MaritaPalace

Mengenal Ustaz Budi Ashari, Lc : Pembina Yayasan Al Fatih

Ustaz Budi Ashari Kuttab Al Fatih
Setiap kali aku menyebutkan bahwa Ifa bersekolah di Kuttab Al Fatih (KAF), tak sedikit yang mengernyitkan keningnya. Meski sudah berdiri sejak 2012 dan memiliki beberapa cabang di Indonesia, nyatanya nama KAF masih cukup asing di telinga beberapa orang. Biasanya kalau aku melihat tanda-tanda orang yang bertanya tersebut belum paham dengan KAF, aku akan balik tanya, pernah dengar Ustaz Budi Ashari, Lc?

Kalau mereka mengangguk, barulah kutambahkan jawaban. “Beliau pelopor berdirinya Kuttab Al Fatih.” Setelah kujelaskan seperti itu, barulah ada yang mengangguk-angguk paham. Tapi kalau masih belum mengerti juga, aku akan ajukan pertanyaan lain, “Pernah nonton acara Khalifah di Trans 7? Ustaz Budi dulu mengisi untuk acara tersebut.”

Biografi Ustaz Budi Ashari, Lc

Berhubung masih banyak yang kurang tahu siapa itu Ustaz Budi Ashari, maka aku mencoba menuliskan artikel ini. Siapa tahu ada yang ingin mengenal beliau lebih lanjut.
Saat aku mencoba mencari referensi tentang Ustaz Budi, aku pun merasa kebingungan. Tak banyak artikel mengenai beliau. Lantas aku ingat sebuah ungkapan,
Tak terkenal di bumi, namun terkenal di langit.
Ungkapan tersebut biasanya lekat dengan sosok Uwais Al Qorni. Namun saat aku mencari info mengenai ustaz Budi, dan hampir tidak menemukan profil dan biografinya, kurasa ungkapan ini pun cocok dilekatkan pada beliau.

Aku jadi merasa malu dengan diri sendiri. Ilmu cuma seimit, tapi sok tebar profil di sana-sini. Masya Allah, beliau adalah salah satu ustaz besar, tapi tak banyak terlihat di media. Namun jangan tanyakan sepak terjang beliau, dengan khidmat lewat Yayasan Al Fatih, bersama dengan timnya yang solid membangun generasi peradaban sejak usia gemilang.

Tak begitu ingat kapan mulai akrab dengan kajian-kajian beliau. Sepertinya sih saat Ifa masih duduk di bangku PAUD. Waktu itu aku tertarik untuk mengikuti Parenting Nabawiyyah, salah satu program yang diinisiasi Ustaz Budi. Namun karena saat itu belum punya dana yang mencukupi, aku hanya sempat mengikuti stadium generalnya saja.

Dari situ aku mulai rutin mengikuti kajian-kajian beliau. Awalnya sih aku merasa tak cocok dengan konsep pendidikan yang ditawarkan lewat Kuttab Al Fatih. Akan tetapi setelah perlahan-lahan mengikuti kajian beliau, aku merasa konsep yang dijalankan Al Fatih terbaik untuk zaman yang menggelisahkan ini.

Di saat sekolah lain berlomba-lomba membuka kelas untuk anak-anak usia dini, KAF hanya menerima murid mulai dari usia 5 tahun. Karena usia sebelum itu adalah tanggungjawab orangtuanya. Selain itu kurikulum pendidikan di KAF juga tak ribet. Secara garis besar anak hanya diajarkan tentang Iman dan Islam. Selebihnya melebur di dalam dua hal utama tersebut.

Mungkin ada sebagian besar teman-teman kongkow yang merasa ceramahnya Ustaz Budi kaku dan keras. Tapi coba deh dengerin kajian beliau tentang sejarah kebesaran Islam. Masya Allah bikin terharu dan termotivasi untuk membangun peradaban yang sama seperti saat zaman Rasulullah SAW. Apakah mungkin? Tugas kita toh hanya berikhtiar sebaik mungkin. Masalah hasil itu di luar kuasa kita sebagai manusia.

