Sebagai koordinator media di sebuah yayasan, aku sering merasa pekerjaan kami tidak pernah benar-benar berhenti.
Pagi hari dimulai dengan mengecek grup WhatsApp yang isinya permintaan desain, revisi artikel, jadwal publikasi media sosial, hingga koordinasi dengan narasumber.
Siang hari biasanya diisi rapat, liputan kegiatan, editing foto dan video, serta menyiapkan materi publikasi. Malam hari? Kadang masih harus mengejar deadline konten yang harus tayang esok pagi.
Kalau dipikir-pikir, tim media saat ini bukan sekadar menulis atau mengunggah konten. Kami dituntut menjadi multitasker. Dalam satu waktu bisa membuka puluhan tab browser, Canva, Google Drive, Zoom Meeting, aplikasi editing video, sekaligus dokumen laporan yang tebal.
Karena itulah, memilih perangkat kerja bukan lagi soal "yang penting bisa menyala". Laptop sudah menjadi partner kerja yang menentukan lancar atau tidaknya sebuah pekerjaan.
Perjalananku bertemu ASUS Expertbook Ultra
Belakangan ini aku sedang mencari laptop yang cocok untuk mendukung pekerjaanku sekaligus bisa menjadi referensi perangkat tim media di kantorku. Aku membutuhkan laptop yang ringan untuk dibawa ke berbagai kegiatan, tangguh untuk penggunaan jangka panjang, nyaman dipakai mengetik berjam-jam, dan tentu saja punya performa yang bisa mengimbangi ritme kerja tim media yang serba cepat.
Beruntung banget aku bisa menghadiri ASUS Media Gathering di Hotel Ibis Style Simpanglima pada Selasa, 23 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, aku berkenalan dengan ASUS ExpertBook Ultra (B9406), laptop bisnis premium yang disebut sebagai Trusted By IT Experts, Build For Worry Free Business.– Brilliance in Motion – The Flagship of Industry, Period.
Setelah mempelajari ditunjukkan spesifikasinya, aku mulai paham mengapa ASUS begitu percaya diri menyematkan julukan tersebut. Dan dadaku mulai bergetar, hmmm… sepertinya aku mau banget upgrade alat kerjaku ke laptop ini!!!
Dan berikut ini beberapa alasannya…
1. Ketika Mobilitas Menjadi Kebutuhan Utama
Sebagai seorang blogger sekaligus koordinator media, aku cukup sering berpindah tempat kerja.
Kadang bekerja dari kantor yayasan, kadang dari rumah, kadang harus menghadiri kegiatan di sekolah, hotel, ruang seminar, atau lokasi event lainnya.
Aku yakin banyak pekerja media mengalami hal yang sama.
Masalahnya, membawa laptop berat sepanjang hari bukan pengalaman yang menyenangkan. Apalagi kalau masih harus membawa kamera, notebook, tumbler, charger, dan berbagai perlengkapan lainnya.
Hal pertama yang membuatku tertarik pada ASUS ExpertBook Ultra adalah bobotnya yang hanya mulai dari 0,99 kg dengan ketebalan sekitar 10,9 mm.
Jujur saja, angka itu membuatku penasaran.
Karena biasanya laptop yang sangat ringan sering kali mengorbankan performa atau kelengkapan port. Namun ternyata ASUS mencoba menghadirkan keduanya sekaligus.
2. Ketangguhan yang Membuat Lebih Tenang Saat Bekerja Mobile
Sebagai orang yang cukup sering berpindah lokasi kerja, aku sadar bahwa ancaman terbesar bagi laptop justru bukan saat digunakan, melainkan saat dibawa bepergian. Laptop masuk ke dalam tas bersama charger, kamera, botol minum, buku, tripod, bahkan kadang terhimpit berbagai perlengkapan lain.
Itulah mengapa aku cukup terkesan ketika mengetahui ASUS ExpertBook Ultra sudah mengantongi sertifikasi MIL-STD 810H, standar ketahanan kelas militer yang telah melalui 24 prosedur pengujian, mulai dari suhu ekstrem, getaran, benturan, hingga uji jatuh. ASUS bahkan menambahkan 157 pengujian internal untuk memastikan perangkat benar-benar siap digunakan dalam berbagai kondisi
Yang paling menarik perhatianku adalah demonstrasi ketika laptop ini mampu menahan tekanan hingga 100 kilogram. Bukan berarti kita disarankan duduk di atas laptop, tentu saja. Namun ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa ASUS memahami bagaimana laptop sering kali mendapat tekanan saat berada di dalam tas yang penuh perlengkapan.
