Friday, October 14, 2016

#DuaKacamata: Hey Suami, Lakukan 7 Hal Ini Saat Istrimu Hamil!

Dua Kacamata Episode 2


Setelah minggu lalu, suami yang telat posting. Minggu ini giliranku yang telat nulis #DuaKacamata nih, punya suami udah tayang aja dari semalam. Alhamdulillah, to do list sedang mengular, jadi nyelesein satu per satu tanggungan dulu sebelum bisa berleha-leha di "rumah" sendiri.

Yang belum ngeh dengan #DuaKacamata, bisa baca #DuaKacamata episode pertama di sini ya. Di episode pertama itu, aku sudah komplit ceritain tentang asal-usul dan sejarah lahirnya duet maut ini. 

Waktu mau memutuskan tema untuk minggu ini, kami agak kebingungan. Rencana awal mo nulis tentang rokok, tapi suami bilang "entar dulu deh" - katanya sih belum siap mengedukasi soal rokok la wong doi belum bisa berhenti ngrokok juga, hehe. Padahal siapa juga yang nyuruh doi ngedukasi soal rokok, kan bisa cerita aja ya kenapa susah banget sih berhenti ngrokok :D.

Sempat juga terlintas mo nulis yang lagi panas soal bapak Ahok dan surat Al Maidah ayat 51. Namun kemudian urung kami lakukan karena nggak mau baper dan bikin suasana pro kontra semakin menjadi. 

Finally, suami kemudian menyeru, "nulis tentang kehamilan aja, bun". Wokay deh, kebetulan aku juga belum banyak nulis soal kehamilanku kali ini, meski sempat kusinggung di salah satu artikel yang sudah publish beberapa minggu lalu.


Begini Rasanya Hamil (Lagi)

Hasil USG Marita
Hasil USG

Saat ini alhamdulillah di dalam rahimku sedang dititipi Allah makhluk mungil yang semakin hari semakin aktif bergerak ke sana-sini. Usia kandunganku kini sudah masuk ke trimester tiga, tepatnya 30 minggu lebih 5 hari. 

Meski bukan kehamilan yang pertama, tetap saja kehamilan selalu membawa kisahnya sendiri-sendiri. Dulu saat hamil Ifa aku nggak kenal yang namanya morning sickness, hamil yang ini akhirnya kudu deket-deket juga sama morning sickness. Nggak sampai yang muntah berlebihan sih, cuma mual dan pusing - tapi cukup mengganggu aktivitas harian, hingga vakum nulis blog sampai dua bulan (alesan kalau ini mah, bilang aja males bu!)

Namun dibanding tiga kehamilan sebelumnya, bisa dibilang kehamilan ini yang paling sehat. Tidak ada keluhan berarti. Jika kehamilan sebelumnya selalu dipenuhi air mata karena flek yang nggak mau berhenti, bahkan dua kehamilan pertama terpaksa berujung di meja kuret, kehamilan yang ini alhamdulillah sehat. 

Saat aku menyadari sudah berbadan dua, aku sudah bilang sama suami, "kita harus siap dengan kemungkinan yang terburuk." Bukan apa-apa, tiga kehamilan sebelumnya aku selalu divonis blighted ovum, bahkan saat hamil Ifa - janin baru nampak di usg saat berusia 10 minggu. Makanya ketika tujuh bulan lalu kami sadar kalau aku hamil, kami sudah mempersiapkan diri. Alhamdulillah, sampai hari ini sehat terus, doain semoga lancar sampai proses kelahiran ya, pals. Aamiin.

