Review Drama Korea Sky Castle; Sukses atau Bahagia?



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

We all lie
Tell you the truths
Sometimes we laugh and easily lie
Alright
It’s a..., it’s faker

Shout it out
What you want for the world
Money, Honor, Beauty
Everything you want
Play with a mask to hide the truth
People cheat each other, right?

Is this really true?
Is this really true?
Is this really true?
Is this really true?
Is this really true?
Is this really true?

(OST Sky Castle - We all lie by Ha Jin)


Jika kita dihadapkan pada dua pilihan; sukses atau bahagia? Manakah yang akan kita ambil? Drama korea ter - daebaaaak sepanjang sejarah yang baru saja aku tuntaskan pagi ini, Sky Castle, membuatku mengingat materi Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) yang diampu oleh Abah Ihsan.

Dan pagi ini di kala soundtrack Sky Castle terus terngiang-ngiang di gendang telinga setelah aku menamatkan episode terakhir, aku seakan dibawa kembali sebuah kelas untuk orang tua 4 tahun yang lalu. Sebenarnya itu bukan seminar parenting pertama yang pernah aku ikuti, namun PSPA benar-benar memberikan mindset baru kepadaku.

Apalah artinya sebuah kesuksesan; gelar akademik, pekerjaan yang bagus, mobil lebih dari satu dan rumah yang megah jika semuanya kosong tanpa arti? Nyatanya tidak satu dua orang-orang yang terlihat sukses di mata orang lain justru mengakhiri hidupnya dengan cara mengenaskan. Sebut saja Robin Williams, Chester Bennington, Heath Ledger, dan masih banyak nama lainnya. Jika kita melihat dari luar, apa yang kurang dari mereka? Mereka ternama, punya cukup banyak harta dan memiliki karir yang bagus.

Tidak, aku tidak sedang menghakimi keputusan mereka, karena aku tak mengenakan ‘sepatu’ mereka. Namun setidaknya aku belajar bahwa hidup ternyata tak melulu soal harta dan nama yang populer. Untuk mencapai posisi mereka, entah berapa banyak keringat, air mata dan darah yang harus mengucur. Entah berapa juta topeng yang harus mereka kenakan, hingga pada ujungnya tidak ada lagi topeng yang pas untuk dikenakan.

Kesuksesan belum tentu akan membawa kebahagiaan yang sebenar-benarnya, namun kebahagiaan yang sejati adalah kesuksesan hidup yang sesungguhnya. Sky Castle memperlihatkan dengan ceritanya yang menyentuh dan terasa nyata lewat kehidupan lima keluarga dengan segala intriknya.

Kesan Pertama Menonton Sky Castle



Mengambil tempat di sebuah lingkungan elit yang dinamakan Sky Castle, cerita demi cerita bergulir dengan sangat menegangkan. Jujur awalnya aku sempat meragukan dan ogah menonton drama Korea ini. Saat itu aku lebih memilih mengikuti Memories of Alhambra karena terpesona oleh akting Hyun Bin. (Aktingnya apa wajahnya, buuu… wkwkw).

Ketika melihat beberapa review di instagram channel drama Korea yang aku ikuti bahwa drama Sky Castle mendapat rating tertinggi hampir di setiap episodenya, aku mulai kepo dong. Tapi ketika menengok episodenya sudah lebih dari enam, aku urungkan niat. Takut ngos-ngosan untuk mengejar episode-episode yang telah berlalu, sedang saat itu aku sedang nonton 4 on going drama, wkwk.

Ketika Alhambra dan Encounter kelar, The Last Empress yang mulai bikin ilfeel dengan segala intrik ala sinetron Indonesia, serta Clean with Passion for Now yang membuatku malas meneruskan hingga ending, aku mulai menengok Sky Castle. Duh… 20 Episode! Bisa kelar nggak ya? Mengingat sudah lama aku nggak pernah sanggup menyelesaikan drama yang nggak on going. Aku mencoba memutar episode pertama. Dan… aku tertidur setelah menonton tiga puluh menit, saudara-saudara! Hal pertama yang aku rasakan saat itu, garing banget ceritanya.. dan bosan.

Berhari-hari kemudian ketika banyak drama on going nggak tayang terkait liburan Chinese New Year, aku kembali meneruskan Sky Castle. Sengaja aku tidak mengulang episode pertama, daripada ketiduran lagi, pikirku saat itu. Aku langsung lompat ke episode kedua dan aku dibuat terpana, lo kok keren ceritanya? Akhirnya kuputuskan untuk menonton tiga puluh menit terakhir di episode pertama yang kulewatkan dan tidak bisa berhenti hingga ke episode 20. Aku menyelesaikan Sky Castle hanya empat atau lima hari, means sehari aku bisa nonton 4 - 5 episode… daebaak! Satu hal yang sudah lama aku hindari… dan gara-gara Sky Castle itu terjadi lagi! Mau tahu sekeren apakah drama bergenre satire comedy yang mengkritisi sistem pendidikan di Korea ini?

Sebelum lanjut, mungkin bisa nonton video dari Korea Reomit di bawah ini biar dapat bayangan kaya gimana sih sistem pendidikan di Korea.


Jadi gimana? Mendingan pendidikan di Indonesia apa di Korea, pals?

Sinopsis Sky Castle


Title: SKY Castle
Revised romanization: SKY Kaeseul
Hangul: SKY 캐슬
Director: Jo Hyun-Tak
Writer: Yoo Hyun-Mi
Network: JTBC
Episodes: 20
Release Date: November 23, 2018 - February 1, 2019
Runtime: Fridays & Saturdays 23:00
Genre: Drama, Satire, Dark Comedy
Language: Korean
Country: South Korea
Cast:
Yum Jung-Ah        Jung Joon-Ho       Kim Hye-Yoon
Lee Ji-Won           Lee Tae-Ran        Choi Won-Young
Kang Chan-Hee    Yoon Se-Ah         Kim Byung-Chul
Park Yoo-Na         Kim Dong-Hee    Joe Byeong-Gyu
Oh Na-Ra             Jo Jae-Yun            Lee Yoo-Jin
Kim Seo-Hyung     Lee Hyun-Jin        Kim Bo-Ra
Jung Ae-Ri             Song Min-Hyung   Kim Jung-Nan
Yu Seong-Ju           Song Geon-Hee    Lee Joo-Yeon
Lee Yeon-Soo        Yoo Yeon              Lee Seung-Yeon
Chan Mi                 Woo Jung-Won      Kwon Hwa-Woon
Jo Mi-Nyeo            Woo Ji-Hyun         Kim Joo-Ryung
Han Sa-Myung       Woo Mi-HwaPark  Lee Chang-Hoon

Kenalan dengan 5 Keluarga Inti di Sky Castle


Berkisah tentang lima keluarga penghuni perumahan elit Sky Castle yang berkompetisi menjadi terbaik di lingkungannya. Foto-foto keluarga yang tergantung di rumah lima keluarga di Sky Castle awalnya mungkin sekedar terlihat seperti property. Namun jika diamati, kita bisa melihat bagaimana hubungan orangtua dan anak-anaknya, serta hubungan suami dan istri secara tersirat lewat foto-foto tersebut.



