Hadiah untuk Ifa

  • Saturday, November 04, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Selamat malam teman-teman, selalu bisa setor menjelang deadline. Maklum nocturnal moms, kalau siang jatahnya fokus sama urusan rumah dan anak-anak. Saatnya kencan sama laptop ya pas malam hari.

Alhamdulillah masuk ke tantangan ke tiga untuk game level 1 –nya Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang. Hari ini aku mau bercerita tentang petualanganku bersama Ifa dan Affan. Sebagai ibu tanpa ART, tentu saja aku lebih sering membawa anak-anakku ketika pergi ke suatu kegiatan, kecuali kalau di dalam sebuah event tidak diperbolehkan membawa anak-anak. Kalau kondisinya seperti itu ya aku harus kerja sama dengan si ayah. Seringnya sih kalau hari weekdays, si kakak akan ikut kerja si ayah dan adik aku titipkan ke daycare langganan.

Hari Minggu, 5 November 2017, aku akan mengikuti full day seminar Program Disiplin Anak (PDA) yang merupakan sebuah pelatihan kelanjutan dari PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) diampu oleh Abah Ihsan. Dalam event tersebut tidak diperkenankan membawa anak ke dalam ruangan, kecuali anak-anak di bawah satu tahun. Itu pun kalau anak nangis atau membuat keramaian, harus dikondisikan segera.

Sudah jadi kebiasaan, aku tidak pernah pergi mumpet-mumpet dari anak, apalagi membohongi anak dengan alasan nggak logis seperti “bunda ke kamar mandi sebentar ya” tapi sebenarnya pergi ke suatu tempat. Bukan berarti karena anak kita masih kecil, kebohongan kita tidak berdosa ya. Lagipula jika kita biasa berbohong dengan anak, lambat laun mereka akan susah untuk percaya dengan kita.

Sejak Ifa kecil pun, sudah kubiasakan aku selalu bilang terlebih dulu kalau ada kegiatan. Bahkan untuk membuat dia siap, aku akan menyampaikan kepergianku jauh-jauh hari. Apakah selalu  mulus dan sesuai rencana? Tidak juga. Seringnya pasti saat hari H, tetap saja nangis ditinggal bundanya, apalagi kalau ayah dan bundanya sama-sama pergi, dijamin heboh. Tapi sejak Ifa usia tiga tahun, dia sudah mulai terlatih sih ditinggal ayah bundanya. Kalaupun nangis hanyalah kekekalan ikhtiar saja, setelah itu ya enjoy sampai ayah bundanya pulang.

Sebagaimana dengan rencanaku untuk ikut PDA, aku sudah sounding ke Ifa sejak jauh-jauh hari.

Aku: “Kak, bunda mau belajar di hotel hari Minggu, tanggal 5. Kakak di rumah ya sama ayah?”
Ifa: “Memangnya anak-anak nggak boleh ikut?”
Aku: “Iya, nggak boleh. Belajarnya untuk bapak dan ibu saja.”
Ifa: “Dik Affan di rumah juga?”
Aku: “Kalau dik Affan karena belum satu tahun boleh diajak, kak Ifa kan sudah mau 6 tahun jadi nggak bisa ikut.”
Ifa: “Aah, nggak mau. Aku mau ikut bunda.” (mulai menangis).

Itu kali pertama aku sounding, sekitar satu mingguan sebelum acara. Beberapa hari kemudian aku sounding lagi, tanggapannya sudah berubah.

