Seri Parenting Class RSIA Kusuma Pradja; Persiapan Kesehatan Pranikah dan Infertilitas

  • Thursday, January 19, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 16 Comments


Selamat hari Kamis, pals.

Hari ini aku mau berbagi sedikit informasi yang tertunda. Sabtu, 12 November 2016 yang lalu aku mendapat kesempatan untuk hadir pada Parenting Class di RSIA Kusuma Pradja di Jalan Bugangan Raya No 3-5 Semarang. Materi yang disampaikan yaitu mengenai “Persiapan Kesehatan Pranikah dan Penanganan Pasutri yang Sulit Mendapatkan Keturunan”. Pembicaranya merupakan sosok yang sudah sangat senior di bidang infertilitas dan telah berhasil membantu banyak pasangan dalam program inseminasi, beliau adalah Prof. dr. Noerpramana, MMedSc, SpOG (K-Fer).


Waktu mendapatkan informasi mengenai  parenting class ini, aku langsung tertarik untuk ikutan meskipun aku sudah melewati masa-masa tersebut, namun tidak akan ada yang namanya sia-sia. Pasti ada yang bisa didapatkan dan dibagikan kepada yang membutuhkan. Pernah mengalami kondisi disebut sebagai pasangan infertile karena tiga tahun sejak kuret pertama mengalami kekosongan alias tidak mengalami kehamilan sama sekali meskipun tidak dalam program KB, aku mengerti sekali rasanya bagaimana keinginan untuk hamil untuk membuncah. Apalagi ketika lihat teman atau saudara kita sudah menimang momongan. Namun anak memang rezeki dan mutlak hak prerogative Allah, kita hanya bisa berupaya sebaik-baiknya.

Direktur RSIA Kusuma Pradja Membuka Acara Parenting Class

Nah, salah satu ikhtiar agar kita tidak mengalami masa-masa infertile,salah satunya adalah dengan melakukan persiapan kesehatan pranikah.  Prof. Noer waktu itu menyampaikan banyak pasangan tidak mau melakukan check up sebelum pernikahan karena takut pernikahan akan gagal jika hasilnya buruk. Prof. Noer meneruskan bahwasanya itu adalah resiko. Namun semua kembali lagi kepada diri kita masing-masing, apakah penting untuk mendapatkan check up sebelum pernikahan atau tidak. Sisi positifnya tentu saja ketika kita mengetahui ada penyakit atau kelainan dalam diri kita atau pasangan, kita telah siap sebelumnya dan lebih kuat dalam menghadapinya bersama.


Prof. dr. Noerpramana, MMedSc, SpOG (K-Fer)

Dalam waktu yang singkat Prof. Noer menjabarkan dengan sangat baik apa-apa saja yang harus disiapkan oleh pasangan yang akan menikah serta apa-apa saja penyebab infertilitas sehingga ada banyak pasangan yang sulit mendapat keturunan.

Persiapan Medis Pranikah

Masih banyak anggapan yang menjamur di masyarakat awam bahwa sulitnya mendapat keturunan pasti berdasarkan dari pihak wanita. Selalu wanita yang menjadi sorotan ketika mereka tak kunjung hamil meski sudah menikah bertahun-tahun lamanya. Padahal sebenarnya baik wanita dan laki-laki memiliki kontribusi yang sama dalam hal ini. Pasangan sulit mendapat keturunan bisa disebabkan 50% dari perempuan dan 50 persen dari laki-laki.

Ketika membicarakan mengenai hal ini, maka tidak bisa lepas untuk membicarakan kesehatan organ reproduksi. Organ reproduksi wanita yang meliputi mulut rahim, saluran telur, dan indung telur, serta organ reproduksi pria yang meliputi sperma, dan anatomi betuk penis/ testis harus dalam kondisi yang baik.

