Monday, May 22, 2017

Blogger Semarang Coffee Time di Giggle Box Café & Resto Kampung Kali

Blogger Semarang Coffee Time di Giggle Box Café & Resto Kampung Kali


Siapa sih yang nggak kenal Giggle Box Café & Resto? Sebuah kafe yang mengusung ciri khas interior kombinasi antara western America dan Europe ini telah mencuri banyak hati sejak pertama kali kemunculannya. Hadir pertama kali di Jalan Progo No 33 A  Bandung, kini Giggle Box telah berkembang ke berbagai kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Yogyakarta dan tentu saja di kota tercinta, Semarang.

Friday, May 19, 2017

NHW #1: Adab Menuntut Ilmu



Assalammu'alaikum, warohmatullahi wabarokatuh, pals...

Alhamdulillah, sudah Jum'at saja nih.. bentar lagi weekend, ada rencana ke mana? Sebelum fokus ke anak-anak dan suami saat weekend, aku mau berbagi postingan terakhir di minggu ini.

Pasti penasaran ya dengan judul postinganku, apaan tuh NHW? Jadi begini, mulai hari Senin, 15 Mei 2017 yang lalu aku mulai mengikuti Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch 4. Kelas ini nantinya akan berlangsung selama 9 minggu. Nah, tiap minggu akan ada materi yang berkaitan tentang bagaimana menjadi seorang ibu profesional, ada diskusi dan ada PR yang juga harus dikerjakan. PR nya ini disebut dengan NHW alias Nice Homework. Pengumpulan NHW sesuai tenggat waktunya akan menjadi dasar kelulusan matrikulasi, apakah lulus atau harus remidi di batch selanjutnya.


Kenalan Sama IIP dan Kelas Matrikulasi

Btw, sudah tahu kan IIP? IIP didirikan oleh Bunda Septi Peni yang juga merupakan pembuat Jarimatika. Tujuan beliau mendirikan IIP yaitu untuk meningkatkan kualitas kaum ibu di Indonesia. Semakin berkualitas para ibu, maka insya Allah semakin berkualitas anak-anak dan keluarganya. Jika keluarga di Indonesia semakin meningkat kualitasnya, insya Allah kehidupan berbangsa dan bernegara pun akan semakin berkualitas pula.

Ibu Septi dan IIP
Ibu Septi dan IIP
Aku sendiri mulai kenal dengan IIP pada tahun 2011, saat memutuskan resign dan jadi stay at home mom. Meski baru aktif gabung ke grup Whatsapp nya beberapa bulan ini. Kayanya waktu jaman sekolah nggak pernah tuh diajarin bagaimana menjadi ibu, dan ketika diberi kesempatan oleh Allah jadi seorang ibu, wow... ternyata ada banyak hal yang harus dipersiapkan, kalau nggak ya kaya aku... nengok kanan nengok kiri, bingung mau dibawa ke mana 'murid'ku. 

Jadi ibu kan natural, alamiah, nggak usah belajar juga nanti bisa sendiri. Rata-rata hampir semua teman yang kusambati akan berkomentar seperti itu. Iya sih, rasa keibuan itu alamiah, begitu lihat baby di tangan kita, langsung kok tanpa disuruh ada rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuh. Anak nangis begini, langsung bisa tahu dia butuh susu, anak nangis begitu bisa tahu anak butuh digendong, dan sebagainya. Masalahnya kan jadi ibu nggak cuma terbatas soal itu saja, apalagi jaman sudah semakin berkembang, pastinya perlu pengembangan wawasan dan pengetahuan agar lebih up to date menjawab tantangan jaman. Tahu sendiri, anak sekarang tambah kritis... kalau ibunya nggak belajar, mau jadi apa anak-anak kita kelak.

Kan ada sekolah, pilih aja sekolah paling bonafid, selesai dah. Apa sesederhana itu? Kayanya nggak deh. Bagaimanapun nanti anak-anak akan selalu menjadi tanggung jawabnya orang tua. Masa iya ntar kalau ditanya pertanggungjawaban kita sama Allah, kita bakal jawab "sudah aku serahkan ke sekolah ya Allah, tanya saja sama gurunya." Hehe, malu ah sama kucing, miaw miaw miaw.

Aku memutuskan bergabung dengan IIP karena merasa bekalku menjadi seorang ibu masih kuraaaaang banget. Dulu waktu masih ada ibu, bisa dikit-dikit tanya ke ibu. Berhubung sekarang sudah tidak ada lagi tempat bertanya, aku merasa butuh teman-teman dan fasilitator yang bisa menjawab segala keingintahuanku, terutama tentang menjadi ibu di era digital seperti ini. Berharapnya sih setelah mengikuti perkuliahan demi perkuliahan di IIP, kualitas diriku sebagai wanita, baik menjadi istri, ibu dan anggota masyarakat bisa semakin meningkat. Ada banyak kurikulum yang digeber di IIP, antara lain Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif dan Bunda Shalihah.

Kurikulum IIP
Kurikulum IIP

Namun sebelum bisa menikmati ilmu demi ilmu yang sudah disusun secara sistematis oleh tim IIP, aku wajib ikut kelas matrikulasi dulu. Sempat mau ikut batch #1 tapi lupa transfer, alhamdulillah kesampaian juga untuk ikut matrikulasi batch #4. Oiya, biaya untuk ikut matrikulasi ini sekaligus biaya keanggotaan IIP seumur hidup. So, murah banget deh. Bayar Rp. 100.000 untuk ilmu yang manfaatnya insya Allah hingga nanti menutup mata. Kuliahnya pun online, lewat whatsapp, jadi cucok banget lah buat ibu-ibu sepertiku yang masih susah kemana-mana.

Kenapa musti ikut matrikulasi? Jadi ingat jaman kuliah S1 dulu aku juga ikut kelas matrikulasi. Intinya sih biar kita lebih paham dengan materi-materi yang diajarkan, dan bisa sejalan dengan visi misi yang ada. Jadi ntar nggak kaget waktu masuk ke kelas-kelas utamanya.

Materi Matrikulasi Minggu #1: Adab Menuntut Ilmu

Sebelum belajar lebih jauh tentang menjadi ibu yang profesional, kami diberikan dulu prolog mengenai adab menuntut ilmu. Pada sebuah kajian, aku pernah mendengar bahwasanya kita perlu belajar adab sebelum ilmu. Ya, sebelum kita fokus dan meraup ilmu sebanyak-banyaknya, kita harus belajar dulu tentang adab dan akhlaq dalam menuntut ilmu.

Ilmu tanpa adab hanya akan menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat dan mudah menguap. Namun bersama adab, ilmu akan menjadi cahaya yang masuk ke relung jiwa dan memancarkan manfaat tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk keluarga dan sesama.

