7 Manfaat Pijat dan Resikonya bagi Kesehatan Tubuh

  • Tuesday, February 20, 2018
  • By Marita Ningtyas
  • 5 Comments




Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Siapa yang suka dipijat? Wah, banyak juga yang ternyata punya hobi seperti aku. Buatku pijat adalah salah satu me time terbaik, sekaligus relaksasi yang aku butuhkan setidaknya setiap satu bulan sekali.

Dari kecil aku sudah dibiasakan untuk pijat alias bahasa kerennya body massage oleh ibu. Setiap bulan sekali pasti dipanggilkan tukang pijat langganan, rasanya lelah letih lesu yang semula nempel di badan lenyap seketika begitu usai dipijat.

Buatku pijat adalah salah satu cara untuk menunaikan hak tubuh untuk dimanjakan dan dielus-elus, hehe. Bayangkan deh kita menggunakan tubuh 24 jam untuk beraktivitas sehari-hari, bahkan kadang ketika lagi dikejar deadline, tidur yang seharusnya bisa memberikan efek menyegarkan untuk tubuh bisa jadi tidak  berkualitas. Nah, setelah pijat biasanya tidur jadi lebih nyenyak dan terasa deh tubuh jadi enteng.

7 Manfaat Pijat

Ngobrolin soal pijat, kali ini aku mau berbagi tentang manfaat pijat bagi kesehatan tubuh. Manfaat-manfaat ini juga yang membuat aku semakin hobi melakukan body massage. Mau tahu apa saja manfaat tersebut, pals? Lanjuuuut, yuk!



Manfaat yang pertama yaitu menghilangkan rasa lelah.

Sebagian besar orang pijat itu biasanya untuk meredakan rasa lelah, letih dan lesu. Setelah berhari-hari penuh dengan aktivitas dan rutinitas, tidak dipungkiri kalau tubuh pasti ada masanya minta dimanjakan. Nah, pijat ini jadi alternatif jitu, at least buat aku, untuk mengusir cantik rasa lelah.

Manfaat kedua, pijat bisa membuat sirkulasi dan tekanan darah menjadi lebih baik.

Biasanya rasa lelah yang kita alami karena tekanan pada tubuh bertubi-tubi hingga sirkulasi darah menjadi nggak lancar. Sirkulasi darah yang nggak lancar ini kemudian bisa berpengaruh pada kepala yang sering migren, badan yang jadi pegal semua, dan beberapa keluhan lainnya. Dengan mendapatkan tekanan yang halus saat proses pemijatan, sirkulasi darah yang tadinya nggak lancar jadi kembali normal, bahkan meningkat. Dengan lancarnya sirkulasi darah, oksigen dan nutrisi penting  jadi teralirkan lebih lancar ke organ-organ vital dan jaringan lain di dalam tubuh. Efeknya tentu saja badan jadi lebih segar.

Selain sirkulasi darah yang menjadi lancar, pijat juga ternyata sangat baik bagi orang hipertensi untuk menurunkan tekanan darah. Karena proses pemijatan bisa merangsang reseptor di bagian otak untuk mengurangi tekanan darah.

Manfaat ketiga, meningkatkan daya tahan tubuh.

Sirkulasi darah yang lancar tentunya berpengaruh pada kesehatan tubuh yang lebih prima. Tubuh yang lebih prima tentu saja memiliki daya tahan tubuh yang baik. Ternyata pijat juga membantu untuk meningkatkan sel darah putih. Karena darah putih yang meningkat ini, otomatis sistem imunitas tubuh menjadi semakin baik.

Manfaat yang keempat, pijat dapat mengurangi rasa sakit.

Misalnya kita habis terjatuh lalu ada kesleo, nyeri atau njarem kalau bahasa jawanya, dengan dipijat bisa sedikit membantu meredaka rasa sakit tersebut. Pijat dapat mampu menenangkan ketegangan, kram bahkan kejang. Itu karena selama dan setelah dipijat, tubuh melepaskan endorfin yang membantu mengurangi nyeri secara alami sebagai obat penghilang rasa sakit. Terjawab sudah kenapa kalau kepala lagi nyut-nyutan, paling enak dipijat di bagian dahi sama tengkuk sama suami, wkwk.

Pijat juga sangat baik untuk penderita arthritis atau osteoarthritis. Karena dengan pijatan yang lembut dan dilakukan secara teratur,  rasa nyeri pada otot atau kekakuan saat melakukan gerakan-gerakan tertentu bisa teratasi.