Tak heran jika sejarah kebesaran Islam sangat nglothok di luar kepala Ustaz Budi, beliau merupakan salah satu lulusan terbaik dari Fakultas Hadits dan Studi Islam di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Bahkan beliau lulus dengan predikat cumlaude.

Dari hasil belajar dan diskusi mengenai konsep dan sistem Islam, Ustaz Budi yakin bahwa sejarah akan berulang. Maka di setiap kajiannya, beliau selalu berpesan agar muslim senantiasa belajar dan menggali sejarah Islam, lalu menjalankan hal-hal yang bisa dijalankan di zaman now. Harapannya dengan menerapkan apa yang dulu dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya, kita bsa mendapatkan hasil yang tak jauh berbeda.

Ustaz Budi lahir di Tulungagung, pada 17 April 1975. Istri beliau bernama Alfi Zulhidayati. Saat ini telah dikaruniai empat orang anak, yaitu Dihya, Usamah, Aisyah dan Hamna. Cita-cita besar Ustaz Budi adalah menghadirkan kurikulum pendidikan yang mampu mengembalikan peradaban Islam.

Cita-cita tersebut pada akhirnya mulai terwujud ketika KAF mulai didirikan pada 2012. Ustaz Budi menggabungkan konsep antara pendidikan dan parenting. KAF mengajak para orangtua agar bisa berkolaborasi sepenuhnya dengan ustaz dan ustazah. Menyadarkan bahwa pendidikan anak utamanya terletak pada kedua orangtuanya. Ustaz dan ustazah adalah partner bagi orangtua.

Tak disangka semakin banyak orangtua yang jatuh cinta pada konsep pendidikan yang terinspirasi pada sejarah kebesaran Islam ini, hingga saat ini KAF sudah memiliki 33 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pendidikan tak mungkin berhenti hanya sampai KAF, oleh karenanya mulai dibangun tempat belajar lanjutan bagi mereka yang sudah lulus dari KAF. Disebut sebagai Madrasah Al Fatih. Awalnya berdiri di Hambalang, Bogor. Namun kini sedang berproses untuk pindah ke tempat yang lebih luas dan nyaman di Situ Daun.

Yayasan Al Fatih Pilar Peradaban menaungi banyak akademi. Sebut saja Akademi Keluarga Parenting Nabawiyyah, atau sering disingkat dengan AKU-PN. Akademi ini sudah berlangsung sejak 2013. Lalu adapula Akademi Siroh, sejak 2014, Akademi Quran dan Akademi Guru Al Fatih.

Tak hanya menjadi pembina dari Yayasan Al Fatih, Ustaz Budi Ashari juga merupakan salah satu ustaz yang cukup mengikuti perkembangan media. Beliau sadar bahwa orang zaman now tak bisa jauh dari gadget dan media sosial. Maka dakwah beliau pun meluas, tak hanya melalui TV dan kajian offline. Namun juga mulai membangun beberapa corong lainnya, seperti Youtube, instagram dan yang paling gres, beliau mengumpulkan orang-orang yang berkenan menjadi BuzzerBaik.