Pertama ada keluarga Kang Joon Sang, seorang dokter ortopedi yang sukses dan digadang-gadang akan segera menjadi direktur di RS tempatnya bekerja. Istrinya yang bernama Han Seo Jin dianggap sebagai panutan semua perempuan di Sky Castle karena lahir dari keluarga terpandang dan berpendidikan tinggi. Tak ada satu pun orang akan menyangka jika Seo Jin yang nampak begitu berkelas dan anggun ternyata mempunyai sebuah rahasia besar di dalam hidupnya!

Keluarga ini memiliki dua putri bernama Kang Ye Seo yang sangat cerdas dan memiliki segudang prestasi, dan Kang Ye Bin yang sering dianggap pembangkang oleh ibunya. Joon Sang awalnya terlihat sebagai sosok laki-laki yang paling baik di Sky Castle. Dia sering tidak cocok dengan istrinya berkaitan dengan masalah pendidikan putri-putrinya. Joon Sang pengennya anak-anaknya pinter dan berprestasi tapi juga nggak perlu belajar terlalu ketat. Namun ternyata pak dokter ini juga memiliki ambisi pribadi yang nantinya bakal ia sesali di kemudian hari.

Di satu sisi, Seo Jin, sang istri, melakukan semua yang terbaik untuk anak-anaknya, khususnya Ye Seo demi mendapat pengakuan dari mertuanya. Sang Ibu Mertua sangat menekan dirinya agar ia bisa mendidik Ye Seo menjadi dokter generasi ketiga di keluarganya. Maka ia melakukan segala cara untuk meraih hal tersebut.



Kedua ada keluarga Park Soo Chang. Ia merupakan dokter senior panutan Kang Joon Sang. Memiliki istri bernama Lee Myung Joo yang dianggap sukses oleh semua orang di Sky Castle karena sanggup membawa putranya bernama Park Young Jae masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Seoul (UNS). Semua orang berbondong-bondong mendekatinya karena ingin tahu bagaimana tipsnya agar anak-anak mereka juga bisa diterima di UNS.



Keluarga elit yang ketiga yaitu keluarga Cha Min Hyuk. Seorang professor di bidang hukum yang mengajar di universitas ternama. Dulunya ia seorang pengacara yang bermimpi menjadi presiden Korea, namun impiannya terhenti karena sebuah insiden. Ia ingin anak-anaknya bisa meneruskan impian tersebut demi menutupi rasa rendah dirinya. Terlahir dari seorang ayah yang bekerja sebagai karyawan laundry, Min Hyuk sangat tahu betapa tidak adilnya hidup bagi orang-orang yang tak memiliki banyak harta dan kekuasaan. Min Hyuk ingin anak-anaknya tak mengalami hal tersebut. Min Hyuk selalu menceritakan bagaimana perjuangannya belajar hingga bisa ada di posisinya saat ini. Min Hyuk selalu merasa anak-anaknya kurang berusaha.

Dengan segala fasilitas yang dia berikan, ia ingin anak-anaknya bisa memberikan hasil yang lebih dari yang bisa ia lakukan di masa mudanya. Sayangnya cara Min Hyuk dalam memotivasi semangat anak-anaknya terlalu kasar dan memaksa. Anak-anaknya tidak ada satu pun yang nyaman dengannya. Cha Se Ri, anak perempuan satu-satunya, yang selalu ia banggakan karena berhasil masuk ke Harvard, memberikan pukulan telak kepadanya karena sebuah kasus penipuan yang dilakukannya. Sedangkan si kembar, Cha Ki Joon dan Cha Seo Joon berusaha menuruti apa mau ayahnya karena tidak ingin melihat ibunya dihukum dan disiksa. Istrinya, Noo Seung Hye, sebenarnya sosok yang sangat terpelajar. Namun demi menjaga martabat suaminya di depan anak-anak, ia tak pernah menentang apapun keputusan suami. Hingga di satu titik, ia merasa suaminya sudah sangat keterlaluan dan harus ada perubahan yang dilakukan di rumah mereka.



Selanjutnya, ada keluarga Woo Yang Wo. Keluarga paling ceria di Sky Castle. Meski tidak jauh berbeda dengan tiga keluarga lainnya di atas, yang selalu mengutamakan pendidikan terbaik untuk anaknya, namun keluarga ini bisa dibilang memberikan warna di Sky Castle karena sikap konyol Woo Yang Wo yang sering kekanak-kanakan dan istrinya, Jin Jin Hee yang terkenal sebagai sosok perempuan paling tak bisa mengerem bicaranya. Jin Hee hampir selalu tahu semua informasi di Sky Castle. Ia sering diperingatkan oleh suaminya untuk tutup mulut dan tak ikut campur, terutama jika terkait hal-hal rahasia.

Jin Hee adalah sosok yang plin-plan. Ia selalu mencari posisi aman dan akan memilih orang yang berpengaruh kuat di Sky Castle. Karena suaminya adalah bawahan dari suami Han Seo Jin, ia sering mencari muka di depan Seo Jin. Meski kemudian ada beberapa pertikaian di antara keduanya. Putra satu-satunya keluarga Woo bernama Woo Soo Han, adalah seorang pelajar SMP. Ia merupakan teman dari Kang Ye Bin. Sama seperti ibunya, Soo Han sering tak bisa mengerem mulutnya setelah mendapat info rahasia dari Ye Bin. Ye Bin sering dibuat gemes olehnya.