Hamil Susah Ngapa-ngapain
Susah Ngapa-ngapain

Cumaaa... hamil yang ini aku cepat sekali kelelahan. Badan rasanya ringsek. Mau tidur susah, mau duduk susah, mau berdiri susah. Meski begitu, aku tetap menikmati kok proses kehamilan ini. Justru itulah nikmatnya orang hamil dan yang bakal dikangenin saat sudah lahiran nanti, kan? Aku sendiri nggak begitu paham kenapa hamil yang ini badan lebih cepet pegel-pegel dari saat hamil Ifa. Padahal secara aktivitas, saat hamil Ifa jauh lebih banyak mengeluarkan tenaga karena aku masih ngantor dan sering tugas ngajar berpindah-pindah lokasi. Mungkin juga karena efek U alias umur. Secara waktu hamil Ifa, aku masih 26 tahun. Sekarang sudah 31 tahun. Beda banget bo!

Hamil kali ini aku juga lebih malas ngapa-ngapain. Mager banget lah pokoknya. Bahkan mandi aja malas. Apalagi hujan-hujan begini, kalau nggak dipaksa mandi atau mau ada kegiatan di luar rumah, nggak bakalan mandi deh, hehe. Kondisi ini semakin didukung dengan kerjaan yang bisa dilakukan di rumah, nggak ada bos yang mengawasi dan mantau tiap detik, jadilah deadline sering terlampaui. Beda waktu hamil Ifa, posisi masih kerja di kantor, jadi nggak bisa malas-malasan.

Tantangan terberat di kehamilan kali ini karena aku juga merawat ibu yang sakit stroke, khususnya saat mandiin beliau. Dulu saat hamil Ifa, ketika aku kelelahan, aku bisa berbagi tugas dengan almarhumah adikku. Sekarang aku nggak punya partner lagi untuk aktivitas yang satu ini. Kalau untuk nyuapin, miringin dan mindahin posisi badan, suami masih bisa bantuin. Tapi khusus bagian mandiin ibu, aku nggak mungkin mengalihtugaskan ke suami kan? Kondisi ibu pun sudah berbeda jauh dari lima tahun yang lalu saat aku masih hamil Ifa. Dulu ibu masih bisa duduk jadi proses mandi pun jauh lebih ringan dan cepat. Sekarang butuh effort yang lebih besar, karena harus membalikkan badan ibu ke kanan ke kiri. Dengan kondisi perut yang semakin besar, sungguh ini bukan hal yang mudah. Doain aja semoga aku selalu sabar dan kuat ya, pals :)

Perbedaan lainnya yang aku rasakan. Dulu pas hamil Ifa aku lebih senang pakai daster, rok baby doll. Hamil yang ini lebih senang pakai kaos. Masalahnya lama-lama kaosnya pada nggak muat, terpaksa deh pakai kaos suami, hehe.

Perutku juga jauh lebih besar di kehamilan yang ini. Aku rasa-rasakan ukuran perut di minggu ke 30 ini sama kaya waktu hamil Ifa di minggu ke 34. Jadilah aku sudah mulai engap kalau tidur, miring kiri salah, miring kanan salah, telentang apa lagi, pengennya tengkurap tapi mana mungkin, hehe.

Namun semua lelah dan pegel-pegel itu otomatis menghilang ketika merasakan si kecil di perut memamerkan tendangannya. Muter ke sana-ke mari sampai perut bundanya bentuknya jadi asimetris. Masya Allah, amazing! Apalagi kalau lihat Ifa begitu sayang dan perhatian sama adiknya yang masih di perut ini. Diciumin, diajak ngomong, bahkan kalau doi punya jajanan aku selalu dibaginya. Ifa bilang "ini buat adik di perut, bukan buat bunda lo." Hehe. Iya deh, kak.. yang penting bunda juga ikut ngrasain enaknya, hehe.

Ifa Loves Mommy and The Baby
Ifa Loves Mommy and The Baby

Lain Ifa, lain ayahnya. Mungkin karena hamil yang ini tidak ada banyak masalah dan keluhan, si ayah jadi cenderung santai kaya di pantai. Kadang aku suka protes sama doi, "nggak boleh pilih kasih dong yah. Dulu aja waktu hamil Ifa rajin bikinin susu, rajin ngingetin minum vitamin, rajin mijitin. Kenapa hamil yang ini cuek-cuek aja sih?" Sambil manyun tuh nyerocos begitu. Dan dengan santainya doi jawab, "emang dulu waktu hamil Ifa aku kaya' gitu ya?" Doeeeng!

