MaritaPalace

5 Pengaruh Covid-19 dalam Kehidupan Masyarakat, Social dan Verbal Bullying Salah Satunya!

pengaruh covid 19 dalam kehidupan masyarakat dan bullying
Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Tak bisa dipungkiri covid-19 mengubah dunia dengan sangat cepat. Disadari atau tidak, banyak perubahan yang terjadi di beberapa lini masyarakat sejak covid-19 menghantam dunia. Baik atau burukkah perubahan tersebut? Tentu saja sebagaimana hidup, ada dua sisi yang selalu seiring sejalan. Ada perubahan baik, ada pula perubahan buruk. Seperti apakah pengaruh covid-19 pada kehidupan kita sekarang ini? Yuk cari tahu!

5 Pengaruh Covid-19 dalam Kehidupan Masyarakat


1. Pengaruh Covid-19 di Bidang Kesehatan

Covid-19 melumpuhkan manusia sedemikian cepatnya. Hingga detik artikel ini diterbitkan saja tercatat kurang lebih 6760 pasien positiv covid, 590 di antaranya meninggal. Sementara itu 747 orang telah dinyatakan sembuh. Data tersebut bisa jadi semakin naik setiap harinya jika masyarakat masih terus menyepelekan covid.

Banyak yang bilang pemerintah menutup-nutupi data terkait jumlah pasien y ang akurat. Padahal sebenarnya tidak bermaksud seperti itu. Data yang diinformasikan pada masyarakat tentu saja berdasarkan hasil test swab yang telah dilakukan. Untuk menentukan hasil yang akurat, ternyata membutuhkan minimal 5 hari. 

pengaruh covid 19 di bidang kesehatan
Di bidang kesehatan ini covid-19 memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat. Ada yang tanggap dan langsung mencari info-info akurat terkait covid, namun ada pula yang berkesan menyepelekan. Himbauan pemerintah terkait physical distancing, menggunakan masker saat keluar rumah dan mencuci tangan tak digubris. Jadi kalau covid-19 grafiknya naik terus seperti sekarang, salah siapa?

Banyak tenaga medis yang mulai berjatuhan. Bahkan tak sedikit dari tenaga medis yang terinfeksi covid-19 karena banyak masyarakat yang tak jujur terkait riwayat perjalanan dan penyakitnya. Edukasi tak kurang-kurangnya dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Sebagian sampai dengan tepat, namun harus diakui di beberapa sudut kota dan desa, edukasi tersebut tidak diterima secara utuh. Maka jangan kaget kalau di beberapa tempat masih banyak terjadi kerumunan.

Meski begitu yang sadar akan kesehatan dan kebersihan juga tak kalah banyak. Nampak di sudut-sudut ruang publik mulai disediakan tempat cuci tangan. Di grup-grup RT dan RW mulai dibagikan edukasi terkait melawan covid, termasuk saling mengingatkan untuk berjemur dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh.

2. Pengaruh Covid-19 di Bidang Teknologi Informasi

pengaruh covid-19 di bidang teknologi informasi
Disampaikan oleh Kemenkominfo bahwa ada 500an berita hoax tentang apa itu covid-19 dan bagaimana mengatasinya beredar di masyarakat. Sungguh menyedihkan ya. Betapa dari kasus covid-19 ini bisa terlihat bagaimana kualitas bangsa ini.

Sesungguhnya sih maksudnya baik, hanya ingin berbagi informasi. Sayangnya banyak sekali masyarakat yang masih asal berbagi, tanpa cek dan ricek sumbernya serta kebenaran informasi tersebut. Akhirnya niat baik tersebut justru bisa berubah menjadi keburukan.

Aku sendiri heran sih kok ya sempet-sempetnya di masa prihatin seperti sekarang membuat kabar-kabar hoax yang membuat informasi jadi simpang siur. Masyarakat dibuat kebingungan membedakan mana berita yang benar, mana yang salah. Bahkan ujung-ujungnya jadi gontok-gontokan karena masalah hoax.

Yang satu ingin berbagi informasi, pihak lain meluruskan bahwa info yang dibagikan itu hoax. Akhirnya di grup rame dan saling merasa paling benar. Duh kan sedih ya… di saat kita harusnya bersatu dan bergerak bersama lawan corona, eh malah jadi pecah karena berita hoax.