Meskipun begitu memang bisa dikatakan dalam persiapan medis pranikah, wanita cenderung akan lebih ribet dibandingkan laki-laki. Prof. Noer menyampaikan bahwa sangat penting bagi seorang wanita menjaga kesehatan reproduksinya dikarenakan organ reproduksi begitu kompleks. Wanita juga nantinya akan mengalami masa-masa kehamilan, melahirkan dan menyusui yang sangat menguras tenaga, semakin terjaga kesehatan reproduksinya semakin baiklah kondisi seorang wanita.



Tips sederhana dari Prof. Noer untuk para wanita; jadikanlah  hubungan suami istri sebagai bentuk cinta dan ibadah, bukan beban dan sekedar tanggung jawab. Semakin rileks diri kita, semakin kita bahagia, semakin sehat tubuh dan psikis kita.

Untuk menjaga kesehatan reproduksi baik bagi pria dan wanita, tentu saja sangat penting bagi kita untuk menjaga gaya hidup sehat. Yang pertama yaitu, makan makanan bergizi seimbang, tinggi serat dan rendah lemak. Kedua, lakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari. Ketiga, tidak merokok.

Organ Reproduksi Wanita

Penting bagi kita untuk mengenal organ-organ reproduksi, khususnya wanita karena memang letaknya di dalam sehingga perawatannya jauh lebih kompleks. Yang pertama yaitu vagina, fungsinya sebagai liang senggama dan jalan lahir. Vagina juga merupakan penghubung alat kelamin luar dan dalam yang dibatasi oleh hymen. Dalam keadaan normal, vagina memproduksi cairan yang berwarna bening dalam jumlah yang tidak berlebihan sebagai sistem perlindungan alami. Dalam jaringan vagina juga hidup bakteri pelindung (doderleins) yang jumlahnya cukup dominan, fungsinya untuk menjaga keseimbangan ekosistem vagina. Pada kondisi tertentu, keseimbangan tersebut akan terganggu, khususnya jika sedang mengalami stress, menjelang atau setelah haid, kelelahan, diabetes, orgasme, hamil atau sedang mengonsumsi obat hormonal seperti pil KB. Bila keseimbangan terganggu, pH dalam vagina menurun sehingga pertahanan alamiah juga menurun dan bisa mengalami infeksi.

Selain vagina, dalam tubuh wanita ada yang namanya rahim atau uterus, fungsinya  berkaitan dengan menstruasi dan kehamilan. Berat normal rahim kurang lebih 60 gram, sedangkan ketika hamil beratnya bisa mencapai 1200 gram. Di dalam rahim terdapat saluran telur (tuba fallopii) dan indung telur (ovarium) sebagai tempat memproduksi sel telur dan hormon estrogen.

Menstruasi dan Gangguannya

Membicarakan kesehatan reproduksi wanita maka tidak bisa lepas dari menstruasi. Menstruasi adalah kondisi dimana keluarnya darah dari rahim seorang wanita melalui vagina atau jalan lahir dalam jumlah tertentu, biasanya 50-60 cc dalam rentang waktu 3-7 hari, secara berkala dalam setiap bulan. Maka jika ada yang mengalami menstruasi kurang dari dua hari atau lebih dari tujuh hari, maka bisa dikatakan tidak normal.
Siklus haid berbeda pada setiap wanita. Yang baik adalah 28 hari, jika ada yang memiliki siklus 21 atau 35 hari maka masih dalam rentang normal.

Gangguan haid biasanya berupa; gangguan siklus, gangguan lamanya haid dan gangguan jumlah darah. Gangguan siklus meliputi siklus panjang (lebih dari 35 hari) dan siklus pendek (kurang dari 21 hari). Gangguan lamanya haid meliputi haid panjang (lebih dari 7 hari) dan haid pendek (kurang dari 2 hari). Adapun gangguan jumlah darah meliputi darah terlalu banyak (lebih dari 80 cc) dan darah terlalu sedikit (kurang dari 30 cc). Selain gangguan tersebut, ada juga gangguan lain yang biasanya berupa nyeri haid dan sindroma pra haid (PMS). Nyeri haid sendiri bisa terjadi karena adanya infeksi atau endometriosis.