Sepertinya si ayah lupa nih. Meski pun kondisi kehamilan yang ini jauh lebih sehat dari tiga kehamilan sebelumnya, tetap aja namanya ibu hamil itu jadi supeeeeeer perasaaaaaa sekali. Pokoknya sensitif deh. Pernah waktu puasa lalu, tiba-tiba bad mood nggak jelas, hawanya pengen marah-marah, didiemin salah, diajak ngomong salah. Pokonya bete aja lah. Tetiba jadi pengen nangis saking merasa tidak dipahami. Lebay deh pokoknya.

Ibu Hamil Sensitif


Harusnya orang hamil kan banyak-banyak istirahat ya, nah hamil kali ini aku justru sering insomnia. Sebelum hamil kalau nggak bisa tidur, aku pakai buat kerja. Masalahnya kondisi hamil ini bikin pinggangku rasanya nggak karuan kalau kelamaan duduk di depan laptop. Suami juga kadang asyik sendiri sama laptopnya di kamar sebelah atau malah sudah ngorok duluan. Hiks, jadi sering kesepian. Akhirnya pelarianku adalah...... nonton drama korea, hehe. Saat ini aku lagi ngikutin Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo nih. Lagi kesengsem sama pemerannya Wang So, hehe. Ada yang nonton juga?

Me Time: Nonton Drakor
Me Time: Nonton Drakor

Hiburan banget lah pokoknya nonton drama korea ini. Selain menjadi penikmat drakor, aku juga sering baca buku dan tilawah biar syaraf-syaraf di otak dan simpul-simpul hati nggak kriwul-kriwul kaya rambutnya Ifa. Ya, ketika suami ternyata tidak selalu bisa diandalkan untuk menghibur hati yang mood-nya kaya roller coaster, bumil kudu strong cari cara untuk tetap waras kan, hehe. 

Me Time: Baca Buku
Me Time: Baca Buku

7 Hal yang Aku Inginkan dari Suami di Kehamilan Ini


Sebenarnya nih, jauh di lubuk hatiku yang terdalam, aku punya wishlist untuk suami di masa-masa hamil yang rentan stres ini. Sayangnya berkali-kali dibilangin, tetep aja masuk kuping kanan keluar kuping kiri, hiks. Apalagi dengan pengalaman pasca lahiran Ifa dimana aku sempat kena baby blues syndrome bahkan sepertinya sudah masuk ke postpartum depression, aku benar-benar pengen suami tanpa paksaan melakukan 7 hal sederhana ini. 

1. Balas Pesanku Euy

balas pesanku dong

Suamiku tipe yang jarang beli pulsa dan lebih suka ngandalin wifi di kantor. Alhasil seringkali kalau dikirimi SMS nggak pernah balas sama sekali. Mana HP-nya yang sudah saatnya di-lembiru itu kalau nggak dipegang wifi-nya nggak konek, akhirnya di Whatsapp pun seringnya juga nggak dibalesin. Dan itu bikin gemes banget. Memang sih kadang aku suka kirim pesan nggak penting-penting amat kaya "miss u beib...". Tapi kan seneng gitu kalau dibalesin, hehe.

2. Pulang Tepat Waktu Dong

Rayuan Maut Pulang Telat

Doi tipe workaholic bingiiit. Kalau udah di kantor lupa pulang, meski kalau udah di rumah malas ke kantor juga sih, hehe. Dulu saat perut belum segede sekarang, motor aku yang bawa karena harus antar jemput Ifa. Saat motor kubawa, doi rajin pulangnya. La gimana nggak rajin wong pulangnya aku jemput sesuai jam, hehe. Sekarang saat aku sudah menghindari naik motor sendiri seperti ini, doi jadi suka lupa pulang tepat waktu sampai diprotes anaknya, "kenapa pulangnya udah gelap, harusnya ayah itu pulangya sore!" Pokoknya kalau jam pulang wajib ditelpon, kalau nggak sampai jam 10 malam di kantor juga betah aja dia. "Nggak lihat jam, bun" katanya. Ugh, bete banget!

