Ada satu fase dalam hidupku — mungkin sohib kongkow juga pernah mengalaminya — ketika bercermin saja rasanya berat. Bukan karena tidak suka pada tubuh sendiri, tetapi karena tubuh sering mengirim sinyal: cepat lelah, mudah pusing, dan napas terasa pendek setiap kali naik tangga.
Sebagai ibu dengan segudang aktivitas dan pekerjaan yang cukup padat, aku sering merasa baik-baik saja. “Capek sedikit wajar lah,” begitu pikirku.
Namun, di usia kepala empat, tubuh tidak lagi bisa diajak kompromi. Saat itu aku sadar, aku perlu melakukan perubahan. Bukan demi langsing, bukan demi standar kecantikan, tetapi demi tubuh yang bisa terus menemaniku tumbuh bersama anak-anak.
Perjalananku mencari pola hidup lebih sehat akhirnya mempertemukanku dengan Halofit, sebuah klinik obesitas digital yang membantu orang-orang menangani masalah berat badan dengan pendekatan medis yang tepat.
Sebelumnya, aku sudah sering mencoba berbagai metode: diet trend, restriksi makan, workout yang tidak konsisten, hingga mencari-cari informasi tentang obat diet.
Awalnya aku hanya mencari referensi. Tapi semakin membaca, semakin aku merasa: “Oh, ini layanan yang rasional, aman, dan manusiawi.”
Ketika Ibu Mulai Ingin Mengurus Diri Sendiri
Ada satu percakapan sederhana dengan Affan, anak bungsuku yang membuatku terdiam cukup lama.
“Bunda kok gampang capek? Besok renang lagi, ya?”
Kalimat polos itu menamparku dengan lembut. Aku ingin bisa bermain tanpa harus sering bilang, “Bentar ya, Bunda istirahat dulu.” Aku ingin jadi versi terbaikku — bukan versi paling kurus, tetapi versi paling sehat dan paling hadir.
Dan dari situlah aku mulai mempelajari lebih dalam tentang Halofit.
Halofit bukan sekadar program diet online. Ini adalah digital obesity clinic yang menggabungkan pendekatan medis, rekomendasi gizi, pantauan dokter, dan dukungan berkelanjutan. Dengan kata lain, ini bukan diet instan, tetapi program kesehatan yang terstruktur.
Kenapa Halofit Berbeda?
Yang pertama kutemukan adalah rasa aman. Sebagai seseorang yang pernah trauma dengan diet ketat yang membuat badan lemas, aku selalu skeptis dengan metode yang menjanjikan “turun cepat”.
Halofit justru membuatku tenang karena:
- Programnya berbasis evidence, bukan diet ekstrem.
- Ada dokter yang memantau perjalanan.
- Rekomendasi nutrisi disesuaikan dengan kondisi tubuh.
- Ada pendekatan mindset dan perilaku, bukan hanya angka di timbangan.
Dan yang paling aku suka: semuanya dilakukan secara digital. Cocok banget untuk ibu-ibu yang waktunya mepet dan mobilitasnya tinggi.
Saat membaca referensi lebih jauh di Halodoc, aku merasa sedang membaca jawaban dari keresahanku selama ini. Bukan kenapa aku gemuk atau lelah, tetapi bagaimana tubuhku sebenarnya butuh dukungan, bukan tekanan.
Perjalanan Memulai Gaya Hidup Baru
Salah satu fitur yang membuatku akhirnya ingin mencoba adalah metode pemantauan yang realistis. Kamu tidak diminta langsung berubah total. Tidak ada perintah “besok stop karbo!” atau “harus workout 1 jam tiap hari!”—yang biasanya membuat kita gagal di hari ke-3.
Halofit memulai dari tubuhmu:
- bagaimana pola tidurmu,
- bagaimana aktivitas harianmu,
- makanan apa yang kamu sukai,
- kondisi medis apa yang perlu diperhatikan,
- hingga target realistis yang bisa kamu capai dalam jangka panjang.
Buatku, ini bentuk penghormatan pada tubuh. Kita tidak dipaksa mengikuti pola orang lain. Kita dibantu menemukan pola kita sendiri.
Dari Skeptis Menjadi Lebih Berani Memulai
Awal-awal aku sempat ragu. "Apa aku bakal sanggup? Apa nggak buang-buang waktu lagi seperti diet-diet sebelum ini?" Tapi semakin kupelajari, semakin aku merasa ini bukan diet; ini pemulihan hubungan dengan tubuh sendiri.
Dan jujur saja, sebagai ibu, kadang kita terlalu lama menunda merawat diri karena sibuk merawat semua orang. Padahal, tubuh ini juga perlu dipeluk.
Ketika aku berkonsultasi secara digital dan mendapatkan pemahaman lebih detail, aku mulai sadar:
Tubuhku bukan musuh yang harus dikalahkan. Tubuhku adalah rumah yang perlu diperbaiki dengan cara yang lembut.
Di situlah titik balikku dimulai.
Bagaimana Halofit Membantu Mengubah Hidup Lebih Baik
Setiap pekan aku mendapat insight baru—tentang metabolisme, tentang perilaku makan, tentang apa yang terjadi saat stres memengaruhi hormon, dan terutama tentang bagaimana memperlakukan tubuh lebih penuh rasa hormat.
Aku belajar mengenali trigger makan berlebih, menentukan porsi yang tepat tanpa menyiksa diri, dan membentuk kebiasaan kecil yang ternyata sangat berdampak.
Program Halofit mengingatkanku bahwa kesehatan bukan garis lurus. Ada kalanya semangat sedang turun, ada waktu-waktu tertentu semangat naik, tapi selama kita berjalan maju, kita selalu bergerak ke arah yang benar.
Halofit bukan tentang kurus. Ini tentang hidup yang lebih ringan — secara fisik dan mental.
Yang paling kusyukuri dari perjalanan ini adalah rasa ringan di hati. Tidak ada lagi rasa bersalah saat makan, tidak ada lagi kecemasan berlebih terhadap angka di timbangan.
Aku jadi lebih kuat saat menemani anak-anak, lebih segar mengerjakan pekerjaan rumah, dan lebih energik ketika berenang — hal yang dulu terasa berat sekali.
Dan aku percaya, banyak ibu di luar sana yang juga ingin merasakan hal yang sama.
Kami ingin sehat bukan karena standar masyarakat, tetapi karena ingin lebih hadir dalam kehidupan orang-orang yang kita cintai.
Penutup: Jika Tubuhmu Sedang Meminta Tolong, Dengarkanlah
Perjalanan sehat tidak harus ekstrem. Tidak harus menyakitkan.
Kadang kita hanya butuh dituntun dengan cara yang benar. Dan buatku, Halofit adalah “tangan penuntun” itu.
Jika sohib kongkow sedang mencari cara yang aman, ilmiah, dan berkelanjutan untuk menurunkan berat badan atau memperbaiki kesehatan metabolik, kamu bisa memulainya bersama obat diet dari Halofit.
Semoga perjalananmu menuju diri yang lebih sehat terasa lebih ringan, lembut, dan penuh cinta — terutama cinta untuk tubuhmu sendiri.***






Post a Comment
Salam,
maritaningtyas.com