Derajat orang yang berilmu


Aku jadi tersentil dan diingatkan kembali nih soal adab. Jadi ingat kelakuan jahiliyahku waktu kuliah yang suka banget bolos, telat masuk kelas dan nyepelein dosen. Prinsipku saat itu, nggak masuk kelas nggak apa-apa, yang penting nilainya nanti bagus. Maafkeun aku ya pak bu dosen tercintaaah. 

Padahal jika kita sudah tahu adab menuntut ilmu, hasil itu bukanlah tujuan utama, hasil itu adalah bonus dari proses pencarian ilmu yang kita jalani. Oleh karenanya, dalam proses mencari ilmu kita harus menegakkan cara-cara yang baik; datang tepat waktu - malah kalau bisa datang sebelum guru kita datang, menghormati guru, tidak sok pintar - meski kita sudah pernah mendapat materinya, kita harus mau mengosongkan gelas agar bisa menambah kedalaman materi yang kita punya dan masih banyak lainnya. Bagi yang ingin tahu lebih lanjut mengenai adab menuntut ilmu, bisa cuzz ke postinganku di bawah ini ya. Setahun yang lalu aku sudah pernah share tentang ini.


Semoga dengan memperbaiki adab dalam menuntut ilmu, akan jauh lebih banyak ilmu yang terikat dan bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga keluarga dan sesama. Insya Allah dimulai dari ibu yang memiliki adab akan melahirkan anak-anak dengan peradaban yang baik. 

Setelah belajar dan berdiskusi mengenai materi pertama, tibalah saatnya fasilitator membagikan NHW #1. Dan eng ing eng, ada tiga pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta. Mau tahu versiku? Setelah melalui perenungan yang panjang, bismillah... ini jawabanku :)

Pertanyaan pertama pada NHW #1, peserta diminta untuk menentukan jurusan ilmu yang ingin ditekuni di universitas kehidupan ini. 

Keluarga Ibu Profesional

Usia yang bertambah, pola pikir yang semakin berkembang, dan anak-anak telah merubah banyak beberapa tujuan dan visi misi hidupku. Dulu tujuanku lempeng-lempeng aja, lulus kuliah, cari kerja dan bisa mengumpulkan uang untuk beberapa goal duniawi, Namun sejak Ifa lahir, ditambah kini sudah ada Affan, aku memiliki tujuan baru; bagaimana mendidik, mengasuh dan menumbuhkembangkan anak-anakku agar selalu sejalan dengan Quran dan Sunnah, namun tetap bisa mengikuti perkembangan jaman. Oleh karenanya jika disuruh memilih, aku ingin mengambil jurusan ilmu tentang IBU PROFESIONAL.

Di universitas-universitas paling bonafid sekalipun, jurusan ilmu ini tidak kutemukan, namun lewat universitas kehidupan, aku yakin akan ada banyak cara mencapai jurusan yang aku inginkan. Semoga saja aku bisa lulus membanggakan dari jurusan yang aku pilih ini.

Pertanyaan selanjutnya yang diajukan ialah apa alasan terkuat sehingga aku memilih jurusan ilmu tersebut. 

Alasan terkuat sudah pasti anak-anak dan suamiku. Keluarga adalah pendorong pertama dan utama kenapa aku ingin bertumbuh dan berkembang lebih baik. Sekarang aku memang telah menjadi ibu, namun masih jauh panggang dari api menuju seorang ibu profesional. “Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.” Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Al Ummu Madrasatul Ula


Aku sadar diri betapa aku jauh dari kesempurnaan. Betapa gelasku masih butuh banyak diisi, sedangkan usia anak-anakku tidak bisa menunggu. Mereka membutuhkan ibu yang bisa menjawab segala pertanyaannya, mengarahkannya pada kehidupan yang lebih baik dan menuntun mereka untuk membangun peradaban yang lebih berkualitas. Aku ingin memberikan warisan terbaik untuk anak-anakku.

Dengan segala kekuranganku, latar belakang masa laluku, inner child-ku yang masih selalu rindu dipeluk, aku selalu bertanya-tanya bagaimana caranya aku mempersiapkan anak-anakku menjadi generasi terbaik. Aku tidak ingin hanya mengikuti arus jaman, aku tidak ingin patah semangat dan terima nasib tanpa berikhtiar, dan inilah ikhtiarku; terus menuntut ilmu hingga akhir hayat. Demi anak-anakku, demi keluargaku, demi agamaku, demi negaraku.

Baca juga: Wariskan Kenangan Masa Kecil Terindah untuk Anak-anak Kita


Pertanyaan ketiga tentang strategi menuntut ilmu yang aku rencanakan.

Di dalam bayanganku, seorang ibu profesional adalah wanita yang mampu menyeimbangkan waktu antara menjadi ibu, istri dan anggota masyarakat. Seorang wanita yang mampu memaksimalkan semua kapasitas dan kapabilitas dirinya. Aku ingin tidak hanya menjadi ibu yang nyaman  bagi anak-anakku, namun juga ibu yang berwawasan luas dan mampu menjadi tempat bertanya serta berkeluh kesah bagi anak-anakku. Aku ingin pula bertumbuh menjadi istri yang lebih baik dalam memahami dan menghormati suamiku. Bisa menjadi 'rumah' yang nyaman dan selalu dirindukan olehnya. Serta aku ingin bisa berkualitas lebih baik sebagai seorang anggota masyarakat, tidak hanya menjadi anggota yang pasif, namun juga yang aktif dalam berbagi kemanfaatan kepada sesama.