Gangguan-gangguan haid tersebut terjadi karena ketidakseimbangan hormone estrogen dan progesterone. Penyebab lainnya dikarenakan adanya infeksi, tumor, obat-obatan dan alat kontrasepsi. Jangan sepelekan gangguan haid karena bisa mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum. Untuk mengatasi gangguan-gangguan tersebut, Prof. Noer membagikan tips; menjelang haid kurangi makanan yang mengandung garam, perbanyak sayur dan buah, berpikiran positif tentang haid serta berolahraga.

Masa Reproduksi Sehat Wanita

Usia 20 hingga 35 tahun adalah usia terbaik bagi wanita. Pada usia ini kehamilan dan persalinan aman. Usia di atas 35 tahun memiliki resiko yang tinggi untuk hamil dan bersalin. Maka disarankan bagi para wanita untuk menikah di awal usia 20an. Sehingga kalaupun tidak langsung dikaruniai keturunan, masih banyak waktu tersisa untuk berikhtiar.


Pemeriksaan Kesehatan Pranikah

Para dokter tidak menyatakan bahwa pre marital check up adalah sesuatu yang harus, namun hampir semua dokter menyarankannya. Tentunya dibutuhkan kesepakatan antara calon suami dan istri. Sayangnya untuk melakukan tes ini biayanya cukup mahal, maka masih jarang pasangan yang melakukannya. Kalaupun ada yang berniat untuk melakukannya, Prof. Noer berharap bahwa itu bukan karena kecurigaan dan  untuk mengetahui keperawanan calon istrinya.

Lebih jauh, tujuan dari pre marital check up adalah untuk membangun keluarga yang sehat dan sejahtera, mengetahui kemungkinan kondisi kesehatan anak yang akan dilahirkan (riwayat kesehatan kedua belah pihak, termasuk soal genetic, penyakit kronis, penyakit infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan keturunan).

Adapun manfaat dilakukannya pre marital check up antara lain; mengetahui kondisi pasangan serta proyeksi masa depan pernikahan, terutama yang berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan genetika (keturunan), memperoleh kesiapan mental karena masing-masing mengetahui benar kondisi kesehatan calon pasangan hidupnya, dan mengetahui penyakit-penyakit yang nantinya bila tak segera ditanggulangi dapat membahayakan calon pasutri, termasuk bakal keturunannya.



Pemeriksaan kesehatan pra nikah idealnya dilakukan enam bulan sebelum dilangsungkannya pernikahan. Namun, kalaupun tidak sempat, bisa dilakukan kapanpun selama pernikahan belum berlangsung. Jika ditemukan adanya penyakit atau infeksi menular, maka bisa segera diobati sebelum terjadinya pernikahan.

Prosedur untuk melakukan pre marital check up ini yaitu; datangi dokter spesialis, dokter puskesmas atau dokter umum, dokter akan melakukan wawancara singkat mengenai riwayat kesehatan guna mengetahui penyakit apa saja yang pernah diderita, riwayat kesehatan pada anggota keluarga (kanker, epilepsi, diabetes), juga keadaan lingkungan sekitar dan kebiasaan sehari-hari (merokok, pengguna obat-obatan terlarang). Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui kelainan fisik seperti tekanan darah, keadaan jantung, paru dan tanda-tanda fisik dari penyakit seperti anemia, asma dan kulit.

Persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan tes kesehatan pra nikah yaitu puasa mulai pukul 22.00 sehari sebelumnya dan setelah sampel darah diambil, baru deh kita bisa menikmati sarapan. Selama puasa hanya diperbolehkan minum air putih. Jangan lupa untuk membawa sedikit sampel faeces (tinja) pagi hari di dalam wadah yang bersih.

Bila setelah tes tersebut ditemukan adanya peyakit yang membahayakan keturunan, seperti gangguan darah, thalasemia, leukemia, diabetes, kanker atau HIV/ AIDS sekalipun. Kesepakatan untuk menikah tetaplah hak mutlak calon pasangan. Dokter hanya berhak untuk memberikan gambaran tentang resiko yang akan dihadapi pasangan dan keturunannya, berdasarkan hasil pemeriksaan.

