Flash Poems Part One

  • Sunday, May 09, 2010
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments


---17---
Aku sedang ingin menyusup di dadamu. Merasakan detak2 asa yg tsisa.. merasakan hangat yang hampir usai. Ingin kubisikkan memory hingga kau kembali ada.. senja sudah hampir purna kini dan sunyi semakin merapal sepi..aku ingin tuntaskan waktuku hanya bsamamu..

Senja Sunyi
Senja...aku ngungun memandangmu..lelap kau sandarkan kepala di pahaku..sambil tersenyum dan mendzikirkan lafadz-lafadz cinta..begitu menohok atiku.. Senja...semoga ini bukan kali terakhir kau mengecup keningku..lalu menutup malam dgn munajat panjang tg kita.. Senja,aku masih saja merindukanmu..dan mempertanyakan masih layakkah sunyi menemanimu? -untuk Sunyi pada Senja-

Goyagayig
Ini bukan lg tempatku. aku tahu. Ketakpatutanku mengenyahkanku dari sisimu. Namun kaki tak bisa beranjak. Dan hati hanya bisa merapal sesal yang tak terdengar. Sedang kepayahanmu pun tak lagi bisa terobati. benar buntu. kecuali satu dari kita berani mati.

Hari pun Semakin Berkarat
Ketika mimpi tak lagi mendapatkan asanya.. sudah membeku juga tumpul..y ang tersisa hanya nafas yang enggan dipertahankan.. waktu membakar hati yang tinggal pinggirannya.. tak mampu lagi merasa meski hanya kasihan. hanya karena entahlah kita masih ada. berkarat

Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul Flash Poems Part One. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com