header marita’s palace

Mulut Si Mpus Bermasalah? Kenali 9 Penyakit Mulut pada Kucing yang Sering Terjadi


penyebab mulut kucing bermasalah

Pernahkah kamu memperhatikan Si Mpus tiba-tiba malas makan, sering mengiler, atau mengeluarkan bau mulut yang tidak sedap? Sekilas mungkin terlihat sepele, tetapi kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya penyakit mulut pada kucing.

Banyak pemilik kucing lebih fokus pada kesehatan bulu, mata, atau saluran pencernaan, padahal kesehatan mulut juga memegang peranan penting dalam kualitas hidup anabul. Mulut yang sehat membuat kucing dapat makan dengan nyaman, menjaga berat badan tetap ideal, sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sebaliknya, gangguan pada mulut yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan rasa nyeri berkepanjangan, infeksi, hingga memengaruhi organ tubuh lainnya.

Lantas, apa saja penyakit mulut yang sering menyerang kucing? Yuk, kenali gejala, penyebab, serta cara mencegahnya agar Si Mpus tetap sehat dan aktif.

Mengapa Kesehatan Mulut Kucing Penting?

Sebagai pemilik anabul, kita mungkin tidak setiap hari memeriksa kondisi mulut kucing. Padahal, rongga mulut merupakan salah satu pintu masuk berbagai bakteri, virus, jamur, maupun parasit penyebab penyakit.

Saat kesehatan mulut terganggu, kucing akan mengalami rasa sakit setiap kali mengunyah makanan. Akibatnya, nafsu makan menurun, berat badan menyusut, dan daya tahan tubuh ikut melemah.

Bahkan, pada beberapa kasus, infeksi di dalam mulut dapat menyebar ke organ lain melalui aliran darah sehingga memengaruhi kesehatan jantung, ginjal, maupun hati.

Karena itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan hanya soal menghilangkan bau mulut, tetapi juga bagian penting dari perawatan kesehatan Si Mpus secara menyeluruh.

Gejala Penyakit Mulut pada Kucing

Setiap penyakit mulut memiliki tanda yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Bau mulut yang menyengat.
  • Air liur keluar lebih banyak dari biasanya.
  • Nafsu makan menurun.
  • Kesulitan mengunyah atau menelan makanan.
  • Sering menjatuhkan makanan saat makan.
  • Gusi tampak merah atau bengkak.
  • Mulut mudah berdarah.
  • Berat badan menurun.
  • Kucing sering menggaruk area mulut atau wajah.
  • Terlihat kesakitan ketika membuka mulut.

Apabila Si Mpus menunjukkan satu atau beberapa gejala tersebut selama beberapa hari, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter hewan.

penyakit mulut pada kucing

9 Penyakit Mulut pada Kucing yang Sering Terjadi

Berikut beberapa penyakit mulut yang paling sering ditemukan pada kucing.

1. Gingivitis

Gingivitis merupakan peradangan pada gusi yang umumnya disebabkan oleh penumpukan plak dan bakteri. Pada tahap awal, gusi akan tampak kemerahan dan mudah berdarah saat disentuh. Jika tidak segera ditangani, gingivitis dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang lebih serius. Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Gusi merah.
  • Bau mulut.
  • Gusi mudah berdarah.
  • Nafsu makan mulai menurun.

2. Stomatitis

Stomatitis adalah peradangan berat yang menyerang jaringan di dalam rongga mulut. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa nyeri luar biasa sehingga kucing enggan makan, bahkan hanya membuka mulut pun terasa sakit. Penyebabnya cukup beragam, mulai dari gangguan sistem imun, infeksi virus, hingga reaksi berlebihan terhadap plak. Gejalanya meliputi:

  • Air liur berlebihan.
  • Sulit makan.
  • Berat badan turun.
  • Mulut tampak sangat merah.

3. FORLs (Feline Odontoclastic Resorptive Lesions)

FORLs merupakan salah satu penyakit gigi yang cukup sering dialami kucing dewasa. Pada kondisi ini, jaringan gigi perlahan mengalami kerusakan sehingga menyebabkan rasa nyeri yang cukup hebat. Sayangnya, FORLs sering kali tidak terlihat dari luar dan baru diketahui setelah pemeriksaan dokter hewan menggunakan foto rontgen. Beberapa tanda yang mungkin muncul yaitu:

  • Sulit mengunyah.
  • Menghindari makanan keras.
  • Mengunyah hanya di satu sisi.
  • Mudah marah saat area mulut disentuh.

4. Plak dan Tartar

Plak merupakan lapisan tipis yang terbentuk dari sisa makanan dan bakteri. Apabila tidak dibersihkan, plak akan mengeras menjadi tartar yang sulit dihilangkan tanpa bantuan dokter hewan. Penumpukan tartar menjadi penyebab utama berbagai penyakit gusi dan gigi pada kucing.