Selain mampu menahan beban 100 kilogram, laptop ini juga tetap sehat wal'afiat setelah menahan guyuran air. Bahkan aku dan teman-teman media yang menyaksikan demonstrasi tersebut merasa deg-degan, takut laptopnya rusak.
Jadi kalau nanti punya laptop ini, lalu nggak sengaja air di tumblr tumpah ke atas keyboard. Aku nggak perlu berair mata karena insyaAllah aman sentosa.
Laptop ini menggunakan material Magnesium-Alloy kelas premium yang biasa digunakan pada industri dirgantara, sehingga tetap kuat meskipun sangat ringan. Bahkan lapisan Nano Ceramic yang digunakan memiliki tingkat kekerasan hingga 9, diklaim memiliki ketahanan gores hingga lima kali lebih baik dibanding standar industri.
Sebagai koordinator media, aku merasa ketangguhan seperti ini memberikan rasa tenang tersendiri. Karena dalam pekerjaan yang serba dinamis, kita tidak hanya membutuhkan laptop yang cepat, tetapi juga perangkat yang siap diajak bekerja ke mana saja tanpa membuat kita terus-menerus khawatir.
3. Baterai yang Tidak Membuat Cemas
Salah satu mimpi buruk saat meliput kegiatan adalah mencari colokan listrik.
Pernah suatu kali aku harus menghadiri acara dari pagi hingga sore, sementara laptop sudah mulai memberi peringatan baterai merah sejak siang hari. Akhirnya sebagian waktu justru habis untuk mencari tempat duduk dekat stop kontak.
Karena itu aku cukup tertarik ketika mengetahui ASUS ExpertBook Ultra dibekali baterai 70Wh dengan daya tahan hingga 24 jam bahkan dalam beberapa skenario penggunaan disebut mampu mencapai 26 jam.
Yang lebih menarik lagi, pengisian dayanya mendukung fast charging hingga 50% dalam 30 menit.
Bayangkan ketika sedang transit atau menunggu rapat dimulai, setengah jam saja sudah cukup untuk menambah daya yang signifikan.
Laptop ini juga mendukung pengisian menggunakan berbagai sumber daya USB-C, bahkan power bank tertentu.
Untuk pekerja media yang sering mobile, fitur seperti ini terasa sangat relevan.
4. Layar yang Nyaman untuk Menulis dan Mengedit Konten
Sebagai blogger, aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar. Belum lagi ketika harus melakukan proofreading artikel panjang, mengedit visual media sosial, atau mengecek hasil desain sebelum dipublikasikan.
Karena itulah kualitas layar menjadi salah satu faktor yang tidak bisa aku kompromikan.
ASUS ExpertBook Ultra hadir dengan layar 14 inci 3K Tandem OLED beresolusi 2880 x 1800, refresh rate hingga 120Hz, dan tingkat kecerahan sampai 1400 nits.
Yang menarik bukan hanya soal angka spesifikasinya.
Teknologi Tandem OLED disebut mampu menghasilkan tingkat kecerahan hingga tiga kali lebih tinggi dengan konsumsi daya lebih efisien dibanding OLED biasa.
Selain itu, penggunaan Corning Gorilla Glass Matte membantu mengurangi silau hingga 80%.
Sebagai seseorang yang kadang menulis di kafe dengan pencahayaan terang atau dekat jendela, layar anti-glare seperti ini jelas menjadi nilai tambah.
Mata tidak cepat lelah, warna tetap akurat, dan pekerjaan terasa lebih nyaman.
5. Performa yang Cocok untuk Tim Media Modern
Kalau hanya digunakan untuk mengetik dokumen, hampir semua laptop saat ini mungkin mampu melakukannya.
Namun kebutuhan tim media jauh lebih kompleks.
Kami sering membuka Canva, Photoshop, browser dengan banyak tab, Zoom Meeting, Google Drive, spreadsheet laporan, hingga aplikasi editing video secara bersamaan.
ASUS ExpertBook Ultra ditenagai prosesor hingga Intel® Core Ultra X9 Series 3 dengan kemampuan AI yang tinggi serta dukungan Turbo Mode hingga 50W TDP.
