Sabar Memang Tak Mudah, 7 Cara Ini Melatih Kita Untuk Bersabar

  • Sunday, October 01, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 4 Comments



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulillah hari ini telah memasuki ODOS kesembilan yang mengangkat tema SABAR. Buat aku sabar itu ilmu tingkat tinggi; mudah diucapkan namun berat dalam pelaksanaannya. Ketika ada teman yang sedang ditimpa musibah, kita akan mudah berkata “sabar ya, Allah tidak akan menguji hambaNya lebih dari kemampuannya kok.” Namun ketika cobaan itu sedang menimpa kita dan ada yang mengatakan hal tersebut, biasanya kita hanya melengos. “Ngomong sabar sih gampang, coba kamu di posisiku…,” biasanya itu yang kemudian terlintas di pikiran.

Jujur, aku ini termasuk orang yang tingkat kesabarannya rendah. Aku begitu mudah marah untuk hal-hal yang tidak penting. Rasanya setiap hari ada saja yang bikin emosi bergolak. Namun dengan beranjaknya waktu, aku mulai belajar untuk bersabar. Malu lah sama kucing kalau usia tambah tua, namun sabarnya masih di situ-situ saja.



Ada banyak kisah dalam Al Quran mengenai sabar, namun aku belajar langsung tentang sabar dari almarhumah ibuku. Beliau yang tetap teguh menjaga pernikahannya dengan bapak meski badai datang bertubi-tubi, beliau yang tetap semangat meski harus menjalani kehidupan hanya di atas dipan selama kurang lebih lima belas tahun, beliau yang tetap tersenyum meski kehilangan buah hatinya berkali-kali, beliau yang tak mengeluh meski di dompet tak ada lagi lembaran uang tersisa. Semoga Allah menempatkan beliau di surgaNya, aamiin.

Jadikanlah shalat dan sabar sebagai penolongmu. Itu merupakan salah satu kalimat yang bisa kita temui di Al Quran. Tidak hanya itu, ada buanyaaaaak ayat dalam Al Quran yang terus mengingatkan kita akan keutamaan sabar, antara lain;

“Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang bersabar dan banyak bersyukur”. [Asy-Syura : 32-33] 
“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. [Al-Baqarah : 177]. 
“Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. [Ali Imran : 146] 
“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. [An-Nahl : 96] 

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. [Az-Zumar : 10] 
“Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan) :’Salamun ‘alaikum bima shabartum’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” [Ar-Ra’d : 23-24]

Sabar dalam 3 Hal

Dengan semua yang tercantum dalam Al Quran tersebut masihkah kita mengelak bahwa sesungguhnya sabar itu tanpa batas?

Menurutku tanpa batas di sini selain usaha yang kita lakukan harus semaksimal mungkin, tanpa batas juga berarti sabar harus dilakukan dalam semua lini kehidupan kita. Secara garis besar, kita diminta untuk bersabar dalam tiga hal pokok;


1.      Sabar dalam Ketaatan pada Allah

Taat pada Allah itu tak mudah. Iman yang naik turun dan setan yang terus mengusik membuat kita seringkali tidak istiqomah dalam ketaatan. Hari ini sholat tepat waktu, besok bolong-bolong. Hari ini memakai hijab syari, besok kembali ke model lilit-lilit.

Rasa malas, kikir, riya dan putus asa seringkali mengganggu ketaatan kita terhadap Allah, itulah kenapa dibutuhkan kesabaran dalam menjalaninya. Tanpa kesabaran, tidaklah mungkin bagi kita untuk selalu taat padaNya.

2.      Sabar dalam Meninggalkan Kemaksiatan

Jika beribadah dan taat kepada Allah saja membutuhkan kesabaran, apalagi ketika kita hendak berhijrah meninggalkan kemaksiatan menuju kebaikan. Pada dasarnya manusia senang sekali melakukan hal-hal yang menyenangkan. Sedangkan hal-hal menyenangkan seringkali condong pada perbuatan maksiat, misal berdusta, melihat sesuatu yang dilarang, merokok, bergunjing dan masih banyak lagi. Diperlukan kekuatan hati untuk bersabar dan meninggalkan hal-hal yang tak disukai Allah Subhanahu wata’ala.

3.      Sabar dalam Menghadapi Ujian

Ujian Allah datang dalam berbagai bentuk, tidak hanya berupa kesedihan, namun juga kesenangan. Setiap manusia mendapatkan ujiannya masing-masing. Ada yang diuji dengan pasangannya, anaknya, orang tuanya, hartanya, temannya, bisnisnya dan sebagainya. Untuk bisa lulus dari ujian yang Allah berikan, maka kita harus bersabar.

