-->

Merawat Orang Sakit Itu Tak Mudah, Berikan Dukunganmu dengan 5 Hal Ini!


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sebenarnya keinginan untuk menulis tema ini muncul sejak lama. Bahkan sejak almarhumah ibu masih ada. Namun terus tergerus, takut kalau ditulis dikira baper, wkwk. Hanya saja sempat ketika ada sebuah video yang viral beberapa waktu lalu, setahun atau dua tahun lalu, aku sempat memberikan pandanganku terkait merawat orang sakit.

Aku nggak punya videonya sih. Kalaupun punya, aku juga nggak mau membagikannya karena videonya sangat menyedihkan untuk dilihat. Di video tersebut ada dua orang perempuan yang bisa kita saksikan. Perempuan pertama adalah seorang ibu yang sudah renta, duduk di sebuah kursi, sepertinya lumpuh, yang sedang dimandikan oleh sosok perempuan kedua. Perempuan kedua usianya jauh lebih muda, kemungkinan besar anak atau menantunya.

Yang menjadi masalah, di video tersebut tergambar bagaimana kasarnya perempuan kedua ini memandikan sosok perempuan pertama. Lalu seperti biasa video itu tersebar ke mana-mana dan dihujani banyak hujatan dari netizen se-Indonesia raya.

Aku tak membenarkan apa yang dilakukan oleh perempuan kedua tersebut. Itu jelas sebuah perbuatan yang buruk. Namun aku juga tak berani menghujatnya, karena aku tahu betapa susahnya merawat orang sakit. Betapa fisik dan psikis kita terkuras saat merawat orang sakit. Apalagi jika orang-orang di sekitar kita tak ada yang memberikan dukungan, dan hanya bisa nyinyir. Sakiiit banget lo saat kita sudah berusaha memberikan yang terbaik, dan masih ada aja omongan orang yang nyelekit.

5 Cara Memberikan Dukungan pada Mereka yang Merawat Orang Sakit


Mereka yang merawat orang sakit nggak butuh kok dikasih pujian, tapi jangan sekali-kali meremehkan apa yang sudah dikerjakan. Apalagi jika mereka sudah merawat secara bertahun-tahun. Tak adanya dukungan dari orang-orang terdekat hanya akan membuat mereka yang merawat orang sakit merasa semakin hancur harga dirinya dan juga merasa sendirian.

So, buat teman-temam yang pasangannya atau kerabatnya mendapat amanah untuk menjadi perawat bagi orang sakit, jikalau tak bisa membantu menggantikan posisi mereka, setidaknya tunjukkan dukungan kalian dengan 5 hal ini:

1. Tanyakan Kabarnya

Saat kita menjenguk kerabat yang merawat keluarganya tersebut, atau jika kita pasangannya, maka sesekali tanyakanlah kabarnya lebih dahulu dibandingkan kabar orang yang dirawatnya. Kita seringkali hanya fokus pada pasien, namun melupakan bahwa yang merawat pasien pun juga perlu diperhatikan. Kadang si perawat pasien sampai lupa makan, lupa mandi, bahkan mungkin lupa dunianya karena fokus pada pada pasiennya.

Dengan menanyakan kabar, secara tak langsung kita telah memberi kesempatan untuknya merasa lelah. Kita telah memberikan kesempatan baginya untuk berbagi rasa dan cerita. Dia akan merasa bahwa ternyata masih ada kehidupan selain merawat orang sakit. Bahkan hanya dengan menanyakan kabarnya, kita bisa memberikan perasaan lega dan dicintai. Dan itu sangat dalam dan dibutuhkan.

2. Bawakan Makanan Kesukaan

Tak perlu bawa buah tangan yang mahal, kita masih ingat makanan kesukaannya dan membawakannya saat datang berkunjung sudah menjadi sesuatu yang melambungkan semangat. Seringkali ketika kita mengunjungi orang sakit, makanan yang kita bawakan hanya ditujukan pada si pasien. Namun kita lupa bahwa yang merawat dan menjaga si pasien juga punya makanan kesukaan. Kadang saking fokusnya pada pasien, mereka bisa jadi sudah lupa dengan makanan kesukaannya. Bayangkan kalau tiba-tiba ada yang membawakan makanan kesukaan tersebut, pasti sungguh bahagia tiada tara.

