CIH..

  • Monday, January 12, 2009
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments


kau menatapku seakan aku lonte-lonte yang nongkrong di jalan2 itu.
.. ..
aku memang mendua, tapi tak berkhianat..
aku memang berdusta, tapi tak berpaling..

cih..
lagi2 kau mencibir. bukan pembenaran,sayang.
aku masih merasakan cintaku sama besarnya padamu ketika pertama kali rasa ini tumbuh di hatiku.
aku sedang sesat kala mata buta waktu itu.
yang aku tahu kemudian, ada banyak alasan untuk tak setia..bukan hanya karena aku berhenti mencintaimu, lantas kugantikan dirimu dengannya
.
Tidak..
tak ada yang bisa menggantikanmu, sayang..
Mungkin aku perlu disuntik imunisasi, biar tak tambah akut penyakit warisanku ini!

cih,
anjing benar istrimu sekarang!
sundal nian ia?


Sebuah Episode Kelam

Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul CIH... Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com