5. Root Abscess

Root abscess atau abses akar gigi terjadi akibat infeksi pada akar gigi. Kondisi ini menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat dan sering kali menyebabkan pembengkakan pada wajah. Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Wajah membengkak.
  • Nafsu makan hilang.
  • Bau mulut menyengat.
  • Kucing tampak kesakitan saat makan.

6. Kanker Mulut

Meski tidak terlalu sering terjadi, kanker mulut merupakan penyakit serius yang perlu diwaspadai. Gejalanya dapat berupa luka di dalam mulut yang tidak kunjung sembuh, benjolan, perdarahan, hingga kesulitan makan. Semakin cepat terdiagnosis, peluang penanganannya pun menjadi lebih baik.

7. Cedera pada Mulut

Cedera dapat terjadi akibat perkelahian dengan kucing lain, menggigit benda keras, atau kecelakaan. Luka di dalam mulut dapat menjadi pintu masuk bakteri sehingga meningkatkan risiko infeksi apabila tidak segera ditangani.

8. Sariawan

Sariawan pada kucing memang tidak selalu sama seperti yang dialami manusia, tetapi luka kecil di dalam mulut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Akibatnya, kucing menjadi lebih sensitif saat makan dan cenderung kehilangan nafsu makan.

9. Mulut Kering (Xerostomia)

Air liur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Saat produksi air liur berkurang, mulut menjadi lebih kering sehingga bakteri lebih mudah berkembang. Mulut kering juga meningkatkan risiko bau mulut, infeksi, dan kerusakan gigi.

Kapan Harus Membawa Kucing ke Dokter Hewan?

Sebagian pemilik kucing memilih menunggu hingga gejala membaik dengan sendirinya. Padahal, gangguan mulut jarang sembuh tanpa penanganan yang tepat.

Segera konsultasikan ke dokter hewan apabila Si Mpus mengalami:

  • Tidak mau makan selama lebih dari 24 jam.
  • Bau mulut yang sangat menyengat.
  • Mulut berdarah.
  • Air liur bercampur darah.
  • Pembengkakan pada wajah.
  • Penurunan berat badan yang cukup drastis.
  • Kesulitan membuka atau menutup mulut.

Semakin cepat penyakit terdeteksi, semakin besar peluang penyembuhan dan semakin kecil risiko komplikasi.

Cara Mencegah Penyakit Mulut pada Kucing

Kabar baiknya, sebagian besar penyakit mulut dapat dicegah dengan perawatan rutin di rumah.

1. Menyikat Gigi Secara Rutin

Biasakan menyikat gigi Si Mpus menggunakan sikat dan pasta gigi khusus kucing. Jangan menggunakan pasta gigi manusia karena mengandung bahan yang dapat membahayakan kucing jika tertelan. Menyikat gigi secara rutin membantu mengurangi pembentukan plak sebelum berubah menjadi tartar.

2. Rutin Memeriksakan Kesehatan Gigi

Pemeriksaan ke dokter hewan tidak hanya dilakukan saat kucing sakit. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi masalah sejak dini sehingga penanganannya menjadi lebih mudah.

3. Berikan Makanan Bernutrisi

Asupan nutrisi yang seimbang membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung kesehatan gigi dan mulut.

Saat memilih makanan, pastikan kandungan gizinya sesuai dengan usia dan kebutuhan Si Mpus. Anda juga bisa membaca panduan mengenai cara memilih makanan kucing agar tidak salah menentukan pilihan.

4. Sediakan Air Minum yang Cukup

Air membantu menjaga kelembapan rongga mulut dan mengurangi risiko mulut kering.  Pastikan Si Mpus selalu memiliki akses terhadap air minum yang bersih setiap hari.

5. Perhatikan Kebersihan Mulut Sejak Dini

Semakin dini kucing terbiasa dengan perawatan gigi, semakin mudah proses perawatannya saat dewasa. Jadikan pemeriksaan mulut sebagai bagian dari rutinitas grooming di rumah.

Dukung Pemulihan Si Mpus dengan Nutrisi yang Tepat

wet food untuk kucing

Ketika mengalami gangguan pada mulut, banyak kucing menjadi enggan mengunyah makanan kering karena merasa nyeri. Pada kondisi seperti ini, makanan basah dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman dikonsumsi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Cleo Wet Food. Dengan kadar air hingga 85%, makanan basah ini membantu memenuhi kebutuhan cairan Si Mpus, terutama ketika nafsu makan sedang menurun akibat gangguan pada mulut. Selain itu, kandungan nutrisinya juga membantu mendukung kebutuhan gizi harian agar proses pemulihan berjalan lebih optimal.

