MaritaPalace

Ubah Hobi yang Menyenangkan jadi Menghasilkan? Bisa dong! Coba Lakukan 7 Tips Ini!


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Memiliki hobi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kewarasan mental buat para emak, apalagi saat badai covid-19 melanda seperti sekarang. Seharian bersama anak-anak, dengan segudang tugas belajar online mereka, belum yang suaminya work from home, nggak sedikit yang cerita kalau tugas harian para emak jadi berkali lipat karena anak dan suami ada di rumah seharian, hehe. Dari yang biasanya masak sekali bisa jadi masak sampai tiga atau empat kali, terutama menyiapkan kudapan, untuk menjaga perut anggota keluarga agar tetap tenang di tengah masa physical distancing dan karantina wilayah. Yaa, meski kalau urusan perdapuran sih, nggak terlalu berubah di aku. Bagian melarisi teman-teman yang jual kudapan aja deh aku.

Namanya hobi kan memang beda-beda ya setiap orang. Ada yang hobi masak, jadi ya saat-saat karantina wilayah begini tambah rajin aja di dapurnya. Ada yang hobi dagang, masa di mana orang susah keluar rumah bisa jadi peluang bagi para pedagang online. Kalau aku sendiri punya lima hobi penjaga kewarasan dalam hidupku, lima hobi yang menyenangkan bagiku tersebut bisa lo kuubah menjadi hobi yang menghasilkan.

Dan aku yakin semua hobi yang awalnya hanya sekedar menyenangkan bisa diubah menjadi menghasilkan. Bukankah ada yang bilang bahwa pekerjaan paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar? Aku sudah mengalaminya. Btw, ngobrol soal menghasilkan buatku tidak hanya soal bagaimana hobi tersebut bisa menghasilkan uang atau materi, namun juga menghasilkan karya dan kebahagiaan.

7 Tips Mengubah Hobi yang Menyenangkan jadi Menghasilkan


Ada yang tertarik juga mengubah hobi-hobi yang menyenangkan menjadi hobi yang menghasilkan? Ini 7 tips yang bisa teman-teman praktekkan!

1. Lakukan Sepenuh Hati

Saat kita ingin mengubah level dari hobi yang bersifat menyenangkan menuju level menghasilkan alias produktif, maka hal pertama yang harus diperhatikan yaitu bagaimana kita menjalani hobi tersebut dengan sepenuh hati. Jika dulu menjalani hobi hanya karena suka, iseng dan sekedar mengisi waktu luang, saat kita ingin mengubahnya menjadi lebih produktif, nggak bisa lagi menjalani hobi hanya sekedar suka dan iseng saja.

Misal, kita punya hobi menulis dan ingin menghasilkan karya dari hobi tersebut, maka nggak bisa lagi main-main dengan hobi ini. Nggak ada lagi yang namanya nulis menunggu mood, nulis nunggu waktu kosong dan nulis nunggu ada wangsit. Kalau mau memiliki karya dari hobi menulis, pastinya kita yang harus atur mood, kita yang harus mengelola waktu untuk bisa menulis setiap hari dan kita harus selalu menemukan ide, bukan menunggu ide itu datang.

Jadi siap nggak melakukan hobi dengan sepenuh hati?

2. Konsisten

Setelah berhasil mengubah yang awalnya suka-suka dan iseng saja menjadi lebih sepenuh hati, maka tantangan selanjutnya adalah bagaimana kita menjalani hobi tersebut secara konsisten. Jika yang awalnya hanya menulis seminggu sekali atau sebulan sekali, mulai ubah menjadi sehari sekali, bahkan meski hanya menulis satu paragraf setiap harinya. Konsistensi inilah yang nantinya akan mampu membawa kita menghasilkan karya, syukur-syukur jika dari karya tersebut bisa menambah dana di rekening pribadi kan?

3. Gabung dengan Komunitas

Biasanya nih mengubah hobi menjadi lebih serius dan menjalaninya secara konsisten susah dilakukan ketika hanya sendirian. Sudah fitrahnya kita ini didesain sebagai makhluk sosial, se-introvert apapun kita, kita tetap butuh orang lain. Maka, salah satu acara agar bisa mengubah hobi yang menyenangkan menjadi menghasilkan adalah dengan berkumpul bersama orang-orang yang memiliki hobi sama dengan kita.

Misal, aku kan suka menulis, jadi aku mencari teman yang sama-sama suka menulis dengan bergabung ke komunitas literasi dan blogging. Banyak sekali manfaatnya dari berkomunitas. Salah satunya kita jadi lebih semangat menjalani hobi dan terpacu ketika melihat teman-teman sekomunitas melahirkan karya-karya baru. Waah, mbak A aja bisa lo dengan segudang kesibukannya menerbitkan buku solo, aku juga harus bisa dong. Atau.. dari teman sekomunitas kita bisa belajar tips untuk tetap konsisten, bagaimana cara mengelola waktu dan pastinya bisa menambah teman-teman dengan positive vibes.

