Sunday, March 20, 2011

Flash Poems


Merindu Senja
senja, ngungun aku merindumu.  pada bait purnama yang tak pernah lepas di kedua bola matamu dulu.  juga syair melodi yang senantiasa menghangat hati. senja, kini lindapku pada sepi.  rindu membakar hati yang pernah kau jadikan tempat semayamkan mimpi.  kini aus pada imaji.  tanya demi tanya sisakan debar tanpa henti. masihkah kapalmu sudi singgah di pelabuhanku yang pernah karam oleh sesat? waktu semakin menggilasku bagai bumerang. senja, sungguhnya aku tak pernah siap sunyi...

Pessimist
sedang ku membelai sajak rembulan yang mulai enggan merengkuh asa.  ini seperti ruh yang mati berbunga ketika hati menatap mimpi.  sudah hilang harap membaur sunyi.  kini lindap ketakutan. mencuri surga yang sembunyi di balik kelambu.

Menerka Senja
senja mengguratkan senyum penuh makna.  tak terbaca oleh logika yang asing tanpa hati. meradangkan sangka yang penuh emosi.  bersinergi dengan degup nyawa yang lindap sunyi. bilamana syair tlah termaknakan, maka gempita adalah makhluk yg menjadi euphoria tanpa henti bagiku. jelang tubuh membusuk dan takdir diulangkan, maka itulah waktu senja bergulir pada sunyi.

Cermin
ingin kubunuh smua cermin.  aku jengah mendengar bahakannya.  sindirannya.  rengekannya. rentetan peristiwa mbayang diantara mereka yang memantulkan keberadaanku.
ingin kubakar semua cermin layaknya mereka membakar nafasku hingga habis. mengulang cerita yang tak ingin dikenang. menarasikan sesal yang ingin dikuburkan. aku ingin memecah semua cermin sebagaimana aku yang tlah poranda oleh nista.

0 comments:

Post a Comment

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.