header marita’s palace

Aplikasi FIA, Cara Efektif untuk Membantu Korban Kekerasan Seksual Kembali Pulih dan Berdaya

Konten [Tampil]
aplikasi fia membantu korban kekerasan seksual
Membantu korban kekerasan seksual, bahkan di zaman yang sudah sangat modern seperti sekarang, bukanlah hal yang mudah. Masih banyak korban ataupun keluarganya yang memilih menutup mulut, daripada menjadi bulan-bulanan masyarakat. Stigmatisasi terhadap korban, serta belum tegaknya keadilan di Indonesia terhadap pelaku kekerasan seksual adalah alasan terbesar mengapa korban memilih bergeming.

Tahukah kalian bagaimana rasanya ada tangan yang tiba-tiba masuk ke area dada? Padahal saat itu aku masih bocah yang buah dadanya saja belum berkembang sempurna. Aku tak mengerti apa yang terjadi di malam itu.

Aku pun baru paham bahwa apa yang kualami adalah sebuah pelecehan seksual setelah duduk di bangku kuliah. Dan itu bukan satu-satunya kejadian. Aku pernah mengalami catcalling, didekati mobil yang didalamnya ada laki-laki mempertontonkan alat vitalnya, dan dipepet laki-laki di dalam bus. Namun setelah kuliah aku sudah berani untuk bertindak.

Bagaimana dengan teman-teman kongkow pernahkah mengalami kasus sejenis? Semoga saja nggak ya. Kalaupun pernah mengalaminya dan meninggalkan rasa trauma yang berkepanjangan, peluk dan mari saling dukung satu sama lain.

Data Terbaru dan Bentuk Kekerasan Seksual pada Perempuan di Indonesia

Fyi, 1 dari 3 perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan seksual. Artinya kasus semacam ini telah menjadi rahasia umum, dan sudah sering banget terjadi. Dari yang berupa kejadian minor semacam catcalling, hingga yang sifatnya mayor, seperti perkosaan.

Data yang didapat dari Komnas Perempuan, kekerasan seksual di ranah pribadi pada 2020 berjumlah 1.983 kasus. Sementara kekerasan seksual di ranah publik sebanyak 962 kasus.
membantu korban kekerasan seksual
Melihat data yang terpampang nyata seperti ini, masihkah kita menutup mata pada setiap kasus kekerasan seksual yang terjadi?

Selama ini tidak banyak penjelasan tentang hal-hal apa saja yang termasuk kekerasan seksual. Baru akhir-akhir ini saja ketika pendidikan seksualitas mulai menggeliat, pengetahuan yang mulanya dianggap tabu terbuka sedikit demi sedikit.

Berikut ini adalah 15 bentuk kekerasan seksual hasil temuan dari Komnas Perempuan sejak 1998 - 2013. Bisa jadi sekarang sudah bertambah lagi, tetapi dari 15 bentuk ini saja semoga cukup membuka mata kita:
  • Perkosaan
  • Intimidasi Seksual termasuk Ancaman atau Percobaan Perkosaan
  • Pelecehan Seksual
  • Eksploitasi Seksual
  • Perdagangan Perempuan untuk Tujuan Seksual
  • Prostitusi Paksa
  • Perbudakan Seksual
  • Pemaksaan Perkawinan, termasuk Cerai Gantung
  • Pemaksaan Kehamilan.
  • Pemaksaan Aborsi
  • Pemaksaan Kontrasepsi dan Sterilisasi
  • Penyiksaan Seksual
  • Penghukuman Tidak Manusiawi dan Bernuansa Seksual
  • Praktik Tadisi Bernuansa Seksual yang Membahayakan atau Mendiskriminasi Perempuan
  • Kontrol Seksual, termasuk Lewat Aturan Diskriminatif Beralasan Moralitas dan Agama

