Sunday, August 14, 2016

Welcome Back, Blue!

Rasanya pengen nangis ketika menyapu halaman rumah ini. Debu dan sarang laba-laba memenuhi. Bahkan saat ingin memasuki ruangan demi ruangan di dalamnya, aku terpaksa menutup hidungku agar tidak bersin berkali-kali. Di beberapa ujung ruang, aku malah mulai menemui lumut hinggap di mana-mana. Huff, sungguh keterlaluan, ke mana saja si empunya rumah ini… punya rumah kok ya nggak dirawat.


Ya, kalau mau dibahasakan secara lebay, begitulah kondisi blog ini dalam dua bulan terakhir. Beberapa deadline lomba dan giveaway tak terkejar, tulisan demi tulisan hanya nongkrong di draft, ide demi ide, bahkan peluang kerja terbuang sia-sia hanya karena satu kata; M-A-L-A-S!

Well, aku nggak mau mengkambinghitamkan my morning sickness, karena nyatanya blogger lainnya yang juga lagi hamil masih tetap berkarya dengan penuh semangat di sela-sela badannya yang loyo. Memang ini murni kekhilafanku yang seringkali berulang. Meski berulang kali doa untuk istiqomah ngeblog terpanjatkan, tapi doa tanpa ikhtiar apalah artinya.
Dan hari ini, dengan sekuat tenaga aku melawan segala bisikan di dalam diri. AKU HARUS MENULIS! Inilah beberapa hal yang mendorong diriku untuk kembali menulis di rumahku sendiri.

Ganti Suasana

Nangis darah waktu ngecek Alexa yang tadinya sudah cukup ramping di bawah sejuta tiba-tiba langsung melonjak naik dengan tajam. Ya iyalah, dua bulan tanpa postingan baru itu sungguh terlalu kalau kata Bang Rhoma.

Sebenarnya selama dua bulan ini bukannya aku nggak ada ide dan niat untuk menulis. Ide menghampiri dengan sangat baik, namun hawa nafsu untuk leha-leha di atas kasur ternyata lebih kuat daripada azzam untuk menyelesaikan tulisan.

Selain rasa malas yang tak terhingga, aku merasa ada yang salah dengan ‘suasana rumah’ ini. Ada rasa enggan untuk masuk, juga ada rasa kurang sreg di hati. Hingga kemudian aku sadar, I don’t really like my header and the appearance. Padahal ya aku buat-buat sendiri. Namanya juga manusia ya, selalu merasa tidak puas, hehe.

Aku mencoba mengamati dan mencari letak dimana sih nggak sreg-nya. Akhirnya setelah berhibernasi cukup lama, aku menemukan juga apa yang kurang kusukai dari tampilan ‘istanaku’ ini. WARNA!

Previous header that doesn't represent me at all
Aku baru sadar kalau selama ini terlalu memaksakan diri menggunakan banyak warna cokelat pada tampilan blog ini, hanya demi menyinkronkan antara warna header dan keseluruhan tema. Padahal, brown totally doesn’t represent me at all. Setelah melalui proses evaluasi yang cukup panjang, aku putuskan untuk kembali ke warna kesukaanku, BIRU! So, here it is; WELCOME BACK, BLUE!

Tampilan blog lama yang sebenarnya sudah cukup aku banget, tapi too simple
Sebelum aku utak-atik blogku beberapa bulan lalu, aku sebenarnya sudah pakai kombinasi warna biru dan putih. Namun saat itu aku merasa the header was too simple, terus kuubah deh ke header yang sebelum ini. Saat mencari gambar untuk header, sebenarnya aku juga sudah menyimpan gambar yang sekarang aku pakai. Tapi entah kenapa waktu itu aku selalu gagal memodifikasi gambar tersebut sesuai yang aku inginkan. Setelah percobaan berulang kali yang berujung dengan kegagalan, lama-lama aku nyerah dan memilih opsi kedua. Sampai kemudian hari ini nggak tahu gimana, ketika rasa enggan terhadap tampilan blog sudah begitu memuncak, tiba-tiba gambar ini bisa dimodifikasi dengan lebih mudah dan voila, kini terpasanglah dengan manis di atas sana.

I think the color and the picture now more represent me. Ada secangkir kopi dengan bentuk love, sebuah pena, secarik kertas, daun hijau dengan background biru. Dan seperti itulah kehidupan menulis yang kurasakan. Ditemani secangkir kopi hangat (meski sekarang lagi cuti minum kopi hingga beberapa bulan ke depan), sebuah tulisan mengalir dengan manis dari sebuah pena ke atas secarik kertas (tapi bohong, wong nulisnya sekarang lebih banyak diketik, hehe). Dan sejatinya menulis adalah proses yang mendamaikan. Ditulis dalam keadaan damai dan menghasilkan kedamaian sebagaimana sejuknya ketika kita memandang tanaman hijau. Semoga ke depannya, begitulah perjalanan menulisku akan terangkai.

