MAAF

  • Thursday, January 06, 2011
  • By Marita Ningtyas
  • 2 Comments


hanya ada mendung kini. 
di setiap detik yang terukir kemudian. 
dan bukan siapa-siapa pula yang melukisnya. 
aku, iya aku sendiri.

dan aku tidak layak menangisi setiap kebodohan yang kujejakkan sendiri.

kurasai setiap konsekuensi yang kuterima. 
sakit memang. namun bukankah jauh lebih sakit ia?

sungguh mendung kini, sayang. 
dan pelangi pun berkabut di kedua matamu yang dulu binarnya menghangatkan.

bilamana aku sanggup membawamu kembali, 
aku akan beringsut lalu bersimpuh...
mencari celah yang mungkin habis...

air mata hanya sekedar air mata
tak ada lagi makna
untukmu...
penyesalanku
hanya merajamku
ke lubang yang semakin dalam
tiap detiknya...




episode penyesalan

Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul MAAF. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

2 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com