3. Pengaruh Covid-19 di Bidang Pendidikan

pengaruh covid-19 di bidang pendidikan
Ada banyak hal menarik terkait pengaruh covid di bidang pendidikan. Aku sendiri termasuk tim yang berterimakasih pada covid karena kehadirannya membuatku bisa merasakan seperti apa homeschooling. Membuatku tertampar dan tersadar bahwa tanggungjawab pendidikan anak ada di tangan kedua orangtuanya, bukan pada sekolah dan guru.

Sekolah dan guru adalah partner. Tak bisa kita pasrah bongkokan kepada mereka. Pada masa pandemic ini terasa sekali bahwa peran guru sangat besar. Ternyata nggak mudah membuat anak paham terhadap sebuah materi pelajaran. Ternyata mengajar bisa membuat spaneng dan perut mulas. Ini baru satu atau dua anak, kalau sekelas?

Covid-19 dalam sekejap mampu mengembalikan fitrah keluarga pada tempatnya. Keluarga yang mulai terkikis nilai-nilainya karena kesibukan masing-masing, karena covid jadi semakin lengket bondingnya. Bapak ibu bekerjasama menjadi guru bagi anak-anaknya, indah ya?

Kabar asyik lainnya berkat covid-19, ujian nasional yang awalnya akan dihapuskan mulai tahun ajaran depan, akhirnya dihapuskan sejak tahun ajaran ini. Pendidikan metode konvensional pun mau tak mau harus berubah menggunakan metode digital. Di sini dibutuhkan para orangtua yang melek teknologi. Meski harus diakui ada beberapa orangtua yang belum bisa mencapai hal tersebut, dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan juga ekonomi.

4. Pengaruh Covid-19 di Bidang Ekonomi

pengaruh covid-19 di bidang ekonomi
Seminggu dua minggu mungkin baru babang ojol dan pekerja harian yang merasakan dampak covid terhadap ekonomi mereka. Pendapatan menurun drastis. Ada yang biasa mendapat puluhan orderan dalam sehari, kini bisa dapat satu orderan saja sudah syukur alhamdulillah. Begitu juga dengan warung-warung di pinggir jalan, sejak adanya himbauan physical distancing, tak banyak orang berani makan di luar rumah.

Memasuki pekan keenam, beberapa bidang lainnya mulai lumpuh. Bioskop ditutup, rumah-rumah makan besar mulai limbung. Bahkan beberapa rumah makan ternama pun mencari beragam cara untuk bisa bertahan hidup demi membayar gaji karyawan, dari promo harga besar-besaran hingga memberikan layanan delivery.

Hotel mulai memberlakukan sistem seminggu masuk, seminggu libur bagi karyawannya. Bahkan tak sedikit yang dirumahkan. Begitu juga di bidang transportasi pun terdampak karena adanya pembatasan gerak.

Sedih ya?

Ekonomi yang perlahan menurun dengan drastis menghasilkan dampak-dampak buruk lainnya. Salah satunya mulai banyak bermunculan kasus-kasus pencurian dan perampokan. Perut yang lapar terkadang mampu membuat manusia menerobos norma-norma. Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka yang terdampak secara ekonomi?

5. Pengaruh Covid-19 di Bidang Sosial

pengaruh covid-19 di bidang sosial
Di bidang sosial, pengaruh covid juga cukup terasa. Aku sempat bercerita di atas bahwa banyak tenaga medis yang tertular covid karena banyak pasien yang tak jujur tentang riwayat perjalanan dan penyakitnya. Sebenarnya ketidakjujuran para pasien ini bisa jadi karena stigmatisasi di masyarakat terkait penderita covid yang terlampau buruk.

Salah kaprah penerimaan masyarakat terhadap pasien covid-19 memang menyedihkan. Virusnya memang harus kita hindari dan lawan sebaik mungkin. Namun jika ada tetangga yang akhirnya terdiagnosa sebagai ODP (Orang dalam Pengawasan), PDP (Pasien dalam Pengawasan) ataupun positif covid, bukan berarti kita harus mengucilkan mereka dan keluarganya.