Favicon dan Slogan Baru

Selain mengubah header dan warna tema rumah ini, aku juga mengganti favicon-ku. Selain kusesuaikan dengan tampilan blog yang sekarang, aku juga mengganti desainnya agar lebih sreg di hati. Meski kecil dan nggak begitu nampak jelas desainnya, tapi aku lebih suka favicon yang sekarang daripada yang sebelumnya.

the old favicon
the new favicon
Kalau untuk slogan, sebenarnya “Blog your life, live your blog” sendiri sudah beberapa bulan lalu juga kudapatkan. Tapi karena waktu itu masih belum kepikiran merubah header, slogan ini cuma kucantumkan di bagian “It’s Me” dan Fanpage-ku. Btw, ngomongin soal fanpage, buat yang belum nge-like fanpage-ku, jangan lupa yuk setor jempolnya, hehe.

Slogan itu sendiri kumaknai sebagai sebuah doa dan pengharapan untukku agar terus istiqomah menulis. Blog your life; bahwasanya aku harus menyadari setiap jengkal kisah hidup yang kulalui bisa menjadi ide menulis, jadi nggak boleh ada tuh yang namanya kehabisan ide dan inspirasi. Sementara live your blog adalah keinginanku untuk terus menghidupkan blog ini dengan postingan-postingan yang bermanfaat. Hmm, semoga slogan ini tidak sekedar menjadi angan-angan belaka ya ke depannya.

Dukungan Teman-teman

Walau followers blog ini masih berapa biji, membaca komen dari teman-teman di postingan-postinganku yang cukup positif dan beberapa malah mendoakan agar semakin banyak artikel yang aku tuliskan, membuat aku kembali menanyakan komitmen pada diri sendiri, kenapa buat blog kalau tidak mau mengisinya.

Di sisi lain, beberapa minggu yang lalu seorang teman baik tiba-tiba dengan tulus mendoakan agar aku mampu menjadi penulis yang bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat. Ada desiran halus di hatiku. Aku jadi ingat salah satu tujuanku menulis lewat blog ini adalah untuk menebarkan manfaat dan kebaikan. Huhuhu, rasanya sedih ketika sebuah tujuan hidup kita tak tercapai hanya karena rasa malas yang berlebihan.

Evaluasi diri menjadi sebuah cambukan besar bagiku untuk memulai menulis lagi setelah dua bulan satu pun postingan tak terpampang di blog ini. Minta doanya ya teman-teman agar blogger cupu ini tetap dan kembali istiqomah berbagi kisah dan cerita lewat rumah sederhana ini.

Maret lalu ketika aku memutuskan membeli domain, semangat menulisku cukup menggebu. Bahkan saat itu aku ber-azzam akan bisa menjalani one day one post. Sayangnya semangat yang terlalu menggebu itu justru lebih mudah padam. Pelan-pelan tapi pasti, sepertinya itu yang kini harus aku lakukan. Tidak perlu ngoyo one day one post, tapi semoga ke depannya setiap minggu setidaknya ada satu kisah yang kubagikan di sini. Aamiin.

Anyway, berhenti menulis di rumah sendiri seperti ini ternyata bikin aku jadi  gampang baperan. Mood jadi nggak beraturan dan justru banyak to do list kerjaan yang terbengkalai. Sepertinya aku lupa kalau menulis di sini merupakan me time yang cukup ampuh untuk meluruskan benang kusut di otak setelah seharian berkutat dengan pekerjaan rumah dan setumpuk tugas yang menanti. So, tunggu cerita-ceritaku lagi ya, temans! Terima kasih buat yang masih selalu setia menunggu postingan baru dari Marita’s Palace, kalian luar biasaaaaa!



8 comments:

  1. Weits, sempet malas to? Lha gawean njuk piye?

    Kalo nggak pernah lihat mbak Marita si, pikiranku cuma satu; lagi disuruh si Bos ngejar tulisan he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gaweane yo keter mbak... kakean turu hihi... lagi asyik menikmati dunia nyata sih mbak, anter jemput anak dan kumpul menungsa hehehe :D

      Delete
  2. Ditunggu terus postingan baru nya mbak, semoga semua yang ditulis bisa bermanfaat buat banyak orang ^-^

    ReplyDelete
  3. Welcome back, say. kayaknya kalo seneng yang biru-biru gini, adiknya Ifa bakalan cowok nih *tetiba jadi peramal :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi... aaamiiiiin... :) Biar komplit cewek-cowok... makasih ya mbak :)

      Delete
  4. welcome back, mbak. welcome, blue blog.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak :) jadi semangat di welcomin gini :D

      Delete

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.