Strategi Mencari Ilmu
Strategi Mencari Ilmu

Untuk mencapai goal tersebut, maka berikut ini adalah strategi yang aku rencanakan;
  1. Mengikuti Kajian Keagamaan - Agama merupakan pondasi utama dalam kehidupan. Agama adalah darah dan nafas dalam kehidupan. Aku sadar bahwasanya bekal agamaku masih jauh dari cukup, maka yang pertama aku lakukan adalah mengikuti kajian keagamaan dengan lebih baik dan disiplin. Saat ini aku memang sudah mengikuti liqo pekanan, namun sering karena rasa malas dan manajemen waktuku yang berantakan, aku bolos hadir. Aku berharap ke depannya aku akan lebih rajin dan mampu menimba ilmu tentang Quran dan Sunnah lebih banyak lagi. Aku juga ingin tidak hanya menambah hafalan, namum lebih memahami tafsir Al Quran agar aku bisa menjelaskan lebih baik kepada anak-anakku mengenai hukum-hukum Allah, juga agar aku bisa hidup sesuai dengan tuntunan yang telah disusun oleh Allah.
  2. Belajar Psikologi - Aku ingin lebih banyak belajar mengenai diriku dan bagaimana mengatasi permasalahan-permasalahan yang belum selesai di dalam diriku. Selain banyak membaca buku-buku psikologi, aku juga banyak berkonsultasi dengan beberapa rekan yang kebetulan psikolog. Pendapat mereka membantuku untuk mengenal diriku dengan lebih baik dan memaafkan hal-hal yang telah lalu. Beberapa lalu aku juga alhamdulillah mendapat kesempatan untuk belajar mengenai SEFT (Spiritual Emotional Freedom Teaching. Meski belum mengaplikasikannya secara langsung, namun aku mendapat banyak manfaat dari teknik tersebut, khususnya dalam self healing.
  3. Mengikuti Kelas Parenting - Mengasuh anak sejatinya adalah mengasuh diri kita sendiri. Secara tidak langsung dengan mengikuti kelas-kelas parenting, baik itu berupa seminar, workshop, entah itu online ataupun offline, aku diajak untuk lebih mengenal diriku sendiri. Belajar parenting membuat aku lebih terbuka terhadap kekurangan dan kelebihanku. Belajar parenting juga memaksaku untuk bisa menerima masa lalu dan segala kesalahan serta kekurangan pola asuh orang tuaku. Belajar parenting membantuku melepas emosi-emosi negatif sehingga bisa menjadi ibu yang utuh bagi anak-anakku, serta istri yang menyenangkan untuk suamiku.
  4. Belajar Menata Keuangan - Aku menyadari aku sering teledor dalam menata keuangan keluarga, banyak pengeluaran yang terjadi begitu saja dan tidak aku catat. Lalu tiba-tiba saja ketika menengok dompet, uangku telah lenyap tanpa sisa. Aku ingin belajar menata keuangan lebih baik, agar aku bisa mengalokasikan pendapatan yang aku miliki sesuai kebutuhan dan tidak lagi merasa bingung saat akhir bulan tiba. Aku juga bisa berharap bisa menabung untuk pendidikan anak-anak dengan lebih disiplin.
  5. Belajar Memasak - Dapur itu seperti monster untukku. Selalu bingung ketika dihadapkan harus memasak apa hari ini. That's why belajar memasak aku masukkan ke dalam strategi untuk mencapai tujuanku menjadi ibu profesional, agar bisa memasak lebih baik dan tidak hanya memasak menu itu lagi, itu lagi.
  6. Public Speaking - Demi bisa membagikan apa yang aku tahu kepada orang lain, aku merasa aku butuh belajar bagaimana mengomunikasikan ide yang ada di kepalaku dengan baik. Selama ini aku lebih nyaman menulis daripada berbicara di depan umum. Seringkali aku diminta oleh teman dan tetangga berbagi mengenai parenting atau beberapa hal yang dirasa aku lebih mengetahuinya, namun aku kadang merasa terbata-bata dan tidak bisa membagikan dengan utuh apa yang ada di otakku.
  7. Membekali Diri dengan Pengetahuan Digital - Dikarenakan era telah berkembang ke arah digital, maka aku harus belajar lebih banyak tentang hal-hal yang berkaitan dan diperlukan dalam kehidupan di era digital. Misalnya, si kakak Ifa menikmati menonton video-video dari YouTuber cilik, aku ingin belajar untuk mengarahkan kesukaannya tidak hanya sebagai penikmat pasif, namun juga penikmat aktif. Oleh karenanya aku juga harus belajar mengenai bagaimana membuat video dengan konten yang menarik dan berkualitas. Selain itu aku juga ingin lebih mengembangkan ilmu di dunia tulis menulis dan blogging. Ke depannya aku ingin bisa membuat infografis yang menarik dan membuat orang nyaman membaca blog ini.
  8. Belajar Membaca Cepat - Aku sangat suka membaca, namun akhir-akhir ini aku kesusahan mencuri-curi waktu untuk membaca, apalagi buku-buku berhalaman tebal. Kemarin sekilas aku melihat iklan mengenai membaca cepat, aku cukup tertarik untuk bisa membaca cepat namun tetap memahami isi buku dengan baik. Membaca adalah salah satu cara belajar yang aku sukai, karena bisa dilakukan di mana dan kapan saja.
  9. Networking - Memperluas pertemanan adalah hal yang aku butuhkan dalam mencapai tujuanku menjadi ibu profesional. Belajar sendiri itu tidak mudah, kita perlu berjamaah dan bergandeng tangan dengan teman-teman yang memiliki passion, ambisi dan cita-cita yang sama. Bagaimanapun kita akan selalu butuh teman untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.
  10. Menambah Life Skill - Selain memasak dan menulis, aku tertarik untuk belajar menjahit. Selain untuk mengasah kesabaran, sepertinya menyenangkan bisa membuat baju untuk seluruh anggota keluarga sendiri. Aku juga punya mimpi untuk memiliki butik hasil dari jahitanku sendiri. Selain menjahit, aku juga ingin belajar tentang fotografi. Bagaimanapun, jika ingin fokus pada dunia blogging, aku membutuhkan foto-foto yang menarik, sangat menyenangkan jika bisa membidik obyek dengan tepat dan cantik.
  11. Time Management - Aku sadar hingga detik ini aku masih kacau balau dalam mengatur waktuku. Berkali-kali aku buat jadwal harian, berkali-kali pula aku langgar. Aku sadar bahwa aku perlu terus belajar untuk konsisten dan mengatur jiwaku yang moody, oleh karenanya aku wajib belajar tentang pengelolaan waktu ini dengan lebih serius. Apalagi dengan tujuanku untuk menjadi ibu profesional, time management adalah hal yang sangat penting, aku ingin bisa membagi waktu antara menjadi ibu untuk anak-anakku, menjadi istri untuk suamiku, menjadi blogger untuk kepuasan batinku serta menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat.
Sejauh ini 11 strategi itulah yang terpikirkan dalam rencanaku untuk mencapai tujuan utamaku sebagai seorang ibu profesional.

Pertanyaan terakhir dalam NHW #1 yaitu berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang harus aku perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut. 

Aku sangat menyadari sejauh ini adab yang aku miliki dalam menuntut ilmu masih sangat kurang, aku masih suka datang telat ke lokasi belajar, aku suka menyepelekan materi yang sudah pernah aku dapat, aku juga kadang suka melihat siapa yang bicara bukan apa yang disampaikan, aku juga seringkali mencatat asal-asalan dan meletakkan buku sesukaku.