Aku: “Kak, ingat ya tanggal 5 hari Minggu bunda harus belajar. Affan ikut bunda. Kakak di rumah sama ayah.”
Ifa:”Memangnya aku beneran nggak boleh ikut ya?”
Aku: “Boleh sih sebenarnya. Tapi kalau kakak ikut sama saja nggak di ruang yang sama dengan bunda. Kakak di ruang lain, belajar sama anak-anak lainnya.”
Ifa: “Kalau Affan?”
Aku: “Affan boleh ikut bunda, tapi kalau nangis ya nanti ditaruh ruang adik bayi. Gimana, mau ikut bunda tapi kita beda ruangan, atau sama ayah aja di rumah?”
Ifa: “Di rumah aja deh sama ayah. Hari Minggu aku boleh nonton YouTube.”
Aku: “Karena jadwalnya kakak nonton ya boleh. Tapi cuma 30 menit, dan nontonnya harus sama ayah.”
Ifa:”Oke.”
Aku: “Sip. Nah, kan kakak nggak bisa ikut bunda belajar tanggal 5, tapi kak Ifa boleh ikut bunda belajar tanggal 4 nya. Mau?”
Ifa: “Memangnya aku libur?”
Aku: “Iya, kan hari Sabtu.”
Ifa: “Memang anak-anak boleh ikut?”
Aku: “Bolehlah, kalau nggak boleh masa bunda nawarin ke kak Ifa. Kita nanti naik BRT ya?”
Ifa: “Oke, aku mau, aku mau.”

Akhirnya tibalah hari ini, Ifa sudah menantinya penuh girang. Doi lagi suka banget naik BRT, jadi super semangat. Sebelum pergi aku tegaskan kembali beberapa batasan ke Ifa agar saat ikut ke kelas Public Speaking-nya para koordinator IIP Semarang, Ifa harus bersikap baik dan tenang.

Aku: “Nanti yang baik ya, kak? Kalau ingin sesuatu bilang dengan jelas biar bunda tahu.”
Ifa: “Oke.”
Aku: “Karena kemarin waktu muhadhoroh kak Ifa jajan terlalu banyak, hari ini bunda nggak mau beliin jajan. Lagipula jadwal jajannya kak Ifa hari apa hayo?”
Ifa: “Hari minggu. Aku nggak mau minta jajan kok, kan aku sudah bawa minum dan biscuit dari rumah.”




Aku tersenyum mendengar ucapan Ifa, meski aku yakin nanti tidak semua berjalan dengan mulus. Maklumlah anak di bawah tujuh tahun kan masih otak konkret. Tadi bilang A, sesaat kemudian bisa bilang B  sesuai dengan kondisi yang ada, hehe.

Alhamdulillah, ternyata kak Ifa menepati janjinya. Meski sempat plintat-plintut ketika ditawari Oreo sama tante Tika, so far dia cukup tenang dan mau ikut momong Affan ketika bundanya harus menyimak pelajaran di kelas.

Selesai pulang dari kelas public speaking, aku sudah memberitahu ayahnya kalau mau memberi kejutan kak Ifa. Qodarullah tas sekolah kak Ifa rusak, dan sementara pakai tas mukena. Aku sengaja nggak bilang ke Ifa sebelumnya kalau mau membelikan dia tas hari itu.
Ayahnya menjemput di halte BRT dekat tempat kerjanya, lalu kami cuzz ke sebuah swalayan untuk beli tas kak Ifa. Doi excited banget, nggak nyangka kalau dapat tas.

Ifa: “Ini hadiah buat aku ya bunda? Aku hari ini pinter ya ikut bunda?”
Aku: “Iya, hari ini kak Ifa pinter. Tapi memang bunda mau beliin tas kok, kan tas lamanya rusak to?”
Ifa: “Kan masih ada tas mukena bisa dipakai, kenapa dibeliin tas lagi?”
Aku: “Ya kan itu tas untuk mukena, nggak muat banyak.  Lagian kan bunda sayang sama kak Ifa, masa nggak boleh kasih hadiah?”
Ifa: “Boleh kok. Bunda baik deh beliin aku tas. Makasih bunda.”

Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Ditutup dengan beli bekal untuk Affan karena besok mau ikut aku ke PDA, sebelumnya mereka berdua asyik mainan dulu. 




Hmm, ngurus anak memang capek sih, tapi bakal capek lagi ke depannya kalau mereka nggak kita urus sekarang. Itu salah satu petuah Abah Ihsan J

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com