MaritaPalace

Vision Board; Cara Seru Memulai Gratitude Journal



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Masih ingat kan di postingan kemarin tentang perjalanan menemukan telur oren, aku menjadikan gratitude journal sebagai salah satu hal yang ingin fokus kupelajari dalam beberapa bulan ke depan. Kata orang untuk menjadikan suatu hal sebagai habit, maka aktivitas tersebut harus dilakukan minimal tiga bulan berturut-turut tanpa jeda. Jika satu hari saja bolong melakukannya, maka harus dimulai lagi dari awal.

Konsistensi selalu menjadi PR besar untukku. Saat bulan lalu aku ikut kelas inner child healing, menuliskan gratitude journal juga sudah menjadi salah satu kegiatan hariannya. Namun pada akhirnya aku mandheg di tengah jalan. Aku terus berupaya mencari teknik pelaksanaan gratitude journal yang asyik dan bisa kunikmati. Dari beberapa metode yang kutahu, gratitude journal bisa dilakukan secara manual layaknya menulis diary atau mengumpulkannya ke dalam sebuah stoples yang bisa dibuka dan dibaca setiap akhir bulan/ tahun, biasa disebut dengan gratitude jar.

credit by lazycrafting.com, lucu ya? One day pengen bikin kaya gini


Sebenarnya aku tertarik dengan metode gratitude jar, pengennya mengajak seluruh anggota keluarga untuk mengisi stoples dan membukanya bersama-sama di akhir bulan. Namun sepertinya sebelum mengajak seluruh anggota keluarga, aku harus lebih dulu konsisten dengan gratitude journalku. Aku sudah tak lagi bisa menulis diary secara manual. Tulisanku yang semakin tak terbaca apalagi ketika kecepatan tangan tak bisa menyamai kecepatan berpikirku, membuatku semakin enggan memulainya. Membaca tulisan jelek di sebuah buku diary yang cantik membuat mood-ku menjadi naik turun, wkwk.

beberapa aplikasi gratitude journal


Akhirnya di sela-sela mendengarkan Pak Dodik Mariyanto mendongeng di kelas Buncek, aku yang sebenarnya mencari aplikasi untuk membuat mind mapping, malah menemukan beberapa aplikasi yang bisa kugunakan untuk menyusun gratitude jounal. Saking banyaknya aku jadi pengen nyobain satu per satu, dan entah apa yang merasukiku… eh… Aku kemudian memutuskan mengunduh aplikasi Vision Board. 

Fitur Vision Board


Setelah proses instalasi selesai, aku mulai menjelajahi fitur yang ada dalam aplikasi ini. Aku merasa cukup tertarik untuk menjadikan aplikasi ini sebagai temanku mencatat gratitude journal.

halaman muka My Vision Board

Ada 4 fitur utama dalam aplikasi ini:


Vision Board


Di bagian ini kita bisa menuliskan beberapa cita-cita/ proyek hidup. Kita bisa merencanakan kapankah akhir dari tujuan tersebut. Kita bisa membuat proyek dengan kategori sesuai yang diinginkan. Kategori default yang tersedia yaitu kesehatan, pekerjaan, karir, kebahagiaan dan kekayaan. Kita bisa menambah kategori baru.



Untuk membuat vision board lebih menarik, kita diminta untuk menyematkan sebuah foto yang berhubungan dengan proyek/ cita-cita yang sedang kita jalankan/ capai.

Barusan aku mencoba membuat dua proyek. Yang pertama proyek jangka pendek dalam rangka membiasakan diriku untuk menjadi istri dan ibu yang lebih lembut dan penyayang. Jangan diketawain gaesss, menjadi lembut ternyata juga harus dilatih, huhuhu. Aku mencoba menyetting akhir proyek ini pada April 2020, untuk kemudian dievaluasi prosesnya.



Yang kedua proyek jangka panjang berjudul Enlightning Blogger, dengan tujuan membiasakan diriku posting sehari satu artikel dalam setahun di blog Marita’s Palace. Kira-kira di akhir tahun nanti bisa konsisten nggak ya, pals?