3. Ajak Aku Ngobrol

Pentingnya Komunikasi dalam Pernikahan

Aku akuin sih suami kalau udah di rumah langsung jadi rebutan tiga wanita. Ha? Bukan, bukan poligami. Maksudnya jadi rebutan antara aku, anakku dan ibuku. Hehe, setiap kali suami pulang, ada aja ulah tiga wanita ini, yang satu pengen diajak ngobrol, yang satu pengen ditemeni main, yang satu minta disuapin. Sibuk doi jadi babysitter. Saking jadi rebutan saat di rumah, kadang buat ngobrol aja kami kesusahan banget. Apalagi kalau sudah sama Ifa, ayahnya nggak boleh diganggu gugat. Bundanya ngajak ngobrol juga nggak boleh, pokoknya my daddy is mine! Nungguin Ifa tidur dulu baru ngobrol? Nggak janji juga... secara Ifa diajak tidur dari jam 9 bisa baru merem jam 10 atau 11 malam, yang ada ayahnya udah ngorok duluan. Hiks.. terus kapan aku mengeluarkan ribuan kataku???

4. Give Me A Tight Hug

Hug Me Tight, please
Credit by Upika
Ada kalanya seperti yang aku ceritakan di atas, mood-ku swing nggak beraturan. Tiba-tiba happy, tiba-tiba pengen nangis, tiba-tiba bete nggak jelas. Saat kaya gini seringnya suami malah kebanyakan tanya, "ada apa?", "kok diam aja?", "ngomong dong" dan berbagai kalimat nggak penting lainnya yang justru bikin ubun-ubun tambah panas. Saat nggak jelas begini, please don't ask anything, just give me a hug, please. It's worth enough for me, dear. :)

5. Cari Udara Segar Yuk

Jalan-jalan berdua
Credit by estehmanistanpagula

Namanya juga work at home mom, kerjaan sehari-harinya ya di rumah. Meski emang lagi mager banget, tetap saja kadang pengen pergi kemana gitu nyari suasana baru. Dan jujur pengennya sih jalan berdua aja, Ifa dititipin ke mana gitu barang sejam dua jam. Ngobrol ngalur ngidul, boncengan sambil meluk doi, atau sekedar melintasi sepanjang jalan kenangan sambil pegangan tangan. Tapi mana mungkin.... hiks. Pasti doi bilang, "kasihan Ifa bun kalau ditinggal."

6. Pijetin Sampai Tidur

Suami Berikan PIjatan pada Istri
Credit by Ibu Handal
Like I told you before, hamil kali ini badanku jadi lebih capek dari sebelumnya, terutama bagian pinggang ke bawah. Rasanya.. weowe.. luar biasalah pokoknya! Pengennya tuh biar nggak insomnia, suami mijetin sampai aku terlelap tidur. Faktanya, baru dua - tiga kali dinyet-nyet, udah ngorok aja doi, hehe. Sementara si Ifa yang nggak merem-merem, "ayo bun, jangan berhenti mijetnya dong." Bukannya dapat pijatan, aku yang jadi mbok-mbok tukang pijat buat si Ifa, hehe.