Gerakan BuzzerBaik ini memiliki tagline, Saatnya Jari Memberi Arti. Fokus utama dari gerakan ini adalah mengoptimalkan media sosial untuk berbagi kebermanfaatan, mengacu pada Quran Surat An Nisa 114, yaitu mengajak orang untuk bersedekah, melakukan kebajikan (amar ma’ruf) dan rekonsiliasi/ ishlah/ mendamaikan pihak yang bertikai.
buku ustaz budi ashari
Selain inisiator Yayasan Al Fatih Pilar Peradaban, mengisi acara Khalifah di Trans7 dan membuat konten di Youtube Gitu Ya Ustadz, Ustaz Budi juga sudah melahirkan banyak karya berupa buku, antara lain:
  • Ketika Hidup Terasa Sial (2006)
  • Inspirasi dari Rumah Cahaya (2011)
  • Modul Kuttab 1 (2012)
  • Kemanakah Kulabuhkan Hati Ini? (2012)
  • Remaja, Antara Hijaz dan Amerika (2013)
  • Sentuhan Parenting (2019)
Demikianlah informasi singkat mengenai Ustaz Budi Ashari, Lc, sang pelopor lahirnya kembali kuttab di Indonesia. Apa yang aku tulis ini hanyalah sebagian kecil tentang beliau. Jika ada kesalahan dalam menuliskan profil ini, murni karena kelalaianku yang kurang ilmu dalam menyampaikan.

Buat teman-teman kongkow yang mau membaca petuah-petuah singkat beliau setiap harinya, bisa follow instagram @budiashariofficial.

Merasa memiliki potensi dengan jari-jemariku, aku memberanikan diri untuk mendaftar BuzzerBaik. Alhamdulillah, diterima! Nah, sebagai bagian dari BuzzerBaik, aku mau mengajak teman-teman kongkow untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk pembagunan Madrasah Al Fatih Situ Daun. Mangga yang berkenan, bisa langsung meluncur ke wakafinaja.id.

wakafin untuk MAF Situ Daun
Kututup tulisanku siang ini dengan motto hidup dari Ustaz Budi Ashari;
Jangan pernah beristirahat sebelum sebelah kaki kita menginjak di surga.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

11 comments

  1. Saya baru mendengar nama ustaz Budi Ashari. Membaca profilnya, subhanallah luar biasa, ditambah karya yang telah dibukukannya juga sudah lumayan banyak. So inspiring

    ReplyDelete
  2. Tumben tulisan mbak Marita gak panjang, biasanya kan panjang kali lebar kali tinggi 🤗
    Alhamdulillah sudah lama mengikuti jejak dakwah beliau. Mudah-mudahan Allah menjaganya

    ReplyDelete
  3. Masya Allah, profilnya luar biasa ya mba :)

    Namanya gak begitu asing mba, cuma belum terlalu kenal sama sosok beliau.
    Semoga lebih banyak orang yang mengenal sosok beliau.

    ReplyDelete
  4. Menurutku ceramah Ustadz Budi nggak keras, tapi juga nggak lembut. Meski ada yang menganggap keras, tapi nggak ada kata-kata kasar sepanjang ceramah beliau.

    ReplyDelete
  5. Kudu mampir ke IG sama youtubenya, nih. Butuh siraman rohani dari sosok ustadz yang lain. Biar wawasannya tambah luas kayak Mbak Marita.

    ReplyDelete
  6. Baru kenal dengan ustad Budi Anshari. Melipor ke ig beliau dulu aah untuk tau kajiannya

    ReplyDelete
  7. Banyak karya luarbiasa dari beliau ya mbaa... Masya Allaah.. Mau melipiir ke ignya beliau, biar tambah ilmuuu...

    ReplyDelete
  8. Aku sudah nggak asing dengan nama beliau, tapi masih belum menyelami profilnya. Ternyata beliau founder yayasan Dan quotes terakhir jleb banget coach, ..

    ReplyDelete
  9. Aku pernah ketemu sama orang tua yang anaknya sekolah di situ. Konsepnya emang bagus banget. Masya Allah ya. Sudah jarang di media tapi amalannya luar biasa.

    ReplyDelete
  10. Aku baru denger yayasan ini, MasyaAllah semoga semakin tersebar luas dan bnyak juga ank2 yg belajar disana

    ReplyDelete
  11. Masya Allah, luar biasa Ustad Budi...
    Aku baru dengar juga ini yayasan KAF nya..
    Lulusan dari Arab memang selalu menginspirasi yaa kajian2nya..
    Dari cara penyampaian dan sudut pandang saat memberikan kajian terutama.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email