Mau Tahu Nilai-nilai Parenting dari Tujuh Drama Korea Ngehits Ini?

  • Thursday, August 03, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 11 Comments



Assalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Masuk ke ODOP hari ketiga nih, kali ini aku mau sedikit mengulik tentang hobiku nonton drama korea. Sering menyatakan diri sebagai penikmat drama Korea, tapi ternyata belum pernah menulis tentang drama yang aku lihat sama sekali di blog. Well, meski penikmat drama Korea, aku termasuk nggak setuju kalau ada girlband Korea diundang ke Indonesia dalam rangka acara kenegaraan ya, kalau yang ngundang pihak swasta sih silakan saja. Tapi kalau ngundang pakai duit negara kok aku merasa mengkhianati rakyat Indonesia yang buat makan aja susah, hiks.

Wokay, daripada ngelantur ke mana-mana, aku mau share soal tujuh drama Korea yang ngehits. Tapi aku nggak mau bahas soal siapa yang main, pemainnya ganteng atau nggak, dan segala hal yang udah nggak njamani buat aku, hehe. Kali ini aku mau ngobrolin tentang nilai-nilai parenting yang ternyata kita bisa petik dari drama-drama negeri gingseng. Berikut ini di antarannya;

Moon Lovers; Scarlet Heart Ryeo



Berkisah tentang putra-putra King Taejo, pendiri dinasti Goryeo, yang awalnya saling menyayangi, namun kemudian terlibat intrik perebutan kekuasaan. Namun di sini aku menyoroti kisah sang pemeran utama, pangeran keempat yang diperankan oleh Lee Jun Ki. Wang So, pangeran keempat tersebut memiliki luka di wajahnya dan selalu bersembunyi di balik topeng.  Ia tumbuh dengan sifat penuh amarah namun sebenarnya selalu merasa rendah diri. Ia harus diasingkan ke sebuah desa terpencil karena luka di wajahnya, dianggap sebagai kutukan oleh ibu kandungnya sendiri. Namun dia ditakdirkan sebagai raja di kemudian hari.

Ketika ia mendengar ramalan bahwa kelak ia akan menjadi raja, ia hanya tersenyum, manalah mungkin dia menjadi raja. Hingga sebuah kenangan masa kecil melintas, dalam kenangan itu ia melihat, ayahnya sang mendiang raja Taejo membawakan topeng baru untuknya. Saat itu ia sadar topeng itu bukan untuk membuatnya bersembunyi, namun cara sang ayah mencintainya agar ia tidak malu dan tetap mau berjuang.



Sejak itu kepercayaan dirinya mulai tumbuh. Apalagi ada seorang gadis yang ia cintai dan ingin ia perjuangkan. Di sisi lain, ibu kandungnya lebih mencintai kakaknya, Wang Yo. Ibunya merasa malu dengan luka yang ada di wajah Wang So dan menganggapnya tak pernah ada. Berapa kali pun Wang So berharap dicintai, ibunya tetap enggan menatapnya. Bahkan hingga akhir hidupnya, Wang So berusaha menemani sang ibu namun yang dipanggilnya tetap saja Wang Yo yang saat itu dihukum karena ketamakannya.

Dari drama ini aku belajar bahwa kita harus mencintai anak tanpa syarat, kebaikan dan keburukan si anak adalah paket komplit. Bagaimana mungkin si anak bisa tumbuh percaya diri dan mencintai dirinya jika orangtuanya saja gagal menunjukkan betapa berharganya anak-anak untuk mereka.

Tunnel


Dari kisah saeguk, kita melompat ke sebuah drama modern yang bercerita tentang seorang polisi bernama Park Gwang Ho mencari pelaku pembunuhan berantai yang identitasnya tak diketahui siapapun. Seluruh korban pembunuhan adalah wanita yang memakai rok. Mereka dibunuh dengan dililit menggunakan stoking. Di tubuh para korban ditinggali titik hitam sebagai tanda mereka korban yang ke berapa.

Pembunuhan berantai itu sendiri berlangsung sejak 1986. Di tahun itu teknologi belum secanggih sekarang, belum ada CCTV, GPS dan semacamnya, sehingga penyelidikan mandheg di tengah jalan karena pelaku tidak meninggalkan bukti apapun. Gwang Ho begitu jengkel karena tidak bisa menemukan si  pelaku, tapi melihat korban yang berjatuhan, apalagi saat ada seorang wanita dengan anak yang masih kecil menjadi korban, ia berjanji akan menemukan si pelaku bagaimanapun caranya. Hingga suatu hari ia menemukan si pelaku, saat ia sedang mengejar si pelaku di sebuah terowongan, dia terluka dan terbangun dalam kondisi yang berbeda.

