Wednesday, April 6, 2016

Antara Aku, Internet dan Indosat Ooredoo


Internet adalah sebuah jaringan komputer yang saling terhubung dengan menggunakan suatu sistem standar global transmission control protocol/internet protocol suite (TCP/IP) yang digunakan sebagai protokol pertukaran paket dalam melayani miliaran pengguna yang terdapat di seluruh dunia. Internet merupakan kependekan dari interconnected network.  Internet juga dapat diartikan sebagai jaringan komunikasi global yang terbuka dan menghubungkan jutaaan atau milyaran jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi misalnya telepon, satelit, dan sebagainya. 
Sumber: Artikelsiana

Pada 1969 awalnya pemerintah Amerika Serikat mengembangkan Internet untuk kepentingan militer, siapa nyana setelah 47 tahun berlalu internet berkembang sedemikian pesat dan membawa banyak sisi positif serta negatif.

Sisi positifnya jelas kita bisa mengambil banyak manfaat dari internet, misalnya bisa tetap berkomunikasi dengan saudara atau kawan yang jaraknya terbentang jauh, mendapat informasi tentang apapun dalam waktu yang relatif cepat dan bahkan kita bisa mencetak ‘berlian’ dengan memanfaatkan internet.

Pic is taken from Fokus Medan
Namun di sisi lain, sisi negatif dari internet pun tak kalah banyak. Maraknya pornografi, konten-konten yang menyudutkan tokoh, agama ataupun suatu Negara bermunculan tanpa ada batasan yang jelas, bahkan penipuan demi penipuan yang dijalankan lewat internet pun semakin merajalela, contohnya saja yang sempat ngetren beberapa waktu lalu mengenai hacking kartu kredit.

Yah, begitulah kehidupan. Selalu ada sisi positif dan negatif. Kita sebagai pengguna yang harus lebih cerdas dan bijak dalam memanfaatkannya.


Aku, Internet dan Pekerjaanku

Ngobrolin soal internet, aku mulai mengingat-ingat kapan aku mengenal dan berinteraksi dengannya. Maklum ada banyak memori yang menghilang dari pikiran, entah kenapa yang terekam di pikiranku terutama yang menyangkut apa-apa sebelum kuliah sering tak terbaca. Kalaupun ingat, biasanya hal-hal yang luar biasa… luar biasa sakitnya, sedihnya atau bahagianya. Sedangkan hal yang biasa-biasa saja tak banyak yang menancap. Dan sepertinya internet ini tidak banyak menancap di pikiranku sebelum masa-masa kuliah.

Mengenal internet sebagai alat komunikasi sih sudah sejak SMA. Namun saat itu seingatku aku tidak banyak memanfaatkan internet sebagai sarana yang mengacu kepada hal-hal yang luar biasa. Tahun 2000an aku memiliki email pertama kali, kalau tidak salah riried@lovemail.com. Alay banget ya namanya :D. Nah, di web lovemail ini kita juga bisa membuat forum dan melakukan private chat sesama member lovemail. Di sinilah aku melancarkan kemampuan bahasa Inggrisku. Biasanya aku mencari bule-bule agar bisa menjadi sparing partner berlatih bahasa Inggris.

Memasuki dunia perkuliahan pada tahun 2003, aku lebih banyak menggunakan internet sebagai sarana mencari bahan-bahan tugas dan e-book novel-novel klasik sebagai materi kuliah. Hingga kemudian aku mulai mengenal blogspot dan multiply sekitar tahun 2005. Awalnya memiliki akun Multiply pun iseng karena banyak teman-teman teater yang memilikinya. Biasanya untuk saling sharing ide dan tulisan.

Berhubung aku termasuk pelupa akut masalah password, setiap kali aku punya akun di blogspot selalu saja kemudian kelupaan dan gagal masuk. Kemudian aku buat lagi akun baru. Seperti itu seterusnya. Maka tak heran jika dulu aku punya banyak alamat di blogspot, namun isinya cuma satu dua postingan.

Tentunya kemudian setelah Friendster dan Facebook hadir, salah satu fungsi utama internet untukku jelas untuk bisa mengakses social-sosial media macam duo F tersebut. Senangnya memiliki social media adalah aku bisa melebarkan networkingku, tidak hanya berteman dengan teman-teman di dunia nyata. Namun aku juga bisa berkenalan dengan orang-orang baru yang aku sama sekali belum pernah bertemu dengan mereka.

