Wednesday, March 6, 2013

Move On From Your Miserable Past, Get Your Own Happiness

Masa lalu untuk sebagian orang mungkin adalah hal yang indah untuk dikenang,namun tidak untuk saya. Masa lalu  bagi saya layaknya monster yang menakutkan dan membayangi langkah hidup saya di setiap detiknya. Buat saya masa lalu adalah titik dimana saya harus menghapusnya dan tidak mengingat-ingatnya lagi.

Masa Lalu
2003 adalah titik terburuk untuk saya. Pada tahun itu saya dipaksa menerima keadaan bahwa ayah saya akan menikah dengan wanita yang usianya hanya berjarak lima tahun di atas saya, di saat kondisi ibu saya yang terbaring lemah di ranjang karena lumpuh.

Semua itu membuat saya marah pada keadaan dan seluruh orang. Saya marah pada ayah yang tega menikah lagi tanpa memikirkan kondisi dan perasaan ibu, saya marah pada ibu yang dengan ikhlasnya menerima pernikahan itu dan saya marah pada dunia yang tidak memihak pada perasaan saya.

Kepahitan yang saya alami itu kemudian membawa saya pada egoisme tingkat dewa. Saya memutuskan untuk tidak lagi tinggal di rumah orang tua di Salatiga, saya lebih memilih tinggal bersama eyang kakung dan eyang putri saya di Semarang. Saat itu saya berpikir bukankah pendapat saya tidak lagi didengarkan, lantas untuk apa saya tetap tinggal di rumah yang kemudian menjadi seperti neraka untuk saya.

Egoisme yang tertanam pada diri saya menghancurkan bisikan nurani saya untuk tetap tinggal dan merawat ibu. Saya berkeras bahwa ini pilihan ibu, apalagi bila mengingat ibu berkata bahwa dengan pernikahan ini istri bapak saya akan merawat ibu dan adik saya yang berumur delapan tahun. Hal itu semakin mengeraskan hati saya untuk pergi, artinya saya tidak lagi dibutuhkan. Saya juga melupakan dampak psikologi yang dialami adik saya satunya-satunya menghadapi pengalaman hidup yang tentunya tidak mudah di usia mudanya. Bahkan kemudian di usianya yang ke delapan ia sudah menjadi perawat kecil yang hebat untuk ibu saya.

Singkat cerita, saya membenci masa lalu saya. Masa lalu telah menjauhkan diri saya dengan kebahagiaan yang saya impi-impikan. Setiap hari yang saya lalui adalah kemarahan dan penyesalan yang menyiksa. Setiap hari saya penuhi hidup dengan kata andai dan jika. Andai saja ayah tidak menikah lagi, pasti kehidupan saya saat ini lebih bahagia, karena  saya tidak perlu pergi dari rumah dan bisa berbakti pada ibu dengan sepenuhnya. Andai pernikahan itu tidak pernah terjadi, saya pasti akan tinggal di rumah dan menjadi kakak yang baik bagi adik saya dan tidak akan merasakan penyesalan seperti yang saya hadapi sekarang karena tidak mampu membahagiakannya hingga ia menutup mata.

Begitulah betapa masa lalu membawa jejak luka yang panjang bagi hidup saya. Namun semua itu kemudian menjadi  berbeda sejak saya dipertemukan Tuhan dengan sebuah komunitas yang membuat saya berkenalan dengan wanita-wanita hebat yang tumbuh dan  hidup dengan beraneka ragam latar belakang dan pengalaman yang luar biasa. Ibu-Ibu Doyan Nulis, itulah komunitas yang kemudian mengajarkan saya pada satu hal penting bahwa kehidupan yang luar biasa adalah kehidupan yang tidak mudah dan kemudian melecut seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dewasa dan bijak dari sebelumnya.