Stigmatisasi Terhadap Korban Kekerasan Seksual

Meski kasus kekerasan seksual semakin banyak setiap tahunnya, tetapi pelakunya masih sering lepas dari jeratan hukum. Malah terkadang kasusnya pun sulit untuk diungkap. Anehnya korban kekerasan seksual justru lebih sering menjadi bulan-bulanan masyarakat.
stigmatisasi korban kekerasan seksual
Setiap kali ada kasus kekerasan seksual yang mencuat, alih-alih meminta pelaku dihukum, akan lebih banyak kalimat-kalimat yang menyudutkan korban muncul ke permukaan, seperti:
  • Pantes saja diperkosa, bajunya buka-bukan gitu.
  • Makanya kalau nggak mau dilecehin ya pulangnya jangan tengah malam.
  • Palingan juga perempuan nakal. Kalau perempuan baik-baik, nggak mungkin pulang dini hari.
  • Halah paling korbannya yang ganjen nih.
Bukannya diberikan dukungan, korban justru menjadi sasaran kesalahan. Sedangkan pelaku yang harusnya dihukum bisa tertawa bebas. Bersembunyi dalam kalimat “Namanya juga laki-laki…”, para pelaku ini bukannya tobat, malah semakin haus mencari mangsa.

Apakah karena mereka laki-laki lantas bisa seenaknya sendiri memperlakukan perempuan. Jika perempuan selalu diingatkan untuk menutup aurat, seharusnya laki-laki juga paham pentingnya menundukkan pandangan.

Dampak Kekerasan Seksual pada Perempuan

Selain terus-terusan disalahkan, korban juga berdampak mengalami hal-hal berikut ini:
dampak kekerasan seksual pada perempuan
  1. Terjadinya Kehamilan - Perkosaan bisa mengakibatkan terjadinya kehamilan yang tak diinginkan. .
  2. Terjangkit Infeksi Menular Seksual - Selain kehamilan, dampak terkait fisik lainnya yaitu bisa terjangkit penyakit menular seksual dari si pelaku. Sudah jatuh, tertimpa tangga kan kalau begini?
  3. Trauma Berkepanjangan - Tak sedikit para korban yang mengalami trauma hingga merasa ketakutan bertemu lawan jenis, bahkan tak jarang dengan ayah dan keluarga terdekatnya pun tak berani mendekat. Selain trauma, korban bisa jadi mengalami gangguan kecemasan, merasa tidak berharga, stress hingga dan depresi. Dampak terburuk saat tak teratasi dengan baik, korban bisa saja bunuh diri.
  4. Disorientasi Seksual - Dampak lain yang juga bisa jadi terjadi adalah korban mengalami disorientasi seksual, bukan saja menjadi suka pada sesama jenis, ada beberapa korban yang akhirnya malah jadi hyperseks. Jika tidak tertangani dengan baik, gangguan seksual ini juga sangat membahayakan bagi kehidupan korban.

Cara Membantu Korban Kekerasan Seksual

Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk membantu korban kekerasan seksual? Aku rasa lima hal ini bisa dilakukan:
cara membantu korban kekerasan seksual

1. Berikan Waktu untuk Menenangkan Diri

Jangan paksa korban untuk bercerita secara detail. Biarkan korban untuk menenangkan diri hingga siap untuk bercerita sendiri. Tidak perlu menanyakan kenapa, dan bagaimana. Biarkan ia menceritakan apa yang mau diceritakan. Tidak mudah menceritakan hal yang sangat menakutkan dan tak ingin diingat-ingat.

2. Stop Stigmatisasi

Hentikan stigmatisasi kepada korban. Jangan buat korban semakin merasa bersalah dengan apa yang dialaminya. Tanpa harus distigmatisasi saja, korban sudah sangat hancur hatinya.

3. Laporkan Kasus dengan Seizin Korban

Jika korban sudah tenang dan bisa diajak berdialog, minta izin kepadanya untuk melaporkan kasus yang menimpanya.

4. Ajak Korban untuk Berkonsultasi dengan Ahli Kejiwaan

Dalam proses pelaporan, sebaiknya korban didampingi ahli jiwa sehingga tidak ada pertanyaan-pertanyaan penyidik yang menyudutkan korban. Ada baiknya juga sebelum melakukan pelaporan, korban sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kejiwaan untuk mendapatkan terapi.

