CIH..


kau menatapku seakan aku lonte-lonte yang nongkrong di jalan2 itu.
.. ..
aku memang mendua, tapi tak berkhianat..
aku memang berdusta, tapi tak berpaling..

cih..
lagi2 kau mencibir. bukan pembenaran,sayang.
aku masih merasakan cintaku sama besarnya padamu ketika pertama kali rasa ini tumbuh di hatiku.
aku sedang sesat kala mata buta waktu itu.
yang aku tahu kemudian, ada banyak alasan untuk tak setia..bukan hanya karena aku berhenti mencintaimu, lantas kugantikan dirimu dengannya
.
Tidak..
tak ada yang bisa menggantikanmu, sayang..
Mungkin aku perlu disuntik imunisasi, biar tak tambah akut penyakit warisanku ini!

cih,
anjing benar istrimu sekarang!
sundal nian ia?


Sebuah Episode Kelam
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email