Pelatihan Sabun Cair Ramah Lingkungan bersama Posku Al Fatih dan Smart Clean

  • Friday, April 05, 2019
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Seperti yang sudah aku janjikan di postingan instagram pada bulan Februari lalu, aku hendak membagikan pengalamanku saat mengikuti pelatihan sabun cair bersama Persatuan Orangtua Santri Kuttab (Posku) Al Fatih dan Smart Clean pada hari Senin, 18 Februari 2019.

Bertempat di salah satu kediaman wali santri Kuttab Al Fatih (KAF), kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan gayeng. Dipandu langsung oleh ibu Zhakiah Joban dan Ibu Nenih sebagai tim penggerak dari Smart Clean.


Berkenalan dengan Ibu Zhakiah Joban dan Smart Clean

Mungkin teman-teman sudah tidak asing dengan nama wanita berdarah Arab ini, terutama untuk teman-teman yang menggeluti dunia bisnis dan UMKM. Beliau merupakan ketua ALISA (Asosiasi Muslimah Pengusaha) Khadijah, sebuah komunitas di bawah ICMI. ALISA sendiri dulu dibentuk langsung oleh almarhumah Hasri Ainun Habibie. Mendadak langsung ingat lagu soundtrack Ainun Habibie deh.

Oke, stop ngelanturnya dan mari kembali ke Ibu Zhakiah Joban. Aku sendiri baru pertama kali bertemu dengan beliau ya di acara pelatihan sabun cair tersebut. Sebenarnya sudah dua kali ding, cuma yang pertemuan pertama hanya lihat dari jauh ketika sama-sama menghadiri wisuda matrikulasi Komunitas Ibu Profesional Semarang batch #5. Namun nama besarnya sudah aku dengar berulangkali. Fyi, beliau ini selain pengusaha yang inspiratif, juga merupakan sosok ibu dari enam orang anak yang semuanya menjalani homeschooling dan tanpa ART! Mantaaap!
Ibu Zhakiah Joban dan keluarganya
Ibu Zhakiah Joban bersama suaminya menggeluti dunia bisnis di beberapa lini; percetakan, property, IT, hingga agen travel umroh. Sampai pada bulan Mei 2016, Ibu Zhakiah bertemu dan kemudian bergabung dengan Bapak Wardjito dan Ibu Nenih Hanifah, yang merupakan penemu formula Produksi Sabun Ramah Lingkungan dan Ramah Kesehatan; Smart Clean.

Ibu Zhakiah bergabung dengan penemu Smart Clean karena ia senang dengan konsep yang diusung oleh Smart Clean ini. Konsep yang berpotensi besar serta memiliki visi dan misi untuk pemberdayaan masyarakat. Melalui Smart Clean, Ibu Zhakiah, Pak Wardjito dan Bu Nenih telah masuk ke lingkup kelurahan, RT, RW dan sekolah-sekolah untuk mengadakan pelatihan pembuatan sabun cair ramah lingkungan dan kesehatan ini.

Ibu Nenih Hanifah
Pelatihan yang diberikan oleh tim Smart Clean ditujukan kepada masyarakat yang belum memiliki usaha sama sekali atau ingin punya usaha sampingan. Selain itu juga diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa yang akan lulus, serta para pekerja yang akan pensiun dini untuk bekal memulai wirausaha. Selain itu pelatihan pembuatan sabun cair ramah lingkungan ini juga dilakukan di beberapa sekolah dasar dan menengah pertama untuk mengenalkan siswa tentang produksi sabun ramah lingkungan.

Dalam sesi pelatihan yang lengkap, para peserta dilatih membuat 14 macam jenis sabun mulai dari detergent matic, detergent manual, detergent cuci piring, carwash, glass cleaner, floor cleaner, hand soap, carbol dan softener. Masing-masing sabun tersebut memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Cara membuatnya sangat mudah. Hanya butuh waktu kira-kira 30 menit saja. Biayanya juga sangat ringan dibandingkan harga pasaran.

Pengalaman Mengikuti Pelatihan dari Smart Clean

Sabun yang dijual pada umumnya menggunakan limbah minyak bumi sehingga bahaya bagi lingkungan karena tidak bisa diurai di alam. Selain itu, sabun di pasaran yang terbuat dari minyak bumi diolah menjadi soda api, makanya terasa panas di tangan. Bahkan bagi yang berkulit sensitif biasanya akan menimbulkan alergi.