Saat ia keluar dari terowongan dan kembali ke kantornya, ia belum ngeh kalau ternyata ia melintasi waktu. Ia terbangun di tahun 2017. Di sini ia bertemu dengan anak gadisnya yang telah tumbuh menjadi analis profil kriminal dan anak korban pembunuhan yang sedang diusutnya telah tumbuh menjadi detektif. Mereka kemudian bekerjasama menemukan si pelaku yang masih melakukan tindakan kriminal hingga 2017. Dengan kerjasama yang kompak, akhirnya tertangkap jugalah si pelaku yang sama sekali tak disangka-sangka.


Si pelaku tumbuh menjadi sosok  yang ramah, namun di balik senyumnya ia adalah pembunuh yang kejam. Di balik alasannya  membunuh banyak wanita sebab ada lubang di hatinya; rasa malu karena pernah dibesarkan oleh ibu yang bekerja sebagai PSK. Rasa malu sekaligus tidak terima ini menumpuk hingga menjadi alasan untuk membunuh wanita-wanita yang menurutnya berperilaku tidak baik seperti ibunya. Ia merasa para korbannya pantas untuk dibunuh. Baginya membunuh wanita-wanita itu seakan-akan membunuh ibunya berulang kali.

Hiks, sedih.. meski tidak bisa dibenarkan apapun alasannya seseorang berbuat kriminal. Namun menyadari bahwa sebuah luka pengasuhan di masa kecil mampu membuat seseorang melakukan perbuatan kriminal seharusnya bisa menjadi warning buat kita para orang tua untuk mengasuh anak dengan baik. 

Queen for Seven Days

Drama saeguk yang sepertinya di Korea telah berakhir tayang minggu ini telah berhasil bikin aku mewek sejak episode awal. Mengisahkan tentang Yung dan Yeok. Sama-sama anak raja, namun Yung adalah putra dari ratu yang dilengserkan dan kemudian meninggal secara mengenaskan, sedang Yeok adalah putra dari selir kesayangan raja yang kini menjadi ibu suri. Yung selalu merasa diperlakukan tidak adil oleh ayahnya. Ia selalu merasa Yeok lebih disayang dan diperhatikan.



Hingga akhirnya Yung diangkat menjadi raja, tapi mendiang raja sebelum wafat berpesan bahwa Yung hanya boleh memegang kekuasaan hingga Yeok dewasa dan cukup umur. Setelahnya Yung harus berjanji menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Yeok. Sesungguhnya masih ada sedikit rasa sayang di hati Yung kepada adiknya, namun ketika kekuasaan ada di tangannya, ia menjadi semakin tamak. Yung selalu curiga pada Yeok. Yeok kecil yang tak tahu apa-apa hanya bisa bertanya-tanya kenapa kakaknya menjadi sedemikian jahat kepadanya, padahal dulu waktu kecil mereka selalu bermain bersama dengan menyenangkan.



Singkat cerita, Yeok dan Yung terus terlibat pertikaian, apalagi dibumbui dengan pejabat yang menghasut Yung agar menyingkirkan Yeok. Ditambah kemudian mereka mencintai wanita yang sama. Drama ini bikin air mata tumpah dan sesenggukan. Rasanya nggregel, banyak yang kemudian jadi malas nonton karena kasihan sama si Yeok. Aku sendiri tetap nonton sampai akhir karena meski banjir air mata, tetap pengin tahu bagaimana akhir kisah Yeok dan Yung ini.

Dari drama ini aku belajar bahwa orang tua harus memperlakukan anak-anaknya dengan adil. Sikap adil kita kepada anak-anak menentukan bagaimana hubungan kakak beradik mereka ke depannya. Jangan sampai anak-anak kita saling membenci hanya karena ketidakadilan yang mereka rasakan.



Ada satu hal lainnya yang bikin aku suka sama drama ini. Pemilihan tokoh Yeok kecil dan dewasa oke banget. Wajah, postur tubuh, cara jalan hingga cara bicaranya bisa persis banget. Keren dah sutradaranya milih pemain.

Doctors

Tumbuh seorang diri tanpa orang tua sejak kecil karena ibunya meninggal dan ditelantarkan oleh ayahnya, Yoo Hye Jung tumbuh menjadi sosok yang keras, urakan dan bertingkah seperti preman. Ayahnya meninggalkan dia begitu saja di rumah neneknya, dan pergi dengan keluarga barunya. Awalnya Hye Jung tidak menyukai hari-harinya bersama sang nenek, ia tumbuh menjadi gadis nakal yang tak bisa diatur.



