MaritaPalace

Ratusan Berita Hoax Beredar, Kenali Apa Itu Covid dari Sumber yang Benar!

berita hoax apa itu covid

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Memasuki pekan keenam anjuran untuk physical distancing dan stay at home dari pemerintah dilaksanakan, bukan hanya pasien positif Covid-19 yang jumlahnya terus meningkat dari hari ke hari. Berita-berita hoax terkait apa itu Covid dan cara penyembuhannya pun semakin banyak kita temukan. Apakah kita termasuk yang terjebak dan termakan berita-berita hoax tersebut? Semoga tidak ya.

Memang sih tidak semua berita hoax itu buruk, bahkan sebagian besar pesan dari berita-berita hoax itu sangat baik dan bermanfaat. Namun, sesuatu yang baik jika asal usul kebenarannya tidak bisa dipastikan, sama saja adalah hal yang tidak patut dijadikan acuan dan referensi. Hayuk lah, kita belajar berinternet secara sehat, dan mulai memilah mana berita hoax dan berita yang valid.

5 Berita Hoax Tentang Covid-19

1. Tips Penyembuhan Mandiri dari Pihak Farmasi UGM

berita hoax penyembuhan mandiri dari farmasi UGM
Di awal-awal covid muncul, salah satu hoax yang beredar yaitu tentang adanya informasi dari salah seorang praktisi farmasi UGM yang putrinya terkena corona. Dijelaskan dalam berita hoax tersebut, sang praktisi farmasi merawat putrinya sendiri dengan cara memberikan paracetamol untuk atasi demam, neuralgin untuk mengatasi sakit kepala yang tak tertahankan, vitamin C, vitamin E, Zinc, Madu, Echinacia dan Curcumin. Diceritakan bahwa dengan persiapan tersebut, sang putri pada akhirnya bisa sembuh dari corona. Ditelusuri oleh kominfo, ternyata tak ada putri dari praktisi farmasi UGM yang mengidap covid. Jadi ini adalah berita hoax! Padahal terlihat bagus ya isinya?


2. Garam Dapur Untuk Atasi Corona

berita hoax garam dapur atasi corona
Beredar di masyarakat sebuah broadcast message yang menginformasikan bahwa garam dapur bisa membantu mengatasi corona. Saat tenggorokan terasa sakit, segera ambil garam dapur dan biarkan larut di mulut pelan-pelan, virus corona yang ada di tenggorokan akan hilang seketika. Penelusuran dari tim Okezone mendapati fakta bahwa berita ini hoax!

Setahuku, memang ada resep turun temurun di masyarakat ketika tenggorokan sakit, buatlah larutan air hangat yang diberi garam. Namun ini bukan untuk mengatasi corona ya, pals!

3. Corona Disebut di Dalam Al Quran

berita hoax corona disebut di dalam al quran
Beberapa waktu yang lalu cukup heboh sekali di beranda media sosialku tentang adanya kabar bahwa corona sudah diprediksi di dalam Al Quran. Bahkan cara penanganannya pun katanya sudah tergambar jelas, yaitu harus berada di rumah. Usut punya usut, ternyata ayat yang dimaksud adalah Quran Surat Al Ahzab: 33. Memang ada kata “qorna” tersebut dalam ayat itu, tapi tidak ada sangkut pautnya dengan corona!

Ayat Quran tersebut ditujukan untuk para istri nabi dan perempuan mulia terkait keutamaan perempuan berada di dalam rumah. Agar lebih paham dan tidak salah kaprah, apalagi asal cocoklogi, yuk dengarkan penjelasan dari Buya Yahya berikut ini:


Pals, jangan sekedar membagikan info apalagi terkait agama jika bukan dari sumber yang jelas yaks! Al quran memang panduan hidup terlengkap, namun bahasa yang digunakan sangat tinggi dan indah. Dibutuhkan orang yang benar-benar paham dan belajar tentang tafsir untuk memberikan keterangan yang tepat agar pesan tersampaikan dengan benar..

4. Sultan Hamengkubuwono X Memerintahkan Membuat Sayur Lodeh untuk Atasi Corona

berita hoax sayur loder 7 warna atasi corona
Meme terkait perintah Sultan Hamengkubuwono X untuk membuat sayur lodeh yang terdiri dari 7 warna sayuran beredar dengan cepat. Secara pesan memang sangat baik sekali. Filosofi yang dibagikan terkait alasan dipilihnya 7 jenis bahan sayur yang harus dibuat memang sangat menarik:

  • Kluwih: kluwargoa luwihana anggone gulawentah gatekne. (Keluarga harus lebih diurusi dan diperhatikan)
  • Cang gleyor: cancangen awakmu aja lunga-lunga. (Ikatlah dirimu jangan pergi-pergi)
  • Terong: terusna anggone olehe manembah Gusti aja datnyeng (Lanjutkan beribadah kepada Yang Maha Kuasa)
  • Kulit melinjo: aja mung ngerti njabane, ning kudu ngerti njerone babakan pagebluk. (Jangan hanya lihat dari luar, tetapi harus mengetahui yang ada di dalam terkait bencana)
  • Waluh: uwalana ilangana ngeluh gersula. (Hilangkanlah sifat mengeluh)
  • Godong so: golong gilig donga kumpul wong sholeh sugeh kaweruh (Berkumpullah dengan orang-orang yang saleh dan orang pintar)
  • Tempe: temenana olehe dedepe nyuwun pitulungane Gusti Allah. (Yakinlah dalam memohon pertolongan Sang Pencipta)
Bagus banget kan filosofinya? Orang Jawa memang top lah masalah beginian. Namun lagi-lagi jika sumbernya tak valid, hal bermanfaat bisa jadi malah merusak niatan baik kita. Sudah ditelusuri kalau Sultan Hamengkubuwono dan Pemerintah Jogja tak memerintahkan hal tersebut. Bisa jadi ini adalah budaya turun-temurun masyarakat sekitar ketika terjadi sebuah musibah. Namun sebagai umat muslim, kita pun juga harus berhati-hati. Sedikit saja ada niat yang tak lillahitaala, kita bisa tergelincir pada kesyirikan.

5. Video tentang Diizinkannya Sholat Tarawih di Masjid

video hoax diizinkannya shalat tarawih di masjid
Pada awal April 2020 beredar video singkat yang berisi potongan pidato dari Menteri Agama Fachrul Razi tentang diizinkannya sholat tarawih di masjid, padahal baru saja surat edaran menag terkait ramadhan selama pandemic disebarluaskan. Bahwasanya dihimbau para pemeluk agama islam bisa bertarawih, tadarus dan berbuka puasa di rumah saja, serta menghindari kerumunan.

Tentu saja video yang beredar menjadi membingungkan karena tak sinkron dengan isi surat edaran menag. Usut punya usut, video tersebut diambil pada tanggal 13 Maret 2020, jauh sebelum surat edaran menag dibuat.

5 hal di atas hanyalah bagian kecil dari ratusan hoax yang beredar. Pemerintah mengingatkan bahwa untuk mendapat info resmi dan benar terkait apa itu covid, hubungi beberapa situs berikut:

Pemerintah telah menyiapkan beberapa sumber yang dapat diakses oleh warga, di antaranya:
  • www.covid19.go.id
  • Hotline 119
  • Pesan whatsapp covid-19 di nomor 081133399000
  • Halo Kemkes 1500567
  • Aplikasi online seperti Halodoc
Jadi mulai sekarang kalau menerima broadcast yang aneh, nggak jelas sumbernya, jangan langsung sebar ya, pals. Jika menegur teman yang berbagi broadcast terasa susah dan malah jadi ribut, at least cukuplah berhenti di kita saja.

Hukuman untuk menyebarkan berita hoax itu tidak hanya diperuntukkan bagi pembuatnya lo, bahkan mereka yang turut serta menyebarkan juga bisa terkena hukumannya. Dan hukumannya nggak tanggung-tanggung euy!

Berikut pesan dari Kemkominfo:
Seluruh tindakan memproduksi maupun meneruskan dan menyebarkan hoax melalui platform adalah tindakan melanggar hukum dan kami pastikan itu berpotensi untuk dikenakan pasal-pasal yang terkait dengan tindak pidana, yang hukumannya bisa sampai 5 bahkan 6 tahun dan denda bisa mencapai Rp 1 miliar.
Nggak mau kan dipenjara dan didenda sebesar itu? So, tahan jempol dan share yang baik-baik saja ya! Memang hati terasa bergemuruh ingin segera bebas dari kondisi ini, rasanya ketika membaca informasi yang baik pengen mempraktekkan sekaligus membagikannya kepada masyarakat luas. Namun jika tak kita runut sumber beritanya secara benar, justru niat baik kita bisa berubah menjadi keburukan.

Tips Menangkal Hoax Terkait Covid

Cara termudah untuk mengecek apakah berita tentang covid itu hoax atau bukan adalah;

tips menangkal berita hoax apa itu covid 19
1. Lihat judulnya, jika terlihat provokatif meski meyakinkan, browsing dulu kata kunci tersebut di mesin pencari. Jika kita menemukan sumber validnya, sebarkan. Jika tidak, tahan jempol, karena besar kemungkinan hanyalah hoax semata.

2. Cek apakah ada frasa semacam ini, “sebarkan berita ini ke seluruh kontak di HP-mu agar semakin banyak yang mendapat manfaatnya.” Hampir bisa dipastikan ini adalah broadcast hoax! So, hati-hati ketika menerima broadcast semacam ini.

3. Ketika menerima sebuah video informasi terkait covid 19, cek apakah video itu hanya berupa potongan atau rekaman secara full. Banyak beredar video-video yang dipotong sebagian dibagikan kembali, padahal aslinya sudah beredar beberapa waktu sebelumnya dan mengaburkan isi pesan secara keseluruhan.

Semoga informasi terkait hoax dan tips menangkalnya ini bisa bermanfaat buat teman-teman ya. Sekali lagi, pastikan untuk cari tahu tentang apa itu covid dari sumber resmi dan valid! Yuk, lawan corona bersama-sama!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

1 comment

  1. Ternyata banyak juga berita hoax yang beredar ya, syukur ada yang share konfirmasi bahwa itu berita hoax sehingga kita bisa menferifikasi yang mana hoax yang mana fakta

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email