Friday, March 11, 2016

Nyicil Masa Depan bersama 3i



Hidup itu tidak ada yang bisa menebak kapan expired date-nya. Bisa jadi sepuluh tahun lagi, lima tahun lagi, setahun lagi atau malah sore ini. Bayangkan jika malaikat maut tiba-tiba datang, dan kita baru sadar kalau belum memiliki persiapan apa-apa untuk orang-orang yang terkasih, terutamanya anak-anak kita. Padahal ada sebuah ayat dalam Al Quran yang menyatakan bahwa wajib bagi para orang tua menyiapkan  dan meninggalkan anak-anak yang kuat.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (An Nisa: 9)

Memang anak-anak yang kuat bukan berarti kuat secara financial saja, namun juga kepribadian dan keimanan, termasuk juga soal pendidikannya. Bagaimana menyesalnya kita jika saat menutup mata kita belum ajarkan anak-anak untuk mengelola keuangannya dengan baik. Sedang keuangan merupakan salah satu sumber malapetaka di bumi.  Banyak orang melakukan korupsi, mencuri hak orang lain hanya demi memenuhi keuangan yang tak dikelola dengan baik.

Setidaknya jika kita belum mempersiapkan financial future yang cukup baik untuk anak-anak, kita telah mendidiknya soal mengelola keuangan secara baik. Nah, tapi gimana mo ngajarin anak-anak mengelola keuangannya jika kita sendiri masih sering pusing ngatur uang belanja bulanan, dan selalu gagal menyisihkan untuk tabungan bekal masa tua? #Toyorkepalasendiri!

Pic is taken from FB Manulife Reksadana
Tahu nggak sih kalau tiap tahun kenaikan harga semakin tinggi, sekilo beras sepuluh tahun lalu bisa kita beli masih dengan kisaran ribuan rupiah, hari ini kita beli sekilo beras sekitar sepuluh hingga lima belas ribu rupiah. Kenaikannya bisa mencapai dua kali lipat. Itu baru soal beras!

Bagaimana dengan biaya pendidikan? Sepuluh tahun lalu masuk TK uang pangkal hanya ratusan ribu, kini minimal di kantong harus sudah ada lima jutaan rupiah. Bayangkan 13-14 tahun ke depan saat anak-anak kita ingin mengenyam bangku kuliahan, mungkin kita harus siap dana ratusan juta rupiah.

“Aah, aku mah go with the flow aja lah. Lillahi ta’ala. Kalau udah rejeki enggak akan kemana.”

Pasrah pada setiap ketentuan Allah memang wajib, namun bukan berarti tanpa ikhtiar lo, pren. Yang pertama, kita harus berusaha dulu, bekerja dengan giat, mengelola uang dengan lebih cermat, dan hasilnya nanti baru kita pasrahkan pada Sang Maha Kaya.

Pic is taken from FB Manulife Reksadana
Itu baru soal beras dan pendidikan yang masuk dalam kebutuhan pokok kita. Bagaimana dengan kebutuhan di hari tua saat kita udah tidak lagi aktif bekerja, jika tidak dipersiapkan dari sekarang, masa mau nodong ma anak-anak sih. Sementara anak-anak kita juga kelak kan memiliki keluarga dan kebutuhan sendiri.

“Tapi kan udah kewajiban anak untuk balas jasa orang tuanya. Waktu kecil udah kita urusin semua, ya gantian dong masa tua kita diurusin mereka. “

Wadaw, berasa perhitungan banget ya kita jadi orang tua. Membesarkan anak-anak agar kelak bisa balas budi ma kita. Enggak gitu juga kali. Kalau toh nanti anak-anak memiliki inisiatif ‘memberi jajan’ untuk orang tuanya, ya itu bonus. Namun jika kita bisa hidup secara mandiri di hari tua tentunya akan lebih baik to?

Pic is taken from FB Manulife Reksadana

3i Saves Your Life

Mulai manggut-manggut nih kayanya. Sebenarnya nih saya nulis ini juga untuk njewer diri saya sendiri. Bayangkan betapa nekatnya saya. Tahun ini anak mau masuk TK, tapi tabungan segitu-segitu aja. Ketika tanggal pembayaran uang pangkal mulai dekat, kepala langsung cekot-cekot. Memang bener rezeki sudah diatur sama Allah, tapi kalau kita yang dikasih rezeki nggak bisa ngelola dengan baik, ya bablas angine.

Beruntung Allah kasih jalan keluar dari kebingunganku ini, saat hadir di acara peringatan HUT Komunitas Blogger Gandjel Rel yang ke-1 di Simpang Lima Residence pada Minggu, 6 Maret 2016, kami nggak cuma seseruan dan hore-horean aja, tapi juga belajar bagaimana caranya nyicil masa depan.