Laptop ini juga menyediakan RAM hingga 64GB LPDDR5x dan storage hingga 2TB PCIe Gen 5 SSD.
Bagi tim media yang sering berhadapan dengan file video besar, foto resolusi tinggi, atau dokumen kerja yang menumpuk, spesifikasi seperti ini tentu sangat membantu.
Yang aku suka, ASUS juga membekali laptop ini dengan sistem pendingin ExpertCool Pro menggunakan dua kipas dan tiga jalur pendingin sehingga performa tetap stabil meski digunakan untuk pekerjaan berat.
Karena tidak ada yang lebih menyebalkan daripada laptop yang tiba-tiba panas lalu melambat saat deadline sedang mepet.
6. Audio yang Layak Diapresiasi, Apalagi untuk Meeting dan Editing
Kalau boleh jujur, speaker laptop menjadi bagian yang paling sering aku perhatikan saat memilih perangkat kerja.
Karena setelah dipikir-pikir, hampir setiap hari aku menggunakannya. Mulai dari mengikuti rapat daring, mendengarkan hasil editing video, mengecek voice over, hingga sesekali menikmati musik saat sedang menulis artikel.
That's why aku cukup senang mengetahui bahwa ASUS ExpertBook Ultra tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga menghadirkan pengalaman audio yang serius.
Laptop ini dibekali enam speaker yang terdiri dari dua tweeter dan empat woofer, didukung Dolby Atmos, Smart Amp, serta teknologi AI Noise Canceling berbasis VoicePrint. Artinya, suara yang dihasilkan bukan hanya lebih lantang, tetapi juga lebih kaya detail.
Buatku yang cukup sering mengikuti rapat online dari berbagai tempat—kadang di kantor, kadang di kafe, bahkan saat sedang menghadiri event—fitur AI Noise Canceling ini menjadi nilai tambah. Suara kita tetap terdengar jelas meski lingkungan sekitar cukup ramai.
Aku juga membayangkan fitur ini akan sangat membantu tim media ketika melakukan review video sebelum dipublikasikan. Tidak selalu harus membawa speaker tambahan atau headset hanya untuk memastikan kualitas audio.
Hal-hal kecil seperti ini memang sering luput dari perhatian. Padahal ketika digunakan setiap hari, pengalaman bekerja menjadi jauh lebih nyaman.
7. Touchpad Haptic yang Bikin Navigasi Lebih Nyaman
Aku termasuk orang yang sering lupa bawa mouse kalau lagi liputan atau kerja dari luar kantor. Makanya touchpad yang nyaman bukan lagi sekadar bonus, tapi sudah jadi kebutuhan. Dan menurutku, ASUS benar-benar memperhatikan detail pengalaman pengguna sampai ke bagian yang sering dianggap sepele ini.
Makanya aku cukup tertarik saat mengetahui ASUS ExpertBook Ultra menggunakan Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad.
Berbeda dengan touchpad konvensional yang menggunakan mekanisme klik fisik, touchpad ini memanfaatkan enam sensor gaya (force sensors) dan motor haptic, sehingga setiap sentuhan memberikan umpan balik yang terasa konsisten di seluruh permukaan touchpad.
Hasilnya, pengalaman mengklik terasa lebih halus, presisi, dan hampir tanpa suara. Yang aku suka, ukurannya juga cukup luas sehingga navigasi terasa lebih leluasa, terutama ketika sedang berpindah antar aplikasi atau melakukan gesture menggunakan beberapa jari.
Bahkan ASUS menyematkan slide gestures yang memungkinkan kita mengatur tingkat kecerahan layar maupun volume suara hanya dengan menggeser jari di sisi touchpad. Jadi, tidak perlu terus-menerus mencari tombol fungsi di keyboard.
Bagiku, mungkin fitur ini terdengar sederhana. Namun justru detail-detail kecil seperti inilah yang membuat pengalaman menggunakan laptop selama berjam-jam terasa lebih nyaman. Saat bekerja setiap hari, kenyamanan sekecil apa pun akan sangat terasa dampaknya terhadap produktivitas.
8. AI yang Benar-Benar Berguna untuk Produktivitas
Saat ini hampir semua perangkat berlomba-lomba menyematkan kata "AI". Namun pertanyaanku selalu sama: apakah AI tersebut benar-benar membantu pekerjaan sehari-hari?
