AMARAH

  • Tuesday, November 03, 2009
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments



Untuk Lukanya
Satu tetes air mata yg kau buat, Setitik darahmu yang aku minta... Aku pendendam akut Yang kan menghantarkanmu pada maut Tidak ada lagi hati untuk kejalanganmu.. Aku kan pulang membawa keris dan kematianmu Tak da jalan lain untukmu, slain terhunus pedang q..


Senin Malam di RADEN SALEH
Ingin kurobek mulutny, juga kusumpal dengan pembalut amis biar berhenti dy bicara. jengah! 2 tahun sdh q tngglkn rezim kolonial itu.. menggapai mimpi yg pnh kemerdekaan, tnp sumpah serapah-caci maki dan pembodohan. lalu malam itu q mesti mendengar muntahan2 bacinnya.. memuakkan. lenyapkan saja antek kolonial itu atau lenyapkan q!!! tak kan q beriring jalan...

Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul AMARAH. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com