Tentang Nelangsa



tentang bulan yang tidak lagi purnama.
tentang senja yg tak lagi jingga.
pun fajar yang tak lagi merekah.

ada melodi tentang umpatan,
lantas menyayat kesepian yang menua.
aku lahir kemudian terbuang di rahim sepi,
membuncahkan bahagia bermuara angkara,
akulah sundal yang mengukir pasung kedangkalan logika..
tentang kebebalanku yang tak mudah mengerti garis kehidupan.

sudah layaknya kau lepeh aku,
sudah sepantasnya kau jalangkan aku..
sungguh cadar telah terbuka, 
dan kemaluan menganga...
lalu nelangsa memudarkan rasa..

-matilah saja kita-
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter