INTERLAC® Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Seluruh Keluarga

  • Sunday, October 15, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 3 Comments


INTERLAC® Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Seluruh Keluarga


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Tidak ada yang lebih menyedihkan bagi seorang ibu ketika melihat anaknya terjatuh sakit, bahkan hingga harus dirawat inap di rumah sakit selama beberapa hari. Melihat bagaimana tangan kecilnya ditusuk jarum infus berulang kali karena selalu gagal terpasang dengan baik. Rasanya menjadi manusia bodoh sedunia karena tidak bisa melakukan apa-apa selain menepuk punggungnya, menggenggam tangannya sembari berbisik, “nggak apa-apa, nak. Sabar sedikit lagi ya.”

Rasanya lega ketika akhirnya infus telah terpasang. Namun kelegaan itu hanya sekejap saja. Rengekan demi rengekan kembali terdengar karena ia tak bebas bergerak. Ketika ia merasakan nyeri di tangannya. Anak yang biasanya aktif merangkak ke sana ke mari, dipaksa harus berdiam di satu tempat, sesekali untuk menghibur kebosanannya aku gendong ia ke luar kamar. Selama tiga hari di rumah sakit, hampir tak pernah kulihat senyumannya tersungging. Hilang dibawa rasa sakit yang tak tertahan.

Itulah yang aku rasakan bulan lalu ketika Affan harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat dan berujung dengan rawat inap, tepatnya hari Sabtu, 16 September 2017 hingga Selasa, 19 September 2017.  Sebelumnya badan Affan panas tinggi. Biasanya dia tidak pernah panas melebihi 38 derajat celcius, namun kali itu berbeda. Termometer bahkan masih terus berjalan melewati 39.9 derajat celcius. Melihat Affan yang lemas dan lesu, aku dan ayahnya akhirnya memutuskan membawanya ke IGD.

Affan Sakit Diare dan Pneumoni di RSUD KRMT WONGSONEGORO


Sesampainya di IGD petugas menanyakan banyak pertanyaan untuk menyimpulkan diagnosa. Selain panas tinggi, Affan memang beberapa hari itu batuk cukup lama dan sering, serta buang air besar dengan tekstur yang sangat lembek dibanding biasanya. Bahkan bisa lebih dari empat kali dalam sehari. Feses Affan pun diteliti lebih lanjut di laboratorium. Ketika hasilnya keluar dinyatakan kalau ada bakteri dalam fesesnya. Itu artinya ada masalah dalam saluran cerna Affan. Saat itu dokter memberikan obat yang mengandung zinc, dan hanya diberikan tidak lebih dari sepuluh hari.

Ketika Affan sudah pulang ke rumah, kami tetap  memberikan obat zinc tersebut sesuai anjuran dokter. Dokter bilang diberikan selama 10 hari agar bakteri benar-benar mati dan tidak lagi mengganggu saluran cerna. Setelah 10 hari sesuai dengan arahan dokter, aku tak lagi memberikannya pada Affan dan segera kubuang obat tersebut. Alhamdulillah Affan pun juga sudah sehat dan ceria seperti sedia kala.

Ketika Diare Datang Lagi

Baru saja bisa bernafas lega, seminggu yang lalu Affan kembali mengalami buang air besar dengan tekstur cair. Bahkan kali ini lebih cair dibandingkan sebelumnya. Aku mencoba tidak panik. Meski tekstur BAB sangat cair, Affan BAB tidak lebih dari tiga kali sehari. Jadi, aku pikir masih cukup aman. Kulihat Affan juga masih beraktivitas seperti biasa. Obat zinc yang diberikan dokter sudah kubuang. Aku mulai kebingungan, apa yang harus kulakukan agar tekstur BAB Affan kembali normal. Kukurangi asupan susu formula Affan, kuperhatikan kembali makanan Affan siapa tahu ada yang menjadi pencetus terjadinya diare. Namun BAB Affan belum juga kembali normal.

Aku kemudian browsing tentang diare pada bayi dan cara penanganannya yang paling tepat. Dari hasil browsing aku jadi tahu kalau diare ternyata menjadi salah satu penyebab kematian terbesar pada bayi dan balita. Diare yang tidak tertangani dengan baik bisa menyebakan dehidrasi yang berkepanjangan. Menurut riset 31.4% dari kematian bayi dan 25.2% dari kematian balita di Indonesia disebabkan oleh diare. Wah, bikin jantungku semakin dag dig dug saja.

Si Aktif yang Rentan Terkena Diare
Si Aktif yang Rentan Terkena Diare
Penyebab diare yang paling banyak ditemukan pada bayi antara lain adanya infeksi Rotavirus, infeksi bakteri-bakteri jahat lain dari benda-benda kotor di sekitarnya, alergi, susu formula yang tidak diolah dengan tepat, keracunan makanan, flu, ataupun konsumsi antibiotic. Affan yang sedang berada pada fase oral memang lagi senang memasukkan segala jenis benda yang ditemuinya ke dalam mulut. Bisa jadi itulah yang menjadi pemicu diare pada Affan.

Menjaga agar anak tidak dehidrasi adalah hal yang paling utama dalam penanganan diare. Kalau bayi minum susu formula bisa diganti dengan jenis yang bebas laktosa. Selain dua hal itu aku juga menemukan informasi mengenai terapi diare menggunakan probiotik.

Probiotik bukanlah obat. Kata probiotik diambil dari Bahasa Yunani “pro” yang berarti “untuk” dan “bios” yang berarti “kehidupan”. Maka kata probiotik mempunyai makna “for life” atau “untuk kehidupan”. Karena itulah BPOM Indonesia mengkategorikan probiotik sebagai suplemen makanan, bukan obat. Sedangkan WHO mendefinisikan probiotik sebagai bakteri baik yang dapat hidup di saluran cerna dan bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan signifikan bagi penggunanya.

Meskipun probiotik baik bisa mengatasi diare, menurut  WHO tidak boleh asal probiotik. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, yaitu; berasal dari manusia, dapat bertahan hidup di saluran cerna, tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu, menghasilkan zat antimikroba, mampu melawan bakteri jahat dan terdokumentasi penelitian klinis yang baik.

Nah, dari sekian syarat yang harus dimiliki probiotik baik tersebut, muncullah nama INTERLAC®, sebuah suplemen probiotik diimpor oleh PT Interbat yang telah dipercaya oleh para dokter di lebih dari 90 negara di dunia, Nggak tanggung-tanggung, INTERLAC® disebut sebagai Live and True Probiotic. Aku langsung meminta suami untuk membelikan INTERLAC® Probiotic yang jenis drops di apotek buat Affan.

Affan dan Interlac Oral Drops


Ketika INTERLAC® drops sudah di tangan, segera aku berikan lima tetes ke mulut Affan sebagaimana tertera pada anjuran penggunaannya. Pemakaiannya cukup satu kali sehari. Besoknya aku ulang hal yang sama. Ketika Affan buang air besar, aku lihat tekstur BAB nya mulai berubah. Belum benar-benar normal, namun sudah tidak cair seperti sebelum mengonsumsi Interlac. Alhamdulillah.

Kenalan Lebih Dekat dengan Interlac Probiotics

Melihat efek INTERLAC® yang bekerja cukup baik dalam mengatasi diare Affan, aku jadi semakin kepo sebenarnya di dalam produk buatan PT. Interbat ini ada apa saja sih.

Ternyata probiotik itu ada macam-macam, pals. Memang dari sononya probiotik sudah terkenal untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Bukan hanya untuk mengatasi diare, konstipasi, kembung dan lain-lain yang berhubungan dengan saluran cerna bisa teratasi jika kita rajin mengonsumsi suplemen yang mengandung probiotik baik.