Infertilitas dan Penanganannya

Infertilitas merupakan ketidakmampuan pasangan untuk menjadikan kehamilan dan kelahiran anak yang hidup. Ada dua jenis infertilitas, yaitu infertilitas primer dan sekunder. Infertilitas primer adalah kondisi pasangan yang belum pernah mengalami hamil sama sekali walaupun telah melakukan senggama secara teratur dan tidak menggunakan metode pencegahan selama 12 bulan. Sedangkan infertilitas sekunder adalah kondisi pasangan yang pernah mengalami kehamilan kemudian kosong dan tidak terjadi kehamilan kembali walaupun senggama rutin dalam 12 bulan.



Masyarakat sering menyangkutkan infertilitas dengan kemandulan. Padahal sebenarnya dua hal tersebut sangat berbeda. Infertilitas yaitu kekurangmampuan pasangan dalam menghasilkan keturunan, namun masih memiliki kesempatan untuk memiliki keturunan atau dengan kata lain kurang subur. Sedangkan kemandulan (sterilitas) yaitu laki-laki yang telah dikebiri atau wanita yang rahimnya telah diangkat sehingga tidak mungkin memiliki keturunan.

Penyebab Infertilitas

Ada lima faktor yang mempengaruhi terjadinya infertilitas, yaitu usia, frekuensi hubungan seksual (sebaiknya dilakukan seminggu dua kali, terlalu sering ataupun terlalu jarang sama-sama tidak baik), lingkungan, gizi dan nutrisi (gizi terbaik untuk pasangan infertile adalah ikan di laut dalam yang tidak teracuni merkuri), stress psikis.

Angka infertilitas di Indonesia semakin tahun semakin meningkat. Jika dulunya 12%, kini meningkat lebih dari angka tersebut. Penting bagi para pasangan yang mengalami infertilitas untuk tetap pasrah dan terus berikhtiar, karena kondisi psikis yang down juga bisa mempengaruhi semakin sulitnya mendapatkan keturunan.

Untuk menangani infertilitas, tidak bisa sama setiap kasusnya. Dokter akan memberikan terapi yang berbeda berdasarkan penyebab terjadinya infertilitas.

Infertilitas pada laki-laki

Infertilitas pada laki-laki bisa terjadi karena adanya kelainan anatomi, misalnya tidak bisa menyemprotkan sperma dengan sempurna atau bentuk testis yang tidak turun. Kriptorkismus  adalah kondisi ketika seseorang pria memiliki testis yang tidak turun. Normalnya testis bergerak turun ke dalam skrotum/ buah zakar, sementara pada kasus testis yang tidak turun, testis tidak bisa menghasikan sperma karena masih di dalam tubuh yang suhunya jauh lebih tinggi daripada di dalam skrotum.



Selain itu infertilitas bisa juga disebabkan gangguan fungsi; ejakulasi dini. Gangguan spermatogenesis adalah hal yang paling umum ditemukan dalam menyebabkan infertilitas pada laki-laki.

Sperma pada laki-laki normalnya ada 20 juta atau lebih per cc nya. Kondisi normal sperma harus lebih dari 20juta dan bergerak 50 % atau lebih, tidak terjadi infeksi dan bentuk yang normal ada 30% atau lebih. Jika setelah melakukan tes ditemukan bahwa kondisinya normal, maka pasangan cukup melakukan terapi senggama alami, namun harus disesuaikan dengan masa subur sang istri.

Namun jika spermanya kurang dari 10 juta cc, maka harus dilakukan inseminasi. Ada pula sperma botak (sperma tak berekor). Sperma jenis ini bisa menyebabkan inferilitas dikarenakan tidak disukai oleh sel telur.
Ada beberapa istilah menyangkut gangguan spermatogenesis ini, antara lain normozoospermia (jumlah sperma dan geraknya normal), oligozoospermia (jumlah sperma kurang),  asthenozoospermia (gerak sperma kurang) dan teratozoospermia (bentuknya kurang).

