Terajam Sesal

  • Monday, April 13, 2009
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments



karena pongahku,
lengah aku mengadu pada jenuh
mengembara pada semu yang sungguh iblis
kugadai kesejatian dengan ketakmapanan nurani...

duh gusti,
sungguh bebalnya makhluk nan hina ini...

malaikat bersorban putih menancapkan kelewang pada masa,
membawa basah darah merahnya sendiri..
menatapku layaknya anjing..
bukankah aku bangkai berbelatung..
namun dia tinggal, gusti..
melepas sorban,
menggadaikan kemuliaannya demi menutupi kenistaanku..

gusti, ingin kubasuh bening air yang mengalir di bola matanya,
namun aku kotor..
maka bawakan ia bidadari terindah untuk sejukkannya yang membara...
dan di stiap detikku.
.akan kurajam diriku
dengan sesal hingga waktu membawaku pergi..

Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul Terajam Sesal. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com