita bisa lihat beberapa potongan berita mengenai Lunpia Delight dan Cik Meme yang dibingkai indah, menjadi sebuah dekorasi ruang yang menarik.

Karena saya sudah berjanji sama Ifa untuk membawakan oleh-oleh, saya membelikannya dua buah lunpia rasa original. Kok cuma dua? Mahal ya? Enggak lah, dengan lunpia super gede dan rasanya yang mantap banget, lunpia original dibanderol harga Rp. 12.000,- itu ya muraaaah. Tapi berhubung akhir bulan ya sanggup belinya cuma dua, wkwkwkw.

Sampai di rumah, lunpia dua biji itu jadi rebutan antara ayah, anak dan nenek, untung ibunya udah dapat gratisan pas acara, jadi cuma senyum-senyum aja lihat mereka. Tapi memang terbukti rasa lunpianya mantap, saos cocolannya gurih-gurih manis, apalagi kalau dipadukan dengan acar, lombok rawit dan daun bawang, hmm.. makjosss. Ukurannya yang gede juga udah langsung bikin kenyang meski makan cuma satu biji.

Pengen mbuktiin kelezatan Lunpia Delight? Langsung aja deh mampir ke gerainya di Jalan Gajah Mada No 107 Semarang. Dengan tagline Pintu Gerbang Kuliner Semarang, gerai lunpia besutan Cik Meme ini dijamin bakal bikin kita ketagihan untuk nyoba dari satu menu ke menu lainnya. Nih, yang dari tadi kepo dengan salah satu nama menu yang keren banget, berikut ini daftar menu yang bisa menggoyang lidah dan mengenyangkan perut kita:
  •    Lunpia Raja Nusantara
Nah, saya beruntung nih ngrasain nikmatnya si Raja Nusantara alias Raja Jamur Nusantara. Menu ini merupakan inovasi dari perpaduan lunpia original yang melebur dalam racikan Jamur segar dan gurihnya kacang mete super.
  • .   Lunpia Ka Ja Mu Menu Spesial Rasa Kambing Jantan Muda
Cik Meme ini penyuka segala olahan kambing, itulah kenapa kemudian ia memiliki ide untuk menggabungkan antara lunpia dan daging kambing. Menu ini merupakan perpaduan racikan special yang diolah dari rebung pilihan, telor ayam dan Kambing Jantan Muda.
  • .   Lunpia Fish Kakap Menu Spesial Rasa Ikan Kakap
Menu yang ini cocok banget buat kamu yang pecinta ikan-ikanan. Diracik dengan spesial dari rebung pilihan, udang, telor ayam dan ikan kakap terbaik.

Lunpia Delight dijamin Mak joss... Pic by Web Lunpia Delight
  • .   Lunpia Crab Menu Spesial Rasa Kepiting
Kalau yang ini khusus didedikasikan untuk pecinta sea food. Hmm, bisa dibayangkan rebung pilihan dipadu dengan udang, telor ayam dan daging kepiting terbaik?
  • .    Lunpia Original
Menu ini yang saya bawa pulang untuk oleh-oleh Ifa dan jadi rebutan. Rasa rebung pilihan, udang, dan telor ayam bersatu manis dan gurih, lebuuur di mulut, yummy.
  • .    Lunpia Plain
Bagi yang vegetarian tapi ngiler ma lunpia, order yang plain saja ya.  Kulit lunpia yang renyah dan tebal berpadu dengan rebung pilihan menghasilkan cita rasa yang khas dan nagiiiih.

Jangan takut dompet bobol kalau nongkrong di sini, untuk varian lunpia plain, kita cukup mengeluarkan Rp. 8000,- , lunpia original Rp. 12.000,- dan empat menu lainnya hanya Rp. 18.000,-. Standar bangeeet. 

Oya, Lunpia Delight ini buka dari jam lima pagi sampai sepuluh malam, hari minggu dan libur nasional pun tetap siap melayani kita. Bener-bener pilihan tepat untuk having fun bareng family dan teman-teman dekat kan?

Yuk, nikmati lunpianya dan ceritakan pada dunia bahwa lunpia memang joossss dan lindungi dari bangsa-bangsa lain yang ingin mencurinya dari tangan kita! Bagi-bagi ceritanya di sini ya kalau udah mampir ke Lunpia Delight!


16 comments:

  1. Replies
    1. prikitiew.. makasih mak.. :D

      suka kesusahan ngontrol kalau udah nulis, makanya kalau suruh bikin cerpen bingung :D :D

      Delete
  2. Makan lunpia dua aja udah kenyang banget loooh. EH mas Herry TVKU ya MC nya, dirimu dulu Udinus toh mba? AKu pernah magang di tvku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangankan dua, satu aja kenyaaang mbak, hihi..

      Iya mas Herry TVKU.. oiya kah? Tahun berapa magang di situ? Banyak temenku yang masih di situ :)

      Delete
  3. Jadi laper liat foto lunpianya mbak. Sungguh menggoda hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak.. Pengen ngrasain varian lainnya :)

      Delete
  4. Jadi laper mbak liat foto lunpianya. Sungguh menggoda hehehe...

    ReplyDelete
  5. Jadi yg bener tu tulisannya "Lunpia" ya mbak? bukan "lumpia"? hehe baru tau

    Oh ya ini makanan favorit saya jg lhom, paling suka lunpia basah dgn saus tauco :D

    keluargahamsa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak... Lunpia
      Tapi biasanya lidah jawa jd lumpia, hehe

      Hmmm enak tuh mbak.. Jadi ngeces..

      Delete
  6. Kapan kita kopdar ke Lunpia Delight lagiii, hihiii

    ReplyDelete
  7. kagum ya mbak sama cik me me yang tangguh ...yuk kopdar lagi :)

    ReplyDelete
  8. Jooos!!

    kapan2 kopdar disana yuk :D

    ReplyDelete

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.