Smart Clean memproduksi sabun ramah lingkungan dan ramah kesehatan. Ibu Nenih dan suaminya Pak Wardjito yang merupakan penemu dari formula sabun ini tinggal di Tlogosari. Produk dari SmartClean menggunakan sles/ limbahnya minyak sawit. Bu Zhakiah menyampaikan bahwa sebenarnya sekarang sudah ada jenis baru, namanya mes/ turunannya minyak kelapa, namun belum berkembang di Indonesia. Mes baru dikembangkan di Malaysia.


Karena formula sabun dari Smart Clean ini menggunakan bahan utama minyak nabati, maka bisa langsung diurai oleh alam. Itu lah nilai lebih dari sabun cair produksi dari Smart Clean. Bukan hanya sekedar sabun untuk membersihkan, tapi juga aman bagi lingkungan dan kesehatan.

Bu Zhakiah Joban menjelaskan, pada dasarnya semua orang bisa membuat sabun ramah lingkungan sendiri asal mampu menyediakan bahan-bahan sebagai berikut:

1. Sles

Limbah dari minyak sawit, bukan jelantah. Merupakan ampasnya pembuatan minyak goreng. Sebenarnya pakai jelantah pun bisa tapi akan memiliki kualitas yang berbeda.

2. Garam Dapur Rosok

Garam dapur rosok ini harus dihaluskan.

3. Bahan Kimia CAPB Halal

Meski ramah lingkungan, namun diakui oleh Ibu Zhakiah dan Ibu Nenih bahwa sabun ini memang belum bisa benar-benar bebas dari bahan kimia, tapi prosentasenya kecil sehingga tidak akan membahayakan bagi lingkungan. CAPB ini bisa dibeli di toko-toko bahan kimia.

4. Pewarna Makanan

Pewarna yang digunakan memang sengaja menggunakan pewarna makanan sehingga aman jika proses produksi dikerjakan bersama anak-anak. Selain itu jika terkena baju pun mudah hilang. Namun kelemahannya adalah warna mudah pudar jika terkena sinar matahari secara langsung.

5. Bibit Parfum

Smart Clean menggunakan bibit parfum alami tanpa alkohol.

Sayangnya bahan seperti sles dan CAPB tidak bisa dibeli dalam kuantitas kecil, hanya bisa dibeli dalam kuantitas besar, dengan jumlah hingga berton-ton. Oleh karenanya Smart Clean kemudian memproduksi bahan pembuatan sabun cair tersebut dalam bentuk pasta. Pasta tersebut lah yang nantinya akan kita olah menjadi sabun cair untuk kebutuhan rumah tangga.

pasta smart clean

Ukuran pasta yang disediakan oleh Smart Clean pun beraneka rupa;
  • Pasta berukuran 2L biasanya digunakan untuk pemakaian rumah tangga/ diri sendiri. Untuk mengolahnya bisa menggunakan baskom/ toples/ ember kecil dan solet kayu.
  • Pasta berukuran 5L untuk pemakaian diri sendiri dan tetangga dekat. Pengolahannya juga masih bisa menggunakan baskom/ toples/ ember keci dan solet kayu.
  • Pasta 20L untuk penjualan jumlah besar atau untuk yang ingin menjalankan home industry sabun cair. Pengolahannya menggunakan bor dan wadah stainless steel.
Pada saat pelatihan bersama Posku Al Fatih, tentu saja kami menggunakan pasta yang berukuran 2L. Saat itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari empat orang peserta. Jadi nantinya dari 2L pasta, hasil olahannya akan dibagi menjadi empat orang peserta.

Sebelumnya, oleh panitia kami telah diinformasikan untuk membawa solet kayu dan toples bundar. Sayangnya aku tidak punya keduanya, kasihan banget nggak sih? Alhamdulillah, ternyata dari tim Smart Clean telah menyediakan fasilitas solet kayu, gelas pengukur, ember kecil dan toples bundar. Yee, jadi bisa tetap ikutan praktek deh.

Cara Pembuatan Sabun Cair Smart Clean

Awalnya deg-degan ketika mendengar instruksi dari Bu Zhakiah dan Bu Nenih. Namun setelah dipraktekkan caranya cukup mudah kok. Intinya, kita hanya perlu mencampurkan pasta dengan air mineral/ sumur. Sebaiknya hindari menggunakan air PAM atau air yang ada kandungan kaporit. Bahkan untuk pengolahan sabun mandi akan lebih baik jika menggunakan air galon/ RO.

ember, toples, solet kayu, gelas pengukur dan pasta

Pertama-tama, masukkan pasta ke dalam toples/ ember kecil, lalu diuleni hingga kalis. Kemudian masukkan air sebanyak dua liter sedikit demi sedikit, dan terus uleni. Jangan langsung memasukkan dua liter secara langsung karena nanti akan lebih susah mencampur dengan rata.