Pak Surya Hadinata dari Reksa Dana Manulife menjabarkan dengan sangat amat jelas sekali betapa pentingnya mempersiapkan masa depan agar anak-anak tetap bisa mendapat pendidikan terbaik, juga agar hari tua tidak suram karena masalah uang, apalagi jika bisa pergi umroh, wisata keluar negeri dan beberapa agenda tambahan lainnya.

Dan ternyata nih, kunci utama nyicil masa depan itu mudah kok. Cukup awali dengan 3i! Apa itu 3i???

Pic is taken from FB Manulife Reksadana
“I” yang pertama yaitu INSYAF! Ya, kita harus insyaf bahwa tiap tahun barang-barang selalu naik, tiap tahun ada inflasi, dan kita nggak tahu kapan expired date hidup kita. So, ayo tobat bareng-bareng untuk selalu hidup ngalir kaya air dan segera susun beberapa rencana hidup sebagai bentuk ikhtiar kita.

“I” yang kedua yaitu IRIT! Irit itu bukan berarti pelit ya. Irit itu bisa memilah mana yang kebutuhan, mana yang cuma keinginan dan hawa nafsu. Contohnya, kita punya uang nih, godaan untuk beli baju baru muncul, tapi kita mutusin nggak beli baju baru karena sadar bahwa di lemari masih banyak baju yang layak pakai. Ini Irit. Sedangkan pelit itu kalau kita punya uang, baju udah bolong sana-sini, tapi tetap mutusin nggak beli.

Irit juga bisa dilakukan mulai hal paling kecil, misal saat mau menanak nasi, biasa kita pakai lima gelas beras, ambil sejumput dan masukkan di kaleng persediaan. Saat akhir bulan beras menipis, kita bisa buka kaleng simpanan beras kita. Irit lainnya, kalau biasanya suami makan siang di warung bareng teman-teman kantornya, bawakan suami bekal untuk makan siangnya. Kalau biasa pergi-pergi naik taksi, mulai sekarang pake BRT. Ada ide irit lainnya? Kalau bingung, bisa tanya Mak Irit, hehe.

“I” yang ketiga yaitu INVESTASI! Setelah melewati tahap insyaf dan irit, saatnya untuk berinvestasi. Ya, investasi ini perlu banget. Kebiasaan kita nih setiap terima gaji langsung deh buat belanja ini belanja itu, bayar ini bayar itu, kalau ada sisa baru deh ditabung. Nah, padahal seringnya uang gajian nggak bersisa tuh, terus nggak bakal nabung-nabung dong?

Pic is taken from FB Manulife Reksadana
Makanya sekarang diubah dong caranya. Saat terima gaji, jangan lupa bayarkan zakat dan potong untuk tabungan. Baru sisanya habiskan untuk belanja dan bayar kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Tabungan itu salah satu bentuk investasi, dan harus direncanakan, bukan diambilkan dari sisa uang belanja. Lagi-lagi #toyorkepalasendiri,  pantesan tabungan nggak nambah-nambah, la nunggu uang sisa, padahal nggak pernah sisa :D

Pic is taken from FB Manulife Reksadana
Selain tabungan konvensional seperti nabung di bawah bantal, di bawah koran alas lemari, atau di bank-bank yang banyak beredar, ada banyak lagi bentuk investasi yang jauh lebih menguntungkan. Kalau nabung-nabung konvensional, kita nabung 100ribu hari ini, besok, lima tahun lagi, dua puluh tahun lagi ya tetep jadi 100ribu, kecuali kalau kita punya tuyul :D. Nabung di bank konvensional juga sama, nggak bakal nambah yang ada berkurang karena biaya administrasi.

Beda kalau kita pilih emas, deposito, obligasi, saham, pasar modal atau properti, uang yang kita investasikan akan bertumbuh. Yang tadinya seratus ribu bisa jadi ratusan juta. Hmm, menggiurkan, tapi aman enggak ya. Itulah kenapa kita butuh tempat investasi yang aman.

Nah, Manulife adalah salah satu tempat yang menawarkan tempat dan cara investasi yang oks banget.

Pic is taken from FB Manulife Reksadana

Keunggulan Manulife Reksadana

Dengan nama besar dan pengalaman Manulife, nasabah tak perlu ragu lagi untuk menginvestasikan dananya. Tidak akan ada cerita tentang susahnya pencairan, pihak management lari dari tanggung jawab dan cerita-cerita seram lainnya yang sering kita dengar mengenai investasi. Perusahaan sebesar Manulife tentunya tidak mungkin melakukan investasi bodong kan?



Ada banyak jenis investasi yang ditawarkan oleh Manulife, namun di antara banyak pilihan yang ada, Reksa Dana Manulife merupakan pilihan yang cocok untuk seluruh lapisan masyarakat, baik dari level menengah hinggga level atas. Selain itu Manulife Reksa Dana juga memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk lain, yaitu: terjangkau karena investasi bisa dimulai dari Rp. 100.000,- , memanfaatkan potensi pasar modal, diversifikasi (setiap portofolio reksa dana terdiri dari beragam asset), mudah (investor tak perlu repot, karena pengelola adalah para professional di bidang investasi), aman (dikelola oleh manajer investasi, diadministrasi oleh Bank Kustodian, dan diawasi oleh OJK), bukan objek pajak (jangan takut dipotong pajak), dan liquid (bisa dicairkan kapan saja).