Gangguan pada sperma ini bisa disebabkan karena suka mandi air panas atau memakai pakaian yang terlalu ketat.  Suhu yang terlalu panas tidak baik untuk testis, karena dapat merusak sperma dan menyebabkan kemandulan laki-laki. Mandi air panas dan pakaian yang terlalu ketat juga dapat meningkatkan suhu di skrotum, yang dapat menurunkan jumlah sperma. Bila jumlah sperma menurun, maka kemungkinan untuk membuahi sel telur juga akan semakin kecil.

Dalam proses produksi, testis sebagai pabrik sperma membutuhkan suhu yang lebih dingin daripada suhu tubuh, yaitu 34-35 derajat celcius, sedangkan suhu tubuh normal 36,5-37,5 derajat celcius. Bila suhu tubuh terus menerus naik 2-3 derajat celcius saja, proses pembentukan sperma dapat terganggu.

Selain gangguan anatomi, kelainan fungsi dan spermatogenesis, infertilitas pada laki-laki juga bisa disebabkan oleh masalah hormonal . Gangguan hormonal ini merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pada pria. Produksi sperma diatur oleh hormon seksual pria. Apabila terjadi gangguan atau masalah hormonal maka hormone gonadotrofin akan turun dan produksi sperma juga akan menurun. Sperma yang jumlahnya sedikit biasanya juga disebabkan kekurangan hormon testoteron.

Paparan lingkungan seperti rokok, stress dan alcohol dapat menurunkan kuantitas dan kualitas sperma pria. Bahkan kopi dan obat ereksi (Viagra) dapat membuat sperma menjadi abnormal.

Penyakit menular seksual (PMS) juga bisa mempengaruhi kemampuan pria dalam menghasilkan sperma yang sehat. Infeksi kelamin seperti gonore dan chlamidia menurunkan mobilitas sperma dan memengaruhi organ reproduksi pria. Selain itu, PMS juga dapat menyebabkan tersumbatnya saluran sel sperma dan peradangan prostat dan saluran kencing pria.

Infertilitas pada pria juga bisa disebabkan adanya antibodi yang diproduksi oleh sistem  kekebalan tubuh untuk menonaktifkan sperma. Bila sperma kehilangan aktivitasnya, maka tidak bisa untuk membuahi sel telur. Jika yang  terjadi adalah kondisi seperti ini, maka pasangan tidak boleh melakukan senggama selama enam bulan, atau harus melakukan kondom.

Infertilitas pada Wanita

Pada umumnya infertilitas pada wanita disebabkan berbagai faktor, antara lain:


  • Faktor vagina (vagina yang normal, tidak terlalu basah ataupun kering). Lendir serviks menjadi kental dan sedikit sehingga merupakan penghambat terhadap spermatozoa dan membuat endometrium menjadi kurang baik untuk implantasi dari ovum yang telah dibuahi.
  • Faktor uterus (apakah ada infeksi atau tumor). Adanya kista atau miom dalam rahim bisa menjadi penyebab infertilitas. Sebenarnya adanya kista dalam rahim itu normal, asalkan ukurannya tidak lebih dari 18 mili.
  • Faktor serviks (sering keputihan atau tidak)
  • Faktor tuba fallopii (salurannya baik atau buntu). Jika ada kebuntuan pada saluran inii, maka harus ditiup atau dioperasi, jika dua cara ini sudah ditempuh dan belum juga dikaruniai keturunan, maka bayi tabung bisa menjadi alternative.
  • Faktor ovarium (menstruasi normal atau tidak). Siklus haid yang lebih panjang dari normal berhubungan erat dengan unovulatory (tidak adanya sel telur yang dihasilkan indung telur). Sementara siklus haid yang tidak teratur bisa disebabkan karena adanya gangguan kista ovarium atau penyakit lainnya, kondisi stres, kecapekan atau terganggunya keseimbangan hormone.
  • Faktor ovulasi  (tidak ada ovum yang matang). Ovum matang hanya bertahan 24 jam, jika tidak dibuahi dalam 24 jam maka tidak terjadi embrio. Masalah ketidaksuburan pada wanita juga bisa disebabkan Polocyestic Ovary Syndrome (PCOS) dan endometriosis. PCOS merupakan gangguan dimana kantung sel telur tidak berkembang dengan baik, sehingga tidak terjadii ovulasi. Wanita yang mengalami PCOS menjadi inferti karena tidak ada sel telur yang matang, sehingga tidak terjadi pembuahan. Gejalanya biasanya adalah siklus haid yang tidak teratur (terlambat, tidak haid atau haid 2-3 kali dalam sebulan). Banyak wanita yang gemuk mengalami PCOS. Untuk mengatasinya maka harus melakukan diet dan terapi hormonal dengan diberikan obat kencing manis (netformin). Selain PCOS, endometriosis juga bisa mempengaruhi kesuburan wanita. Endometriosis merupakan keadaan patologi pada sistem reporduksi perempuan dimana jaringan selaput lender rahim (endometrium) yang seharusnya berada dalam rahim, malah tumbuh di luar ronga rahim (saluran telur, indung telur atau pada rongga pinggul). Kondisi ini bisa menghambat kehamilan. Diperkirakan 30-40% wanita dengan kondisi ini sulit memiliki keturunan karena kondisinya mampu membunuh sperma.
  • Faktor hormone (FSH, LH, estrogen dan progesterone).
  • Antibodi terhadap sperma. Jika semua gangguan di atas tidak diketemukan, maka kemungkinan terbesar penyebab infertilitas pada wanita adalah antibodi terhadap sperma. Prof. Noer mengatakan jika penyebabnya adalah hal ini maka tidak ada jalan lain jika memang masih menginginkan keturunan, maka sebaiknya berganti pasangan (menikah dengan orang lain) atau adopsi.
  • Faktor lainnya, meliputi gaya hidup dan lingkungan yang terpapar rokok. Asap rokok mengandung lebih dari 400 racun yang bisa menyebabkan penurunan produksi sel telur sehingga mengganggu kesuburan. Selain rokok, kesuburan wanita juga juga berkurang dikarenakan efek samping obat. Maka berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat-obatan.

Apa yang Harus Dilakukan Pasangan Infertil?

Jika dalam satu tahun kita telah melakukan senggama secara rutin dan tidak sedang dalam program KB, namun tak kunjung hamil, maka kita disebut sebagai pasangan infertile. Jika mengalami hal ini maka yang harus dilakukan adalah menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan suami istri agar diketahui penyebabnya.  Untuk pria, pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik dan analisa sperma. Sedangkan untuk wanita perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium (kencing darah, kadar hormon) dan radiologis (USG, HSG).

Selain melakukan pemeriksaan, kita juga harus menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi tinggi. Kita juga harus menjalani gaya hidup sehat; menghindari rokok, narkotik dan alcohol. Jangan lupa juga untuk mengontrol berat badan, karena berat badan juga mempengaruhi kesuburan. Berat badan harus ideal, tidak boleh terlalu kurus dan gemuk. Tentu saja tidak lupa untuk selalu konsultasi dengan dokter.

Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB)

TRB merupakan penanganan terhadap gamet (ovum dan sperma) atau embrio (konsepsi) sebagai upaya untuk mendapatkan kehamilan di luar cara alami.