Manfaat kelima dari pijat yaitu mengurangi stress.

Tekanan pekerjaan yang tinggi, rutinitas yang padat secara tidak langsung bisa menyebabkan kita kemrungsung dan kemudian stress. Pijat bisa memberikan relaksasi pada tubuh. Saat kita dipijat, ada hormon kortisol yang biasa memicu stress perlahan menurun. Biasanya setelah dipijat, pikiran jauh lebih tenang.

Manfaat keenam, pijat membantu tidur lebih nyenyak.

Berkaitan dengan manfaat yang kelima. Ketika stress teratasi, pikiran jadi jauh lebih tenang, efeknya tidur yang tadinya kurang nyenyak bisa langsung blek sek alias bablas sampai pagi. Karena kita merasa rileks setelah dipijat, pegal-pegal di badan juga hilang, maka otak pun menerima pesan untuk tidur dengan lelap, hehe.

Manfaat ketujuh, pijat bisa mengaktifkan fungsi organ-organ vital.
Organ vital pertama yang meningkat fungsinya yaitu kulit. Sirkulasi darah yang lancar ternyata mampu membantu produksi kelenjar minyak dalam menghasilkan keringat. Dengan lancarnya produksi kelenjar minyak tersebut, zat yang tidak berguna dalam tubuh dapat dibuang bersama keringat. Selain itu, dengan dipijat, lapisan epidermis paling luar akan larut bersama keringat. Hasilnya, daya serap kulit berfungsi jadi lebih baik dan bonusnya kulit jadi lebih halus.

Tidak hanya kulit, lemak pun ikut luruh karena dipijat. Gerakan pijatan yang dilakukan dengan cara menekan dan menghentak seperti meremas, memukul, dan menepuk dapat membantu melarutkan lemak sehingga terjadi pembakaran tubuh. Cocok untuk melengkapi proses diet kita kan, pals?

Setelah lemak dihancurkan, ternyata saat pijat saraf vagus yang berfungsi menghubungkan sistem pencernaan ke otak dan mengontrol aliran darah ke otak akan mengatur paru-paru bernapas lebih lambat. Karena itulah, sistem pencernaan kita bekerja menjadi lebih maksimal.

Nggak  cuma kulit, paru-paru dan sistem pencernaan, otak pun bisa semakin optimal setelah dipijat. Gelombang otak memiliki kemampuan untuk berubah-ubah sesuai dengan kondisi tubuh seseorang. Jika kita pijat di pagi hari,  tubuh bisa terasa lebih segar dan waspada sehingga siap beraktivitas pada hari itu. Sementara bila pemijatan dilakukan sebelum tidur malam, maka tidur kita akan lebih nyenyak.



Resiko Pijat bagi Tubuh

Meski memiliki banyak manfaat, ternyata pijat juga bisa berdampak tidak baik bagi tubuh. Terutama jika kita berada pada kondisi berikut ini;

  • Mempunyai kelainan pembekuan darah
  • Mengkonsumsi obat pengencer darah
  • Terdapat luka bakar pada kulit
  • Adanya luka terbuka atau luka yang belum sembuh pada kulit
  • Trombosis vena dalam (adanya sumbatan pada pembuluh vena dalam yang diakibatkan oleh gumpalan darah)
  • Mengalami patah tulang
  • Menderita osteoporosis berat (pengeroposan tulang yang berat)
  • Trombositopenia berat (kadar trombosit di dalam darah sangat rendah)

Jika kita mengalami salah satu atau beberapa kondisi di atas, sebaiknya hindari pijat sebagai sarana relaksasi karena bukannya menyehatkan, malah bisa bikin membahayakan tubuh.

Selain berbahaya pada kondisi di atas, pijat juga bisa menyebabkan beberapa hal berikut ini;

Alergi – beberapa terapis pijat biasanya menggunakan minyak atau krim tertentu. Jika kita memiliki alergi terhadap bahan krim tersebut, bisa jadi setelah pijat kita mengalami gatal-gatal. Maka jika kita punya alergi, pastikan pada terapis bahwa krim atau minyak yang digunakan tidak mengandung bahan-bahan yang bisa memicu alergi. Atau amannya pakai minyak milik sendiri.

