header marita’s palace

5 Kebiasaan Baik yang Ingin Kulanjutkan di Luar Bulan Ramadan

kebiasaan baik yang ingin kulanjutkan di bulan Ramadan

Banyak yang bilang bahwasanya bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk mereset alias menata ulang pola hidup kita. Yang mungkin sebelas bulan sebelumnya terasa berantakan, Ramadan membuatnya jauh lebih tertata.

Kalau yang selama sebelas bulan sebelumnya sudah rapi tertata? Ramadan makin menguatkannya. Ramadan bisa dikatakan sebagai bulannya konsisten. Bahkan untuk memudahkan konsistensi itu terbentuk, Allah SWT sudah mengikat iblis dan setan agar tidak mengganggu ibadah-ibadah kita.

Maka sungguh sayang kalau bulan Ramadan ini akan tersia-sia jika kita menjalaninya mengikuti air yang mengalir aja. Sungguh sayang seribu sayang kalau kita biarkan Ramadan meninggalkan kita tanpa menyisakan habit baik yang tumbuh dalam diri kita.

Sebagaimana aku sudah cantumkan dalam postingan “Amalan Kecil di Bulan Ramadan”, sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang sedikit, tapi rutin dilakukannya. Ini relate banget nggak sih dengan bulan Ramadan. Betapa Ramadan itu menunjukkan ke kita, kalau hal-hal yang terasa sulit dilakukan di sebelas bulan sebelumnya, bisa lo dengan sedikit usaha, lalu perlahan jadi terbiasa kita lakukan di bulan istimewa ini. Misal;
  • Yang awalnya susah buat kita bangun dini hari, ternyata Ramadan membuktikan kalau bangun dini hari nggak sesulit itu.
  • Yang awalnya mager berlama-lama ibadah, ternyata Ramadan membuktikan kalau tubuh kita kuat lo salat dalam waktu yang lebih lama, berdiri lebih lama.
  • Yang awalnya susah meluangkan waktu buat baca Quran, ternyata Ramadan bisa membuat kita lebih dekat sama Quran.
Dan masih banyak hal baik lainnya yang pelan-pelan tumbuh di bulan Ramadan. Pastinya kita nggak mau dong segala hal baik ini menguap begitu saja usai Ramadan tuntas? Bukankah hal-hal baik sebaiknya dilanjutkan?

Bahkan ada yang menyampaikan, sejatinya menyiapkan Ramadan tahun yang akan datang, dimulai dari sejak berakhirnya Ramadan tahun ini. Artinya, yang sudah baik selama bulan Ramadan ini, ya ayo kita jaga, syukur-syukur kalau bisa kita perbagus kualitasnya.

Aku jadi ingat sama podcast Escape episode 1 yang baru aja kutonton sembari menyelesaikan setrikaan di rumah. Salah satu insight yang kutangkap dari tayangan itu adalah alasan kenapa Allah menciptakan kiamat. Disampaikan oleh Ustaz Felix Siauw agar manusia tahu kalau dunia ini ada akhirnya. Kenapa Al Quran tidak menyampaikan dengan jelas kapan kiamat akan terjadi, hanya berupa tanda-tanda semata?

Ya, karena agar kita selalu merasa kiamat itu sudah sangat dekat. Jadi, nggak ada alasan buat kita untuk nggak berbuat hal-hal baik. Kalaupun terlalu besar untuk membayangkan akhir dunia, bayangkan saja kiamat kecil yng pasti akan datang pada diri masing-masing manusia; KEMATIAN!

Kita kan nggak pernah tahu kapan Allah akan memanggil kita pulang. Sudah cukupkah amal baik yang kita kumpulkan? Masih bisakah kita bertemu dengan bulan Ramadan tahun depan, dan kita bisa dapat banyak flash sale pahala seperti saat ini?

Nggak pernah ada yang tahu kan? That’s why izinkan aku menuliskan di blog ini tentang apa saja kebiasaan baik yang ingin aku lanjutkan di luar Ramadan. Aku tulis ini di sini agar bisa sebagai pengingat, in case one day aku mulai lupa, dan dlenger, aku bisa kembali on the track saat baca postingan ini.