Melalui komunitas inilah kemudian saya berkenalan dengan Indscript Creative, sebuah agensi naskah kenamaan di Indonesia yang telah banyak membantu penulis pemula meraih impiannya. Indscript yang saat ini sedang mengibarkan bendera kesuksesan terbarunya tengah melebarkan sayapnya untuk menjadi sebuah Personal Branding Agency yang akan memperkenalkan tokoh-tokoh berkarakter kuat dan memiliki talenta di bidangnya kepada khalayak ramai. Dari sinilah kemudian saya menemukan sesosok meditator muda yang sangat menginspirasi saya untuk berpikir positif dan berdamai dengan segala macam bentuk kebencian.

Dialah Adjie Silarus, seorang pria kalem lulusan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada ini mulai naik daun karena ia mempopulerkan kembali istilah meditasi kepada publik. Meditasi yang selama ini selalu dikonotasikan sebagai aktivitas semedi yang sering dilakukan oleh para "orang pintar", berubah menjadi aktivitas yang elegan dan memiliki fungsi yang demikian dahsyat di tangan Adjie. Meditasi tidak  hanya membantu orang keluar dari tekanan hidup yang menjeratnya, namun juga membantu seseorang untuk fokus pada tujuan hidup sebenarnya.

Lalu apa hubungan masa lalu saya dengan seorang Adjie Silarus?

Adjie dan Konsep Meditasi

Selama ini saya berpikir orang-orang bermasa lalu kelam seperti saya ini tidaklah layak mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan hanyalah milik orang-orang yang memiliki masa lalu yang indah dan cemerlang. Namun pendapat saya itu kemudian dipatahkan oleh Adjie. Menurutnya kebahagiaan tidaklah bersumber pada masa lalu yang gemilang. Kebahagiaan itu adalah suatu pilihan. Setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan apabila ia memilih untuk berbahagia. 

Pada awalnya saya mencibir pendapatnya, tahu apalah ia tentang kebahagiaan dan masa lalu. Namun setelah membaca kisahnya tentang bagaimana ia melawan tekanan hidup dan trauma masa lalunya, saya kemudian menjadi tertarik lebih dalam mengenai konsep berpikir positif yang ia tawarkan.


Menurut Adjie kebahagiaan itu hadir tidak berdasarkan persyaratan. Sebab, kebahagiaan akan hadir dengan sendirinya ketika seseorang memilih untuk ikhlas dan mengampuni masa lalu, serta menanamkan rasa bahagia itu dalam hati serta pikiran mereka. Adjie mengibaratkan keikhlasan dan pengampunan masa lalu, seperti halnya bumi yang selalu memaafkan manusia pada setiap kesalahan yang mereka perbuat. 

Manusia perlu belajar memaafkan. Jadilah orang yang pemaaf, bukan pendendam. Masa lalu bukan sesuatu yang harus dibawa dalam setiap perjalanan. Masa lalu justru adalah jalan pembuka masa depan.” 
(Adjie Silarus)

Masa lalu dan trauma yang diakibatkannya yang kemudian berdampak pada stres yang berkepanjangan tidak hanya akan mengganggu kondisi psikologis seseorang, namun juga sedikit demi sedikit akan menggerogoti kesehatan fisiknya. Mengenai hal ini saya sangat mempercayainya karena saya telah merasakannya sendiri. Saya seringkali mengalami migrain dan sakit kepala yang luar biasa ketika rasa bersalah, kecewa dan marah berkumpul menjadi satu yang kemudian membuat saya tidak mampu melakukan aktivitas apapun selain menangis. Rasa sakit dan trauma yang tidak diatasi, akan membuat seseorang merasa kecil  dan sempit di tengah kehidupan yang sebenarnya besar dan luas. 

“Karenanya, bangkitlah. Anda harus mencari bahagia dengan cara ternyaman yang Anda bisa. Sembuhkan diri Anda, dan hiduplah dengan tenang di masa kini. Ampunilah trauma dan masa lalu itu.”
(Adjie Silarus)

Proses inilah yang saat ini sedang saya perjuangkan; memaafkan masa lalu. Bagaimana caranya? Cukup dengan memulai bermeditasi secara teratur, memejamkan mata, sadari sepenuhnya seluruh rasa dalam diri kita dan kita terima segala kebencian apa adanya. Kemudian perlahan menghirup udara, dan menghembuskan napas dengan membayangkan seolah-olah segala racun dalam hati kita peluk dengan penuh kasih sayang bersama hembusan napas itu.

