Terajam Sesal



karena pongahku,
lengah aku mengadu pada jenuh
mengembara pada semu yang sungguh iblis
kugadai kesejatian dengan ketakmapanan nurani...

duh gusti,
sungguh bebalnya makhluk nan hina ini...

malaikat bersorban putih menancapkan kelewang pada masa,
membawa basah darah merahnya sendiri..
menatapku layaknya anjing..
bukankah aku bangkai berbelatung..
namun dia tinggal, gusti..
melepas sorban,
menggadaikan kemuliaannya demi menutupi kenistaanku..

gusti, ingin kubasuh bening air yang mengalir di bola matanya,
namun aku kotor..
maka bawakan ia bidadari terindah untuk sejukkannya yang membara...
dan di stiap detikku.
.akan kurajam diriku
dengan sesal hingga waktu membawaku pergi..
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email