Keluarga terakhir adalah keluarga paling hangat di Sky Castle, keluarga Hwang Chi Young. Kedatangan keluarga Hwang kelak akan membawa angin segar di lingkungan elit ini. Berbeda dengan keluarga lain di Sky Castle yang berbondong-bondong memilihkan tempat les berkelas dan berbiaya tinggi untuk anak-anak mereka demi nilai-nilai sempurna di sekolah, dan demi mendapatkan sekolah lanjutan terbaik nantinya, Keluarga Hwang membebaskan putra satu-satunya untuk belajar dengan caranya sendiri.

Semua orang di Sky Castle dibuat terpana dengan pilihan tersebut. Hwang Woo Joo, putra keluarga ini, tidak mengikuti les tambahan sama sekali, tapi ia bisa masuk ke SMA terbaik tanpa tes. Namun ketiga semua orang tahu bahwa Lee Seo Im, istri Hwang Chi Young, bukanlah ibu kandung dari Woo Joo, mereka menganggap Seo Im membebaskan putranya karena ia hanya ibu tiri. Padahal Seo Im melakukan hal tersebut karena sadar kebebasan belajar adalah hak setiap anak. Apalagi Seo Im dulunya adalah calon guru. Namun karena suatu hal, ia tak bisa meneruskan kuliahnya sehingga ia kemudian memutuskan untuk menjadi penulis buku dan mengasuh Woo Joo.

Meski bukan anak kandungnya, Seo Im sangat menyayangi Woo Joo. Tersirat di drama ini diceritakan bahwa Woo Joo awalnya tak menyukai kehadiran Seo Im, dan berperilaku kasar padanya. Namun Seo Im mampu membuktikan bahwa ia pantas menjadi ibu untuknya. Melihat Sky Castle dengan segala permasalahannya, Seo Im ingin sekali menyusun novel berdasarkan kisah-kisah yang ada di depan matanya. Namun ia ditentang oleh semua penghuni Sky Castle. Semakin ia ditentang, semakin ia semakin semangat.

Hwa Chi Young sendiri adalah seorang dokter ahli syaraf yang terkenal sebagai ahli bedah terbaik. Dia menggantikan posisi Park Seo Chang di RS. Semua orang terkaget-kaget ketika Chi Young dipilih oleh Presiden Direktur RS karena ia hanya lulusan dari universitas kecil yang bahkan hampir semua orang tak mengetahui letaknya di mana. Sang presiden direktur memilih dokter Hwang karena ia sangat berdedikasi pada profesinya. Dokter Hwang tidak ingin jabatan. Baginya dokter adalah profesi yang berbasis kemanusiaan, bukan sekedar mengejar materi. Karena idealismenya inilah, ia tidak disukai oleh Kang Joon Sang, dan bahkan dianggap Joon Sang sebagai musuh dalam karirnya.

Alur Kisah Sky Castle



Dari luar keluarga-keluarga ini terlihat sangat sempurna, namun siapa nyana setiap keluarga memiliki permasalahan masing-masing. Diceritakan bahwa hanya orang-orang dengan kedudukan tinggi yang bisa tinggal di Sky Castle. Rumah yang berdiri megah dengan sistem cluster seakan memberikan dinding pembatas antara Sky Castle dengan lingkungan luar.

Bahkan saking eksklusifnya, mereka tidak ingin ada CCTV terpasang di lingkungan tersebut karena akan mengganggu privasi. Mereka juga merasa dengan posisi dan status sosial penghuninya, tidak mungkin ada hal-hal yang melanggar norma terjadi di dalamnya. Namun benarkah tidak ada hal-hal tersebut?

Episode pertama dibuka dengan hebohnya istri Kang Joon Sang, Han Seo Jin, yang hendak mempersiapkan pesta untuk Park Young Jae, anak dari pasangan Park Soo Chang dan Lee Myung Joo karena berhasil lolos diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Seoul (UNS). Sebuah prestasi yang membanggakan karena untuk masuk ke sana dibutuhkan nilai yang sangat sempurna! Namun pasti teman-teman bertanya-tanya, la itu anaknya siapa kok yang ngadain pesta tetangganya? Sebegitu eratkah hubungan kekerabatan di Sky Castle?

Ya, sangat erat! Sangat erat demi sebuah memenangkan kompetisi sebagai penghuni paling keren, paling prestatif dan paling sukses. Mereka memakai topeng masing-masing seakan saling menghormati dan menyayangi, namun sesungguhnya sedang melancarkan tipu muslihat demi kepentingannya sendiri. Begitu juga Han Seo Jin saat menyelenggarakan pesta tersebut. Bukan karena benar-benar ikut berbahagia dengan keberhasilan Park Young Jae, namun karena dia ingin mencari tahu siapakah Pelatih Terkemuka yang bisa membuatnya lolos Fakultas Kedokteran.


Seo Jin dan putrinya, Kang Ye Seo

Putri pertama Han Seo Jin dan Kang Joon Sang, Kang Ye Seo, yang terkenal selalu menjadi siswi teladan di sekolahnya, digadang-gadang akan bisa masuk ke Fakultas Kedokteran UNS untuk meneruskan trah generasi dokter keluarga ayahnya. Han Seo Jin berupaya segala cara untuk memastikan putrinya mencapai hal tersebut demi sebuah prestige dan pengakuan dari mertuanya.

Dari informasi yang diberikan oleh Lee Myung Joo, ibu Park Young Jae, Han Seo Jin tahu kalau keberhasilan Young Jae masuk ke Fakultas Kedokteran UNS karena bantuan seorang Pelatih Terkemuka.

Seo Jin pun akhirnya mendapatkan kontak pelatih tersebut dan berusaha agar putrinya bisa diterima. Fyi, Pelatih Terkemuka ini hanya menerima dua siswa setiap tahunnya! Tidak banyak orang yang tahu tentang pelatih ini karena ia sungguh eksklusif. Hanya orang-orang di kalangan atas yang sanggup membayarnya. Pelatih ini merencanakan pendidikan tambahan bagi mereka yang ingin anak-anaknya masuk ke Fakultas Kedokteran ataupun fakultas-fakultas di Universitas bergengsi di Korea.



