#My2018Resolution; Hidup Lebih Sehat, Berkarya Semakin Optimal

  • Thursday, December 14, 2017
  • By Marita Ningtyas
  • 7 Comments



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Kalender 2017 sebentar lagi akan digulung rapi, kemudian disimpan atau dibuang dan digantikan dengan kalender 2018. Tahun baru sudah di depan mata, berbondong-bondong manusia mulai menyusun resolusi yang ingin dicapai di tahun yang akan datang. Aku sendiri sudah lama tidak lagi membuat resolusi. Bukan apa-apa sih, soalnya resolusiku biasanya melanjutkan resolusi tahun sebelumnya, hehe. Aslinya malas, tapi ngeles dot com.

Namun menyambut datangnya 2018, aku merasa harus ada beberapa hal yang aku rubah, khususnya mengenai pola hidupku yang masih awut-awutan. Makan nggak teratur, tidur sesuka hati, nggak pernah bergerak alias jarang olahraga adalah hal-hal yang sepertinya memicu kondisi tubuhku menjadi semakin tidak seprima beberapa tahun lalu.




Oke, nggak bisa bohong usia semakin bertambah memang seringkali menjadi kambing hitam atas kondisi tubuh yang tidak se-fit dulu. Namun kalau lihat teman-teman yang usianya jauh di atasku masih terlihat bugar, aku langsung merasa tertampar. Ada yang salah nih dengan cara hidupku.

Aku semakin terjewer dengan kondisi kesehatanku ketika suami berkeluh kesah tentang tekanan darahnya yang cenderung tinggi. Aku sendiri memiliki tekanan darah yang sering cenderung rendah hingga tiap kali bangun dari posisi tiduran atau duduk ke posisi berdiri, kepala seringkali berputar-putar, dan mata berkunang-kunang.

Pekerjaan yang sering menuntutku di depan laptop berjam-jam membuat pinggangku sering sakit, dan otot-otot di tubuh rasanya kaku. Bahkan sekarang kaki menjadi lebih mudah kesemutan dan tangan seringkali kebas saat memegang sesuatu. Bener-bener tubuh sudah memberi alarm untuk segera merombak gaya hidup nih.


Alasan untuk Hidup Lebih Sehat

Tidak dipungkiri anak-anak menjadi alasan utama bagiku untuk hidup lebih sehat. Ifa baru akan memasuki usia keenam dan Affan baru saja berulangtahun kesatu. Anak-anakku masih membutuhkanku untuk mendampingi mereka hingga menuju gerbang kedewasaan. Sebagai seorang ibu, aku pun juga ingin senantiasa sehat dan bugar agar selalu bisa optimal membersamai mereka. Apalagi mereka sedang berada di usia-usia 0 – 7 tahun yang merupakan masa-masa aktif, sepertinya kok nggak elok banget kalau ibunya sering lemes dan nggak bertenaga.

Melihat usaha suami untuk hidup lebih sehat juga merupakan sebuah pemicu bagiku. Apalagi ketika suami bilang, “ayo bun, kita hidup lebih sehat agar bisa mendampingi anak-anak dan menua bersama.” Kalimat suami pun dibuktikan dengan dimulainya ia berhenti merokok. Bayangkan dari kapan tahun aku meminta berhenti merokok, tidak pernah berhasil. Meski tidak pernah merokok di dekatku dan anak-anak, di luar rumah saat bersama teman-temannya ia masih merokok. Setelah rasanya give up untuk memintanya berhenti merokok, justru dia punya inisiatif sendiri untuk menghentikan kebiasaan buruknya.

Titik balik yang membuat suami berhenti merokok yaitu ketika Affan harus dirawat inap di rumah sakit karena bronchopneumonia. Melihat Affan harus diinfus dan nggak bisa bebas bergerak, diterapi nebulizer yang membuat Affan menangis berulangkali sepertinya telah membuat suami insyaf dan tobat untuk nggak merokok lagi. Jelas saja aku menyambut hijrahnya ini dengan gembira.