Hubunganku dengan internet semakin akrab ketika kemudian aku resign dari pekerjaanku pada  Maret 2012 setelah melahirkan Ifa dan memutuskan menjadi full time mother. Sebenarnya saat itu aku galau akut. Kalau dihitung-hitung, penghasilan suami saat itu belum bisa mencukupi kebutuhan kami. Ditambah saat itu aku masih memiliki tanggungan untuk menyekolahkan almarhumah adik yang masih SMA. Namun, bismillah… percaya bahwa Allah selalu punya jalan yang tidak kita ketahui.

Ternyata memang benar! Hanya selang sebulan dari keputusan resign-ku, aku mendapat kabar dari salah seorang teman bahwa bosnya membutuhkan tambahan content writer untuk website-nya. Tanpa pikir panjang aku ambil kesempatan itu. Selain karena aku butuh uang tambahan untuk membantu suamiku, kebetulan aku juga sangat suka menulis.

Setelah melakukan wawancara lewat Yahoo Messenger, ngobrol ngalur ngidul dan diminta mengirim contoh tulisan. Nggak lama kemudian aku dinyatakan diterima untuk  bergabung dalam tim penulis pak bos. Saat itu aku masih sangat awam tentang apa itu artikel SEO dan kroni-kroninya. Dengan arahan dari pak bos, aku mulai paham dan masih kujalani pekerjaan tersebut hingga hari ini.

My Daily Job
Gegara menggeluti dunia content writer, mau tidak mau aku membutuhkan koneksi internet yang baik. Setiap hari aku harus berjibaku dari satu keyword ke keyword lain, mencari data untuk membuat  beberapa tulisan setiap harinya, mencari gambar yang sesuai dan posting ke website yang ditentukan.

Saat itu aku belum memiliki modem. Hingga kemudian saat warnet sudah tidak bisa mengakomodasi kebutuhan pekerjaanku, aku merengek pada suami untuk dibelikan modem. Saat itu salah satu saudara sepupu suami memiliki modem yang jarang dipakai, akhirnya setelah dinego, modem itu boleh kami beli.

Modem Pertamaku
Karena sudah memiliki modem, gerakku tak lagi terbatas. Jika sebelumnya hanya sejam dua jam ngendon di warnet. Kini dari rumah aku bisa unlimited mengakses internet. Aku juga mulai mengenal situs Freelancer dan Elance. Bahkan lewat Elance, aku sudah pernah mendapatkan beberapa proyek content writer dan menghasilkan keeping-keping dollar.

Selain fokus pada pekerjaanku sebagai content writer, aku mulai mencari komunitas menulis untuk menyalurkan hobiku. Hingga kemudian aku bertemu dengan IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis). Dari sinilah aku bertemu dengan teman-teman yang kece badai, termasuk salah limanya adalah founder dari Gandjel Rel yang di kemudian hari mampu memotivasiku untuk ngeblog lebih profesional lagi.

Kumpul dengan penulis tentunya pengen ketularan jadi penulis. Sayangnya hingga saat ini, karya-karya yang kuhasilkan tidak lebih dari sekedar antologi ke antologi. Kegagalan demi kegagalan kulewati, belum ada satupun tulisanku yang disambut oleh penerbit hingga kemudian aku merasa capek mengejar mimpiku menjadi penulis buku solo.

Sementara di satu sisi, dunia content writer yang kugeluti semakin menantang. Jika sebelumnya hanya lima artikel per hari, mulai meningkat jadi tujuh artikel hingga sepuluh artikel per hari. Namun ternyata ada kalanya aku menemukan masa-masa writer’s block. Apalagi  artikel-artikel yang diminta harus ditulis dalam bahasa Inggris, kadang merasa tidak leluasa dalam menyampaikan isi yang kuinginkan.

Aku kemudian mencari side job, masih di dunia content writer, namun kali ini aku mencari yang artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia sebagai penyeimbang, biar isi otak ini tidak terlalu keriting. Alhamdulillah, gayung bersambut. Aku kemudian bergabung dengan Indscript Creative divisi penulis artikel SEO. Masih belum puas dengan Indscript, aku juga bergabung dengan Re Media yang kini beralih nama menjadi Penulis Pro.

Selain mencari side job yang berbahasa Indonesia, aku juga menjajal kemampuanku untuk jualan buku secara online. Meski tidak terlalu ramai, namun dari hasil usahaku ini, aku bisa membelikan Ifa beberapa paket buku yang dulunya tidak kubayangkan aku bisa membelikan untukknya. Selain jualan online, aku mulai kembali mengenal dunia blog dengan lebih baik. Aku baru sadar kalau ternyata blog itu tidak sekedar menjadi diary online, namun bisa menjadi ‘pencetak uang’. Saat itu seorang teman, sebut saja mbak Christanty, seorang blogger kece dari Kudus, menyemangatiku untuk fokus blogging dan pelan-pelan melepas dunia content writer-ku.