Tentu saja, jika gangguan mulut berlangsung cukup berat atau disertai gejala lain, pemberian makanan sebaiknya tetap dikombinasikan dengan pemeriksaan dan penanganan dari dokter hewan.

Kesehatan mulut sering kali luput dari perhatian, padahal perannya sangat besar dalam menunjang kualitas hidup Si Mpus. Mulai dari gingivitis, stomatitis, FORLs, hingga plak dan tartar, setiap gangguan mulut dapat menyebabkan rasa sakit yang membuat kucing enggan makan dan kehilangan berat badan.

Sebagai pemilik, kita perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku, seperti bau mulut, air liur berlebih, atau nafsu makan yang menurun. Semakin cepat masalah dikenali, semakin besar peluang Si Mpus mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain rutin memeriksakan kesehatan ke dokter hewan, jangan lupa memberikan perawatan gigi secara berkala dan memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari. Dengan langkah sederhana tersebut, kita bisa membantu Si Mpus tetap sehat, nyaman makan, dan selalu aktif menemani aktivitas di rumah.

8 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com
  1. Setuju banget nih, kesehatan gigi sama mulut anabul emang sering banget kelupaan, padahal kalau Si Mpus udah mogok makan gara-gara sariawan atau giginya sakit rasanya kasihan banget. Tips alih ke wet food pas lagi sakit juga pas banget buat dicoba para anabul lovers.

    ReplyDelete
  2. Kucing juga mahluk hidup yg membutuhkan perawatan agar tetap sehat. Bila terjadi luka pada mulut, harus lebih waspada dan segera bawa ke dokter. Salah satu solusi dengan memberi wet food juga adalah cara yg tepat sebagai pertolongan pertama bila kucing tak mau makan makanan kering.

    ReplyDelete
  3. Nggak nyangka kucing juga bisa kena gingivitis, kayak hooman ya. Biasanya emang orang sukanya lihat anabul lucu gumus2, tapi kalo suruh ngerawat kurang telaten. Padahal kesehatan kucing itu gak cuma bulu aja ya, mulut juga harus diperhatikan. Kalo sikat gigi kucing baiknya tiap berapa hari coach? Apa sama sekalian pas mandi gitu? Kalo grooming di salon sih enak, biasanya sekalian meni pedi sama sikat gigi. Tapi kan mehong kalo sering2, in this economy yak. Mungkin sambil mandiin sekalian nyikat giginya kali ya? Aku belum pernah pelihara kucing sih, tapi anakku pengen. Ini bisa jadi pengetahuan buat anakku kalo mau belajar merawat kucing sendiri. Makasih sharingnya coach...

    ReplyDelete
  4. Di keluarga kami baru kedukaan karena kucing yang kita adopt dari kecil meninggal. Sedih juga ternyata, anabul yang kita urus dari bayi sampai besar, kemudian meninggalkan kita :(

    Sekarang rencananya mau adopt lagi dan proses pengurusan si Mpus kemarin jadi pembelajaran banget agar lebih terperhatikan masalah kesehatannya, termasuk kesehatan mulut dan juga makanannya.

    Yang waktu kucing kemarin kebanyakan memang kita kasih makan keringan, yang basah hanya sesekali. Next sepertinya memang harus disesuaikan dengan kondisi kucingnya, ya. Takutnya kucingnya memang lagi ada gangguan di mulutnya, jadi better pilih makanan yang basahan. Terima kasih Coach untuk rekomendasi Cleo Wet Food-nya

    ReplyDelete
  5. Jadi insight baru bagi Umma yang masih awam masalah penyakit mulut pada kucing. Banyak juga ya ternyata

    ReplyDelete
  6. Nggak cuma mulut manusia aja yang harus diperhatikan yaa, kalau uda memilih untuk pelihara si mpus mau nggak mau bukan hanya sekadar pelihara doang pas si mpus nya lagi gemes2 doang, tapi kesehatannya kudu wajib juga di perhatikan terutama dibagian mulut.
    Terutama bagian nutrisi dan asupan makanannya yg wajib diperhatikan nih. nggak di kasih sembarangan.

    ReplyDelete
  7. Ternyata si mpus ini bisa punya penyakit macam-macam juga ya. Udah mirip kayak manusia aja dia. Aku nggak punya kucing di rumah. Ternyata banyak juga yang harus Diperhatikan kalau punya kucing ya.

    ReplyDelete
  8. Memelihara anabul memang bukan karena perkara lucunya saja, ya. Kita harus telaten dan peka terhadap perubahan mereka sedikit saja. Ini tanggung jawab besar. Masalah mulut saja bisa banyak kemungkinan penyebabnya.

    ReplyDelete