Selain berhenti merokok, suami juga mulai rajin berolahraga meski belum konsisten. Ia juga mulai mengurangi makanan yang digoreng. Padahal dulu kalau nggak ada tempe goreng, tahu goreng atau apalah yang digoreng, dia akan bergegas membuka kulkas dan bikin telur goreng. Mau ada sayur sebanyak apa pun, kalau nggak ada lauk yang digoreng bakalan nggak nendang buat suami.

my family, my reason to live healthier

Selain anak dan suami, alasanku untuk hidup lebih sehat di tahun 2018 adalah sebagai wujud syukur atas amanah Allah yang telah memberikan kehidupan dan tubuh  yang tak kurang suatu apa pun. Bukankah nanti tubuh ini juga akan dimintai pertanggungjawaban? Apa saja yang sudah kulakukan dengan tubuh ini, bagaimana aku menjaga kesehatannya. Aku pasti akan sangat menyesal ketika tubuhku kelak bersaksi betapa dholimnya diriku terhadap tubuh sendiri.

Dulu aku termasuk orang yang tidak gampang sakit. Tubuhku tahan banting kalau orang-orang bilang. Hujan-hujanan, panas-panasan, Alhamdulillah tidak berpengaruh banyak dengan kesehatan tubuhku. Namun seakan terbuai dengan nikmat sehat yang Allah beri, aku seenaknya saja menjalani hidup. Sekarang ini aku kok merasa tubuh menjadi semakin ringkih. Kalau diingat-ingat sudah beberapa bulan terakhir, setiap bulan selalu kena flu, batuk ataupun sekedar demam. Masalah lain yang sering aku alami yaitu kepala migren. Saat migren menyerang, aku udah nggak bisa  apa-apa, selain memaksa diri untuk tidur.

Ternyata gampang sakit itu nggak enak banget. Pekerjaan rumah tangga dan urusan tulis-menulis terbengkalai. Alhamdulillah punya suami yang sangat supportive dan memanjakan banget kalau aku lagi sakit. Sedihnya jika kondisi badanku sedang tidak fit, suami juga lagi  butuh belaian. Huhuhu, kasihan anak-anak.

Dengan sederet alasan tersebut, nggak ada pilihan lain selain merubah pola hidup agar lebih sehat sehingga bisa membersamai anak-anak hingga dewasa, menua bersama suami dan berkarya dengan lebih optimal.


Caraku Menjalani Hidup yang Lebih Sehat

Demi hidup yang lebih sehat, aku sudah menyusun beberapa hal yang harus segera dieksekusi selambat-lambatnya awal tahun depan. Berikut ini daftar yang telah aku buat setelah semedi beberapa hari… lebaaaay.

Mengatur Pola Makan

Aku tipe orang yang makannya sembarangan. Bukan hanya nggak memperhatikan asupan gizi, namun juga jam makanku sangat amat tidak teratur. Aku bisa saja makan pagi sekalian makan siang, atau makan siang sekaligus makan malam. Saking sudah biasanya nggak teratur makan, aku jarang merasakan lapar. Apalagi kalau sudah di depan laptop, aku benar-benar bisa lupa makan. Kalau sudah begini, suami yang bakal membawakan sepiring nasi terus disuapi deh biar istrinya kemasukan makanan.



Aku sebenarnya sadar banget pola makan yang nggak bener ini merupakan salah satu pemicu kenapa tubuhku semakin hari semakin terasa  ringkih. Kena hujan dikit, pilek. Kena panas sedikit, pusing. Padahal usiaku yang udah kepala tiga ini, tubuh mau nggak mau butuh perhatian lebih khusus. Makanya aku udah sounding ke diri sendiri kalau harus segera mungkin mengatur pola makan sesuai fitrahnya. Tubuh kan sudah didesain sesempurna mungkin oleh Allah dengan jam makan pagi, siang dan malam. Maka aku nggak boleh merusak fitrah itu. Berhubung fitrahnya udah kadung rusak, aku harus segera melakukan recovery process.

Selain mengatur waktu makan, aku juga harus mulai pay attention pada asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Nggak boleh asal enak dan asal makan, karena yang enak belum tentu sehat kan? Harus belajar lagi soal gizi nih. Perbanyak makan sayuran, dan kurangi gorengan. Padahal aku nggak pernah bisa nolak pisang goreng, hiks. Sesekali nggak papa kali ya? Priiiit.. back to focus… be healthier!!