Bahkan tidak hanya memberikan les tambahan, namun siswa yang diterima belajar bersamanya juga akan mendapat fasilitas antar jemput eksklusif dengan supir yang disediakan oleh sang pelatih. Orang tuanya hanya diminta untuk menjaga kesehatan sang anak, baik secara fisik dan psikis. Untuk menunjangnya, pelatih itu bahkan menyiapkan menu makanan yang harus disiapkan para orangtua agar anak-anaknya tetap fit tubuhnya.

Pelatih Terkemuka ini mempekerjakan tutor-tutor profesional di bidangnya masing-masing. Setiap hari mereka briefing untuk membicarakan perkembangan prestasi murid-muridnya. Jika ada yang gagal membantu siswanya mendapat nilai sempurna, ia tak segan untuk memecat tutor itu dan menggantinya dengan tutor baru. Keren banget, les idaman bagi setiap keluarga di Sky Castle dan keluarga elit lainnya di Korea.

Seo Jin pada akhirnya berhasil membuat Kim Joo Young, sang Pelatih Terkemuka, mau menerima Ye Seo sebagai siswinya. Seo Jin merasa di atas angin, membayangkan betapa perjuangannya selama ini akan segera menuju puncaknya. Namun siapa sangka jika hubungan kerjasamanya dengan Joo Young justru membawa tragedi di dalam kehidupannya.


Pelatih terkemuka. bu Kim

Semua bermula ketika Lee Myung Joo ditemukan tewas karena bunuh diri dan mengagetkan seluruh penghuni Sky Castle. Di mata orang-orang, Myung Joo dari luar terlihat sempurna hingga tak mungkin memiliki alasan untuk mengakhiri hidup seperti itu. Ia memiliki pernikahan luar biasa dengan Park Soo Chang dan putra kebanggaannya, Park Young Jae, baru saja lolos di Fakultas Kedokteran UNS. Semua orang mulai bergunjing dan membicarakan kemungkinan demi kemungkinan, termasuk juga tiga orang teman dekatnya, Han Seo Jin, No Seung Hye dan Jin Jin Hee. Tiga perempuan ini memiliki dugaan-dugaan yang muncul di dalam pikiran mereka, namun mereka simpan sendiri.

Hingga datanglah keluarga Hwang Chi Young ke Sky Castle. Keluarga ini sangat unik bagi penghuni Sky Castle lainnya. Ketika semua istri di Sky Castle selalu mengenakan gaun anggun yang mahal, istri dokter Hwang lebih senang memakai pakaian yang casual dan asyik berkebun. Lee Seo Im, istri dokter Hwang, sangat ramah dan membawakan kue beras kepada tetangga-tetangga barunya. Tentunya hal itu dianggap kampungan oleh Han Seo Jin dan Jin Jin Hee, namun bagi Noo Seung Hye, Seo Im luar biasa. Ia merasa ada orang yang bisa dijadikan teman.

Keluarga Hwang menempati rumah Keluarga Park Soo Chang. Keluarga Hwang awalnya tak tahu-menahu kalau keluarga yang menempati rumah itu sebelumnya mengalami tragedi yang mengenaskan. Namun Seo Im akhirnya tahu tragedi itu dari Kang Ye Bin. Dari sinilah Seo Im berniat menggali apa yang terjadi di Sky Castle. Apalagi setelah ia menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya bagaimana setiap keluarga bersaing untuk menjadikan anak-anaknya terbaik di sekolah dengan cara-cara yang mengerikan. Ia ingin melakukan suatu hal untuk membuat perubahan di Sky Castle dengan cara menyusun sebuah novel.



Han Seo Jin menyewa Pelatih Terkemuka dengan biaya jutaan untuk Ye Seo. Nilai Ye Seo memang selalu terbaik, namun ia tumbuh sebagai sosok anak yang sombong dan tidak memiliki teman karena sikapnya. Ia sendiri merasa tak butuh teman dengan kecerdasan yang dimilikinya. 

Adiknya Ye Seo, Ye Bin, tertangkap mata oleh Seo Im sedang mengutil di minimarket bersama teman-temannya. Saat ia melaporkan hal itu pada Seo Jin, ia tak mengira bahwa Seo Jin menganggap permasalahan itu begitu enteng. Dengan gampangnya Seo Jin memberikan segepok uang pada pemilik minimarket agar pemilik itu membiarkan Ye Bin dan teman-temannya mengutil sesuka mereka. Di mata Seo Jin, anak-anak itu mengutil untuk menghilangkan stres belajar. Sedangkan untuk Seo Im jelas perbuatan mengutil adalah hal yang tak baik dan melanggar norma. Anak-anak harus diberi pengertian tentang hal ini. Ye Bin sendiri akhirnya menjadi dekat dengan Seo Im karena merasa dimengerti. Baginya sang ibu hanya memperhatikan sang kakak, ia sebenarnya mengutil untuk mencari perhatian ibunya, namun ibunya justru menyelesaikan masalah dengan cara yang tak disangka-sangka.

Sementara itu Profesor Cha Min Hyuk sangat keras dalam mendidik putra kembarnya. Ia membangun ruang belajar khusus yang tertutup agar si kembar Ki Joon dan Seo Joon fokus saat belajar. Tidak ada jendela dan sinar matahari yang masuk. Bahkan di ruang itu dilengkapi dengan alat penghitung waktu untuk melihat kecepatan kedua anaknya mengerjakan soal. Ketika sang anak mengerjakan soal lebih dari target, Professor Cha tak segan-segan berbuat kasar pada anaknya. Meski hanya berupa kekerasan verbal, namun sudah cukup membuat anak-anaknya takut dan tak nyaman belajar padanya. 
Seo Im yang mendengar hal ini dari bibir Noo Seung Hye, istri professor Cha, hanya mampu menyarankan bahwa Seung Hye harus menjalankan perannya sebagai ibu sebaik-baiknya. Ia harus mampu melindungi anak-anak dari kekerasan ayahnya. Seung Hye merasa mendapat kekuatan dari Seo Im dan mulai melakukan perlawanan terhadap suaminya. Ia ingin professor Cha memberikan proses belajar yang menyenangkan dan membebaskan anak-anaknya untuk menentukan pilihan sendiri. Tentu saja hal itu tak mudah, mengingat professor Cha sangat keras kepala.
cuplikan adegan-adegan keluarga Professor Cha
Oya, professor Cha juga mendirikan klub buku untuk penghuni Sky Castle. Di klub buku ini, setiap minggunya professor Cha menentukan buku yang harus dibaca oleh semua anggota. Setelah satu minggu mereka berkumpul untuk memberikan laporan dan mendiskusikan isi bukunya. Namun nyatanya bukan diskusi yang terjadi, professor Cha hanya terlihat ingin pamer kecerdasan dan memaksakan pendapatnya. Jika ada anggota yang memiliki pendapat berbeda tentang isi buku, ia akan menentang habis-habisan.