Memperbaiki Diri
Memperbaiki Diri

Maka aku pikir beberapa hal inilah yang harus aku perbaiki agar aku bisa menjadikan ilmu yang kudapatkan menjadi cahaya yang bermanfaat:
  • Memperbaiki waktu kehadiran. Sebisa mungkin sebelum guru atau pemberi materi hadir, aku sudah hadir terlebih dulu di lokasi acara.
  • Mengosongkan gelas. Ilmu terus bertambah dan berkembang, bahkan ilmu yang sama ketika disampaikan di saat yang berbeda, ataupun oleh pemateri yang berbeda bisa menghasilkan sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya aku harus belajar untuk tidak sok tahu, dan menyepelekan materi yang pernah aku pelajari. Mau tidak mau aku harus mengosongkan gelas agar ilmuku lebih berkembang.
  • Menghormati Guru. Aku harus fokus kepada apa yang disampaikan, bukan siapa pematerinya. Ke depannya aku tidak ingin suudzon kepada pembicara hanya karena ia usianya lebih muda, pendidikannya lebih rendah, agamanya berbeda dan sebagainya. Bahkan seekor semut sekecil itu saja bisa mendatangkan manfaat, aku harus lebih belajar untuk don't judge the book by its cover. Dengan menghormati guru dan fokus kepada apa yang disampaikan aku harap aku bisa menuai ilmu dengan lebih banyak.
  • Mencatat dengan rapi. Ikatlah ilmu dengan menulis. Sayangnya aku memiliki kebiasaan buruk dengan mencatat secara asal-asalan, hingga kemudian sesampainya di rumah aku tidak lagi bisa membaca hasil tulisanku. Aku akui memang lebih nyaman mengetik daripada menulis tangan. Oleh karenanya ke depan aku ingin lebih konsisten untuk menulis ulang catatan yang aku punya di laptop agar mudah dibagikan dan disimpan. Selain itu, dengan tidak menunda waktu memindahkan catatan ke bentuk digital, aku masih bisa mengingat apa yang aku tulis.
  • Menata Buku dengan Lebih Baik. Aku ingin merapikan koleksi bukuku dan kukelompokkan secara jenisnya, buku agama dengan buku agama, buku parenting dengan buku parenting, novel dengan novel. Aku juga ingin memberikan buku-bukuku sampul agar lebih terawat sehingga bisa digunakan oleh anak cucu nantinya. Aku juga ingin mencatat keluar masuk buku, karena banyak buku yang kumiliki hilang dan tidak kembali ketika dipinjam teman. 
Huff, elap keringat. Alhamdulillah, kelar juga NHW #1 nya. Nggak sabar menunggu materi dan NHW #2. Tunggu next week ya, insya Allah aku akan update tentang NHW #2. Oya buat teman-teman yang tertarik ikut Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #5, ditunggu saja ya, insya Allah batch #5 akan hadir di bulan Oktober 2017. See ya, wassalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, pals!

Quote of the week MIIP Batch #4





Wednesday, May 17, 2017

Belajar Hidup Lebih Baik dari Kenangan Masa Kecil yang Paling Membekas

Belajar Hidup Lebih Baik dari Kenangan Masa Kecil yang Paling Membekas


Pyaaar. Jam dinding yang menggantung di ruang keluarga itu jatuh. Kacanya pecah berkeping-keping. Remuk redam seperti hatiku yang menjadi saksi pertikaian kedua orang tuaku siang itu. Saat itu aku berumur tiga atau empat tahun. Apakah itu pertikaian pertama dan terakhir? Tidak. Masih ada pertikaian-pertikaian selanjutnya yang mewarnai hari-hariku.

***

Membicarakan kenangan masa kecil yang paling membekas tidak akan pernah bisa lepas dari ingatanku tentang kejadian di atas. Setiap mengingat masa kecil, maka kenangan itulah yang terlintas pertama kali dalam benakku. Sekuat tenaga aku mengusirnya, toh kenangan itu akan tetap hadir.

Jika kemudian aku tumbuh menjadi sosok yang introvert, tidak mudah percaya pada orang lain dan cenderung menutup diri pada pertemanan serta keramaian, mungkin itu salah satu dampak negatif dari apa yang aku alami di masa kecil. Di saat teman-temanku dikelilingi dengan keluarga yang hangat, aku merasa menjadi alien karena harus tersenyum pura-pura, memakai topeng seakan keluargaku baik-baik saja. Aah, sepertinya sedari kecil aku telah terbiasa bersandiwara.

Namun sisi baiknya aku tidak mau keadaan mengalahkanku. Seburuk apapun keluargaku, aku harus berprestasi. Alhamdulillah, meski tidak pernah menduduki peringkat pertama, aku selalu bisa masuk sepuluh besar dari SD hingga SMA. Saat kuliah pun, meski terkenal rajin bolos dan telat masuk kelas, alhamdulillah aku tetap bisa selesai tepat waktu dengan predikat lulusan terbaik.

Baca juga: Welcome, March!

Satu Kenangan Buruk, Jutaaan Kenangan Baik

Semakin beranjaknya umurku, apalagi setelah kedua orang tua berpulang ke Rahmatullah, aku semakin banyak mengingat kenangan-kenangan baik yang ada. Ternyata tidak selalu ada air mata di sepanjang perjalanan hidup, ada juga tawa yang menyelip di sela-selanya. Meski sekejap, meski tak banyak, namun kenangan baik seakan menjadi warisan dan harta karun berharga untukku, terutama ketika aku belajar menjadi orang tua.

Sepeda Roda Tiga dibawa Becak

Sepeda Roda Tiga
Sepeda Roda Tiga

Masih jelas terbayang di ingatanku saat ibu membawa pulang sebuah sepeda roda tiga untukku. Aku berumur tiga tahunan kala itu. Ibu membawa sepeda itu dengan naik becak. Aku masih ingat bagaimana girangnya aku menerima sepeda yang kunanti-nantikan.

Kasih Sayang Ibu Tak Terganti

Malam itu aku batuk ngikil sampai susah bernafas. Ibu masuk kamarku dan menggendongku ke ruang makan. Dipeluknya diriku dan ditepuk-tepuk punggungku mencoba meredakan batukku yang tak kunjung berhenti. Ibu mendudukkanku di atas meja makan, lalu disodorkannya kepadaku segelas air putih hangat dan segelas obat batuk. Setelah itu ibu membawaku ke kamarnya dan menemaniku hingga terlelap.

Sepeda Ditukar Sate

Saat aku duduk di kelas 1 SD, ibu membelikanku sepeda mini berwarna kuning. Ibu sengaja membeli sepeda yang ukurannya langsung besar agar bisa aku pakai dalam jangka waktu lama. Dasarnya aku anak penakut, dari kelas 1 SD sampai kelas 4 SD, aku tidak pernah berhasil menaiki sepeda itu. Suatu hari, sepertinya ibu sudah angkat tangan mengajariku naik sepeda, lalu beliau bilang "sepedane didol wae ya, dinggo tumbas sate." Gegara mendengar kata-kata ibu, entah ada semangat dari mana, tiba-tiba saat itu juga aku bisa menaiki sepeda itu dengan lancar.