Melalui meditasi yang saat ini sedang saya biasakan menjadi rutinitas harian saya, saya berharap saya akan segera mendapatkan sebuah kunci yang nantinya akan membawa saya pada ruang impian yang selalu saya nantikan; BAHAGIA. Kunci tersebut hanya akan bisa saya temukan dengan belajar memadukan masa lalu, masa kini, dan masa depan, menjadi sebuah kekuatan yang utuh. Adjie Silarus menyarankan untuk belajar melupakan setiap hal buruk di masa lalu, membuang trauma, dan mengikis dendam dengan cara menenangkan diri dan memasuki keheningan
“Meditasi membantu Anda membebaskan diri dari beban jiwa. Meditasi juga dapat membantu Anda mengampuni masa lalu dan menyembuhkan trauma.”
(Adjie Silarus)

Move On and Get Your Happiness
Now, I'm getting ready to move on from my miserable past and forgiving any bad memories. I'm ready to get my own happiness. How about you? Get ready to have your own happiness; take a deep breath and have a nice meditation!

14 comments:

  1. Bener mba.. masa lalu dijadikan pelajaran hidup yang berharga agar masa kini dan masa depan lebih bahagia, salam knal ya mba, pernah ikut kopdar IIDN Semarang juga kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mbak Rahma sudah mampir.. :) pengen banget ikut kopdar IIDN Semarang tp blm pernah.. kalo ada lg tolong saya diberi infonya.. terima kasih..

      Delete
  2. Informatif dan detail banget infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak Wuri.. :) masih belajar.. mohon masukannya di tulisan2 lain.. pengen ikut kopdar IIDN Semarang nih, mohon infonya.. :)

      Delete
  3. masa lalu terkadang selalu menjebak dan memerangkap. ah.. kenangan itu memang selalu menyilaukan. tapi masa depan lebih penuh misteri

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu kenapa kita tak boleh terjebak di masa lalu dan tak boleh terlalu bertanya-tanya tentang masa depan.. lakukan yang terbaik di masa yang sedang kita jalani saja.. karena hidup itu untuk hari ini dan masa depan adalah hadiah untuk apa yang kita kerjakan sekarang.. :) thanks for visiting :)

      Delete
  4. awesome article..

    kebahagian memang pilihan layaknya kedewasaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Egy.. yuph you're right.. hidup memang penuh pilihan termasuk juga untuk bahagia.. :)

      Delete
  5. true..
    belajar memaafkan itu penting, agar beban di kehidupan kita dapat dilepaskan. sehingga hidup terasa damai tentram

    terima kasih saya telah di ingatkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir.. :) Yuph memaafkan memang sulit, tapi ketika kita bisa melakukannya hidup akan lebih indah..

      Delete
  6. aku kok penasaran sama gambar kerennya si Adjie yg tengah meditasi,ya. Piye mbak caranya? Hehehe.
    Wah, blue coloor ini warna favoritku,juga :)

    ReplyDelete
  7. Aku selalu ingin menghancurkan tanpa sisa dan aku ingin menghabisi masa lalu itu hingga aku meyakini ......mimpi buruk tak lagi ada dan aku telah mematikan .aku tak ingin memiliki.......aku ingin masa lalu itu membayar atas penderitaan dan dendamku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, masa lalu itu seperti hantu, membayang2i setiap langkah kita, lepas darinya memang tak mudah...

      tapi ada kalanya kita harus terus melawan, terus belajar untuk menjadikan masa lalu layaknya spion ---- ditengok seperlunya saja, sebagai sebuah pembelajaran... tapi jangan sampai kita terjebak di dalamnya apalagi tak kunjung move on dari sana...

      karena kita hidup di masa sekarang :)

      Semangaaaaat ya mbak Della, terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.