Aku Bisa Bangun Sendiri, Bun

  • Tuesday, November 07, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments




Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Kemarin malam, setelah pulang dari beli sepatu, Ifa kami sounding lagi untuk bangun lebih awal karena hari ini dia akan outing ke Demak bersama ibu guru dan teman sekelas. Ifa pun nggak perlu waktu lama untuk tertidur lelap.

Begitulah anak-anak ya, kalau ada sesuatu yang menarik dijanjikan pasti cepat banget responnya. Seperti yang sudah kuduga, Ifa hari ini bangun begitu awal dibanding biasanya. Itu pun aku nggak perlu membangunkan lebih dahulu. Malah aku yang dibangunkan sama dia, “Aku bisa bangun sendiri, bun. Nggak dibangunin bunda lo.”

Bergegas aku menanak nasi karena Ifa hari ini minta dibawakan bekal nasi. Biar nggak lapar katanya, karena outingnya jauh. Alhamdulillah jam setengah tujuh bekal untuk Ifa sudah siap. Ifa pun kuminta untuk mandi, nggak perlu panjang kali lebar kali tinggi, dia udah bergegas ke kamar mandi. Padahal biasanya berbagai alasan dikeluarkan, yang ayah dulu, yang Affan dulu, dan sebagainya. Mandinya pun nggak pakai lama dan drama, cepat kelarnya.

Yang jadi masalah ketika sudah selesai mandi, waktu masih menunjukkan pukul 06:45. Ifa sudah ngedrel minta sekolah. Begitu deh kalau dijanjikan outing pasti nggak sabar pengen segera sampai sekolah.

Ifa: “Bunda lama kok, ayo berangkat. Aku mau diantar ayah aja deh.”
Aku: “Ayah kan mau apel. Nanti telat kalau nganterin kamu sekolah dulu.  Lima belas menit lagi ya. Lagian jam segini pasti belum banyak yang datang.”
Ifa: “Aah, lama kok lima belas menit lagi. Aku sudah tidak sabar. Nanti aku ditinggal lo.”

Qodarullah pagi ini gerimis halus. Akhirnya aku putuskan untuk segera mengantar kak Ifa, daripada hujannya tambah lebat kupikir. Karena masih cukup pagi, aku santai aja mengendarai motornya. Dan benar seperti dugaan, sampai di sekolah jam masih menunjukkan jam 07:15. Sudah ada beberapa yang datang, namun belum banyak.

Ifa: “Pintu kelasku masih ditutup kok.”
Aku: “Kan belum ada jam setengah delapan kak, bunda kan sudah bilang masih terlalu pagi.”




Ifa pun nyengir. Yaa, setidaknya Ifa tahu kalau bundanya nggak bohong, beneran masih pagi dan belum terlambat. Alhamdulillah hari ini outingnya lancar dan kak Ifa kelihatan excited banget. “Tapi aku mau ke sana lagi kok sama ayah bunda dan Affan. Kata ayah mau diajak ke sana lo, bun.”

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com