Suaraku Ada di Radio

Sejak kelas 3 SD mengarang adalah hobiku. Entah itu membuat cerita dalam bentuk paragraf ataupun puisi. Setiap kali ada acara peringatan HUT Republik Indonesia, aku pasti ikut berpartisipasi dalam lomba baca puisi, dan alhamdulillah selalu juara. Suatu hari, guruku memanggilku ke ruang kelas. Selembar kertas disodorkan kepadaku. Sebuah puisi. Beliau memintaku membacanya. Selesai aku membacanya, beliau manggut-manggut dan mengajakku rekaman ke radio. Kebetulan guruku itu juga seorang penyiar radio. Wah, senangnya mendengar suara sendiri membacakan puisi di radio.

Nikmatnya Makan Sepiring

Makan Sepiring Berempat
Makan Sepiring Berempat, ilustasi keluarga Ruben Onsu

Jika disuruh memilih hal terbaik apa yang pernah terjadi di dalam keluarga saat aku kecil, makan satu piring bersama bapak, ibu dan adik adalah hal yang paling indah. Mengingat kenangan ini, aku bisa sedikit berpaling dari luka-luka yang tumbuh karena kenangan buruk. Setidaknya aku masih ingat ada kehangatan keluarga yang aku miliki. Ibu membawa piring berisi nasi beserta lauk pauk, lalu bergantian menyuapi bapak, aku dan adik. Nikmat hingga rasa kenyang tak kunjung datang. Kami bisa nambah lagi dan lagi. Sambil tertawa, sambil gegojegan, aaah... aku merindukan masa-masa itu. Sungguh.

Masih ada banyak kenangan indah yang terukir, namun lima kisah itulah yang cukup membekas dalam ingatan.

Kenangan Masa Kecil Menumbuhkan Aku yang Sekarang

Sadar atau tidak sadar, mau atau tak mau, kenangan masa kecil yang paling membekas - yang baik atau buruk, berdampak sekali dalam kehidupanku sekarang. Dan aku bisa merasakan semakin besar dampaknya ketika aku menikah lalu dikaruniai anak.

Kenangan baik tentunya membuahkan dampak yang baik. Bapak ibu yang selalu memberikan kebebasan memilih apapun yang aku senangi, bapak ibu yang selalu mendukung hobiku, bapak ibu yang mengajarkanku disiplin - serta merta membuat aku ingin bisa menjadi orang tua yang sama kepada anakku.


Namun yang berbahaya adalah ketika kenangan buruk itu menguasai dan menjadikanku robot atasnya. Dari pertikaian bapak ibu yang pernah aku saksikan dan segala permasalahan mereka, aku sangat tidak ingin melakukan kesalahan sama yang mereka lakukan. Ambisi itu yang kemudian justru membuat aku ingin semuanya nampak sempurna. Ambisi inilah yang ketika tidak aku kendalikan bisa menjadikanku monster yang mengerikan dan justru membuat sejarah berulang. Beruntung pasanganku juga besar dari keluarga yang tak sempurna, hingga kami saling mengerti luka satu sama lain. Kami adalah orang-orang terluka yang saling menyembuhkan.

my inner child
my inner child

Hingga suatu siang, 3 Mei 2017, Ibu Dyah Indah Noviyani - seorang psikolog dan pemilik Sekolah Bintang Juara menamparku dengan wejangannya. "Berkomunikasi dengan anak usia dini itu mudah, berkomunikasi dengan pasangan itu mudah, namun jika masih ada emosi negatif yang menyertai dalam mengasuh mereka, maka ada yang belum selesai dalam diri kita. Selesaikan dulu masalah dan emosi-emosi negatif dalam diri kita, terutama menyangkut masa lalu, pola asuh ortu waktu kecil - kunci untuk bicara dan mengasuh anak lebih baik. Terima masa lalu, maafkan kekurangan diri, maafkan kesalahan ortu dalam mendidik kita dan ambil sisi positif dari mereka. Putus mata rantai negatif dalam pengasuhan buah hati kita. Berbahagialah, dan lahirkanlah anak-anak yg berbahagia. Recharge ilmu dan praktekkan setiap hari. Belajar sepanjang hayat dan berjamaahlah. Berkawan dengan orang-orang sholih agar senantiasa mengingat dalam kesabaran dan kebenaran "

Aku sadar aku belum sepenuhnya bisa 'lepas' dari kenangan masa kecil yang paling membekas dan meninggalkan luka untukku. Namun dengan mengomunikasikannya dengan suami, aku berharap setidaknya luka itu tidak terpicu keluar dan membuat aku mengeluarkan 'monster' dari dalam diriku sendiri. Makanya buatku jika sehari saja aku bisa mengontrol agar 'tanduk'ku tidak keluar dan merespon segala polah si kakak yang lagi aktif-aktifnya dengan bijak; itulah sebuah sukses besar. 

Buat aku menyadari apa yang menjadi kekuranganku saat ini adalah kekuatan terbesar diriku sekarang. Masa iya aku akan selalu terkurung dalam masa lalu yang buruk dan merutukinya? Toh, sekeras apapun aku membenci dan mencaci masa lalu itu, ia akan tetap ada di sana dan tidak akan ada yang berubah. Maka yang bisa aku lakukan sekarang cuma menumbuhkan ikhlas dan memaafkan masa lalu serta menyelesaikan emosi negatif. Demi anak-anak, demi suami, namun yang lebih penting dari itu semua demi kesehatan mentalku sendiri.

Mengobati diri sendiri


Well, itulah cerita tentang kenangan masa kecil yang paling membekas versi aku, bagi kenangan masa kecilmu di komentar dong, pals. Bersyukurlah ketika kau hidup dalam keluarga yang hangat, namun bagi yang pernah besar dalam keluarga yang penuh amarah dan ada luka batin yang tumbuh karenanya... semangat, pals. You are not alone! Let's fighting... Makasih ya buat mbak Anjar Sundari dan Nia Nurdiansyah untuk temanya yang ciamik, membuat aku lebih banyak merenung dan instropeksi diri. Thanks for reading dan sampai jumpa di postingan selanjutnya, pals!


Monday, May 15, 2017

Prive Uri-cran Usir Cantik Anyang-anyangan



Anyang-anyangku..
Anyang-anyangku..
Kau buatku meringis
Sakitnya sungguh tak tahan

Coba deh nyanyikan empat bait di atas dengan nada lagu Ayang-ayangku dari Dewi-dewi, hehe. Siapa tahu yang lagi mengalami anyang-anyangan bisa sedikit terobati rasa sakitnya. Ngomongin soal anyang-anyangan, aku jadi ingat pengalamanku 9 tahun yang lalu nih. Waktu itu masih awal-awal nikah dan kerja di sebuah pabrik mebel sebagai seorang penerjemah. Letak kantorku dengan kamar mandi jauh banget, kalau mau buang air aku harus menuruni tangga lalu keluar dari pabrik dan masuk ke komplek perkantoran utama. Gegara letak kamar mandi yang jauh ini aku jadi suka nahan-nahan pipis. Membayangkan naik turun tangga sudah bikin aku lemes duluan. Akhirnya daripada harus naik turun tangga berulang kali dalam sehari, aku biasanya baru buang air kecil saat tiba jam istirahat. Aku juga mengurangi minum karena takut kebelet pipis.