4. Keep Learning!

Tips selanjutnya untuk mengubah hobi yang menyenangkan menjadi menghasilkan yaitu jangan lelah belajar hal-hal baru terkait hobi yang kita jalani. Contoh mudahnya karena aku suka ngeblog, aku berusaha untuk keep updating about blogging stuff. Dari memperbaiki kualitas tulisan sampai belajar SEO agar artikel-artikel di blogku nggak hanya tambah enak dibaca, tapi juga bisa mendulang traffic yang lebih baik.

Atau kalau teman-teman yang suka banget memasak, tentu setiap hari pengennya menambah skill masaknya menjadi lebih baik dari hari ke hari kan? Yang awalnya mungkin hanya bisa masak satu sampai lima resep, kini mulai belajar resep-resep lainnya.

5. Pantang Menyerah

Selain terus belajar, menurutku agar hobi kita bisa menghasilkan, kita juga harus memiliki sikap pantang menyerah. Kaya aku contohnya nih, meski sudah belajar ngeblog secara profesional sejak 4 tahun lalu, DA/ PA -ku masih aja stuck di angka yang sama. Tapi apa karena DA/ PA yang nggak naik-naik ini aku harus jadi malas blogging? Nggak kan? Justru jadikan setiap hal-hal sulit yang kita hadapi menjadi tantangan dalam menjalani hobi tersebut.

Justru tantangan itulah yang seharusnya bisa membuat kita lebih semangat dalam menjalani hobi. Pastinya kalau kita benar-benar suka dan passionate pada hobi tersebut, kesulitan apapun tak akan menjadi batu penghalang untuk terus belajar dan bertumbuh.

6. Berbagi Ilmu

Menurutku, salah satu ciri hobi yang menghasilkan adalah bisa membuahkan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang lain. Membuahkan manfaat ini bisa bermacam-macam ya, misal kalau yang hobinya masak, bermanfaatnya bisa dengan membantu orang lain yang nggak jago masak agar tetap bisa menghadirkan masakan yang sehat dan bergizi. Bisa juga dengan berbagi resep kepada masyarakat umum yang kurang kreatif ngulik bahan dan bumbu masakan kaya aku, biar bisa masak lebih maknyus, hehe.

Begitu juga buat yang hobi menulis, secara tidak langsung telah berbagi manfaat melalui artikel atau buku yang kita tulis. Jika ingin menaikkan tingkat manfaatnya bisa dengan berbagi ilmu terkait kepenulisan atau blogging agar bisa membantu orang lain menulis dan ngeblog lebih baik.

Kalau hobinya receh macam nonton drakor, apa bisa berbagi ilmu? Bisa dong… tulis review dari drakor tersebut. Bagikan hikmah atau pelajaran yang kita dapat setelah menonton drakor. Nggak harus lewat blog, bisa juga lewat status di media sosial.

Seringkali kita mikir-mikir saat mau berbagi ilmu, ada yang merasa baru bisa sedikit, atau ada juga yang merasa takut, dsb. Padahal kalau menurut pengalamanku, semakin sering kita berbagi ilmu, meski sedikit, insya Allah akan bertambah juga ilmu yang kita dapat. So, jangan sungkan-sungkan untuk membagikan apa yang kita tahu kepada orang lain. Tentunya kalau yang kita tahu itu sudah benar sumber ilmunya, bukan bersumber dari katanya dan bukan hoax ya, pals.

7. Be Professional!

At last but not least, ketika ingin hobi yang menyenangkan bisa menghasilkan maka kita harus mengubah mindset yang tadinya hanya iseng menjadi mindset profesional. Jika terkait hobi memasak yang diubah menjadi bisnis masakan, artinya kita harus selalu menjaga kualitas masakan, nggak bisa lagi masak asal jadi dan asal enak. Termasuk menjaga kualitas kemasan, pengantaran, dsb.

Begitu juga ketika hobi menulis diubah menjadi bisnis jasa copywriting atau jasa penulisan artikel review, maka kita juga harus menjaga kualitas tulisan, selalu tepat dengan deadline yang diberikan, dan no plagiarism detected sehingga pengguna jasa kita juga merasa puas.
Profesionalisme dalam menjalani hobi bisa membuka pintu-pintu rezeki berikutnya.
Itulah 7 tips yang telah kujalani untuk mengubah hobiku menjadi lebih produktif dan menghasilkan. Kalau hobi kalian apaan nih, pals? Masih di level menyenangkan atau juga sudah meningkat ke level menghasilkan? Boleh dong dibagi tips-tipsnya kalau sudah berhasil mengubah hobi menjadi lebih produktif.

Sampai jumpa di cerita-ceritaku berikutnya!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

1 comment

  1. Hobi kalau dilakukan dengan sepenuh hati dan profesional bisa punya nilai tambah ya, Mbak. Alhamdulillah sudah membuktikan dari hobi bisa mendulang rezeki berupa pundi-pundi... hihi. Apalagi jika hobi kita bisa menghasilkan kebermanfaatan untuk semesta, pasti Allah telah menyiapkan hadiah pahala berlipat ganda. Hobi yang bisa bernilai ibadah, bisa menuai berkah buat bekal ke Jannah. Aamiin

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email