Tak sadarkah dengan mengucilkan mereka artinya kita telah melakukan social bullying? Dari social bullying, mulai lahirlah kasak-kusuk di antara warga yang lalu kemudian tanpa disadari menimbulkan verbal bullying. Coba deh tempatkan posisi kita sebagai mereka. Tubuh sedang sakit, nyawa terancam kapan saja, bukannya dibantu malah dijauhi. Sedih kan?

jenis-jenis bullying pada keluarga pasien covid 19 dan tenaga medis
Bullying tak hanya terjadi pada pasien covid, namun juga pada tenaga medis. Banyak dari para tenaga medis yang ditolak pulang ke rumahnya, hanya karena warga sekitar takut tertular. Akhirnya mereka terpaksa menginap di rumah sakit tempat bekerja. Kalau kita jadi mereka, bagaimana rasanya hati ini tercabik-cabik. Sudah membantu di garda terdepan, tapi malah tidak diizinkan pulang hanya untuk sekedar mengobati rindu pada keluarga. Nggak bisa ketemu keluarga dan bahkan mungkin harus menerima tatapan sinis yang tak diinginkan.

Lebih menyedihkan lagi ketika para orangtua juga mengajarkan anak-anaknya untuk menjauhi anak-anak dari pasien covid dan tenaga medis. Orangtua yang seharusnya memberikan edukasi tepat pada anak-anaknya, malah memberikan pengaruh yang salah. Anak-anak yang polos tersebut akhirnya tanpa sadar ikut mengucilkan teman-temannya - keluarga dari pasien covid/ tenaga medis, bahkan tak jarang celoteh berupa ejekan pun keluar dengan pedasnya.

Stop Bullying Terhadap Pasien Covid dan Tenaga Medis

Haruskah keadaan ini terus berlanjut? Kita butuh bergerak bersama melawan corona. Mengucilkan keluarga pasien covid-19 dan tenaga medis tidak menyelesaikan masalah. Di saat masa sulit seperti ini, kondisi kejiwaan sangat rentan stress. Kita seharusnya mendukung mereka bukan malah memberikan stigmatisasi buruk, yang tanpa sadar mengarah pada bullying.

dampak bullying terhadap keluarga pasien covid 19 dan tenaga medis
Bayangkan anak-anak keluarga pasien covid dan tenaga medis yang harusnya ikut kita jaga saat orangtuanya berjuang melawan corona, malah jadi terpuruk, murung dan sedih berkelanjutan. Jika kondisi ini terus berlanjut, tak menutup kemungkinan psikologi si anak bisa terganggu. Saat psikologi anak terganggu, imunitas tubuhnya menjadi turun dan mereka pun semakin rentan terhadap covid.

Tak hanya tubuhnya, mentalnya pun bisa jadi terganggu. Ada amarah dan kesedihan yang campur aduk di dalam diri. Tak ada satupun anak yang ingin keluarganya kena covid. Tak ada satupun anak yang ingin dijauhi dan dikucilkan hanya karena keluarganya kena covid.

Cara Mengatasi Bullying untuk Korban

Jikalau bullying ini terlanjur terjadi, maka peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu anak kembali bangkit. Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak yang mengalami bullying hanya karena keluarganya terkena covid:

cara mengatasi bullying pada korban

  • Bangun self esteem/ kepercayaan diri pada anak. Yakinkan mereka bahwa anggota keluarga yang kena covid bisa sembuh jika Allah menghendaki. Ajak anak untuk memanjatkan doa kepada Allah untuk menyembuhkan keluarga yang sakit.
  • Bangun konsep diri yang positif. Selalu ajak mereka ngobrol dan biarkan mereka meluapkan perasaannya dari hati ke hati. Jadilah tempat bicara ternyaman bagi anak sehingga mereka berani menyampaikan kesedihan dan ketakutannya.
  • Berikan edukasi yang tepat terkait covid sehingga anak-anak tak merasa terpuruk karena dikucilkan. Tumbuhkan keberaniannya untuk bisa mengcounter ejekan teman-temannya dengan informasi yang tepat.
  • Jika anak sampai mengalami trauma terkait pengucilan yang dilakukan oleh teman-temannya, carilah psikolog anak yang menerima konseling secara online. Bagaimana pun physical distancing masih harus dilakukan.