Probiotic paling terkenal


Lactobacillus adalah salah satu probiotik yang paling terkenal sejak abad ke 20 karena memiliki khasiat anti-inflamasi dan imunostimulator (menstimulasi sistem imun) yang sangat baik. Nah, diantara probiotik-probiotik dengan jenis Lactobacillus, yang paling menonjol kelebihannya ternyata strain Lactobacillus reuteri Protectis yang telah dipatenkan oleh BioGaia, perusahaan bioteknologi Swedia yang dikenal sebagai World Leader in Probiotics.

Untuk mencapai keakuratan penelitian klinis terhadap probiotik jenis Lactobacillus reuteri, BioGaia sudah melakukan setidaknya 160 uji klinis kepada sekurang-kurangnya 130.000 partisipan. Keseriusan BioGaia ini membuahkan hasil karena probiotik lactobacillus reuteri protectis yang ditelitinya kini telah direkomendasikan dokter di lebih dari 90 negara.

Di Indonesia, BioGaia bekerjasama dengan PT Interbat untuk memasarkan INTERLAC®. Hingga saat ini INTERLAC® masih merupakan satu-satunya produk suplemen probiotic di Indonesia yang mengandung Lactobacillus Reuteri Protectis.

Melalui hasil uji klinis yang telah dilakukan berulangkali, kita tak perlu ragu akan keamanan Interlac. Bahkan FDA (Food and Drug Association) Amerika telah memberikan predikat GRAS (Generally Recognized as Safe) yang merupakan sertifikasi keamanan tertinggi untuk suplemen makanan di Amerika. 

Interlac Probiotic Aman untuk Kesehatan Saluran Cerna


Formulasi INTERLAC® sama sekali tidak mengandung laktosa sehingga dijamin aman untuk bayi sejak hari pertama kelahiran, termasuk bayi yang lactose-intolerant. Itulah kenapa banyak dokter yang merekomendasikan INTERLAC® digunakan termasuk di unit NICU rumah sakit sebagai terapi bayi lahir prematur. Kalau untuk orang dewasa apa bisa? Buat bayi prematur saja aman, apalagi buat yang dewasa. Para manula pun boleh banget mengonsumsi produk probiotik ini.

Manfaat INTERLAC®

A.   Menangani Diare

·               Penyembuhan lebih cepat: Penggunaan INTERLAC® pada bayi yang sedang terserang diare memberikan efek penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan plasebo. 74% bayi yang memakai INTERLAC® sembuh dari diare pada hari kedua, dibandingkan dengan hanya 19% pada grup plasebo.
·               Mengurangi frekuensi diare: Penggunaan INTERLAC® pada bayi yang sedang terserang diare mengurangi frekuensi diare per hari dibandingkan dengan grup plasebo (1.9x di grup INTERLAC® vs 3.4x di grup plasebo).
·               Mengurangi risiko terkena diare: Pada uji klinis selama 12 minggu pada 201 bayi, pemberian INTERLAC® menurunkan angka kejadian diare sebesar 74.6% dibandingkan grup plasebo. Selain diare, pemberian INTERLAC® ternyata juga bermanfaat mengurangi angka kejadian demam sebesar 79.5% dibandingkan plasebo.

Alhamdulillah aku sudah merasakan manfaat INTERLAC® saat Affan mengalami diare seminggu yang lalu. Baru dua kali aku minumkan, frekuensi diare berkurang dan teksturnya mulai membaik.