5 Kebiasaan Baik yang Ingin Kulanjutkan


Sebenarnya ada buanyak yang pengen kulakukan, tapi sepertinya aku mau fokus pada hal-hal berikut:

kebiasaan baik yang sebaiknya diteruskan di luar bulan Ramadan

1. Membaca dan Memaknai Al Quran

Membaca Al Quran itu memberikan ketenangan hati. Apalagi kalau nggak sekedar dibaca, tapi juga dimaknai, direnungkan dan pastinya diamalkan. Benar adanya bahwa Al Quran adalah obat. Saat hati terasa galau, sedih, marah ataupun kecewa, buka Al Quran bisa memberikan ketenangan yang tiada duanya.

Sudah lebih dari lima tahun sebenarnya aku bergabung dengan grup Khotmil Quran, yaitu WAG yang ‘memaksaku’ untuk membaca Quran setidaknya One Week One Juz. Namun seringnya aku membaca Al Quran hanya untuk tuntas centang di grup tersebut. Pengennya usai tuntas Ramadan tahun ini, aku bisa lebih rutin baca Quran, bukan sekadar untuk menuntaskan kewajiban di grup, tapi untuk lebih mengenal pesan-pesan cinta Allah untukku.

2. Patuh pada Jadwal yang Sudah Dibuat

Bisa dibilang bulan Ramadan ini jadwalku mayan on tight. Namun lucunya, aku nggak merasa bosan dan terbebani. Bahkan aku pun masih sempat ikut challenge menulis di beberapa tempat.

Ternyata bukan jadwal yang membebani, hati yang gembira akan lebih mampu memaknai. Karena aku melakukannya dengan sadar, bukan sekadar menjalani rutinitas, aku merasa mendapatkan ‘nyawa’ dari jadwal tersebut.

Dan bisa jalan sesuai dengan jadwal yang disepakati itu rasanya hari-hari lebih ringan, minim drama dan mengurangi ngomel-ngomel. Kalau emaknya happy, anak dan suami pun secara nggak langsung juga happy.

Akhirnya rumah terasa lebih glowing, shimmering, and shining brightly, wkwk.

3. Menegakkan Salat Sunnah

Salat wajib sudah sepantasnya menjadi kebutuhan untuk emak-emak sepertiku. Bukan lagi sekadar kewajiban. Nah, PR buatku adalah merutinkan sunnah-sunnah.

Dulu konsep sunnah yang diajarkan kepadaku sejak kecil adalah, “kalau dilakukan dapat pahala, kalau nggak dilakukan ya nggak berdosa.” Namun ternyata setelah ikut kajian, mindsetku diubah, bahwasanya menjalankan sunnah itu ada banyak kebaikan di dalamnya. “Dilakukan dapat pahala, tidak dilakukan akan menjadikan kita merugi.”

Nah, kalau mindsetnya sudah diubah sedemikian rupa, tentunya nggak ada yang mau dong ya jadi orang yang merugi?

4. Merutinkan Puasa Sunnah

Sama halnya dengan bagian ketiga, puasa sunnah juga insyAllah akan jadi momen jeda setiap pekannya. Kalau Ramadan jadi momen reset dalam satu tahun, puasa sunnah ini momen reset kecil-kecilan lah. Manfaat puasa juga sangat banyak kan, baik dari segi kesehatan fisik ataupun psikis. Pencernaan jadi lebih sehat, mental pun jadi jauh lebih tertata, tentunya jika diimbangi dengan ibadah-ibadah lainnya ya.

5. Merutinkan Sedekah

Sedekat tidak akan mengurangi harta yang kita miliki. Malah yang harus kita ingat adalah dalam sebagian harta yang Allah titipkan pada kita, ada hak-hak orang lain di dalamnya. Jadi ya, harus rutin dikeluarkan atau disampaikan kepada yang berhak.

Bahkan jika kita merasa masih jauh dari kata berharta, kita bisa memulai sedekah dengan cara paling sederhana; tersenyum, memberikan tenaga untuk jadi relawan komunitas, ataupun berbagi sedikit ilmu yang kita ketahui.

Ngobrol-ngobrol soal berbagi ilmu, insyaAllah Blogspedia Coaching akan kembali dibuka habis lebaran. Ada yang mau joing nggak nih?

Kayanya segini dulu deh celotehku tentang kebiasaan baik yang ingin kulanjutkan di luar Ramadan. Kalau kamu ada kebiasaan baik yang berbeda nggak nih? Yuk, bagikan ceritamu di kolom komentar, pals!***

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com