Sebenarnya istrinya, Seung Hye, sudah muak dengan perilaku suaminya ini, namun tak punya keberanian untuk melawan. Ketika Seo Im masuk ke Sky Castle, ia melihat kalau Seo Im mampu melawan professor Cha. Diajaklah Seo Im untuk ikut klub buku. Seo Im yang seorang penulis jelas sangat tertarik dengan hal tersebut. Namun ia kaget ketika melihat buku-buku berat yang dijadikan bahan bacaan. Buat orang-orang dewasa saja buku pilihan professor Cha sudah bikin kepala berkerut, apalagi anak-anak. Seo Im lebih kaget lagi ketika mengikuti proses diskusi yang tak sehat. Merasa sebagai anggota klub buku, ia berusaha menyatakan pendapatnya betapa klub buku tersebut bukanlah ajang diskusi namun pemaksaan.



Professor Cha jengkel dan akhirnya membuat voting apakah klub buku ini akan diteruskan atau tidak. Semua orang mengira pasti Seo Im akan kalah. Ternyata saat voting, hanya 4 orang yang ingin klub buku diteruskan. Selama ini banyak yang tak nyaman dengan klub buku tersebut, tapi tak ada yang berani melawan Professor Cha. Hanya Ye Seo, Professor Cha, Han Seo Jin dan Jin Jin Hee yang memberikan voting yes pada klub buku. Bahkan anak-anak dan istri Professor Cha ingin klub itu berhenti. Ye Seo marah pada Seo Im karena ia merasa klub ini membantunya dalam pelajaran Sastra Korea. Ia bersikap kasar pada Seo Im, seakan lupa kalau Seo Im adalah orang yang lebih tua dan sepatutnya dihormati.

Saking ingin membuat senang ayahnya, Cha Se Ri, putri pertama Professor Cha, terpaksa berbohong bahwa ia diterima di Universitas Harvard. Sejak kecil Se Ri tinggal bersama bibinya di Amerika, karena ibunya sibuk membesarkan si kembar. Merasa sudah mendapat pengasuhan yang baik dari kakaknya, serta nilai-nilai Se Ri yang selalu memuaskan, Seung Hye dan professor Cha berpikir Se Ri baik-baik saja. Tak ada yang tahu bahwa sebenarnya Se Ri tertekan tinggal di Amerika.



Apalagi professor Cha selalu memarahinya kalau nilainya turun. Ia merasa tidak akan pernah dianggap sebagai anak jika ia tak bisa membuat ayahnya bangga. Sedang passion Se Ri sebenarnya adalah memasak, menari dan mengembangkan bisnis. Peristiwa kebohongan Se Ri jelas sangat menggemparkan Sky Castle.

Kisah Soo Han, anak dari Jin Hee dan dokter Wo juga tak kalah membuat geleng-geleng. Jin Hee selalu memaksa Soo Han agar tak kalah dari Ye Bin. Ketika ia tahu Ye Bin nilainya meningkat, ia memaksa Soo Han untuk belajar hingga dini hari, padahal Soo Han saja baru sampai rumah dari tempat lesnya pukul 8 atau 9 malam. Karena capek, paginya Soo Han bermalas-malasan untuk bangun dari tempat tidur. Melihat hal ini, Jin Hee sangat marah dan mereka saling berkejaran di rumah.

Soo Han berusaha untuk menghindari pukulan dari ibunya dan memegang lemari penyimpanan keramik kesayangan sang ibu. Ia berpegangan sangat kencang hingga lemari itu jatuh dan isinya pecah semua. Ibunya semakin marah melihat hal tersebut. Soo Han merasa sangat bersalah sekaligus kecewa karena ia merasa sang ibu lebih sayang pada koleksi keramik daripada dirinya. Soo Han pun kabur dari rumah.



Selain intrik-intrik pendidikan keluarga di atas, Sky Castle juga dibumbui oleh kisah misteri. Selain motif tersembunyi peristiwa bunuh dirinya Myung Joo, kematian Kim Hye Na di pertengahan episode-episode Sky Castle juga semakin menambah ketegangan drama ini. Hye Na adalah gadis malang teman sekolah sekaligus musuh bebuyutannya Ye Seo. Mereka selalu bersaing di sekolah untuk mendapat posisi pertama. Selain harus belajar dengan keras, Hye Na menghabiskan waktunya untuk merawat ibunya yang sakit. Sebuah rahasia besar terkuak ketika ibunya meninggal. Hye Na memiliki sebuah misi terselubung yang membuatnya berusaha masuk ke keluarga Kang Joon Sang.

Hye Na akhirnya berhasil tinggal bersama keluarga Kang Joon Sang untuk menjadi tutor pribadi bagi Ye Bin. Hal ini membuat persaingan antara Je Seuh dan Hye Na semakin memanas. Tidak hanya karena Hye Na mampu menarik simpati Ye Bin, namun juga karena Hye Na mampu membuat Woo Joo jatuh hati. Hubungan Ye Seo dengan ibunya juga menjadi memburuk karena membiarkan Hye Na tinggal di rumah mereka.

Hye Na dan Woo Jo


Keinginan Seo Im untuk menyusun novel berdasar kisah-kisah di Sky Castle tidak berjalan mulus. Ada banyak pihak yang menentang, termasuk Kim Joo Young, sang Pelatih Terkemuka. Kenapa pelatih ini sampai menghalangi Seo Im menulis novel tersebut? Lalu siapakah sebenarnya Hye Na? Ada apa di balik kematian Myung Joo dan Hye Na? Apa rahasia besar Seo Jin? Apakah keluarga-keluarga di Sky Castle akhirnya mampu mengatasi permasalahan-permasalahan di dalam keluarganya? Nggak seru kalau ditulis di sini. Lagian bisa puluhan posting untuk menceritakan alur Sky Castle dengan detail. Mendingan cuzz tonton sendiri di situs-situs penyedia drama Korea ya, pals!