Menyebabkan Cidera  dan Kerusakan Syaraf – semua ini bisa terjadi jika pemijatan dilakukan oleh terapis yang tidak profesional. Oleh karenanya pastikan kita melakukan relaksasi pijat hanya dengan terapis yang telah terpercaya keahliannya. Biasanya cedera dan kerusakan syaraf ini terjadi jika tekanan pijat terlalu kuat. Makanya jangan ragu untuk bilang pada terapisnya jika tekanan yang kita dapat terlalu kuat dan menyakiti tubuh kita.

Gumpalan Darah – coba cek apa di tubuh kita ada darah yang menggumpal, karena bisa membahayakan saat dipijat. Gumpalan darah ini bisa berpindah ke jantung dan bisa membuat kita stroke atau lumpuh sementara.

Meski ada beberapa resiko, insya Allah manfaat pijat bagi kesehatan tubuh jauh lebih banyak kok, jadi jangan takut buat meneruskan hobi pijatnya ya, pals. Tentunya buat yang nggak tahan dipijat, atau suka merasa geli, ya sudah jangan dipaksa.

Homecare Lebih Nyaman

Dulu sebelum punya baby, pijat ke salon muslimah menjadi pilihan pertama. Apalagi sejak pindah ke Semarang kan aku belum punya banyak kenalan dan langganan terapis pijat. Namun setelah punya baby, boro-boro mau ke salon, bisa mandi saja alhamdulillah, wkwk.

Aku sempat uring-uringan saat belum menemukan terapis pijat yang pas. Sempat aku menemukan seorang terapis yang pijatannya oke dan cocok. Namun setelah aku dapat kajian tentang batasan aurat dengan wanita non muslim, aku jadi mundur teratur. Qodarullah terapisnya saat itu non muslim, jadi kurang nyaman.

Btw, ini bukan rasis atau gimana ya pals. Hanya karena setelah tahu di agamaku ada aturan mengenai hal ini, jadi aku berusaha untuk mematuhi aturan tersebut. Kalau soal berteman atau bermuamalah lainnya sih, insya Allah aku juga punya banyak teman non muslim kok J.

Hingga akhirnya aku menemukan mbak Rahma. Aku dapat kontak doi di salah satu grup whatsapp. Wah, senang banget deh, berasa nemu harta karun. Selain pijatannya pas di aku, yang paling penting dia juga muslimah, jadi aku bisa nyaman saat harus membuka aurat di depannya.

Mba Rahma ini melayani homecare, alias bisa dipanggil ke rumah. Selain pijat capek, doi juga melayani pijat lulur, pijat kerik, bahkan kadang dapat bonus masker. Benar-benar terbantu deh dengan adanya mba Rahma, aku tetap bisa relaksasi tanpa harus bingung baby ku gimana. Bahkan kadang sambil dipijat, Affan tetap aja nemplok ngASI, wkwk.

Ada yang lagi capek dan butuh relaksasi? Atau pengen luluran tapi nggak sempat ngelakuin sendiri? Panggil saja nama mba Rahma tiga kali, eh.. maksudnya calling aja deh doi, janjian terus selamat pijat-pijat.



Semoga artikelnya bermanfaat ya pals, salam sehat selalu.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Sumber :
8 Manfaat Pijat yang Jarang Diketahui dari merdeka.com
Rajin Pijat Tubuh? Ini 9 Manfaat Kesehatan yang Anda Dapatkan dari wollipop.detik.com
Manfaat Pijat bagi Organ Vital dari doktersehat.com
6 Bahaya Pijat dan Efek Samping Pijat bagi Kesehatan dari pediaku.com


 

You Might Also Like

5 comments

  1. Saya rutin pijat satu bulan sekali, kalau gak gitu rasanya pegal semua.

    ReplyDelete
  2. Enak kalau tukang pijatnya bisa dipanggil gini yaa.

    ReplyDelete
  3. Baca tulisan ini aku jadi ingat kalau selama 5 bulan belum pernah pijat sama sekali mba. Padahal aku tuh suka banget dipijet, hehehe.

    ReplyDelete
  4. Penjelasan resiko pada pijat terjadi : "Terdapat luka bakar pada kulit" itu gmna yach?
    Saya juga suka banget di pijat kalau sudah terlalu lelah, dan alhasil sedang di pijat juga sampai tertidur pulas...heheheheheh

    ReplyDelete
  5. Pijat sama kerokan, itu aku banget. Masuk angin baru sembuh kalo ketemu mereka berdua. Dan aku semenjak jadi emak-emak sering masuk angin ... Hiks

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com