3. Jangan Pernah Tanya “Kok Bisa?”

Saat pasien anfal, saat harus kembali dibawa ke rumah sakit, saat pasien terjatuh di kamar mandi, selalu orang yang merawatnya akan otomatis menjadi tertuduh dan tersangka. Hanya karena satu peristiwa buruk, semua usaha-usaha baik yang pernah dilakukan kepada pasien lenyap seketika. Ketika semua mata menatap tajam dan bilang, “kok bisa?”, rasa-rasanya tulang copot semua dari badan. Bahkan tanpa pertanyaan “kok bisa?”, mereka sudah merasa sangat bersalah karena orang yang dirawatnya tak kunjung sembuh, dan masuk lagi ke rumah sakit. Apalah lagi ditambah mendengar pertanyaan tersebut, rasanya sungguh seperti diiris sembilu.

So, please.. jangan sudutkan mereka dengan mata-mata tajam itu. Jangan komplain pada hal-hal buruk yang mungkin hanya terlihat sekali seumur hidup. Kita tak ada di samping mereka setiap hari, jadi apakah pantas menghakiminya hanya karena satu peristiwa saja?

4. Berikan Pijatan

Merawat orang sakit memang sangaaat capek, tapi mengeluh bukanlah solusi. Maka sang perawat hanya mampu terus bertahan. Seletih apapun berusaha mengatasinya, karena yang ia tahu lelah atau tidak, tetap ia yang harus merawat sang pasien.

Jika kita adalah pasangan dari sosok perawat orang sakit ini, sesekali berikan pijatan lembut di bahu dan punggungnya. Biarkan mereka kembali relax dan segar, sehingga siap menjalani masa-masa berikutnya. Jika kita adalah kerabat mereka, maka sesekali bawa tukang pijat ke rumah, biarkan mereka melemaskan kembali otot-otot yang telah kaku.

5. Bantu Mereka untuk Me Time

Jika bisa, gantikan mereka sebentar saja untuk menjaga sang pasien, dan berikan kesempatan pada mereka untuk sekedar mandi sepuasnya. Nggak perlu me time yang muluk-muluk, bisa mandi dengan tenang dan lama saja sudah sebuah hadiah buat perawat orang sakit. Jika kita bisa menggantikannya untuk menjaga sang pasien dalam waktu yang lebih lama, biarkan sang perawat tersebut menikmati me time dengan tidur atau pergi ke tempat makan yang disukainya.

Merawat orang sakit tak bisa dilakukan sendirian. Apalagi jika penyakit yang diderita oleh pasien adalah penyakit yang menahun, dan sudah berlangsung bertahun-tahun. Support system sangat diperlukan untuk menjaga para perawat pasien tetap waras dan selalu semangat menjalani hari-harinya.

Aku bersyukur saat harus merawat ibu kurang lebih 6 tahun terakhir sebelum beliau meninggal, aku memiliki suami yang sangat mendukungku. Bahkan doi nggak segan-segan ikut menyuapi ibu, menggendong ibu dari tempat tidur ke kursi roda, dan melakukan hal-hal lain yang sangat membantuku. Itu saja kadang aku masih merasa sangat stressful. Bisa bayangkan mereka di luar sana yang merawat orang sakit tanpa adanya dukungan dari sekitarnya.