Saat itu aku gamang. Jujur pendapatan bulanan yang kudapat dari pekerjaanku menjadi content writer saat itu cukup lumayan untuk ukuran seorang ibu rumah tangga. Melepas meski perlahan dunia ini rasanya tidak mudah. Sementara membangun blog hingga bisa mendulang ‘emas’ juga pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Akhirnya aku memutuskan untuk ngeblog sekedar menjadi tempat curhat seperti jaman kuliah dulu. Kali ini aku sudah capek berganti-ganti alamat, jadi kuingat-ingat dengan benar, bahkan kucatat di file tersendiri username dan passwordnya. Sengaja kupilih namaku sebagai alamat blog agar mudah diingat, ‘maritaningtyas.blogspot.com’.

Jika teman-teman mencoba menelusuri arsip blog tersebut, mungkin akan menemukan postingan pertama sejak tahun 2007. Sebenarnya blog tersebut di buat pada 2013 dengan postingan pertama yang asli berjudul Ngeblog Lagi. Namun karena aku ingin mengumpulkan serpihan-serpihan tulisanku yang tercecer dimana-mana, akhirnya kujadikan satu semua yang pernah kutulis dalam satu blog. Beruntung setiap kali aku menulis, aku sering memberikan tanggal di setiap catatanku, sehingga proses pemindahan tulisan-tulisan yang ada di berbagai akun blogspot, multiply dan note Facebook menjadi lebih mudah.

Aku ingin blog ini benar-benar menjadi ‘istana’ku. Tidak hanya bercerita tentang yang enak-enak saja, happy-happy saja, tapi juga yang sedih dan mengiris hati. Aku juga ingin lewat blog ini kelak aku bisa menatap perjalananku. Dari yang awalnya begitu childish hingga berkembang menjadi agak bijak seperti sekarang (catat, cuma agak lo ya, belum bijak, hehe).

Hingga kemudian di tahun ini aku mulai ingin serius blogging, meskipun saat ini hanya berisi curhatan, reportase dan product review, aku inginnya pembaca bisa mendapatkan sesuatu dari apa yang kusampaikan. Untuk membuktikan keseriusanku aku mulai merubah alamat blog ke top level domain, dan aku mulai aktif di berbagai blogger gathering. Termasuk salah satunya mengikuti acara Fun Blogging.


Beberapa Kenangan Fun Blogging
Fun Blogging tidak hanya menambah wawasanku seputar dunia ngeblog, namun juga menyadarkanku betapa aku harus bersyukur karena internet ditemukan di dunia ini. Tanpa internet, aku tak mungkin menjelajah dan bertemu inspiring people seperti mbak Ani Berta, Shintaries dan Haya Aliya Zaki.

Lewat merekalah aku menjadi semakin paham bagaimana menulis sebuah great content, menata tampilan blog dengan lebih cantik dan bagaimana berkarya melalui blog. Bahkan mereka tidak hanya berbagi ilmu mereka hanya saat acara tersebut, hingga hari ini melalui grup rahasia di Facebook, mbak Ani Berta cs tetap setia memotivasi dan berbagi ilmu blogging. Tanpa internet, semua itu tak akan mungkin bisa semudah ini.

Aku dan Indosat Ooredoo

Indosat adalah cinta pertamaku. Aku baru memiliki handphone pada tahun 2003 saat duduk di awal bangku kuliah. Itu pun aku membeli hp bekas yang tentunya dengan merk sejuta umat, Nokia 3310, hehe. Saat diminta oleh mas penjaga counter untuk memilih nomor, aku jatuh cinta pada nomor 0856-275-8807. Nomor seharga lima puluh ribu rupiah itu menemaniku hingga beberapa tahun ke depan, sampai ada sebuah peristiwa aku terpaksa mengganti nomor IM3-ku itu.

Namun sepertinya aku memang tidak bisa beralih dari Indosat. Hanya saja ketika terpaksa mengganti nomor, aku tidak lagi memilih nomor IM3, namun mencoba memakai Mentari. IM3 dan Mentari saat itu sama-sama di bawah Indosat. Sayangnya aku sudah tidak ingat no Mentari-ku dulu.

Aku bertahan dengan nomor Mentari tersebut sampai aku menikah. Hingga sebuah peristiwa memaksaku untuk mengganti nomor kembali. Aku lagi-lagi memilih nomor Indosat yang kupakai hingga saat ini. Saat membeli nomor ini sebenarnya aku kembaran dengan suamiku, hanya beda satu digit di angka paling belakang. Namun sayangnya hp suamiku hilang beserta nomornya dan dia malas mengurus nomor yang hilang tersebut. Nggak jadi kembaran deh nomornya J.