Awalnya kebiasaanku itu tidak membawa dampak apapun pada kondisi tubuhku. Hingga sebulan kemudian aku merasa aku jadi sering anyang-anyangan, sedikit-sedikit kepengen buang air kecil, tapi begitu sampai di toilet pipis yang keluar cuma sedikit. Repot banget karena aku malah jadi sering naik turun tangga gara-gara anyang-anyangan ini. Selain air seni yang keluar hanya sedikit, aku juga mengalami sakit saat buang air kecil, sampai meringis dan menggigil. Saat aku laporan ke suami, malah dimarahi, "makanya to minum yang banyak dan jangan suka nahan pipis." Aku cuma bisa cemberut aja dinasehati begitu.

Hingga suatu hari, sekitar jam tiga atau empat pagi, hasrat ingin buang air kecilku tiba-tiba datang. Sambil meringis aku mencoba mengeluarkan air seniku, tapi kaget bukan kepalang ketika yang kulihat bukan air seni seperti biasa, tapi sudah bercampur darah. Sakitnya sungguh tak tertahankan. Setelah dari kamar mandi, aku segera membangunkan suami dan menceritakan kondisiku. Suami langsung membawaku ke IGD (instalasi gawat darurat) di rumah sakit tempat ia kerja pagi itu juga. Sepanjang perjalanan aku meringis menahan sakit. Aku juga minta sama suamiku untuk mengendarai motornya pelan-pelan, karena kalau terkena guncangan, perut bagian bawahku rasanya sakit sekali. Beberapa kali aku juga minta berhenti di pom bensin untuk buang air kecil, lagi-lagi yang keluar air seni yang bercampur darah.

Sakitnya Anyang-anyangan
Sakitnya Anyang-anyangan

Sesampainya di IGD, perawat menanyaiku macam-macam. Sempat dongkol ketika perawat berasumsi, "jangan-jangan ibu menstruasi." Gedubrag, masa iya aku nggak bisa mengenali darah menstruasi dan lagi saat itu aku juga sudah datang bulan, jadi aku yakin banget darah yang keluar bukan darah menstruasi. Akhirnya aku menjalani cek laboratorium. Hasilnya menyatakan kalau aku terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK). Selain cek laboratorium, saat itu aku juga melakukan USG bagian ginjal, dan diketemukanlah beberapa kristal di ginjalku.

Huff, hanya gara-gara kebiasaan buruk yang kuanggap sepele, aku harus merasakan akibat sedemikian sakit. Sejak saat itu aku mulai menjaga asupan cairan dan berusaha tidak menahan-nahan pipis. Meskipun ternyata mengubah kebiasaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Beberapa kali ketika aku mulai teledor dan kembali menahan pipis, apalagi kalau sudah asyik di depan laptop dan banyak ide yang harus dituntaskan, rasanya mau berhenti untuk ke toilet saja enggan. Eng ing eng, anyang-anyangan mulai datang lagi deh. Alhamdulillah, kejadian 9 tahun yang lalu nggak sampai terulang. Kapok bin ngeri deh kalau harus buang air kecil berdarah lagi.


Penyebab Anyang-anyangan dan Infeksi Saluran Kemih

Fakta Anyang-anyangan
Fakta Anyang-anyangan
Ternyata fakta membuktikan kalau dari 10 wanita, lima di antaranya pasti pernah mengalami infeksi saluran kemih. Anyang-anyangan merupakan gejala awal dari ISK. Adapun penyebab dari anyang-anyangan ini antara lain;
  1. suka menahan kencing
  2. pakaian dalam yang kotor
  3. cara membasuh yang salah setelah buang air besar
  4. toilet yang kotor
Selain empat penyebab utama tersebut, anyang-anyangan dan ISK juga bisa muncul saat wanita sedang hamil ataupun ada penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual. 

ISK sendiri sebenarnya bisa terjadi baik pada wanita maupun pria, namun wanita lebih rentan dikarenakan jarak uretra dan anusnya lebih pendek dari laki-laki. Utamanya ISK terjadi karena adanya bakteri E. coli yang menempel pada saluran kemih.

Selain anyang-anyangan, gejala lain dari ISK adalah nyeri pada panggul jika terjadi pada wanita, jika terjadi pada pria akan menimbulkan gejala nyeri pada anus, rasa perih ketika buang air kecil, urine berbau menyengat, lebih pekat, kadang-kadang mengandung darah, badan terasa tidak fit, mudah lelah dan kurang sehat dan mengalami demam.

Nah, kalau kita sudah mengalami gejala-gejala di atas, lebih baik langsung deh cuzz ke dokter untuk memastikan apakah benar kita mengalami infeksi. Dengan pemeriksaan dari dokter, kita akan tahu bagian sistem kemih manakah yang terinfeksi. Beda tempat yang terinfeksi maka gejala yang kita alami pun bisa berbeda.

Jika infeksi terjadi pada bagian kandung kemih (sistitis), kita akan mengalami perasaan tidak nyaman pada perut bagian bawah, panggul terasa seperti ditekan, buang air kecil berulang kali dan terasa nyeri, serta adanya darah pada urine. Sedangkan jika infeksi terjadi pada saluran kencing (urethritis), kemaluan akan terasa perih saat buang air kecil. Penyebab infeksi urethritis ini sama dengan infeksi sistitis, yaitu akibat menyebarnya bakteri sistem gastrointestinal (bakteri E.coli) dari anus ke saluran kemih. Infeksi yang lebih parah akan terjadi ketika sudah mencapai ginjal (pielonefritis akut), biasanya akan ada nyeri pada pinggang bagian belakang atas, muncul demam tinggi, mual, dan muntah.

Jika diagnosa sudah didapat, dokter biasanya akan memberikan antibiotik sebagai pengobatan. Antibiotik yang biasa disarankan oleh dokter antara lain ciprofloxacin, levofloxacin dan trimethoprim. Selain antibiotik biasanya dokter juga memberikan pereda nyeri seperti parasetamol atau asam mefenamat. Jangan kuatir, bila infeksi yang kita alami tidak berbahaya, kita tidak perlu dirawat di rumah sakit kok.

