Ngajak Ngobrol Bayi 11 Bulan

  • Sunday, November 05, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Hari ini Alhamdulillah aku kesampaian juga ikut Program Disiplin Anak (PDA) yang diampu oleh Abah Ihsan. Sebenarnya ini bukan kali pertama aku ikut, dua tahun lalu aku pernah menjadi panitia PDA bersama teman-teman rempong di YukJos Community Semarang Chapter. Namanya juga panitia, apalagi saat itu aku jadi ketuanya, jadi rempong sendiri deh mastiin semuanya beres, jadi banyak ilmu yang nggak tertangkap. Alhamdulillah setelah tahun lalu nggak bisa ikut, tahun ini bisa juga ikutan, sayang nggak sama si ayah karena budget terbatas wkwkk.


Seperti yang sudah aku ceritakan kemarin, kak Ifa stay at home with ayah, dan Affan aku boyong ke Hotel Candi Indah untuk ikutan PDA. Sebelumnya aku sudah memastikan ke Bu Vivi, penyelenggara PDA bahwa Affan diperbolehkan masuk ke ruang seminar. Bu Vivi memperbolehkan asal Affan belum 12 bulan dan kalau rewel ya dikondisikan.

Sebenarnya aku agak ragu-ragu, emang sih Affan belum 12 bulan, tapi kan hampir, kurang 21 hari lagi, hehe. Sebenarnya Affan bukan tipikal anak yang gampang cranky, yang aku takutkan sih karena dia lagi senang bersuara, dia bakal bersuara di ruangan dan ngalah-ngalahin Abah Ihsan.

Tapi okelah dicoba dulu. Malamnya sepulang dari acara public speaking, selain sounding ke kak Ifa agar saat aku tinggal seminar baik-baik sama ayahnya. Aku juga sounding ke baby Affan, “nak, besok Affan ikut bunda belajar. Affan yang baik ya. Pintar ya, nak.” Affan cuma menatapku dengan polos, hehehe. Tapi aku yakin dia ngerti kok. Aku ulangi beberapa kali perkataan itu ke Affan sebelum tidur.

Paginya saat di perjalanan ke lokasi, aku juga beberapa kali menyampaikan hal yang sama ke Affan, “pintar ya nak ikut bunda belajar. Yang sholih, yang baik.” Sampai di lokasi, acara sudah dimulai, namun baru pembukaan. Affan yang awalnya tertidur mulai membuka mata. Kukeluarkan dia dari gendongannya dan dia mulai berceloteh. Aku ajak dia berdiri dan mulai memencet-mencet saklar. It’s okay.

Terus sama bu Vivi ditunjukkan ke pojok kiri ruangan. Ada space yang cukup luas. Aku akhirnya duduk lesehan di situ sama Affan, dia asyik bermain dan merangkak. Sayang hanya bertahan sampai jam 10 karena dia mulai mengantuk. Suaranya mulai terdengar kebosanan, aku gendong dan susui sudah nggak mau. Aku ajak keluar ruangan malah dia kembali 100 watt dan merangkak ke mana-mana. Sedikit jengkel sih saat itu. Ilmu PDA bisa-bisa nggak terserap sempurna nih. Alhamdulillah setiap kali aku masuk ke ruangan, aku dapat ilmu yang di PDA sebelumnya tidak kudapat. Aku keluar ruangan ketika aku merasa sudah pernah mendapatkannya.

Akhirnya pas jam makan siang, salah satu teman yang jadi panitia acara menyarankan untuk menaruh Affan di daycare aja. Aku bilang kalau memang masih ada seat dan pengasuhnya nggak masalah, boleh banget. Alhamdulillah ternyata diperbolehkan, bu Vivi pun mengijinkan. Yeaay, bisa makan siang dengan santai dan bisa mengikuti acara selanjutnya dengan lebih fokus. Ternyata Affan pun di ruangan daycare langsung bobok pulas.

Saat ishoma pas Ashar, aku tanya ke bagian daycare apakah Affan rewel. Ternyata doi seneng dan nggak rewel. Aku putuskan untuk tidak masuk dan menengoknya daripada doi mau ikut aku. Satu sisi baik dari Affan; dia cukup cepat adaptasi dengan orang baru. That’s why aku beberapa kali nitipin ke daycare dan dia nggak masalah. Entahlah apa karena masih di bawah satu tahun atau memang sifatnya yang seperti itu, kita lihat saja nanti saat mulai masuk 18 bulan apakah tetap sama kalau dititipkan seperti itu. Yang pasti hari ini aku jadi paham bahwa menurut Affan, baik dan pintar versi dia itu; “aku ditaruh di kids corner saja bunda, aku bisa main dan bunda bisa fokus belajar.”






Alhamdulillah, PDA pun membawa amunisi baru untukku biar lebih mantap mengasuh Ifa dan Affan. Memang bener ilmu itu kudu recharge, kalau nggak bakal menguap. Setelah PDA usai, ternyata ayah dan kak Ifa sudah sampai di hotel. Bahkan Affan sudah ada di gendongan ayah dengan ceria. Karena saat itu kami sedang menunggu sesuatu, kami nggak langsung meninggalkan lokasi acara. Affan menikmati ruangan dengan merangkak ke sana ke mari, dan juga sempat berfoto dengan Abah Ihsan. Semoga kelak jadi penerusnya Abah Ihsan ya, nak… jadi Abah Affan, wkwk. Aamiin.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

#hari4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com