Hingga kemudian ada Hong Ji Hong muncul dalam kehidupannya. Ia adalah seorang dokter bedah yang mengalami kecelakaan saat proses operasi hingga kemudian memutuskan beralih menjadi guru biologi. Ji Hong kehilangan orang tuanya sejak kecil karena kecelakaan mobil. Ia selalu dibully oleh teman-temannya, hingga kemudian seorang pria menyelamatkannya dan menjadikannya anak adopsi. Hidup Ji Hong setelahnya menjadi lebih baik. Oleh karenanya Ji Hong menikmati perannya sebagai seorang guru SMA, karena ia bisa bertemu dengan banyak remaja, ia ingin remaja-remaja yang berkehidupan keras sepertinya dulu juga bisa maju.

Ji Hong ngekos di rumah nenek Hye Jung. Mereka lama-lama dekat satu sama lain. Karena Ji Hong, Hye Jung  menjadi punya mimpi dan semangat belajar. Hye Jung juga mulai memiliki dua sahabat, namun salah satunya mengkhianati persahabatan hingga Hye Jung terlibat sebuah insiden serius. Karena insiden itulah, Hye Jung dan Ji Hong harus berpisah. Hye Jung pun kembali sendiri ketika sang nenek harus meninggal di meja operasi karena malpraktek, namun pihak rumah sakit tidak mau mengakuinya. Peristiwa itu membuatnya bertekad untuk menjadi dokter dan mengungkap latar belakang kematian neneknya.



Karena semua cerita yang dilaluinya waktu kecil, Hye Jung tumbuh semakin keras dan  tak mudah percaya kepada orang lain. Ia yakin bahwa dunia ini kejam, sehingga untuk bisa bertahan ia harus berjuang dengan kemampuannya sendiri. Impiannya menjadi dokter terwujud, ia kembali bertemu dengan Ji Hong. Namun hingga dewasa, Hye Jung tetap membenci ayahnya. Saat mereka kembali bertemu, Hye Jung tidak mampu menjalin hubungan dengan hangat meski telah memaafkannya.

Kisah ini membuatku belajar bahwa segala pengalaman di masa kecil membentuk pribadi kita yang sekarang. Maka mendidik dan mengasuh anak tidak bisa main-main, harus punya ilmunya, biar apa yang terekam di dalam diri mereka saat dewasa hanyalah hal-hal baik dan positif.

Blade Man

Nonton ini setelah kepincut sama akting malaikat maut di Goblin yang diperankan oleh Lee Dong Wook. Di sini ia berperan menjadi Hong Bin. Diceritakan di drama ini, Hong Bin adalah seorang laki-laki yang setiap kali amarahnya meledak, tubuhnya akan mengeluarkan pisau-pisau. Khayal memang. Tapi yang aku garis bawahi di sini adalah bagaimana ayahnya mendidik si laki-laki ini. Ayahnya sangat keras dan selalu memaksakan kehendaknya. Anaknya selalu tak punya pilihan untuk menentukan apa keinginannya. Ayahnya juga selalu menggunakan kekerasan tiap kali anaknya mencoba protes.



Hong Bin awalnya masih menurut pada ayahnya hingga kemudian hubungannya dengan sang kekasih harus berakhir karena sang ayah tak menyukai sang gadis. Hong Bin memutuskan untuk tinggal sendiri dan mengelola perusahaan pembuatan game. Saat dewasa ia tumbuh menjadi sosok yang penuh amarah, kaku dan menyebalkan. Saat ia mulai marah, hidungnya menjadi sensitif dan pisau muncul dari punggungnya. Lucunya, ia tak pernah tahu kejadian ini. Ia selalu jatuh pingsan setelah amarahnya memuncak. Hanya bodyguardnya yang mengetahui kejadian aneh itu. Hingga kemudian ia bertemu dengan gadis yang diperankan Shin She Kyung bernama Se Dong yang mengingatkan dirinya pada sang mantan kekasih. Kehidupannya pun perlahan berubah.



Apa yang bisa kita ambil dari Blade Man berkaitan dengan parenting? Ya, orang tua yang keras dan senang memaksakan kehendaknya akan melahirkan anak-anak yang tidak bahagia.

Innocent Defendant

Kisah anak kembar yang diperlakukan berbeda oleh ayahnya. Anak kembar yang merasa diperlakukan tidak adil, Cha Min Ho tumbuh menjadi biang keonaran. Hingga suatu hari ia menjadi terdakwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Ia tidak mau masuk penjara. Kakak kembarannya, Cha Seon Ho, mencoba membujuknya, namun bukannya luluh, si kakak malah dibunuhnya. Untuk mengelabui semua orang, ia menggunakan identitas si kakak. Ayahnya menyadari bahwa anak yang di depannya adalah anak yang selama ini dipandang sebelah mata, namun demi tidak diketahui publik dan kehilangan anak kedua kalinya ia membiarkan hal itu.