Cara Mengatasi Anyang-anyangan dan Infeksi Saluran Kemih

Yang sudah pernah mengalami sakitnya anyang-anyangan pastinya ogah mengalaminya lagi. Apalagi kalau kasusnya seperti yang aku alami, sudah sampai kencing berdarah, nggak mau pakai banget deh kejadian lagi. Biar anyang-anyangan nggak lagi datang, kita bisa melakukan tips berikut ini;

Anyang-anyangan tidak sepele
Anyang-anyangan tidak sepele
  1. Pastikan toilet yang akan kita gunakan bersih, terutama jika kita menggunakan toilet duduk. Sebelum buang air kecil, bersihkan dulu dudukan toilet dengan tisu agar bakteri yang menempel bisa hilang, syukur-syukur kalau kita selalu sedia tissu basah antiseptik.
  2. Selesai buang air kecil atau air besar, basuhlah dengan air atau tisu. Jangan lupa cara basuh yang benar yaitu dari arah depan ke belakang. Hal ini untuk menghindari agar bakteri E. coli tidak mampir ke saluran kemih.
  3. Gunakan pakaian dalam dari katun dan hindari ukuran yang terlalu ketat. Rajinlah mengganti pakaian dalam.
  4. Bagi yang sudah punya pasangan resmi (baca: menikah), selesai berhubungan intim segera buang air kecil dan bersihkan orgam intim kita.
  5. Perbanyaklah minum air putih. Semakin banyak air putih yang kita minum, semakin sering kita buang air kecil, maka bakteri E. coli akan banyak yang terbuang dan tidak sempat berkembang biak.
Namun ternyata lima tips di atas juga masih belum cukup untuk membantu kita mengatasi anyang-anyangan dan susah buang air kecil. Agar tips tersebut bisa lebih efektif, kita juga perlu bantuan cranberry. Mengonsumsi jus cranberry secara rutin bisa mengatasi susah buang air kecil dan anyang-anyangan. Selain itu jus cranberry juga bisa menghindarkan kita dari pemakaian antibiotik yang terus-menerus. Bagaimanapun obat kimiawi yang dikonsumsi berlanjut pasti memberikan efek samping pada tubuh.

Cranberry solusi alami anyang-anyangan
Cranberry solusi alami anyang-anyangan

Usir Cantik Anyang-anyangan dengan Ekstrak Cranberry

Pastinya pengen tahu lebih lanjut dong tentang cranberry? Cranberry merupakan jenis berry yang tumbuh secara liar dan berwarna merah tua. Biasa ditemukan di Amerika bagian utara dan Kanada. Dari dulu buah ini telah dipercaya sebagai obat yang mujarab. Kini dengan semakin berkembangnya riset dan teknologi, cranberry diketahui sebagai penghasil antioksidan dan sumber vitamin yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah sariawan.

Sejarah Cranberry Solusi Alami Anyang-anyangan
Sejarah Cranberry Solusi Alami Anyang-anyangan

Menurut penelitian terbaru cranberry mengandung kadar vitamin C yang cukup tinggi. Selain itu buah berwarna merah ini kaya serat makanan, mineral dan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, dan quercetin serta memiliki senyawa fitokimia, yaitu salah satu sumber anti oksidan polifenol yang menjadikan buah cranberry sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan dapat mencegah penyakit yang berbahaya seperti kanker dan penyakit jantung. Namun sayangnya kandungan antioksidan polifenol dalam cranberry ini kurang diserap di dalam tubuh manusia dan cepat dieliminasi dalam darah.

Kandungan cranberry solusi alami anyang-anyangan

Manfaat cranberry solusi alami anyang-anyangan
Kandungan dan Manfaat Cranberry

Buah cranberry juga memiliki antioksidan yang disebut proanthocyanidins. Antioksidan inilah yang membuat cranberry ampuh melindungi kita dari infeksi saluran kemih. Antioksidan ini dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab ISK. Si proanthocyanidins ini juga dikenal memiliki sifat anti-adhesi yang membuat bakteri tidak akan menempel pada saluran kemih, sehingga mencegah bakteri menularkan infeksi.

Wah, berarti kalau mau bebas dari anyang-anyangan dan ISK, kita harus rajin bikin jus cranberry nih. Tapi bukannya cranberry ini susah didapat di Indonesia? Terus bagaimana dong solusinya? Don't worry and be happy, pals.. Karena sekarang sudah ada Prive Uri-cran yang dibuat dari ekstrak cranberry, jadi kita nggak perlu susah-susah cari dan ngejus buah cranberry. Tinggal beli saja di apotek dan supermarket terdekat, minum sesuai dosis dan dadah bye-bye deh sama si anyang-anyangan.

Prive Uricran Kapsul Solusi Anyang-anyangan

Prive Uri-cran sendiri ada dua jenis, pals. Yang pertama yaitu Prive Uri-cran yang berbentuk kapsul. Produk ini mengandung 250 mg ekstrak cranberry. Dalam satu kotak terdiri dari 30 kapsul. Dosis yang digunakan yaitu 1 -2 kapsul dalam sehari. Di apotek dekat rumah, Prive Uri-cran kapsul ini dijual dengan harga empat puluh ribuan untuk satu strip isi 10 kapsul. Jadi satu kotak harganya berkisar 120 ribuan.

Prive Uricran Plus Minuman Segar Penghilang Anyang-anyangan

Buat yang nggak suka mengonsumsi kapsul seperti aku, Prive Uri-cran Plus lebih cocok nih. Jenis Prive Uri-cran yang kedua ini berbentuk serbuk di dalam sachet, tinggal kita seduh pakai air, jadi deh minuman segar rasa cranberry. Si Prive Uri-cran Plus ini mengandung 375 mg ekstrak cranberry; 60 mg vitamin C, 0,1 mg bifidobacterium bifidum, 0,1 lactobacillus acidophilus, 0,1 mg frukto oligo  sakarida dan 1 mg kalsium laktat glukonat. Dalam satu kotak terdiri dari 15 sachet. Pemakaian yang disarankan 1 -2 sachet per hari. Harga Prive Uri-cran plus berkisar 94 ribu hingga 120 ribu.

Dengan kandungannya yang aman, Prive Uri-cran ini bisa dikonsumsi baik ibu hamil dan ibu menyusui lo. Jadi aku pun nggak perlu khawatir lagi kalau anyang-anyangan kambuh, tinggal ambil Prive Uri-cran, langsung deh usir cantik si penyebab ISK ini, hush hush hush minggir.

Itu ceritaku tentang pengalaman buruk karena anyang-anyangan dan ISK, kalau kamu punya cerita nggak berkaitan dengan si anyang-anyangan, pals? Ada yang sudah rutin minum Prive Uri-cran juga kah? Yuk, share ceritamu di kolom komentar. Thanks for visiting and sampai jumpa di postingan berikutnya ya, pals!