Pelajaran yang Kudapat dari Sky Castle


Dimainkan oleh aktor-aktor kawakan, meski mungkin sebagian besar wajah aktornya asing bagi penonton Indonesia, drama ini begitu kuat alur ceritanya. Didukung dengan setting tempat yang mengagumkan, akan membuat penonton selalu penasaran bagaimana akhir kisahnya. Bahkan drama yang awalnya hanya akan dibuat sepanjang 16 episode ini harus melar menjadi 20 episode karena banyak peminatnya.

Di awal aku memang bilang Sky Castle sangat daebaaaak! Namun jujur ada hal yang membuat aku kecewa pada drama ini, yaitu saat tokoh Hye Na dimatikan. Kasihan banget… sudah kehilangan ibunya, masih harus meninggal, hiks. Rasanya pengen protes sama penulis skenarionya, memang nggak bisa ya bikin semua orang di Sky Castle sadar tanpa harus bikin Hye Na meninggal. But drama will always be drama, tidak akan bisa memuaskan semua penontonnya.



Selain adegan Hye Na meninggal yang bikin gemes sama Sky Castle, aku juga menemukan ada hal-hal janggal yang kadang nggak klik di drama ini. Misal, karakter Presiden Direktur RS yang awalnya menerima dokter Hwang karena kredibilitas dan dedikasinya terhadap profesi, menyiratkan kalau sosoknya adalah orang yang menghargai kinerja dokter berlandaskan kemanusiaan bukan berdasar materi yang didapat. Namun di pertengahan episode, karakter sang presiden direktur seolah berubah jadi materialistis.

Lalu hal yang bikin berkerut lainnya saat Se Ri berbohong masuk Harvard. Segampang itukah membohongi orangtuanya masuk ke universitas ternama kelas dunia? Masa sekelas professor Cha nggak cek dan ricek gitu, percaya kalau anaknya lolos ke Harvard dari foto yang dikirim anaknya? Masa ya orang kaya tahu anaknya lolos kuliah di Harvard nggak terbang ke Amerika?

Namun tenang saja, pals… beberapa hal tersebut tidak mengurangi ketegangan dan kuatnya cerita Sky Castle. Lebih dari itu, drama ini juga menyimpan banyak pelajaran hidup yang keren. Setidaknya ada 11 hal yang bisa kuambil dari Sky Castle.

1. Anak-anak Butuh Rumah yang Nyaman dan Hangat


Di episode terakhir Sky Castle, semua pesan ini terpampang nyata. Bisa dibilang episode terakhir seperti menampilkan kesimpulan dari drama ini. Setelah jatuh bangun semua tokohnya, mereka akhirnya menyadari apa kebutuhan terpenting seorang anak-anak. Tidak lain adalah orangtua yang mencintai mereka tanpa syarat, entah mereka dapat nilai jelek, entah mereka pernah mengutil, entah mereka pernah berbohong, orangtua harus menjadi tempat pulang ternyaman bagi mereka.

Ada sebuah dialog dokter Woo yang sangat menyentil, intinya seperti ini
kita mungkin tidak bisa merubah sistem pendidikan yang buruk ini, namun setidaknya kita bisa menjadi orangtua yang selalu mendukung dan mencintai anak-anak kita.
Ya, sekolah bukanlah hal utama di dalam hidup anak-anak, orangtualah yang seharusnya menjadi role model pertama dan utama.



Saat ini yang bisa kulakukan hanyalah menjadi suami dan ayah yang baik.” Salah satu dialog dokter Joon Sang ini juga keren banget. Mengingatkan kita bahwa kehadiran ayah sangat diperlukan bagi anak-anaknya. Seperti kita tahu hampir di seluruh belahan dunia beranggapan bahwa tugas ayah hanyalah mencari nafkah, sementara anak-anak adalah urusan ibunya. Padahal untuk mendidik anak dibutuhkan kolaborasi antara ayah dan ibu.

Di Sky Castle juga menampilkan pesan bahwa sebuah keluarga harus memiliki visi yang sama. Ibu dan Ayahnya harus seiya sekata sehingga anaknya tidak bingung. Baik ayah dan ibunya harus memiliki metode pengasuhan yang sama sehingga anaknya akan merasa nyaman dan tidak terombang-ambing dalam kegalauan.

Anak butuh diterima, didengar dan dicintai. Pastinya semua orangtua mencintai anak-anaknya, namun seringkali kita mencintai mereka dengan versi kita sendiri. Tanpa mau mengkonfirmasi kepada anak apakah mereka nyaman dengan cara kita mencintai mereka. Bahkan banyak orangtua yang sering tak mendengarkan pendapat anak-anaknya.

2. Kenali Dirimu dan Tujuan Hidupmu, Bukan Sekedar Memuaskan Gengsi


Kamu harus masuk sekolah A, kamu harus masuk kampus B, kamu harus dapat kerja Z biar hidup enak, biar hidup sukses. Sering sekali orangtua mendikte kehidupan anaknya hanya demi sebuah gengsi. Tanpa menanyakan pada si anak apa hobinya, apa passion-nya, apa pelajaran kesukaannya. Seringkali orangtua hanya menuntut anaknya dapat nilai bagus. Ketika nilainya jelek segera dicarikan les tambahan.



Ketika sejak kecil seorang anak sudah ditanamkan dalam alam bawah sadarnya, belajar hanya untuk mendapat nilai baik, belajar hanya untuk menyenangkan orangtua, kelak ia tak akan benar-benar tahu siapa sebenarnya dirinya dan apa tujuan hidupnya. Maka tak heran banyak orang merasa salah jurusan dan baru menemukan benar-benar keinginanya saat sudah dewasa. Jadi ingat saat ikut seminar Ayah Edy, beliau bercerita bagaimana banyak kliennya berhenti dari profesinya karena baru sadar mereka tak menikmati profesi tersebut. Mereka menggeluti profesi itu karena permintaan orangtuanya, bukan karena mereka benar-benar menginginkan bekerja di sana.