5. Dukung untuk Melakukan Kegiatan Positif

Ketika korban sudah siap melangkah kembali, dukung ia untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif. Dampingii korban untuk terlibat dalam kegiatan baru yang akan membuat hidupnya lebih bermakna.

FIA, Satu Aplikasi untuk Beragam Dukungan untuk Korban Kekerasan Seksual

Tiga cara terbawah yang aku tuliskan di atas bisa kita lakukan hanya lewat satu aplikasi bernama FIA. FIA adalah aplikasi Female in Action yang diluncurkan baru-baru ini. Sebuah platform yang didedikasikan khusus untuk menjadi sahabat bagi seluruh perempuan muda Indonesia, untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman dan proses mencapai versi terbaik dirinya, baik dalam bidang pribadi, karir ataupun keluarga.

FIA dilengkapi dengan kurikulum yang telah terstandarisasi di bawah naungan lembaga yang kredibel. Juga mendukung pelaporan kekerasan pada perempuan dengan memfasilitasi dan memberikan solusi terbaik bersama konselor dan psikolog handal.

Adapun value yang ingin diangkat oleh Female in Action adalah
  • Brave - Perempuan harus memiiki keberanian untuk melawan keraguan, ketakutan, kegagalan dan stigma buruk. Keberanian juga yang akan membantu perempuan meregulasi emosi dan membangun mental yang kuat.
  • Inspire - Mengajak seluruh perempuan untuk menghasilkan karya yang bernilai kreativitas dan menginspirasi perempuan lain. Karya yang menyuarakan woman supports woman.
  • Impact - Tujuan akhir dari setiap karya yang dihasilkan adalah memberikan dampak atas bertumbuhnya diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
aplikasi fia

Apa Itu Aplikasi FIA?

Setelah sukses dengan FIA Academy, Female in Action meluncurkan aplikasi FIA. Yaitu aplikasi pemberdayaan perempuan yang mengutamakan peningkatan intrapersonal skill dan interpersonal skill melalui teknologi.

Melihat semakin banyaknya orang yang menggenggam gadget, lahirlah aplikasi FIA yang lebih mudah diakses di mana dan kapan saja. Lewat aplikasi ini, para perempuan Indonesia bisa mengikuti coaching, konseling dan event-event seru yang bisa memberdayakan dirinya untuk tumbuh lebih baik lagi.

Kesan yang aku dapatkan saat menggunakan aplikasi ini; mudah, jelas dan warnanya sangat bernuansa perempuan. Warna pink yang dipilih pun cukup menarik, pink yang sejuk dan nggak mencolok di mata, sehingga lebih nyaman saat mengoperasikan aplikasi. Meski ada unsur pink, warna putih tetap mendominasi sehingga aman di mata.

Fitur-fitur yang Ada pada Aplikasi FIA

Untuk bisa menjajal semua fitur keren dari aplikasi buatan Female in Action ini, pertama-tama unduh aplikasi FIA di Playstore. Setelah itu install dan lakukan registrasi. Untuk mendaftar, kalian bisa menggunakan akun Google, atau isi email secara manual.

Setelah proses registrasi sudah berhasil dilakukan, kita akan langsung diajak melihat tampilan utama dari aplikasi ini, atau yang biasa disebut dengan Beranda. Di Beranda ini kita bisa langsung melihat semua fitur utama. Sangat simple dan mudah dipahami. Adapun fitur utama yang bisa kita temui dari aplikasi FIA, yaitu:
fitur aplikasi fia

1. Coaching

Berisi daftar coach yang akan siap memberikan pelatihan terkait tema-tema berikut:
  • Leaderships
  • Self Branding
  • Time Management
  • Finanical Planning
  • Digital and Technology
  • Communication
  • Design Thinking
  • Entrepreneurship
  • Talent & Creativity
  • Career Preparation
Kita bisa mengecek jadwal yang tersedia dengan cara mengklik nama coach. Nanti akan muncul informasi terkait keahlian, pengalaman dan pilihan paket coaching yang tersedia. Untuk memudahkan pencarian, kita bisa mengklik di bagian kategori tema, cek apakah ada coach dan jadwal yang tersedia untuk tema yang kita butuhkan.