Mengatur Pola Tidur

Selain pola makan yang hancur, pola tidurku pun asal banget. Meski sekarang sudah lebih mending dari sebelum punya anak dua, namun  tetap saja masih kurang sehat. Aku memang tidak lagi bisa begadang seperti dulu. Jadi kalau pun jam kerja menulis aku ambil di sesi dini hari, aku harus tidur dulu sebelumnya, at least dari jam sembilan malam sampai jam 00:00.

Seringnya dari jam 00:00 aku akan melek sampai siang hari. Kalau anak-anak tidur baru bisa curi kesempatan untuk tidur, namun kadang mata nggak juga bisa terpejam. Alhasil seringkali tubuh merasa sangat exhausted. Kalau sudah kelelahan, anak-anak yang jadi sasaran, hiks. Apalagi kalau insomniaku kumat, mau dipaksa tidur seperti apa pun juga aku nggak bakal bisa tidur. Terus paginya berasa kaya mayat hidup lagi jalan-jalan, hehe.


Berkaca dari hal ini aku harus mengatur pola tidurku dengan lebih baik. Kalau aku tidur malam mulai dari jam 9, at least aku harus bangun setelah pukul 2 dini hari. 3 jam untuk menyelesaikan to do list kerjaan insya Allah cukup, asalkan aku fokus dan nggak tengak-tengok sosmed. Siangnya ketika Ifa dan Affan tidur siang aku bisa ikutan take a nap barang tiga puluh menit hingga satu jam. Sepertinya itu jauh lebih baik ya? Ada sarankah untuk pola tidur buat nocturnal mom sepertiku yang mau nggak mau memang bisanya kerja saat semuanya sudah tidur?

Yuk, Olahraga!

Sejak dibelikan motor sama suami, aku tambah mager ke mana-mana. Kalau dulu masih sempat jalan kaki ke pasar untuk belanja, sekarang jalan segitu aja aku ngos-ngosan. Jadi ingat waktu beberapa hari lalu jalan-jalan ke Gua Kreo, ya Allah nafasku habis bo naik turun tangga di situ. Hiks, padahal dua tahun lalu aku masih sangat gesit.

Olahragaku selama jadi ibu rumah tangga ya palingan masak di dapur, ngepel rumah, dan ngucek cucian. Itu pun sekarang cucian sudah aku pasrahkan ke laundry karena malas nyetrika, jadi deh tambah kurang gerak. Makanya aku pikir aku butuh jogging tiap pagi nih. Selain menggerakkan tubuh yang semakin kaku, sebuah anugerah banget bisa menikmati udara pagi yang masih sehat dan segar, belum tercemari polusi.

Salah satu olahraga impian
Selain jogging, sebenarnya aku pengen mulai rutin ikut senam lagi. Namun sampai detik ini belum menemukan sanggar senam yang cocok. Waktu ikut workshop ustad Harry Santosa hari Minggu lalu, qodarullah aku dapat brosur sanggar senam untuk muslimah, sepertinya sebuah pertanda dari Allah biar aku segera menggerakkan tubuh nih.

Tapi kata suami yang barusan ikut temu blogger kesehatan, aku mending tes rockpot dulu. Dari hasil tes rockpot itu, nanti bisa ketahuan olahraga apa yang cocok buat aku. Tes rockpot apaan? Jadi kalau menurut penjelasan suami, kita lari atau jalan secara stabil di lintasan lari, misal di stadion, kurang lebih 1.6 KM. Jangan lupa untuk mencatat waktu yang kita butuhkan saat menyelesaikan tes tersebut. Nah, hitungan waktu itu nanti yang jadi patokan apakah kondisi tubuhmu fit atau nggak. Bener nggak sih, colek para blogger kesehatan aaah…. Hmm, jadi kapan ya mau tes rockpot?

Sedia Vitamin

Menjaga kesehatan dengan melakukan tiga hal yang kusebutkan sebelumnya merupakan sebuah ikhtiar. Namun jika sudah berikhtiar sebaik mungkin, qodarullah masih diberi sakit, maka aku harus tetap siap menghadapinya. Toh, sakit adalah penggugur dosa. Meski begitu bukan berarti lalu aku harus santai kaya di pantai menikmati kesakitanku dong.