Adapun jenis-jenis TRB antara lain;


  • IUI (inseminasi) – biasanya dilakukan untuk mengatasi faktor suami seperti ejakulasi buruk, impotensi neurologis, dan disfungsi seksual. Inseminasi buatan juga telah digunakan sebagai alat untuk mengatasi buruknya kualitas dan kuantitas sperma, volume ejakulasi rendah, antibody antispermia. Selain itu inseminasi juga bisa dilakukan untuk mengatasi faktor istri seperti faktor serviks. Inseminasi dilakukan dengan cara menyemprotkan sperma suami yang dipilih ke dalam saluran telur dan pembuahan tetap di dalam rahim istri. Jika sudah dilakukan inseminasi sebanyak 4-6 kali tetap tidak hamil juga, dokter akan menyarankan untuk melakukan bayi tabung. Keberhasilan inseminasi bisa mencapai 30 persen, tentunya tergantung usia pasangan. Semakin muda usia, semakin tinggi tingkat keberhasilan.
  • IVF (bayi tabung) – tingkat keberhasilan bayi tabung bisa mencapai 50%
  • ICSI (bayi tabung dengan teknik injeksi sperma dalam sitoplasma sel telur)

Semoga informasi ini bermanfaat bagi teman-teman yang sedang program kehamilan atau berencana menikah. Apapun itu, tetap semangat dan husnudzon bahwa Allah selalu memiliki rencana terbaik. 

Pembagian Doorprize pada Parenting Class

By the way
, besok Sabtu, 21 Januari 2017, RSIA Kusuma Pradja akan kembali menggelar parenting class lo. Temanya tentang “Bahaya TORCH pada Ibu Hamil”. Cocok banget buat yang lagi program hamil atau yang pernah mengalami keguguran berulang. Yuk, belajar bareng-bareng besok Sabtu. See you there, pals and thank you for reading!

Next Parenting Class


You Might Also Like

16 comments

  1. Wow, lengkap bangettt mbak pemaparannya.
    Saya dulu sempat ragu melakukan pre marital check up, tapi akhirnya bismillah tetap melakukan, demi kebaikan bersama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, keren mbak.. Iya mbak penting banget ternyata :)

      Delete
  2. Seringkali urusan fertilitas terlalu dibebankan d pihak wanita ya.. padahal bisa dilakukan bareng2 pasangan, KB contohny..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kalau urusan begini sering wanita jd tersangka pertama, padahal butuh kerjasama dua belah pihak ya :)

      Delete
  3. Aku dulu sebelum nikah hanya test tokso aja, Alhamdulillah snegatif, dan skrining infertilitas baru kami lakukan di 2011 setelah 3 taun menikah, bukan apa-apa biayanya mahal hehehe, jadi nabung dulu, dan setelah inseminasi di april 2016 kemarin dan tak berhasil, sering diundang seminar ama smc rs telogorejo gratis serba serbi infertil dan ivf ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memang mahal, kemarin prof. Noer jg bilang begitu. Yang penting trus berikhtiar ya mbak, smoga tahun ini mbak Vita diberi momomgan. Aamiin

      Delete
  4. Seminar yg fokusnya pranikah.masih jrg ya, Mba. Bisa kurekomendadikan nih, infonya. Tfs Mbaa

    ReplyDelete
  5. makasih banget mba Marita, udah sharing soal ini.
    AKu jadi tahu banyak, karena masih blm nikah.

    ReplyDelete
  6. Lengkap sekali Mbak Marita. Dulu aku nggak periksa apa2 sebelum nikah. Mungkin skr penting sekali ya periksa pranikah. makasih informasinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dulu juga nggak priksa kok mbak. Mahal juga mbak. Tidak wajib sih mbak, tapi disarankan sebaiknya priksa. Soalnya sekarang semakin banyak pasangan infertil, sehingga kalau sudah tahu sebelumnya kan jadi jauh lebih siap, tujuannya sih begitu.

      Delete
  7. Lengkap banget! Makasih ulasannya Mba.. sangat bermanfaat nih.

    jadi ingat dulu aku lahiran di Kusuma :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak. Wah, lahirannya di Kusuma ya? Sekarang tambah oke keknya...

      Delete
  8. Dosen saya jg mewanti-wanti buat mahasiswanya melakukan pre marital check up (karena saya kuliah di kesehatan).
    Lengkap banget mbak pemaparannya. Terima kasih..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com