Manfaat Interlac dari PT Interbat


B.   Segudang Manfaat Lainnya
Ternyata selain untuk mengatasi diare, INTERLAC® juga memiliki banyak manfaat lainnya, antara lain;
  • Menjaga kesehatan saluran cerna
  • Terapi dan pencegahan konstipasi, regurgitasi (gumoh) dan distensi abdomen (kembung)
  • Terapi dan pencegahan infeksi candida (jamur)
  • Terapi dan pencegahan kolik infantil (tangisan berlebih pada bayi berusia dibawah 4 bulan yang disebabkan oleh gangguan pencernaan)
  • Terapi dan pencegahan NEC (Necrotizing Enterocolitis), penyebab kematian nomor satu pada bayi lahir premature
  • Meningkatkan sistem imun, mencegah alergi dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mendukung perkembangan neurologi (syaraf) yang optimal pada bayi
  • Terapi functional abdominal pain (sakit perut) pada anak-anak
  • Mengurangi efek samping penggunaan antibiotic
  • Terapi pendamping antibiotik untuk infeksi Helicobacter pylori


Luar biasa ya, satu produk memiliki banyak manfaat!  Bener-bener must have item di kotak obat setiap keluarga nih.

Jenis-jenis INTERLAC®

Kesehatan saluran cerna itu mempengaruhi kesehatan tubuh keseluruhan. Jadi kalau saluran cerna kita terjaga dengan baik, penyakit-penyakit lain pun ogah mendekat. Makanya penting banget untuk selalu menjaga saluran cerna agar selalu sehat. Mengonsumsi suplemen probiotik adalah cara paling tepat untuk menjaga kesehatan saluran cerna kita.

Sejak mengetahui manfaat INTERLAC® yang baik untuk kesehatan saluran cerna. Apalagi setelah tahu sendiri bagaimana efeknya ke Affan yang kena diare, aku pun berusaha menyediakan jenis INTERLAC© lainnya di rumah. Qodarullah beberapa hari lalu ayah dan kak Ifa mengalami konstipasi. Maklum dua orang ini paling susah kalau disuruh makan sayur, jadilah sering banget kena konstipasi.

Interlac Tablet Kunyah untuk Dewasa


Untungnya aku ingat kalau INTERLAC® juga bisa untuk mengatasi masalah konstipasi. Makanya langsung deh cuzz beli INTERLAC® jenis sachet dan strip yang berisi tablet kunyah. Maksud hati yang sachet buat kakak Ifa dan tablet kunyah buat si ayah. Eh, ternyata kak Ifa malah maunya yang tablet kunyah juga karena ada rasanya, hehe.

keterangan Interlac Oral Drops

Keterangan Interlac Sachet

Keterangan Interlac Tablet Kunyah


Semoga pengalamanku dan keluarga menggunakan INTERLAC® bisa membantu meredakan kegalauan teman-teman yang mungkin sedang mencari-cari obat diare yang tepat, ataupun suplemen probiotik yang baik untuk kesehatan cerna ya.

Kalau kalian masih kurang puas dengan postingaku ini dan ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai INTERLAC®, silakan langsung jelajahi saja sosial medianya;

Website: www.interlac-probiotics.com
Instagram: @interlacprobiotics
Facebook: interlacprobiotics

Buat yang pengen langsung beli INTERLAC® untuk persediaan di rumah, bisa membelinya di Guardian, Apotek terdekat, Halodoc, Go-Med App dan Lazada.co.id. Harganya? Insya Allah sepadan dengan kualitas yang diberikannya. Apalagi buat anak tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik kan?

Kelebihan Interlac


Interlac Probiotics – Healthy Tummy Happy Baby. Jika ada produk yang telah terbukti efektif menjaga kesehatan saluran cerna untuk kualitas hidup yang lebih baik, kenapa harus cari yang lain?

Salam sehat selalu dan sampai jumpa di kisah-kisahku lainnya, pals. Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



You Might Also Like

3 comments

  1. Ada varian rasa juga? :D Wah, insyaallah mau anakku.

    ReplyDelete
  2. Sedih ya mbak kalau lihat si kecil ditusuk-tusuk jarum. Sehat terus ya dek.. minum Interlac untuk menjaga imunitas tubuh

    ReplyDelete
  3. Interlac dari interbat ini keren yah. Udah rasanya enak, manfaatnya juga banyak

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com