Hmm, hanya bersama Reksa Dana Manulife nih dengan seratus ribu rupiah kita sudah bisa mulai berinvestasi. Berbeda dengan unitlink yang sekarang ini sudah banyak kita temui, kita ‘dipaksa’ melakukan setoran tiap bulannya. Reksadana memberi kebebasan kepada kita untuk berinvestasi. Misal, bulan ini kita setor 100ribu, bulan depan tidak setor, dan baru bisa setor tiga bulan lagi, tidak ada masalah. Namun selama proses investasi tersebut berjalan, uang kita akan tetap bertumbuh, dan yang paling penting aman.

Tertarik? Gampang kok syaratnya, siapkan copy KTP terus bawa deh ke kantor Manulife terdekat, bilang aja ke petugasnya udah mupeng banget buka Reksadana, pasti dibantu dengan ramah dan memuaskan. Males untuk nyetor uang tiap bulannya? Gampang juga… Manulife menawarkan fasilitas autodebet dari tiga bank berikut ini; BCA, Mandiri dan BNI.

Pic is taken from FB Manulife Reksadana
Buat yang masih mikir-mikir dan ingin tahu lebih lanjut tentang Reksadana-nya Manulife atau mau langsung daftar, segera aja cuss ke sini ya;

Kantor Pusat
Sampoerna Strategic Square South Tower, 31st floor
Jl. Jend. Sudirman Kav.45-46, Jakarta 12930
Telepon: (021) 2555 22 55

Cabang Semarang
Jl. Pandanaran No.16-18, Semarang 50241
Telepon: (024) 841 6982

Website: https://reksadana-manulife.com

Gimana pren sudah punya bayangan mengenai how to plan your financial future kan sekarang? Share yuk apa pilihanmu tentang nyicil masa depan. Btw, saya juga punya cara nyicil masa depan yang lain lo. Selain akan mulai istiqomah mengelola keuangan dengan baik, saya juga mengelola semangat blogging bersama komunitas blogger. Dengan bergabung dengan komunitas, semangat untuk posting secara rutin lebih terjaga dan bisa ikut acara-acara seru semacam bincang investasi dari Manulife ini. Dan saya memilih Gandjel Rel sebagai wadah seru-seruan untuk nyicil masa depan menjadi seorang blogger professional… aamiin. How about you?

Pic is taken from FB Manulife Reksadana




 Marita Surya Ningtyas

22 comments:

  1. Komplit banget tulisannya, keren nih. Ah iyaa, dirimu juga udah dapat reksa dana dari games ya. Itu tandanya kudu dilanjutin setorannya.

    Moga sukses ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi belum mbak.. aku nggak bejo dapat reksadananya nih :)

      Delete
  2. Bismillah... ak tinggal nerusin yg kmrn nih mbak. Lumayan dpt 100rb. Xixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah mbak Anita dapat yaa.. semoga berkah ya mbak :)

      Delete
  3. bisa nggak ya ngirit , kadang suka jebol tuh anggaran gara - gara belanja buku :D

    ReplyDelete
  4. Selama ini perasaan saya udah ngirit, tapi malah dibilang anak saya pelit tuh mbak :)

    Iya hari gini invest memang sangat penting ya mbak, saya juga harus belajar nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi memang batas antara pelit dan irit itu tipiiis banget yaa :D

      Delete
  5. manteb 3i nya mbk, patut dicoba nih, tengkiu share ilmunya yak

    ReplyDelete
  6. uhui lengkap, kok belum dapat kabar dari reksadana ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak Adit dpt hadiah reksadana ya? waah selamat berinvestasi :)

      Delete
  7. Aku dari kemarin mupeng banget sama yg pada dapet 300rb itu dari Manulife hihihi... ga mau kalah ah ntar pengin buka reksadana juga. Mari berinvestasi mulai sekarang ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya mbak aku jugaaa.. belum beruntung nih dapat reksadana.. ayooo invest :)

      Delete
  8. Lengkappp bangett... Kerenn 👍 👍 👍
    Semoga reksadana manulife adalah pilihan tepat untuk investasi.

    ReplyDelete
  9. 100rb tergolong irit ya buat investasi yang superaman gini :)

    ReplyDelete
  10. Bener banget mbak marita, investasi harus dipikirkan sejak usia muda :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak... Tp lebih baik terlambat drpd tidak SM sekali

      Delete
  11. Mba Marita acting mirip Makniek nya keren kemaren :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, nggak sia2 pernah jadi anak teater :D :D

      Delete

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.