“Nilaiku selalu baik, aku bisa masuk ke sekolah favorit, aku selalu mendapat peringkat pertama.. tapi kenapa aku tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit ini, Bu? Aku tak mengenal siapa diriku dan apa mauku.”
Ungkap dokter Kang Joon Sang di salah satu episode Sky Castle mengajak kita untuk memahami kembali makna belajar yang sesungguhnya.

3. Apalah Artinya Peringkat Satu Jika Akhlaknya Hancur?


Di Sky Castle kita bisa melihat ada sosok Kang Ye Seo yang sangat cerdas dan berprestasi, tapi nggak punya teman, sombong dan tidak sopan pada yang lebih tua. Ada pula adiknya Kang Ye Bin yang ceria namun suka mengutil. Ada pula Se Ri yang berbohong demi menyenangkan hati ayahnya. Dan ada juga Woo Joo yang cerdas, tampan dan juga ramah.

Dari karakter anak-anak ini kita bisa belajar bahwa apa artinya nilai baik, dan peringkat tinggi jiak mereka tak memiliki adab dan akhlak. Pintar di atas kertas dan angka-angka saja tak cukup, anak-anak juga harus cerdas secara emosional dan spiritual sehingga mereka akan kuat menghadapi segala tantangan hidup.



4. Anakmu Bukan Dirimu


Pernahkah kita memiliki sebuah mimpi yang tak tercapai lalu berambisi agar impian itu direalisasikan oleh anak-anak kita? Sedang anak-anak punya mimpinya sendiri. Keluarga Cha Min Hyuk bisa jadi contoh kondisi ini. Ia memaksakan anaknya belajar dengan keras agar bisa mencapai impiannya yang gagal. Anak-anak kita memiliki jalan takdirnya masing-masing, biarkan mereka menemukan misi spesifik yang Allah titipkan. Biarkan mereka menjalani hidupnya sendiri, orangtua hanya berkewajiban untuk memfasilitasi dan mengarahkan, tapi bukan mendikte layaknya seorang diktator.

5. Semua Anak Istimewa


Melihat bagaimana Ye Bin jengkel karena selalu dipandang tidak pernah sepintar kakaknya, menjadi pelajaran bagi kita bahwa setiap anak punya keistimewaan masing-masing. Kita hanya perlu fokus pada kekuatan dan kebaikan anak-anak agar semua fitrah yang melekat pada mereka melejit dan bertumbuh dengan baik. Mungkin A tidak cukup pintar dalam pelajaran Matematika, namun ia sangat baik dalam kesenian. Mungkin B tidak jago olahraga, namun ia sangat pandai menulis cerita.

6. Bahagia=Selalu Bersyukur dan Merasa Cukup



Rasa tak puas dan keserakahan bisa membuat hidup kita hancur. Sky Castle menampilkan cerita-cerita keserakahan manusia yang berujung pada tragedi-tragedi kehidupan. Tak pernah puas memang fitrahnya manusia, itulah kenapa kita diminta untuk selalu bersyukur, karena syukur akan menambah nikmat.

Tentu kita tidak mau menjadi manusia-manusia picik yang tak pernah puas dengan kehidupan, hingga lupa bersyukur atas hal-hal kecil dan indah yang telah Allah anugerahkan. Kunci hidup bahagia adalah selalu bersyukur untuk setiap perjalanan dalam hidup. Mau itu sedih, mau itu senang, Allah selalu kirimkan nikmat di baliknya selama kita mau bersyukur.

7. Semua Orang Memiliki Kesempatan yang Sama di Dalam Hidup



“Mau jadi apa kalau nggak sekolah? Mereka yang nggak bisa masuk ke tiga universitas teratas di negeri ini hanya akan jadi sampah!” Celoteh seorang guru di akhir episode Sky Castle. Seluruh murid di kelas itu protes dan meninggalkan gurunya. Ya, begitulah.. bahkan di Indonesia pun saat ini masih ada hal seperti ini. Mereka yang lulus dari sekolah atau kampus negeri dianggap lebih baik, pintar dan masa depan lebih menjanjikan. Padahal banyak juga to yang nganggur setelah lulus kuliah?

Mau sekolah di mana pun, mau anak itu kaya atau miskin, mereka berhak mendapat kesempatan yang sama. Yang membedakan hanyalah usahanya. Anak orang kaya jadi miskin juga bisa kalau hanya bisa foya-foya. Anak orang miskin yang kemudian sukses hidupnya juga banyak kalau mau ikhtiar kenceng.

8. Berjuanglah dengan Cara yang Baik


Semua manusia punya tujuan hidup dan pasti berusaha untuk mencapainya. Namun jika tujuan itu dicapai dengan cara yang kotor, tujuan itu tak lagi ada maknanya. Kepuasan dan berkah dalam mencapai tujuan hanya bisa didapat ketika kita melakukan ikhtiar yang baik dan jujur.

Zaman masih aktif ngajar dulu suka dibikin miris, ada saja orangtua-orangtua yang mengerjakan PR anaknya dengan alasan anaknya lupa, anaknya lelet ngerjainnya, dan sebagainya. Ada juga kah yang sering ngerjain PR anaknya?

Demi anaknya dapat nilai baik dan peringkat tinggi, nggak sedikit orangtua nyogok pihak sekolah untuk dapatin kunci jawaban dari ujian. Nggak tahu kalau sekarang sepertinya udah susah ya. Zaman aku masih SD dulu dapatin soal ulangan harian or ulangan umum itu gampang banget. Bahkan kalau mau para guru saat itu bisa menjadikannya sebagai lahan cari uang tambahan.



Aku pernah suatu hari menemukan kumpulan soal di meja kamar ibuku yang seorang guru SD, tanpa sepengetahuan ibu. Aku nggak sadar kalau kumpulan soal itu adalah soal-soal ulangan yang akan diujikan. Esok paginya ketika aku mengerjakan tes, aku baru sadar kok soalnya plek ketiplek. Karena senang bisa tahu soal ulangan, sampai rumah aku cari lagi kumpulan soal itu di kamar ibu. Pikirku saat itu aku bisa dapat nilai bagus terus kalau begini nih. Eh, ketahuan dong sama ibuku dan diceramahi panjang lebar.

Tapi dari situ aku belajar bahwa kejujuran adalah segalanya. Apalah artinya aku dapat nilai bagus kalau dari hasil ngintip soal yang besok bakal keluar. Apalah artinya mencapai rangking satu kalau didapat dari mencontek. Sejak saat itu aku nggak berani dudah-dudah kamar ibu, sekaligus nggak pernah berani nyontek. Eike takut ketahuan, pals.. hehe.