Nomor Im3 Ooredoo yang Dibagikan saat Fun Blogging
Kenapa selalu pilih Indosat? Dulu aku tinggal di Salatiga yang lokasinya banyak ketemu bukit dan gunung-gunung. Di saat provider lain sinyalnya tak mampu menembus lokasi rumahku, Indosat mampu memberikan sinyal yang memuaskan. Begitu juga saat ini, meski sudah tinggal di Semarang, yang notabene adalah salah satu kota besar, namun lokasi tempat tinggalku juga banyak dikelilingi bukit. Aku pernah memiliki beberapa nomor dari provider lain, namun sinyalnya tak secadas yang dimiliki Indosat. Ujung-ujungnya tentu saja, back to Indosat!

Aku sempat kudet mengenai sejarah disematkannya Ooredoo di belakang nama Indosat. Bahkan aku sempat berkomentar ketika melihat iklannya, “lucu deh ada Ooredoo-nya.” Baru kutahu kalau ternyata si Ooredoo, perusahaan telekomunikasi dari Qatar ini  telah membeli sebagian besar saham Indosat sejak tahun 2002.  Bahkan saat ini 65 persen saham Indosat adalah milik Ooredoo.

Namun berbeda dengan kebijakan yang dilakukan di negara-negara lain, semua perusahaan telekomunikasi yang sahamnya diakuisisi oleh Ooredoo telah bertransformasi nama menjadi Ooredoo. Di Indonesia, Ooredoo tetap menyematkan Indosat sebagai nama depan karena menurut studi yang dilakukan oleh pihak perusahaan, nama Indosat telah melekat erat di benak masyarakat Indonesia. Selain itu namanya juga memiliki kekuatan lokal yang cukup baik.

Jujur aku turut senang Ooredoo cukup berbaik hati mengijinkan nama Indosat tetap digunakan karena rasanya sudah pas di hati.

Dengan menggunakan nama gabungan, Indosat Ooredoo, pihak perusahaan mengharapkan provider ini tetap dicintai oleh masyarakat Indonesia dengan memberikan layanan berskala internasional.

Aku, Internet dan Indosat Ooredoo

Awalnya dulu aku memakai Indosat karena membutuhkan provider dengan sinyal bagus dan kuat untuk melakukan aktivitas telepon dan sms. Hingga kemudian internet mulai booming, tentu saja yang dicari provider yang juga bisa memberikan sinyal internet yang tinggi. Ternyata Indosat mampu melakukan kesemuanya itu.

Apalagi setelah bertransformasi menjadi Indosat Ooredoo, kinerja dan kualitas provider yang khas dengan warna kuning-nya ini semakin berkibar. Jika dulu paket internetnya hanya ada tiga pilihan; berbasis kuota, unlimited dan paket khusus social media. Kini Indosat Ooredo meluncurkan masterpiece-nya; Freedom Combo.

Paket ini begitu mengerti kebutuhan pelanggan. Tahu sendiri kan, kita seringnya ketemu paket yang katanya punya kuota sekian giga. Ternyata setelah ditelusuri sekian mega untuk pemakaian siang hingga sore hari, dan sekian giga untuk pemakaian malam hari. Lucunya, pemakaian malam hari justru diberi kuota yang banyak, padahal jarang-jarang kan ada orang yang melek  tengah malam cuma buat ngabisin kuota?

Belum lagi biasanya paket internet tidak termasuk paket untuk telepon dan sms. Jadi kalau kita mau telepon dan sms, harus ngisi pulsa lagi. Repot bin ribet!

Bersama Freedom Combo, kerepotan tersebut tidak akan terjadi. Dengan empat pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan internet kita, kita tidak hanya akan mendapatkan kuota untuk sebulan, namun juga free telepon dan sms sesama pengguna IM3 Ooredoo. Hemat banget!

Jujur, aku baru ngeh ada paket Freedom Combo saat acara Fun Blogging. Kebetulan di rumah aku berlangganan layanan internet, sehingga aku tidak begitu sering menggunakan Indosat sebagai sarana surfing, browsing dan lain-lain. Indosat hanya kugunakan untuk sms dan telepon. Masalahnya,  ketika lampu mati atau aku harus keluar rumah, mau tidak mau hpku jadi tidak bisa konek internet karena bergantung pada wifi.

Nah, susah banget kalau lagi di posisi tersebut. Tahu sendiri kan sekarang mana ada yang kirim sms? Hampir semua komunikasi dilakukan lewat whatsapp, BBM, facebook messenger, line dan segala macam chat yang pastinya membutuhan koneksi internet.