awalnya diuleni dulu hingga kalis, baru air sedikit demi sedikit dimasukkan

Bu Nenih memberikan tips cara menambahkan air yang tepat yaitu dengan mengucurkannya dari pinggir ember/ toples, kata beliau jangan langsung di tengah karena nanti bisa menghasilkan busa. Kalau sudah halus dan tidak ada lagi bagian yang menggumpal, baru kita bisa menambahkan air dalam jumlah yang banyak. Ternyata sama kaya nguleni adonan roti, lama-lama adonan sabun ini jadi berat juga lo. Untungnya di kelompokku ada yang jago nguleni, hihi.

jika sudah merata, air bisa dicampurkan semua

Agar mendapat bayangan seperti apakah suasana pelatihan sabun cair ramah lingkungan tersebut, cuzz bisa tengok video berikut;



Saat pelatihan pada tanggal 18 Februari yang lalu, kami praktek menggunakan ukuran pasta 2L yang kemudian bisa menghasilkan sabun sekitar 2.6 L (kurang lebih bisa diisikan ke 5 botol bekas air mineral dengan ukuran 500 ml).

Catatan khusus untuk sabun pencuci lantai, tidak perlu diuleni karena pastanya berbentuk cair. Tinggal masukkan pastanya ke dalam air 2L, lalu aduk dengan rata. Sedangkan untuk pasta sabun mandi 2L, air yang dibutuhkan cukup 1.8 liter.

Sabun Smart Clean bisa tahan hingga tiga tahun, namun karena menggunakan pewarna makanan jadi warnanya mudah memudar. Jangan khawatir, pals.. insya Allah meski warnanya memudar, namun tetap aman untuk digunakan. Disarankan agar warnanya awet, sabun Smart Clean sebaiknya disimpan di tempat teduh dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

pembersih lantai, sabun mandi, sabun cuci pakaian dan sabun cuci piring siap dipakai

Ibu Zhakiah Joban bersama tim Smart Clean terus fokus memberdayakan masyarakat agar bisa menjadi lebih produktif. Kata beliau, sudah saatnya kita hentikan budaya konsumtif dan mulai memproduksi sabun sendiri, minimal untuk kebutuhan sehari-hari. Syukur-syukur jika kemudian jiwa wirausahanya tumbuh dan bisa menjalankan home industry sabun cair ramah lingkungan sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Cita-cita mulia Ibu Zhakiah yaitu agar rakyat Indonesia mampu berdikari dan menjadi tuan di negaranya sendiri.

Buat teman-teman yang tertarik untuk menjalankan bisnis sabun ramah lingkungan dan kesehatan ini, modal yang dibutuhkan relatif terjangkau. Dari referensi yang kudapat di tahun 2017, modal yang dibutuhkan kurang lebih 2,5 juta. Ya kalau sekarang mungkin nggak jauh dari angka tersebut. Dengan modal tersebut, selain mendapatkan pelatihan cara produksi, peserta juga akan diberikan pelatihan cara pemasaran, baik secara offline maupun online, dan juga pelatihan cara packaging dan kemasan yang baik. Asyik kan?

Namun jika belum tertarik menjalankan bisnisnya pun tak masalah lo, kita tetap bisa belajar dan mengolah pasta untuk kebutuhan sendiri. Asyik lagi kalau belajarnya rame-rame dengan komunitas atau di saat arisan RT/ RW. Untuk infomasi lebih lanjut, bisa menghubungi contact person di bawah ini:


Alhamdulillah, sepulang dari pelatihan sabun cair dari Smart Clean, aku merasa dapat manfaat berkali lipat. Hanya dengan modal Rp 25.000, aku bisa membawa pulang 4 jenis sabun cair; sabun mandi, sabun cuci piring, pembersih lantai dan sabun pencuci pakaian. Selain itu aku juga dapat ilmu yang luar biasa dari Ibu Zhakiah Joban dan Ibu Nenih. Sudah kubuktikan sabun-sabun dari Smart Clean menghasilkan busa yang tidak banyak sehingga tidak menjadi limbah lingkungan. Selain itu juga lembut di tangan.

Sabun mandinya bikin nagih banget, halus di badan karena ada kandungan madunya. Untungnya aku udah beli pastanya,  tinggal menghalau rasa malas biar bisa mempraktekkan ilmu dari tim Smart Clean bersama kak Ifa. Semoga ceritaku ini bermanfaat dan sampai jumpa di celoteh-celotehku lainnya, pals.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul Pelatihan Sabun Cair Ramah Lingkungan bersama Posku Al Fatih dan Smart Clean. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com