Monday, June 1, 2015

Mbak Narti

Hari pertama #NulisRandom2015 nih... deg-degan juga nih mau ikut event ini, kira-kira bisa nggak ya istiqomah menulis setiap hari satu tema yang berbeda, biasanya sih setiap awal bulan selalu punya target seperti itu, tapi seringnya hanya bertahan hingga tengah bulan. Masih nulis juga sih kerjaannya, tapi kan untuk bidang yang lain, bukan untuk ngisi blog pribadi, atau malah sekedar cuma nulis status fesbuk. Bulan ini, bismillah, semoga dengan ikutan event ini bisa benar-benar termotivasi untuk menulis dan update blog setiap hari.
Hmmm, btw hari ini enaknya nulis apaan yaaa.... Ahaaa... Check this out! I'll tell you one of my best partner in crime :D, taraaa.. She is Mbak Narti.... Siapa yaaaaa beliau?

Mbak Narti adalah tukang sayur paling baik sedunia. Beliau ini tukang sayur langganan keluargaku. Ketemunya pun nggak sengaja. Aku tu paling malas keluar rumah apalagi ke pasar, sekitar dua tahun yang lalu tiba-tiba ada suara cempreng yang khas "sayur.. sayur...", aku berlari ke luar rumah. Sebelum mbak Narti masuk ke kompleksku sebenarnya sudah ada tukang sayur langganan, lupa namanya, tapi enggak tahu kenapa tiba-tiba nggak masuk lagi ke kompleksku. Setelah itu ada lagi tukang sayur lainnya, cuma karena jarang ngider sampai ujung komplek, aku suka ketinggalan berita kedatangannya, jadilah seringnya aku jarang masak dan beli sayur matengan di warung (alasan malas masak sepertinya). Nah, sejak saat itulah mbak Narti jadi best friend buat keluarga kami.

Meskipun kata tetangga harga sayur mbak Narti suka lebih mahal dari tukang sayur lain, aku dan ibu sih nggak perduli. Selama so far beliau tidak pernah merugikan kami, kami sih fine-fine saja. Tau aja langganannya ini suka moody masak, mbak Narti selalu diminta ibu motongin sayur dan mbersihin lauk sekalian. Jadi saat aku udah dapat mood masak, langsung siap kerja, tinggal nyemplung-nyemplungin aja tuh bahan-bahan. Semakin dekat, sekarang malah setiap kali ke rumah selalu tanya "Mbak, mau masak sendiri ato dimasakin?"
Ilustrasi Gerobak Mbak Narti
Seperti juga hari ini ngeliat aku serius banget mantengin laptop, mbak Narti mengajukan pertanyaan andalannya itu. Dan bagiku yang sedang dikejar rentetan deadline, pertanyaan itu bagi oase di tengah gurun pasir.. Sambil nyengir aku bilang, "Masakin dah mbak, terima beres tinggal makan...."   smile emoticon
Selain berhubungan dengan masak-memasak, Mbak Narti juga sudah kaya saudara buat kami. Mbak Narti malah bisa beralih peran jadi daycare kalau aku lagi ada keperluan yang nggak bisa bawa Ifa. Kugotong deh Ifa ke  rumah mbak Narti yang nggak seberapa jauh dari rumahku, ya sekitar 10 menit lah kalau naik motor. Rumahnya yang luas, khas rumah pinggiran kota, ditambah ada ayam dan kambing membuat ifa betah main seharian di sana. Apalagi Mbak Narti juga punya cucu yang usianya nggak jauh dengan Ifa, malah cucunya suka nanyain kalau lama Ifa nggak main ke rumah. Meski saat mau ditinggal di rumah Mbak Narti, Ifa seringnya  nangis dulu sih, biasa kekekalan ikhtiar, biar ibunya nggak tega ninggal dia smile . Un. Untung Mbak Narti udah joss jadi daycare, jadi langsung bisa deh ngatasin tangisan Ifa. 
Selain itu semua, mbak Narti juga nggak segan-segan berbagi rizkinya sama keluarga kami; kentang, ubi dan apapun hasil panenan kebunnya pasti nggak lupa dibawa ke rumah. Seringnya sudah siap makan pula. Bahkan, kalau aku sedang ngantarin Ifa sekolah dan belum sempat nyuapin Ibu, Mbak Narti juga suka mbantuin aku nyuapin ibu dengan sabar dan telaten. smile emoticon

Saudara memang nggak harus selalu sedarah...

Kata ibu selalu berbuat baiklah sama orang-orang di sekeliling kita.. Maka hal yang sama akan kau dapatkan, meski mungkin tidak langsung efeknya namun bisa saja beberapa hari, bulan atau tahun kemudian smile emoticon. Dan memang nggak di Salatiga, nggak di Semarang, teman ibu selalu banyak.. Bahkan penuh dengan teman-teman yang baik dan tulus. Meski ibu tidak pernah keluar rumah dan hanya menghabiskan waktu di atas tempat tidur, beliau dikelilingi sahabat-sahabat yang luar biasa, dan mbak Narti adalah salah satu sahabat ibu, sahabat keluarga kami :) 


*Dikembangkan dari status Fesbuk 1 Juni 2015 pada akun Marita Surya Ningtyas

#NulisRandom2015 #Day1

0 comments:

Post a Comment

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.