Sang jaksa, Park Jung Woo yang diperankan oleh Ji Sung mengendus kebohongan yang dibuatnya. Namun demi mengamankan dirinya, Cha Min Ho melakukan segala cara. Park Jung Woo kehilangan ingatannya dan saat terbangun ia telah berada di penjara, dituduh telah membunuh istri dan anaknya.

Lagi-lagi di drama ini kita bisa belajar bahwa perilaku tidak adil yang diterima oleh seorang anak mampu membuatnya menjadi sosok penjahat, namun sesungguhnya ia sangat kesepian dan butuh kasih sayang.

Kill Me Heal Me

Drama lawas yang juga diperankan oleh Ji Sung ini mengisahkan tentang Cha Do Hyun, pria kaya dengan banyak kepribadian. Usut punya usut, kepribadian-kepribadian itu muncul sebagai defense mechanism dia waktu kecil. Ayah dan ibunya sebenarnya sangat menyayanginya. Namun setelah mereka kembali ke rumah keluarga ayahnya, ada sebuah peristiwa yang menyebabkan sifat sang ayah berubah. Ada masa lalu yang coba dilupakan oleh Cha Do Hyun hingga kepribadian ini muncul satu per satu. Dalam proses penyembuhannya, ketika Do Hyun perlahan mampu mengingat masa lalunya, menerima dan memaafkan masa lalu yang ia takuti, kepribadian bayangannya mulai hilang satu per satu.



Ji Sung sangat apik menampilkan tujuh kepribadian berbeda di drama ini. Mimik muka, gestur tubuh, suara dan disempurnakan oleh tata busana yang oke semakin memperkuat perannya. Anyway, drama ini mengajak kita untuk berhati-hati dalam mendidik anak, luka sekecil apapun di masa kecil bisa berbekas dan membayanginya hingga dewasa. Bahkan bisa merusak dan memecah kepribadiannya.

Itulah tujuh drama korea yang bisa menjadi sarana belajar parenting. Ini namanya sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Menghibur diri nonton drama sekaligus belajar kehidupan sekaligus menyimak kegantengan, eh.. Huzz, ingat zina mata... Btw, ada yang suka nonton drama Korea jugakah? Sudah nonton ketujuh drama di atas? Kalau sekarang lagi nonton drama apa, pals? Aku lagi menikmati Criminal Minds dan Bride of Habaek nih. Sampai jumpa di postingan selanjutnya ya.



Wassalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia




You Might Also Like

11 comments

  1. Defendant itu aku suka banget. Nunggu banget update-an indosubnya. Tapi, ya gitu. DItonton kesel, gak ditonton penasaran. SO far sih, aku gak kesel-kesel amat sama Si Minho soale dia ngelakuin itu kan ada sebabnya. Malah justru jadi kasian sama dia

    ReplyDelete
  2. Suka drakor juga. Tapi belum lihat yang Innocent Defendant. Jadi penasaran. Biasanya Ji Sung mainnya keren...

    ReplyDelete
  3. Udah nonton semuanya, iya cara memperlakukan anak dari ortunya memang ngaruh ke kepribadian anaknya ya mbak ririt, i love drakor forever 😉😊

    ReplyDelete
  4. Aku ga suka nonton drakor, sungguh :(

    ReplyDelete
  5. Huwaaa Queen for Seven Days akhirnya tamat

    ReplyDelete
  6. Makasih mbak sharingnya. Jadi berasa diingetin lagi tentang mendidik anak yang selama ini masih jauh dari kata sempurna.

    ReplyDelete
  7. Wah ini cara kreatif belajar tentang parenting ya. Jadi lebih semangat eksplore film utamanya pecinta Korean Movies nih.

    ReplyDelete
  8. wah ini bagus ay dari drama korea bisa mengambil hikmahnya yg bermanfaat buat kita

    ReplyDelete
  9. Aku kurang suka drama kak, kepanjangan, he.. tapi kalau ada yg bisa dipelajari boleh deh.. ^^

    ReplyDelete
  10. Aku paling suka drama korea doctor. Aku tahu drama korea ini pas nonton youtube nya han yoo ra. Yang terpenting diambil sisi positif nya aja.

    nurazizahkim.blogspot.com

    ReplyDelete
  11. Huah baca ini jadi punya pandangan baru sama drakor, awalnya nonton full house sama princess hour gegara penasaran kok temen2 pada heboh dan gie suka nonton drakor karena singkat, kayak nonton film layar lebar dan nggak keliatan mereka akting. Penasaran sama Blade Man, bbrp kali mau nonton ga jadi terus :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com