Cara Mengatasi Bullying untuk Pelaku

Sementara itu bagi anak-anak pelaku bullying, sebagai orangtua kita harus instropeksi diri. Anak-anak adalah cermin terbaik bagi orangtuanya. Kenapa anak-anak sampai mengejek keluarga pasien covid dan tenaga medis? Tak ada asap jika tak ada api.

Jika dirasa tindakan bullying terhadap temannya itu bukan karena menduplikasi perilaku dan ucapan kita, maka kita perlu cek lingkup pertemanan. Apakah ada anak yang menjadi provokator sehingga anak kita ikut-ikutan melakukan bullying

cara mengatasi bullying bagi pelaku
Setelah sumber penyebab perilaku perisakan dari anak kita diketemukan, sebagai orangtua kita harus mulai membangun komunikasi yang efektif pada anak. Gali informasi yang ada di kepala mereka, biarkan meluap dan tumpah, jangan sudutkan dengan omelan karena hanya akan membuat anak enggan bercerita kepada kita.

Saat anak sudah menceritakan semua hal yang mereka tahu, barulah kita bisa memberikan edukasi yang benar terkait covid. Tumbuhkanlah rasa empati pada diri anak-anak, bahwasanya teman-teman yang keluarganya terkena covid butuh dibantu dan didukung, bukan dikucilkan apalagi diejek. Ajari anak untuk memilah hal-hal yang baik dan buruk, sehingga tak mudah ikut-ikutan perilaku buruk teman-temannya yang lain.
Ketika di masa sulit saja kita begitu mudah merisak orang lain, lalu seperti apakah kita di masa-masa sebelum dan sesudahnya? 
Pada masa pandemic ini, sadarkah bahwa Allah sedang meminta kita untuk lebih banyak belajar menahan diri. Mengontrol lidah dan jempol agar tak menyebabkan kekacauan yang lebih besar. Saatnya kita menggerakkan semangat gotong royong demi Indonesia bebas corona.

Semoga dengan meningkatnya awareness masyarakat terhadap pengaruh covid-19, tidak akan ada lagi saling tuding-menuding. Stigmatisasi buruk terhadap pasien covid dan tim medis semoga juga bisa dihilangkan secara perlahan. Aamiin. 

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

7 comments

  1. Dampak ekonomi nih yang sedih banget, karena bakal ga hanya selama pandemi ini, tapi masih bakal berlanjut setelahnya :(

    ReplyDelete
  2. Harus ada pendampingan Psikolog terhadap korban verbal bullying ya mbak, apalagi orang tersebut juga terkena virus corona.

    Jangankan yang masih hidup, orang sudah meninggal saja kalau sebabnya corona kadang sulit untuk dimakamkan karena penolakan. Masyarakat harus diedukasi supaya bisa menerima korban corona dengan baik sesuai prosedur bukan malah membully.

    ReplyDelete
  3. Sekali membaca dua tiga topik kudapatkan. Dan akhirnya akupun jadi sedih. Semoga Corona lekas berlalu dan kita bisa mempraktikkan segala hikmah yang ditinggalkan.

    ReplyDelete
  4. paling terasa dibagian ekonomi...apalagi di daerah tempat tinggal ku ...ada becak motor..semuanya pada ngeluh karena sepi pelanggan

    ReplyDelete
  5. Salah satu yang kerasa banget juga kalau salah satu keluarga kita kerja di Rumah Sakit. Apalagi RS swasta. Jam kerja dikurangi harinya, karena pasien di RS juga dikurangi 50% sekarang. Ah, mudah2an segera berakhir

    ReplyDelete
  6. Luar biasa memang suatu wabah, apalagi terjadi di masa yg sudah modern ini. Sungguh perlu menyiapkan fisik dan mental yang kuat. Semoga kita jd yang kuat untuk melewati ini semua. :)
    Lengkap sekali tulisannya, keren! :) sukses selalu ya kak ...

    ReplyDelete
  7. Dampaknya kemana-mana 😊
    Tulisannya panjang n lengkap, keren 👍

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email