7 Cara Latihan Sabar

Ada banyak manfaat dalam sabar, selain pahala dari Allah, sesungguhnya sabar akan menjadikan hati lebih tenang dan positif dalam menjalani hidup. Meski tidak mudah, namun tak ada salahnya kita terus berlatih agar senantiasa menjadi orang yang sabar. Sebagai orang yang tak sabaran, aku tentu saja ingin berhijrah menjadi sosok yang lebih sabar. Untuk meraih tujuanku tersebut, aku melakukan cara-cara berikut ini;


1.      Lillahi Ta’ala

Selalu meluruskan niat dalam melakukan segala hal hanya untuk Allah semata. Jika memasak diniatkan untuk menyenangkan suami, ketika suami tidak menyukainya, aku akan merasa sedih. Namun ketika berniat memasak untuk mengharap ridho Allah, suami suka ataupun tak suka, tidak akan ada rasa jengkel di hati. Jangan lupa untuk mengucap taawuds dan basmallah setiap kali akan melakukan sesuatu.

2.      Perbanyak Tazkiyatun Nafs

Selalu mengingat dosa-dosa yang telah aku perbuat. Sering beristighfar untuk meminta ampunan dari Allah atas segala dosa-dosa tersebut. Mengingatkan diri bahwa tanpa kemurahan hati Allah, aku tiada berarti, hanya makhluk kecil dan dekil. Dengan banyak mengingat kurangnya diri akan lebih mempermudah untuk senantiasa memperbaiki diri.


3.      Mengingat Nikmat Allah

Daripada mengeluh akan ujian hidup, lebih baik menghitung saja nikmat Allah yang telah diberikan dalam kehidupan. Udara yang masih bisa dihirup, pemandangan indah yang masih bisa dinikmati, suara anak-anak yang masih bisa didengar, perhatian suami yang masih bisa dirasakan. Sungguh nikmat Allah tidak sebanding dengan cobaan yang Allah berikan, nikmat Allah jauh lebih banyak dari yang kita kira. Tulis minimal 10 nikmat Allah dalam hari itu. Selalu bersyukur atas segala takdir dan ketetapanNya akan membuat hati lebih tenang.



4.      Tingkatkan Ibadah

Hati yang grusa-grusu berbanding lurus dengan ibadah yang dikerjakan. Jika kesabaran mulai hilang, cek kembali bagaimana sholat kita, bagaimana puasa kita, bagaimana sholat malam kita, dan sebagainya. Fokus pada ibadah; perbanyak dzikir, sholat tepat waktu, melaksanakan puasa sunnah adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan. Kalau perlu buat checklist atas ibadah yang kita lakukan untuk menjaga konsistensi dalam melaksanakannya.

5.      Menghadiri Kajian Ilmu

Kurangnya sabar bisa jadi karena kurangnya ilmu. Bagaimanapun sabar termasuk life skill. Oleh karenanya hadirlah pada kajian-kajian ilmu agar bekal kita dalam menghadapi hidup semakin lengkap dan terarah, tidak mudah terombang-ambing hawa nafsu.

6.      Perbanyak Teman-teman Sholih

Teman sholih tidak hanya mengajak pada hal yang bersifat kesenangan dunia saja, teman-teman sholih akan selalu mengingatkan kita dalam kebaikan dan kesabaran. Semakin banyak teman sholih yang kita miliki, semakin banya yang akan mengingatkan kita ketika kita sedang futur imannya. Perbanyak jaringan pertemanan kita, bergabunglah dengan banyak komunitas yang membawa manfaat.

7.      Selalu Husnuzon pada Allah

Yakinlah bahwa Allah selalu memiliki rencana terbaik untuk hidup kita. Sesuatu yang nampak baik  untuk kita belum tentu baik untuk Allah. Kita hanya perlu yakin bahwa akan ada hikmah di setiap peristiwa, dan tugas kita lah menyingkap takbir hikmah tersebut.

Bagaimana menurutmu, pals tujuh cara di atas? Katakanlah “aku bisa” dan segera berlatih setiap hari. Terus sounding diri kita; “aku sabar” untuk memberikan afirmasi positif ke dalam diri. Sesungguhnya sabar itu bukanlah sesuatu yang pasif dan nrima ing pandhum. Sabar itu bukan berarti kita berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Sabar itu justru membutuhkan usaha dan azzam yang kuat. Berhenti mengeluh dan fokus pada hal-hal baik. Sabar adalah sebuah usaha untuk mengontrol tindakan dan kata-kata. Sabar memanglah tidak mudah, bahkan melelahkan, namun akan indah pada akhirnya. 


Jadi, mau kan bersabar menunggu postinganku selanjutnya? Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


#OneDayOneStatus
#Day9
#BelajarMenulis
#IIPKaltimra



You Might Also Like

4 comments

  1. Dibanding cobaan, nikmat Allah lebih banyak dirasakan. Semoga kita digolongkan sebagai hamba yang senantiasa bersyukur. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget.. nikmat Allah Tak terhitung, Kita yang seringkali lupa bersyukur. Aamiin...

      Delete
  2. Sabar itu sebenarnya indah. Dengan syukur, hati sebenarnya lebih plong. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mbak, kudu sering latihan nih aku biar sabarnya beneran tanpa bats :)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com