Gegara kondisiku yang terlalu bergantung pada wifi yang ada di rumah, pernah ada kejadian calon customer yang mau beli buku jadi batal karena susah hubungin aku. Ada teman yang mau tanya sesuatu jadi marah karena aku nggak ngrespon chat-nya. Dan masih banyak lagi kejadian memalukan lainnya gara-gara aku nggak pakai paket internet di hpku.

Sejak beberapa kejadian yang tidak mengenakkan tersebut, aku mulai cari tahu paket-paket internet yang ditawarkan Indosat. Sebelum tahu Freedom Combo, aku paling cocok pakai paket yang unlimited. Itupun aku hanya pilih yang paket unlimited harian. Aku hanya menggunakan paket jika aku punya rencana keluar rumah di hari tersebut. Namun ternyata paket harian tersebut terkadang tidak bisa mengakomodasi kebutuhanku. Meski unlimited, ternyata paket ini memiliki batas pemakaian wajar (FUP). Nah, FUP harian itu hanya 50 MB yang kadang jika grup-grup di whatsapp begitu ramai lalu lintasnya, batas pemakaian wajar tersebut begitu cepat terlampaui. Apalagi jika ada banyak yang mengirim gambar dan video.

Video is taken from Web Indosat Ooredoo

Beruntung kemudian di acara Fun Blogging, aku mengenal Freedom Combo. Paket combo ini memang memberikan kebebasan yang hebat untuk pemakainya. Sejak acara Fun Blogging hingga hari ini aku memakai paket tersebut, aku tidak mengalami kendala dalam koneksi internetnya. Bahkan kecepatannya jauh lebih cepat dari  saat aku menggunakan paket unlimited harian yang biasa aku pakai. Padahal aku hanya menggunakan koneksi 3G-nya lo. Berhubung hp yang kumiliki belum support 4G. Makanya aku belum bisa cerita banyak soal bagaimana hebatnya koneksi 4G dari si Freedom Combo ini. Tapi dari review teman-teman yang sudah merasakan koneksi 4G-nya, hampir semua menyampaikan kalau 4G Indosat Ooredoo wuss wuss banget lo, provider lain lewat mang. Enaknya lagi Freedom Combo ini berlaku untuk 30 hari, jadi jatuhnya lebih ngirit.

Ternyata inovasi dari Indosat Ooredo tidak hanya berhenti di titik tersebut. Kini mereka bekerjasama juga dengan Spotify yang merupakan aplikasi streaming musik online. Pengguna Freedom Combo Indosat Ooredoo mendapatkan banyak kemudahan dalam menikmati Spotify. Cocok banget untuk pecinta musik kaya aku nih. Kini aku nggak perlu takut menikmati streaming musik dan kehabisan kuota.


Pic is taken from Indosat Website
Indosat Im3 Ooredo memang selalu mengerti kebutuhan internetku, sebagaimana Fun Blogging yang selalu memahami kebutuhanku tentang materi-materi blogging.


Sumber: Kompas Tekno, Artikelsiana, Website resmi Indosat








14 comments:

  1. wwwoooow..komplitttt..nih.
    Sepertinya akan ada berita bagus nih mbak..
    Pake Indosat Ooredo..cucok!

    ReplyDelete
  2. Salam mba Marita.. Wah perkenalan dg intrrnet sdh panjaaang.. Salam sukses ya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi prestasinya masih kurang panjang dibanding mbak Mechta :) Sukses selalu juga untukmu mbak :)

      Delete
  3. Duh, aku suruh nulis panjang segini nggak kuaaat! :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ngeblog kadang nggak bisa ngerem nih mas... tapi kalau nulisnya kerjaan suka bingung cari kata-kata biar sesuai ma jumlah kata yang diminta :D :D

      Delete
  4. Internet bisa membuat kitaa terbang bebas menembus batas ya. Dan ada begitu banyak primary & side job yang bisa digarap.

    ReplyDelete
  5. Wah, keren mbak ulasan tentang indosat. Panjang dan lengkap :D

    ReplyDelete
  6. Keren deh Mba Ririt sudah lama malang melintang di dunia tulis menulis :)

    semoga berkah semuanya.. aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dunia persilatan mbak, hehe..

      Aamiin.. doa yang sama juga untukmu mbak :)

      Delete
  7. Jd keinget jaman2 awal kenal inet saat SMA dulu hehehe. Btw Senengnya bisa ikutan fun blogging, saya blm nih huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak ikut Fun Blogging... seruuu :)

      Delete

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.