Bermain Bersama Teman

  • Wednesday, December 13, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Hari ketiga Affan mulai toilet training. Dia mulai merasa risih ketika celananya basah. Ada hal yang membuatku geli ketika ia takjub saat duduk di kursi makan dan kemudian pip, mungkin Affan berpikir air apa itu yang keluar dari tubuhku, hehe. “Itu namanya pipis sayang, besok kalau Affan kerasa mau pipis bilang bunda dulu ya sebelum keluar.”

Memulai toilet training di saat anak belum bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan dengan kata-kata jelas berbeda ketika anak sudah cukup lancar berbicara, namun justru disitu letak tantangannya. Tiga hari ini aku mencatat kisaran jam berapa saja Affan biasa pip dan pup. Berharap dari daftar jam yang aku buat nanti, aku biasa membiasakan Affan ke toilet lebih dulu sebelum pip dan pup – nya terlanjur keluar.

Tiga hari bertoilet training dan kasur yang kami tempati Alhamdulillah masih bebas dari pip – nya Affan. Qodarullah tiap bangun tidur, Affan selalu segera merangkak keluar kamar lalu asyik berdiri di depan jendela ruang tamu dan pip di area tersebut. Sungguh memudahkan bundanya untuk membersihkan pip – nya, hehe.

Selain fokus pada toilet training, semakin hari Affan semakin memiliki keinginan untuk bermain bersama kakaknya. Berhubung si kakak sudah masuk ke fase bersosialisasi, Affan seringkali ditinggal main ke luar rumah. Setiap kali kakaknya ke luar rumah pasti disambut tangisan melengking, seperti tidak rela kakaknya main. Begitu mendengar suara kakaknya di depan pintu, Affan akan segera menyambutnya. Ketika kakaknya membawa teman-temannya untuk main ke rumah, Affan pun dengan riang bergabung bersama mereka. Meski seringnya dianggap pengganggu, hihi. Namun si kakak siap menjadi pembela untuk si Affan. Tiap kali temannya ada yang merasa Affan mengganggu permainan mereka, si kakak akan berkata “biarin to, adikku kan masih kecil, nggak papa, lagian ini mainanku kok.”




Lucunya kalau di rumah sedang main berdua tanpa teman-temannya, si kakak seringnya nggak mau ngalah sama si adik. Tiap adiknya merebut sesuatu dari tangannya, si kakak langsung marah. Dan Affan paham banget kalau kakaknya marah, langsung merasa sedih dan merajuk. Aaah, sepertinya fase drama kakak beradik ini akan semakin seru, hehe.

Btw, hari ini Affan tiba-tiba inisatif berdiri sendiri lo tanpa pegangan, meski hanya bisa bertahan sekitar dua detik, namun buatku itu keren, hehe. Semoga pertanda baik Affan akan segera melaju ke depan. Nggak sabar lihat Affan mengejar Ifa, hehe.

Alhamdulillah meski terseok-seok, tantangan 10 hari dari kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk game level dua; melatih kemandirian sudah tuntas aku kerjakan. Masih ada waktu jika mau perpanjangan sih, tapi melihat beberapa to do list yang belum tuntas, aku kok pesimis bisa perpanjangan, hiks. Semoga bulan depan di game level tiga bisa lebih semangat dan optimal mengerjakan tugas-tugasnya aah. Thanks for reading ya, pals. Anyway, meski tantangan 10 hari ini berakhir, tugas melatih kemandirian untuk anak-anak dan diri sendiri jelas belum berhenti. Perjalanan masih panjang euy.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

#Harikesepuluh
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian


Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul Bermain Bersama Teman. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com