JASAD MATI

  • Sunday, September 27, 2009
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments



Menunggu Kematian
Jelang pagi yang basah.. aroma melati terbau menyengat.. ada elu-elu shalawat mengiris sembilu.. juga susul menyusul yasin bernada.. satu ruh mulai melungkrah, sisakan raga sepotong hampa.. tanpa suara.. nadi2 tersisa tnpa aturan.. darah mengalir tersendat.. dan nafas satu demi satu lenyap.. semakin malam, lalu sunyi, lalu melati semakin menyengat diantara sepi.. dan semakin hilang.. tak bertuanlah raga ini dalam sakitnya akhir ajal..


Renungan Terik Matahari
Menyengat. padahal jam baru berdntg 10x. seakan kulit sedagingny terbakar tak bsisa. merinding. sekejap q ingat, matahari smkn dkt sj dgn tmpt q bdiri. lalu perlahan es mencair, manusia kepanasan dan akhir memangsa makhluk satu per satu. kecil. merasa kecil nyaliku mengingat dekilnya diri dan hati. nglangut. mengingat waktu smkn terbatas untuk berbenah. dan sudahkah q siap dgn akhir nan sakit itu.. 1yg q ingat, there's no shortcut 2 heaven, itz a long road.. n q smkn merinding.... semoga khusnul khotimah kelak... amiin.

Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul JASAD MATI. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com