Referensi:
Website resmi Uricran
http://www.alodokter.com/infeksi-saluran-kemih/pengobatan
http://www.alodokter.com/nyeri-buang-air-kecil-waspadai-anyang-anyangan



Friday, May 12, 2017

Cara Mudah Jual Mobil Bekas Berharga Milikmu

Cara Mudah Jual Mobil Bekas Milikmu


Di Indonesia, kini hampir setiap orang memiliki mobil, bener nggak pals? Keinginan untuk memiliki mobil bervariasi. Mulai dari faktor kebutuhan hingga persaingan derajat kepemilikan mobil. Memiliki mobil akan dipandang sebagai orang yang mampu dan memiliki uang yang banyak. Tak heran kepemilikan mobil identik dengan orang berduit atau orang kaya. By the way, membeli mobil pun saat ini lebih mudah. Pembayaran DP yang murah mengakibatkan transaksi jual mobil murah semakin meningkat.

Daya tarik mobil bukan hanya dari mobil baru saja, namun juga pada mobil bekas yang masih layak jual, yang saat ini merebak di pasaran. Hal ini karena memiliki mobil baru dipandang masih terlalu mahal, melihat pembayaran pelunasan yang memakan waktu bertahun-tahun. Tentu tak semua orang mampu melakukannya. Sehingga mobil bekas menjadi pilihan terbaik.

Mobil bekas tentu memiliki kondisi tak seprima mobil baru. Namun dengan perawatan yang baik dan penggunaan yang bijak, mobil bekas akan memiliki tampilan dan kondisi seperti mobil baru. Orang-orang yang menjual barang berharga mereka seperti mobil biasanya karena faktor kebutuhan dana atau juga bisa karena ingin membeli mobil baru. Sehingga mengharuskan mereka menjualnya.

Jual VW Kodok Bekas - Source: Web Buka Lapak
Jual VW Kodok Bekas - Source: Web Buka Lapak

Apakah kamu salah satu orang yang ingin jual mobil bekas milikmu? Berikut ini cara mudah menjualnya:

  • Kumpulkan informasi harga-harga mobil bekas sebanyak mungkin. Hal ini sangat penting karena akan memudahkan proses penjualan. Dan juga sebagai bahan perbandingan dan referensi, karena di tiap kota harga-harga kendaraan bermotor berbeda. Kamu bisa mencarinya melalui internet, koran maupun dari kerabat.
  • Tetapkan harga yang tepat. Kamu bisa mengukurnya dari kondisi mobil secara keseluruhan, seperti performa mesin, electrical system, warna body mobil dan lain sebagainya. Berpegang lah pada harga yang kamu tetapkan.
  • Tawarkan pula mengenai riwayat perawatan mobil yang baik. Seperti memiliki asuransi dan selalu service pada bengkel resmi. Karena hal ini akan membuat orang yakin bahwa harga tinggi yang Anda tawarkan karena kondisi mobil yang masih prima.
  • Saat calon pembeli akan melihat-lihat mobil bekasmu, persiapkan mobil dengan baik. Seperti mencuci bersih dan memperbaiki hal-hal kecil pada mobil yang dirasa menganggu dan terlihat tidak nyaman. Hal ini bisa meminimalisir gagalnya proses penjualanmu karena jika pada saat pertama pembeli melihat mobil dalam kondisi kurang baik, belum tentu ia akan meneruskan proses jual beli.
  • Tunjukkan semua bukti pembelian, copy kuitansi, dan juga catatan service berkala.
  • Buatlah iklan untuk mempromosikan mobil bekas milikmu, bisa melalui orang ke orang, koran, radio, dan juga internet.

Jual Mobil Agya - Source: Web Buka Lapak
Jual Mobil Agya - Source: Web Buka Lapak


Dengan cara mudah diatas, kini kamu siap memulai tahapan menjual kendaraan bermotor milikmu. Setiap kendaraan bermotor memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai alat transportasi untuk mengangkut penumpang dengan jumlah tertentu. Alat transportasi tradisional maupun modern semua fungsinya sama. Motor, mobil, bus, pesawat, kapal, kereta, becak hingga andong, semuanya memberikan kemudahan untuk mengantarkan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya.

Bijaklah dalam berkendara di jalan raya. Karena jalan raya adalah jalan umum milik semua pengguna jalan, dimana keselamatan menjadi nomor utama. Seperti kalimat yang sering kita baca di jalanan, berhati-hatilah dalam berkendara, keluarga menunggu dirumah. Dengan ini menjelaskan bahwa betapa pentingnya kehati-hatian pada saat mengendarai mobil, motor maupun alat transportasi lainnya. Dengan bijak berkendara, maka secara langsung kamu akan menjaga diri sendiri dan merawat kendaraan bermotor milikmu. Demikian tadi cara mudah jual mobil bekas milikmu. Semoga bermanfaat dan semoga mobil bekasmu segera laku terjual ya, pals



Tuesday, April 18, 2017

Lima Youtuber Cilik Indonesia Kesukaan Ifa

Lima Youtuber Cilik Indonesia Kesukaan Ifa


Lama nggak ngoceh di blog nih, kangen juga. Mumpung Afan lagi bobok nyenyak dan beberapa kerjaan sudah rampung dengan manis, aku mau menyapa teman-teman dulu deh. Kali ini aku mau share tentang lima youtuber cilik Indonesia yang sering ditonton Ifa ketika ayah bundanya lagi nggak bisa nemenin dia main.

Memisahkan gadget dari anak memang susah-susah gampang. Mau dipisahkan secara total, tapi si anak sudah bisa protes, “kok ayah bunda sering pegang gadget, kenapa aku nggak boleh?” Meski sudah dijelaskan kalau kami pegang gadget karena kerjaan, tetap saja Ifa merasa nggak adil kalau nggak dibolehkan pegang gadget sama sekali.

Monday, March 27, 2017

Anak; Titipan, Anugerah dan Ujian

anak adalah titipan, anugerah dan ujian

Aku menikah pada Maret 2008. Selang dua bulan setelah pernikahanku, aku telat datang bulan. Dua garis merah kutemukan pada test pack yang dibelikan suami. Tidak bisa diungkapkan bagaimana bahagianya hati kami saat itu. Namun, untuk lebih meyakinkan diri, aku memutuskan untuk pergi ke laboratorium dan melakukan tes kehamilan di sana. Ternyata hasil tes lab juga menyatakan aku positif. Hamil pertama dan belum punya pengalaman, qodarullah kami mengetahui kehamilan itu saat akhir bulan, mau ke dokter pikir-pikir biaya. Maklum saat itu aku dan suami belum kerja secara mapan, bisa makan sampai akhir bulan saja sudah Alhamdulillah.