Life Purpose


Fitur yang kedua yaitu untuk menuliskan tujuan hidup. Ada 3 kolom yang harus diisi; purpose (tujuan jangka panjang/ misi), visi (rincian dari misi) dan goals (daftar rencana pencapaian disertai dengan dilengkapi target waktu dicapainya).

Btw, fitur ini belum banyak kuutak-atik. Jadi abaikan saja tulisan di dalamnya, terutama di bagian vision yang memang belum kuganti satu kata pun.

Affirmation


Ini adalah fitur favoritku. Aku sangat suka quote. Buatku mengumpulkan, membaca dan menuliskan quote memberikan semangat tersendiri. Nah, di sini aku bisa membuat quote-quote dengan beragam topik. Kalaupun sedang nggak punya ide bikin quote, topik dan template quote default yang tersedia di aplikasi ini sudah cukup lengkap dan inspiratif. Namun jika kita masih merasa kurang, bisa kok menambahkannya sendiri.




Asyiknya lagi setiap hari akan ada notifikasi muncul untuk menampilkan Affirmation of The Day. Senangnya setiap hari bakalan diberi semangat sama si Reno nih… bukan Reno Barrack lo ya. Reno is Redmi Note alias HP-ku, hehe.

Dan inilah affirmation of the day yang nongol, kok ya pas banget sama suasana hatiku yang sedang gloomy. Oh ya, gambarnya bisa didownload dan dibagikan ke media sosial kita lo.


Selain Vision Board, ada satu lagi aplikasi di HP-ku yang suka mengirim afirmasi positif secara harian. Yang ini malah lebih jleb lagi, soalnya yang dikirim langsung ayat-ayat dari Allah seperti ini:


Duh, pas banget sama gratitude journal yang kucatat hari ini. Bersyukur banget punya dua tanda mata yang aktif, sehat dan bisa bikin senyum terus mengembang. Meski aku lebih sering mengomeli mereka, tetap saja nemplok sama emaknya, huhuhu.. jadi mellow.

Journal

Di bagian terakhir aplikasi ini, ada fitur untuk mencatat jurnal/ diary. Di sini aku sengaja mencatat minimal 10 hal yang kusyukuri setiap hari. Setiap malam jika konsisten melakukannya aku merasa tak lagi punya waktu dan alasan untuk mengeluh, karena setiap hari pasti ada hal-hal untuk kusyukuri. Nikmat Allah mana lagi yang harus aku dustakan.




Namun begitulah manusia… selalu punya celah untuk mengeluh dan lupa akan hal-hal kecil yang Allah selipkan dalam helaan nafas setiap harinya. Itulah kenapa aku merasa membutuhkan support system untuk memudahkanku bersyukur. Dikarenakan sudah terlalu terbuai dengan digitalisasi dan jemari sudah lebih sering memegang gadget daripada pena, maka thanks to Vision Board yang telah menjadi partner-ku mulai hari ini.

Inilah awal mula perjalananku mencatat gratitude journal bersama Vision Board. Doakan semoga konsisten dan bisa menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan menghargai hidup ya, pals. Btw, teman-teman punya aplikasi sejenis? Kasih tahu di komen dong namanya apa dan alasan memilih aplikasi tersebut. Aku tunggu ya...

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

3 comments

  1. Menarik nih buat di install, visi misi ku di 2019 belum kecapai karena males-malesan dan ga ada yang ngingetin, btw terimakasih infonya

    ReplyDelete
  2. oh aku baru tau ada aplikasi seperti ini. boleh juga dicoba. Jadi seperti diary gitu ya aplikasi ini mba?

    ReplyDelete
  3. Saya tahun ini juga sedang memulai kebiasaan journaling, tapi yg hardware mode alias nggak pake aplikasi a.k.a erek-erekan.

    Buat saya cara itu lebih pas untuk numpahin (halah) isi pikiran dan hati. Dan saya nggak mau terlalu strict di awal, soalnya masih tahap trying2.

    Katanya journaling itu bagus, ya saya coba. Kalau memang bermanfaat ya dilanjut, nggak ya sudah. Simple aja sih.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email