7. Tell Me that I'm Still Sexy

Berikan Perhatian Lebih pada Istri Hamil
Credit by Ibu Bayi
Bumil emang super sensi ya, liat body-nya di kaca yang udah kaya buntelan karung kadang suka gimana gitu. Emang sih sering excited liat perut yang gedenya lebih dari semangka, tapi kadang baper juga apalagi kalau suami habis cerita soal teman-temannya di kantor yang jomblo-jomblo itu ngobrolin cewek. Di satu sisi dengan perut segede ini, suami juga udah takut "ndeketin" istrinya, takut perutnya meletus tiba-tiba, hehe. Tanpa sadar kadang ada sisi merasa tak dibutuhkan, huhu. Apalagi kalau udah pulang telat, nggak diajak ngobrol, sampai rumah langsung megang laptop... sakitnya tuh di sini, wkwkkw. C'mon dear, yakinkan aku you still need me, hehe. 

Ibu Bahagia Bayi Sehat
Credit by Diary Noe

Pernah baca di sebuah artikel, proses kehamilan yang bahagia juga menjadi salah satu cara menghindari terjadinya BBS dan PPD. So, wajar dong ya kalau saat hamil istri jadi double kuadrat pengen diperhatiin dan dimanjain :D.  

Pesan sponsor untuk para suami yang istrinya lagi hamil, mo itu hamil pertama, kedua, kesebelas sekalipun... give your extraordinary attention  pleaseeee. Buat para istri, nggak perlu malu juga kalau memang lagi ingin dimanja, diperhatiin, bilang aja sejujur-jujurnya, karena suami sering nggak paham dengan bahasa tubuh kita. Mending langsung to the point, "su paksu.. aku tuh pinginnya kamu begini lo.." Daripada diem aja, doi nggak bakalan ngerti, kita tambah jengkel, dan akhirnya malah jadi jerawat batu, hehe.

Meski begitu, tetap syukuri kondisi apapun ya, pals. Bagaimanapun kan suami juga manusia biasa, punya capek, punya aktivitas lainnya juga. Kita nggak bisa terus mengandalkan mereka, menyudutkan mereka agar begini begitu nurutin semua mau kita. Nggak boleh juga kan terlalu bergantung pada manusia lain? Karena tempat bergantung yang paling hakiki tentu saja hanya Allah, Sang Pemilik Kehidupan. Adukan setiap masalah dan gundah gulana hanya padaNYA.

Pahala Ibu Mengandung


Stress nggak stress, happy nggak happy intinya ada di pikiran kita kok. Semakin banyak bersyukur dengan apa yang kita alami semasa hamil, semakin kita akan merasa baik-baik saja. Kalau tiba-tiba mood swing hadir, diingat-ingat aja betapa ada banyak pahala yang sedang Allah siapkan untuk kita dalam kondisi hamil ini. Buat teman-teman yang sedang hamil, menyusui atau sedang berencana hamil, enjoy our life saja lah.. hidup cuma sekali, yuk hepi-hepi!

Kalau teman-teman saat hamil punya harapan-harapan sejenis nggak sih ke suami? Bagi ceritanya yuk di kolom komentar! 

Oya, jangan lupa juga baca #DuaKacamata versi suami ya: Suami Siaga

Marita's Panda Doll
Kado dari Suami biar Istrinya Happy




18 comments:

  1. Hamil itu menyenangkan karena selalu dapat perhatian dari mana-mana. Tetangga, kerabat, teman, apalagi suami, pasti perhatian banget. Sampai ditanyai pengen apa, sementara aku nggak pernah pengen apa-apa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah kenapa saat anak udah mulai gede, kadang jadi kangen hamil lagi... biar diperhatiin lebih :D eeh itu aku ding, kalau mbak Wati iya nggak? Hehe

      Delete
  2. Nice Artikel
    Ditunggu Kunbalnya :D

    http://www.androanigamer.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you sudah mampir... cuzzz kunbal :)

      Delete
  3. Alhamdulillah, walaupun agak telat saya ucapkan selamat ya mbak atas kehamilannya semoga sehat dan lancar sampai Hpl nanti. Semoga saya bisa tertular hamil juga, aamiinn :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terima kasih mbak. Sini mbak kuinjak jempol kakinya, siapa tahu ketularan, hehe :)

      Delete
  4. Semoga nanti lahirannya lancar, ibu dan dedek bayinya sehat semua, aamiin.
    Btw, aku yg belum hamil saja kadang suka minta 7 hal itu, hehehe... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.