Buat teman-teman yang mendapat anugerah berupa amanah menjaga dan merawat orang sakit, tetap semangat. Aku tahu itu tak mudah dan terasa melelahkan. Dan sungguh klise rasanya kalau aku bilang, bersabarlah. Namun nyatanya kunci untuk bisa melewati semua keadaan tersebut memang hanya sabar dan ridho atas segala ketentuan yang Allah berikan. I feel you, and I support you! Tetap kuat yaa… Allah sebaik-baiknya penolong.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

28 comments

  1. ternyata prtanyaan kok bisa sangat sakral untuk di ucapkan dalam merawat orang sakit. Benar banget kita tak boleh meremehkan apa yang telah mereka perbuat. karena memang sangat susah banget merawat orang sakit.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih tipsnya mbak..
    Memang yg harus ditahan saat menjenguk adalah pertanyaan "kok bisa"

    ReplyDelete
  3. Aku setuju nomor 5 bergantian jaga biar yg merawat bisa istirahat sesaat...karena bagaimanapun si perawat butuh relax..otak dan hatinya perlu di refresh ulang, agar bisa kembali bersemangat jika harus kembali merawat orang sakit....karena aku pernah diposisi merawat bapak saat ia kena stroke..ya Allah mesti sabaaaar banget...dan itu syukur bisa gantian...kalo gak, mungkin aku juga bisa depresi sendiri..

    ReplyDelete
  4. Kadang mulut kita ini suka nyerocos gak jelas bahkan menyakiti orang lain. Pelajaran banget biar kita bisa menjaga perasaan orang yang merawat orang sakit. Semoga saya juga bisa berbakti sama orang tua/mertua dan merawat mereka dengan sabar.

    ReplyDelete
  5. Pertanyaan kok bisa memang kadang bikin nggak enakin ati. Cuman, sering terlintas dan terucap begitu saja ya. Kudu lebih hati-hati kalo ngomong

    ReplyDelete
  6. Sepakat itu kak, hal kecil bermanfaat untuk mereka yg bs kita lakukan. Empati harus kuat bila jenguk orang sakit buka kepo yg dominasi

    ReplyDelete
  7. Bawa makanan kesukaan, kalo gak dianjurin dokter, gimana dong kak? Hehehe... Udah dijenguk aja biasanya udah bikin yang sakit senang.

    ReplyDelete
  8. Tanyakan kabar, bawakan makanan kesukaan dan mendoakan. Jangan sesekali menjudge orang sakit, bukannya sehat malah tambah sakit yah hehe.

    ReplyDelete
  9. Suatu saat kita akan merasakan hal yang sama ya. Semoga selalu sehat dan tidak gampang mengeluh manakala harus membantu orang sakit apalagi orang terdekat dengan kita.

    ReplyDelete
  10. Nah iya, daku familiar banget sama kata-kata "Kok bisa sih sakit itu? Memang penyebabnya apa? Sebelumnya ngapain?"

    Seharusnya memang nggak seperti itu, tapi tunjukkan empati yang lebih tepat

    ReplyDelete
  11. Bener banget ini
    Saat sakit itu yang dibutuhkan adalah dukungan terbaik. Perhatian, makanan kesukaan bahkan sekedar menjadi pendengar saat si sakit sedang mengeluarkan isi hatinya
    Dan ya, jangan menanyakan "kok bisa?" atau bahkan mengeluarkan pertanyaan/penrnyataan yang terkesan menghakimi dan menyalahkan. Alih-alih sembuh, si sakit bisa makin sedih

    ReplyDelete
  12. Ibu mertuaku pernah ngerawat almarhum bapaknya (kakeknya suami). Berat... Banget, sampai beliau kurus banget... Aku pernah sampe ikut sakit hati pas ada sodara ygmaido ibu.

    ReplyDelete
  13. Perkataan yg positif dan membangun semangat ini sangat membantu seseorang bisa segera sembuh dari sakitnya. Trima kasih utk sharing tulisan ini

    ReplyDelete
  14. Dukungan penting untuk merawat orang sakit apalagi buat keluarga ya harus sabar & ikhlas. Walaupubn cape tapi harus kasih wajah yang baik dengan tersenyum Insya Allah ada amal kebaikan di sana. Maklum kadang orang sakit sedih, stres campur aduk perasaannya kadang merasa putus asa.