9. Have Sex Before Marriage is Too Risky!



Untuk yang percaya agama, jelas tahu ya kalau have sex sebelum pernikahan adalah zina dan dosa besar. Selain itu dari segi kesehatan pun nggak baik. Namun untuk pemuja kehidupan bebas, bisa jadi ini sebuah gaya hidup. Di film ini sedikit menyentil bahaya zina sebelum menikah. Bahwa bisa jadi ada kehamilan yang terjadi dan tak disadari. Hingga kemudian ada anak yang terdholimi hidupnya karena tak mendapat kasih sayang yang utuh dari kedua orangtuanya. Harus menanggung malu dan dibully oleh lingkungan karena lahir tanpa ayah. Jadi, pikirkan baik-baik.. karena satu langkah dalam hidup kita akan berbuah banyak konsekuensi setelahnya.

10. Kesetiakawanan



Mengharukan ketika teman-teman Woo Joo memberikan dukungan lewat petisi untuk membantunya bebas dari hukuman. Juga saat mereka bersama-sama menghambur dari kelas lalu mengiringi Woo Joo keluar dari sekolah. Begitu juga saat si kembar menyambut kepulangan Woo Joo dengan riang gembira. Atau saat si kembar membela Woo Joo di hadapan ayahnya, “Dia temanku!” Sekeren apapun kita di dalam hidup, kalau dibenci teman-teman, dunia pasti nggak akan terasa indah kan? So, stop gontok-gontokan karena beda pilihan ya… looh??

11. Kita akan Menuai Apa yang Kita Tabur



Yang namanya hidup pasti ada hukum sebab akibat. Dalam Al Quran pun dijelaskan, di Surat Az Zalzalah 7-8;
fa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarah
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,

wa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarah
dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
***

Sky Castle, akan jadi salah satu drama Korea yang bakal aku kenang sepanjang masa. Karena lewat 20 episode menegangkannya, aku belajar banyak hal. Aku belajar bahwa menjadi sukses saja tidak cukup. Menjadi bahagia dengan selalu bersyukur adalah hal yang harus kita tanamkan dalam hidup. Dan lagi-lagi aku diingatkan, it takes a village to raise a kid!

Mendidik anak itu butuh support system yang kuat. Bukan hanya kolaborasi antara ayah dan ibu, namun juga lingkungan sekitar. Jika ada tetangga yang memberi saran, bukan berarti mereka mengkritisi cara pengasuhan kita. Selama saran tersebut bermanfaat, bukankah tidak ada salahnya untuk didengarkan? Membangun peradaban artinya membesarkan anak bersama-sama. Bukan lagi tentang anakku dan anakmu, tapi anak-anak kita, anak bangsa ini.



Oya, aku juga melihat di Sky Castle secara tersirat penulis ingin menyampaikan pesan;
bahwa sebagai manusia, kita harus berusaha untuk melakukan perubahan yang kita bisa, mulai dari diri sendiri dan dari hal terkecil. 

Bagi yang suka menulis, mungkin bisa jadi agent of change lewat tulisan, seperti bu Seo Im. Btw, adakah yang sudah menonton Sky Castle juga?Bagi kesan-kesannya dong setelah nonton, adegan mana nih paling favorit?

Jangan lupa mampir juga ke Review Sky Castle ala mbak Jiah ya, ada sisi lain yang diungkap di sana!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.




Post a Comment

8 Comments

  1. waah lengkap banget reviewnya, mbak. aku juga lagi nulis tentang drama ini nih. soalnya emang nampol banget ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooh mbak, saking nampolnya.. aku nggak nunggu besok2 buat nulis.. Begitu selesai nonton langsung buka lappy... takut feelnya ilang. Kaya Alhambra, pengen bikin reviewnya sampai berminggu2 belum nulis juga, hahaha.

      Delete
  2. Satu lagi review yang mengatakan bagus. Harus cari waktu buat nonton nih.

    ReplyDelete
  3. Aku awalnya juga gak niat nonton SKY Castle ini. Pas udah eps 12 baru mulai nonton. Well kalau aku di awal udah merasa tegang. Mungkin momennya pas sama deg2 gannya dg Al Hambra. Aku juga merasa ini drama keluarga terbaik sejauh ini. Dan untuk Hyena, waktu preview, aku berharap dia masih hidup. Tapi ya ternyata tidak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya waktu itu sedang fokus pada Akang Hyun Bin, jadi pesona Sky Castle terabaikan deh, wkwkw.

      Hooh berharap banget Hye Na masih hidup... kasihan.. hiks

      Delete
  4. Hmm itu beneran terbang ke Amerika mbak ceritanya, tp ngga kuliah di Harvard. Hehe

    Yg aku sayangkan justru keputusan WooJo buat drop out sih. Kaya nanggung gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang tuanya Se Ri terbang ke Amerika juga kah? Coz aku nangkapnya si Seri kan udah tinggal di Amerika lama banget sejak SD/ SMP sama si tantenya itu. Nah, pas mo kuliah si Seri asal nyetak sertifikat penerimaan dari Harvard di Internet buat difoto dan ditunjukin ke ortunya. Tapi beneran masih nggak make sense aku yang soal Harvard ini... Kalau dia drop out dari Harvard nggak bilang bapake malah masih agak masuk akal, tapi nek nipu pura2 keterima di Harvard, lalu bisa tinggal di asrama, masuk ke kelasnya... hmm


      Kalau Woo Jo, aku bayanginnya dia kaya Pak Joon Sang yang nggak bisa bertahan di RS tempat kerjanya karena nggak mungkin bisa masuk ke ruang operasi di mana dia bakal terbayang2 sama Hye Na. Woo Jo pun sama... masuk ke sekolah yang biasanya ada orang disukai, tiba2 harus sadar orang itu nggak ada, meninggal pula. Yang nemuin dia pula... duh... nggak konsen deh kayanya kalaupun harus sekolah.

      Apalagi dia sudah sampai di titik, 'kayanya aku nggak bakal dapat apa2 kalau cuma ngerjain soal2 doang di sekolah...', jadi ya keluar sekolah is the best choice.


      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com