2. Konsultasi

Selain coaching, aplikasi FIA juga menyediakan sesi konsultasi dengan para psikolog yang telah berpengalaman. Adapun tema-tema konsultasi yang tersedia:
  • Masalah Pendidikan dan Karier
  • Relationship Management
  • Overthinking
  • Self Love
  • Resiliensi
  • Stress Management
  • Self Management
  • Self Discovery
  • Interaksi Sosial
  • Confidence Building
Untuk para korban kekerasan seksual, bisa tuh kita arahkan untuk melakukan konsultasi pada tema Overthinking, Self Love, Resiliensi, Stress Management dan Confidence Building.

3. FIA Care

Yaitu sebuah fitur di mana kita bisa melakukan pelaporan jika ada kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Nanti pelaporan ini akan ditindaklanjuti oleh tim Female in Action agar korban bisa diberikan pendampingan dan pelaku bisa diberikan hukuman yang setimpal.

4. FIA Event

Pada bagian ini kita bisa mengintip kegiatan-kegiatan terbaru yang akan atau sedang berlangsung. Event yang digelar oleh FIA pastinnya memiliki tujuan untuk memberdayakan perempuan.

Mantap kan menu-menu yang ada di FIA, semuanya insya Allah sangat membantu perempuan untuk pulih dari segala trauma kejadian di masa lalu dan kembali percaya diri.

Selain Beranda, masih ada menu Chat yang fungsinya untuk menampilkan pesan pengingat jika kita memiliki jadwal konsultasi atau coaching. Menu Notifikasi untuk menampilkan informasi terkait pembayaran event. Sementara menu Profil memuat info Riwayat Transaksi, Sertifikat, Event yang kita ikuti, Jadwal Mentoring, Contact Center, dan tombol untuk log out.
woman supports woman with female in action
Kehadiran aplikasi FIA seakan memberikan angin segar kepada para korban kekerasan seksual untuk bisa hidup lebih berdaya dan kembali percaya diri. Jika kita memiliki teman atau kerabat yang mengalami kekerasan seksual, bantulah mereka dengan mengenalkan aplikasi Female in Action.

Aplikasi FIA adalah jalan ninja untuk memberikan dukungan secara efektif dalam membantu korban kekerasan seksual agar kembali pulih lewat fitur konsultasi dan kembali berdaya lewat fitur coaching dan event yang ada di dalamnya. Jangan lupa jika kalian melihat kekerasan seksual di depan mata, laporkan lewat FIA Care! Sudah saatnya woman supports woman dengan aplikasi FIA!


Referensi:
  • https://komnasperempuan.go.id/instrumen-modul-referensi-pemantauan-detail/15-bentuk-kekerasan-seksual-sebuah-pengenalan
  • https://www.republika.co.id/berita/qq62i0318/kekerasan-seksual-jadi-pandemi-dunia-korbannya-perempuan
  • https://nasional.tempo.co/read/1439271/komnas-perempuan-ada-299-911-kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-sepanjang-2020
  • https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/catahu-2020-komnas-perempuan-lembar-fakta-dan-poin-kunci-5-maret-2021
  • https://mediaindonesia.com/humaniora/394395/kekerasan-seksual-pada-perempuan-mengapa-korban-pilih-diam
  • https://www.sehatq.com/artikel/kekerasan-seksual-jenis-dampak-dan-pencegahan-yang-bisa-dilakukan
  • https://www.halodoc.com/artikel/hati-hati-ini-dampak-pelecehan-seksual-pada-psikis-dan-fisik
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

13 comments

  1. Memang kendala utamanya korban kekerasan seksual tidak mau cerita atau menutup diri, karena malu dan menganggap itu aib. Padahal, dengan begitu, semakin membuka ruang pelakunya untuk beraksi pada kroban lain. Makanya bagus sekali aplikasi FIA ini, Mbak, dan pastinya sangat membantu.