      Hehe, iya juga sih mbak.. tapi kalau lagi hamil pengennya jadi berkali2 lipat :D

      Delete
  5. Pijetin sampe tidur asyik banget tuh hahaha, ga hamil pun aku demen :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan mbak... enak banget emang.. tapi lebih sering jadi harapan ketimbang jadi kenyataan deh :D

      Delete
  6. Selamat ya Mbak Marita..
    Semoga sehat terus ibu dan calon adeknya Mbak Ifa :)

    Boleh tanyakah, waktu hamil Ifa apakah dulu sebelum 10 minggu sudah divonis BO? Saya sedang galau karena kehamilan pertama setelah 3 tahun menikah ini juga dicurigai BO sama dokternya. Pasalnya saya flek terus menerus dan pas terakhir USG kemarin baru kantong kehamilannya aja yang tampak. Bentuknya pun tidak bulat melainkan agak lonjong. Mau kontrol lagi setelah nanti usia 8 minggu, tapi khawatir juga karena obat penguat sudah hampir habis.

    Kalo cerita Mbak Marita dulu bagaimana? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih ya mbak.

      Iya mbak, waktu hamil Ifa dan di USG janin belum kelihatan, hanya kantong kehamilannya yang nampak plus flek-flek juga.. dan juga dengan riwayat kehamilan sebelumnya yang dua kali BO, dokter sudah memberi wacana "jangan-jangan BO lagi."

      Tapi sama dokternya ditelateni... diberi penguat dan asam folat dosis tinggi. Setiap dua minggu sekali juga harus kontrol. Sampai minggu ke delapan janin belum kelihatan juga. Terus dokter kasih batasan waktu, kalau usia 10 minggu janin belum kelihatan, maka mau nggak mau ya dikuret lagi.

      Alhamdulillah pas kontrol di usia 10 minggu janin sudah kelihatan dan kehamilan lancar hingga lahiran.

      Mbak Nitta sudah berapa minggu sekarang? Positif thinking aja mbak, karena memang banyak janin yang belum bisa dilihat pake USG sebelum usia 8 minggu.

      Kalau mbak Nitta muslim, bisa dzikir ya mushawiruu 100x setelah selesai sholat.


      Semoga membantu dan sehat selalu ya!

      Delete
  7. Selamat ya Mbak. Semoga sehat dan lancar semuanya :)

    ReplyDelete
  8. Hamil itu anugerah terindah, kayanya bakalan dimanjain banget kalau aku hamil soalnya menanti ampir 8 taun, tapi belum hamil udah ada beberapa kegiatan di atas dilakukan suamiku Alhamdulillah 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya suami juga sudah nglakuin sih poin2 di atas.. cuma karena lagi hamil.. merasa porsinya kurang banyak.. wkwkw.. maklum bumil suka sensi :D

      Delete
  9. Selamat ya bun atas kehamilan kedua, Agak susah juga sih bun, habis sering diprotes Ifa hehe, kalau ayah di rumah, kerjaan berjibun kalau nggak sibuk ini itu, pasti sibuk ngorok.
    Ayah gk pernah bilang bunda sexy, because sexy itu agak tabu buat ayah, tapi ayah tak pernah berhenti bilang kalau bunda cantik :P. bahkan waktu tidur, kalau suara ngoroknya ayah dimasukin ke google translate pasti keluar artinya lope you.
    Mungkin karena ayah tipe pendiam jadi kurang bisa mengungkapkan perasaan yang sebenarnya pada bunda ya hehe (pendiam dari hongkong).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe....


      Ni orang emang nyebelin... (nyenengin betul) wkwkwk..


      Thanks for everything ya beib :)

      Delete

Would you mind telling me your opinion about this?
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Thanks for visiting, pals.