    ReplyDelete
  15. subhanallah.. memang terkadang apa yang terpikirkan dengan seseorang tidak terpikirkan dengan orang lain.. tulisan ini saya keep untuk pengingat saya pribadi

    ReplyDelete
  16. Benar sekali ini. Si perawat jg butuh support. Aku bs melihat sendiri gimana kerepotan dan beban suami ketika merawat orangtuanya sakit. Semoga yg sakit segera sembuh dan yg merawat diberi kesabaran hingga akhir.

    ReplyDelete
  17. Ada beberapa yang pernah kualamin nih saat merawat ibu mertua, huhuhu. Tipsnya bermanfaat sekali nih mbak. Kalau sekarang mama mertua udah dirawat adik dan aku udah tahu rasanya bagaimana merawat orang sakit jadi tips-tips inilah yang memang aku lakukan

    ReplyDelete
  18. Yes setuju dengan jangan tanya "kok bisa?" karena orang sakit itu biasanya mentalnya rapuh dan sensitif.

    ReplyDelete
  19. Saya sakit, tapi yang baru tahu, malah nanya, "Kok bisa?" Perih hati saya dengarnya.

    Yes.. lebih baik kita dukung dia untuk sembuh dari pada membahas hal-hal yang tidak penting.

    Bangkitkan semangatnya.

    ReplyDelete
  20. Merawat orang sakit, terutama yang sudah tua, nggak semudah merawat bayi yang sesekali masih bisa diajak kemana-mana memang.

    Tulisan Mba ini menyentuh sekali. Semoga kelak saat orangtua saya mulai menua, saya diberi sabar dan tangguh untuk menjaga mereka. Aamiin.

    ReplyDelete
  21. inget banget waktu nganterin mamah mertuaku yg kena saraf kejepit, rasanya udah sedih banget. Memang butuh kita berada disisinya sih kalo menurutku

    ReplyDelete
  22. Salut banget sama orang yang telaten bahkan sampe bertahun-tahun merawat orang sakit. Mungkin fokus utama orang-orang ke orang yang sakit, namun perlu juga diperhatikan orang yang merawatnya. Setidaknya tindakan-tindakan seperti di atas, bisa meringankan beban mereka.

    ReplyDelete
  23. Perhatian orang pada umumnya memang selalu tertuju pada pasien aja ya. Padahal yang merawatnya pun mesti diperhatikan karena pasti lelah baik secara lahir maupun batin.
    Salut pada mereka yang bisa sabar merawat orang sakit.

    ReplyDelete
  24. Bisa juga sebagai opsional selain menanyakan kabar juga membiarkan untuk bercerita dan memberikan respon yang pas, kalau pasien legaan dan sedikit merasa bahagia bisa sekalian menumbuhkan kesembuhan lebih cepat :D

    ReplyDelete
  25. sebagaimana kalau aku sakit, pasti pengen dapet perhatian. ditemenin ngomong walaupun lewat telepon dan paling seneng juga kalau dikirimin makanan hehehe
    Kita emang harus memberikan semangat kepada sisakit agar cepat sembuh dan bisa beraktifitas normal kembali

    ReplyDelete
  26. Ikut berduka atas wafatnya Ibu ya mbak Marita, terimakasih infonya ini kadang kayak sepele tapi justru sangat dibutuhkan oleh mereka yang sedang sakit supaya terus punya harapan hidup

    ReplyDelete
  27. Saat menjenguk, pertanyaan kok bisa ngak akan keluar dari mulutku kerana aku tau waktu itu mentalnya pasti lagi sesitif. Meski penasaran kejadiannya, aku akan bertnya pas keadaan udah baik.Tunjukkan empati dan beri dukungan dan semangat kepada pesakit. Dan aku setuju dengan bawa makanan kesukaan.

    ReplyDelete
  28. Wahh setuju banget nihh, setidaknya bisa meringankan rasa sakit si penderita yaaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com

Subscribe Our Newsletter