Di ASUS ExpertBook Ultra, aku menemukan beberapa fitur yang cukup menarik.
Ada ASUS AI ExpertMeet yang mampu membantu membuat transkrip rapat otomatis, menerjemahkan percakapan secara real-time, hingga menghasilkan ringkasan rapat dan daftar tugas secara otomatis.
Sebagai koordinator media yang sering memimpin rapat tim, mengikuti diskusi program atau harus buat ringkasan dari materi webinar, fitur ini terasa sangat relevan.
Selain itu ada ASUS MyExpert yang menyediakan Knowledge Hub, Smart File Search, dan AI Chat Assistant berbasis perangkat lokal tanpa harus mengirim data ke cloud publik.
Bayangkan ketika harus mencari dokumen lama yang tersimpan di ratusan folder. Fitur pencarian berbasis konteks seperti ini tentu bisa menghemat banyak waktu.
9. Tidak Perlu Ribet Membawa Dongle
Ini mungkin terdengar sepele, tetapi bagiku cukup penting. Aku termasuk orang yang kurang suka membawa terlalu banyak aksesori tambahan.
Karena itu aku happy banget melihat ASUS ExpertBook Ultra masih menyediakan port yang lengkap. Tersedia dua Thunderbolt 4 Type-C, dua USB Type-A, HDMI 2.1, dan audio combo jack.
Artinya saat presentasi, menghubungkan flashdisk, atau menggunakan perangkat tambahan lainnya, saya tidak harus bergantung pada dongle.
Hal sederhana seperti ini sering kali justru menyelamatkan pekerjaan di lapangan.
10. Keamanan yang Membuat Lebih Tenang
Sebagai pengelola media yayasan, aku menyimpan cukup banyak data penting. Mulai dari dokumen program, dokumentasi kegiatan, database kontak, hingga berbagai aset digital organisasi.
Karena itu aku cukup memperhatikan aspek keamanan.
ASUS ExpertBook Ultra dibekali sistem keamanan enterprise seperti NIST SP 800-193 Compliance, Dual BIOS ROM, TPM 2.0, fingerprint sensor, webcam shield, hingga berbagai lapisan perlindungan firmware dan data.
Bahkan ASUS menyebut sistemnya mampu melakukan self-healing BIOS jika terjadi gangguan pada firmware.
Mungkin tidak semua pengguna membutuhkan fitur ini. Namun untuk organisasi yang mengelola data penting, keamanan seperti ini tentu menjadi investasi yang layak dipertimbangkan.
Jadi, Cocokkah ASUS Expertbook Ultra untuk Tim Media?
Setelah mempelajari berbagai fitur dan spesifikasinya, aku melihat ASUS ExpertBook Ultra bukan sekadar laptop bisnis biasa.
Laptop ini dirancang untuk orang-orang yang membutuhkan mobilitas tinggi, performa kuat, keamanan serius, serta pengalaman kerja yang nyaman dalam satu paket.
Sebagai blogger dan koordinator media, aku bisa membayangkan bagaimana perangkat seperti ini membantu aktivitas sehari-hari: menulis artikel panjang tanpa khawatir baterai habis, mengedit konten dengan lebih nyaman berkat layar berkualitas tinggi, mengikuti rapat online dengan audio yang jernih, hingga mengelola berbagai dokumen kerja dengan bantuan fitur AI.
Tentu saja, dengan harga yang mulai dari Rp38 jutaan, ASUS ExpertBook Ultra memang berada di segmen premium.
Namun jika melihat target penggunanya—profesional, pemimpin tim, pengelola bisnis, dan pekerja kreatif dengan kebutuhan produktivitas tinggi—perangkat ini menawarkan kombinasi yang cukup sulit ditemukan dalam satu laptop: ringan, tangguh, cerdas, aman, dan bertenaga.
Bagiku pribadi, ASUS ExpertBook Ultra memberikan gambaran seperti apa laptop kerja ideal di era modern seharusnya. Bukan hanya cepat, tetapi juga mampu mengikuti ritme kerja yang semakin dinamis.
Dan untuk seorang koordinator media yang hampir setiap hari berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya, jelas itu adalah kualitas yang sangat berharga.***










Post a Comment
Salam,
maritaningtyas.com