    ReplyDelete
  2. Dengan menginstal aplikasi ini dan melakukan registrasi, secara otomatis pengguna akan tergabung dalam komunitas ya, Mbak?
    Jadi, naudzubillah min dzalik, misalkan mengalami atau menyaksikan ada sexual abuse, pengguna tidak bingung lagi mau laporan/cerita ke siapa gitu ya?

    ReplyDelete
  3. Dan sedihnya, terkadang pelaku kekerasan seksual ini dilakukan oleh orang terdekat korban. Makanya semakin kehilangan rasa percaya untuk minta pertolongan pada yang lainnya, takut dianggap mengada-ada. Dengan adanya aplikasi FIA ini, korban-korban akan sangat terbantu sekali.

    ReplyDelete
  4. Semoga aplikasi ini membantu para perempuan untuk lepas dari kekerasan seksual ya. Soalnya sekarang makin banyak aja kasusnya apa karena makin mudah juga diangkat ke permukaan.

    ReplyDelete
  5. Memang miris, entah mengapa selalu korban yang disalahkan. Mungkin bila sebaiknya ada agent of change yaitu laki-laki ya, jadi bisa ikut mendukung dan memahami

    ReplyDelete
  6. baru tau ada aplikasi FIA ini mba.. menurutku bagus juga yaa karena bisa membuat perempuan yang jadi korban lebih mudah untuk mencari pertolongan

    ReplyDelete
  7. syukurlah ada yang emnciptakan aplikasi ini. Baru saja saya baca di twitter, ada pelecehan seksual yang dilakukan oleh kernet bus. Untung saja, perusahaan bus bertanggung jawab dan berpihak pada perempuan tsb, dan pelaku di pecat. Tapi apa hal itu selesai? Sedang perempuan itu masih memiliki trauma, dan lelaki itu masih berkeliaran bebas, bisa saja dia melakukan di tempat lain.

    ReplyDelete
  8. begitu banyak ya bentuk pelecehan seksual pada wanita itu, namun sayangnya, masih juga banyak yang menyalahkan korban bukannya dibela/disupport malah disalahin, dinyinyirin dsbnya :(
    syukurlah ya sekarang ada FIA, perempuan bisaa bersatu nih saling support satu dan lainnya.
    semoga kekerasan pada perempuan segera berakhir.

    ReplyDelete
  9. Dulu pernah pas naik bus dari Kalsel ke kaltim aku duduk di samping bapak-bapak dan dia berusaha mepet-mepetin pahanya ke pahaku. Duh nggak nyaman banget rasanya. Apalagi aku juga Perginya sendirian. Asli jadi parno. Huhu. Untung ya sekarang ada aplikasi FIA yang bisa membantu mereka yang menjadi korban pelecehan seksual

    ReplyDelete
  10. wah pengalaman mba Antung hampir sama dg saya nih.. naik bis di kaltim antar kota. medeni.. kalo ada aplikasi gini kita ga perlu malu ya..

    ReplyDelete
  11. Korban kekerasan seksual itu berasa dilema. Cerita diolok-olok, nggak cerita ya jadi gak ada hukuman buat pelakunya. Untungnya ada aplikasi FIA ya, jadi tbisa cerita dan semoga juga ada sanksi hukum yang memberatkan pelakunya. Sudah saatnya hukum kita lebih melek dengan kekerasan seksual.

    ReplyDelete
  12. Aku pernah mengalami korban pelecehan seksual. Bahkan dari keluarga sendiri. Waktu itu masih kecil sih. Tapi aku udah sedikit mengerti bahwa aku sedang tidak perlakukan senonoh. Ngadu ke ayah. Bersyukurnya ayah membela aku dan marah ke pelaku. Dan aku bersyukur lagi hal itu tidak menyebabkan trauma. Semoga makin banyak yang sadar dan melindungi perempuan dari pelecehan seksual ya kak. Aamiinn

    ReplyDelete
  13. Waaah ada ya mba aplikas yang bisa membantu korban kekerasan seksual.
    Karena selama ini perempuan yang jadi korban pelecahan itu cukup dilematis. Mau ngadu takut. Nggak ngadu berdampak ke mental.

    ReplyDelete

Post a Comment