Ibu nggak boleh sakit,” begitulah quote yang sering dibagikan oleh para emak. Ya, dengan segala tuntutan dan kewajiban yang ada, ibu-ibu seringkali dihadapkan pada kenyataan bahwa kalau sakit jangan lama-lama.  Karena semakin lama seorang ibu sakit, semakin banyak urusan yang terbengkalai. Dari urusan anak-anak, piring kotor yang semakin menumpuk, cucian yang tak tersentuh, pakaian yang belum disetrika, hingga dompet yang semakin menipis karena harus beli masakan jadi terus-terusan. Maka mau nggak mau, menjadi ibu harus strong.

Untuk urusan ini, aku biasanya berikhtiar dengan mengonsumsi vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Berbagai penelitian menemukan adanya hubungan antara kekurangan Magnesium dan Zinc dalam tubuh dengan terjadinya alergi, infeksi serta penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus. Saat kita jatuh sakit, kan biasanya jadi malas makan dan minum, maka nggak heran kalau kebutuhan nutrisi, vitamin serta mineral harian tidak dapat dicukupi melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari. Saat seperti ini, kita butuh asupan dari sumber lain yakni suplemen.


Setelah membaca banyak review dari teman-teman blogger, Theragran–M banyak direkomendasikan sebagai vitamin yang paling oke untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Meski banyak yang merekomendasikan, aku tak lantas percaya begitu saja. Apalagi meski nggak menyusui secara eksklusif, aku masih tetap saja bergelar seorang ibu menyusui. Sebelum memutuskan untuk membeli dan mengonsumsi Theragran-M, aku mencari tahu  lebih dahulu apa saja kandungan dan manfaatnya.

Ternyata aku tuh kudet banget. Ketika semua orang sudah tahu dan menjadi pengguna produk ini, aku baru sadar kalau Theragran-M sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun. Itu artinya produk ini sudah ada sejak tahun 1976. Ke mana aja ya aku selama ini?


Suplemen yang diproduksi oleh Taisho ini mengandung kombinasi multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan mineral esensial (seperti Magnesium dan Zinc). Dengan kandungan yang dimiliki Theragran-M, produk vitamin tersebut telah terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan.

Aku sendiri sempat bertanya kepada salah seorang dokter yang pernah kudatangi saat aku jatuh sakit bulan lalu tentang aman atau tidak Theragran-M ini dikonsumi oleh ibu menyusui. Ternyata dokter tersebut mengatakan dengan kandungan yang tertera di kemasannya, produk ini aman untuk busui. Aah, jadi lega deh. Sejak saat itu aku selalu sedia Theragran-M di kotak obatku. Sehingga saat tubuh drop dan membutuhkan vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit, nggak perlu pikir panjang segera ambil 1 kaplet sewaktu atau sesudah makan, insya Allah sakit seperlunya saja deh.


Do It Now!

Mau sepanjang apapun daftarnya, kalau nggak segera dilaksanakan ya hasilnya bakal nol besar. Maka aku akan menutup daftar rencana menuju hidup lebih sehatku dengan kerja, kerja, kerja… eh, maksudnya segera laksanakan to do list ini tanpa nanti dan tapi. Tentu saja nggak lupa dengan menyisipkan doa setiap hari kepada Sang Pemilik Hidup agar senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan di sepanjang sisa usia yang kumiliki.

Dengan lebih sehat, aku bisa lebih semangat membersamai anak-anak yang sedang giat belajar ini itu dan ingin tahu segala hal. Aku juga bisa menghindari kelelahan sehingga anak-anak nggak perlu jadi sasaran amukku ketika tubuh terasa exhausted. Apalagi aku masih punya mimpi untuk menambah momongan lagi, kalau tubuh nggak sehat, bisa-bisa pas hamil bakal keok dong. Tubuh yang lebih sehat juga akan menjadikan aku partner yang lebih menyenangkan untuk suami. Tentu saja istri yang sakit-sakitan, lemes, nggak bertenaga akan membuat suami sedih dan kepikiran. Menua bersama adalah cita-cita kami, maka nggak ada alasan untuk menunda-nunda perubahan pola hidup sejak hari ini.

Selain itu, menjadi pribadi yang lebih sehat akan membuatku lebih optimal dalam berkarya. Aku jadi tidak lagi punya alasan untuk menolak pekerjaan yang datang, itu artinya aku bisa membantu suami menambah pundi-pundi emas. Dengan optimal bekerja, aku harap tahun depan aku bisa travelling with family ke beberapa destinasi impian kami. Dengan tubuh yang semakin sehat, aku juga akan lebih mudah berbagi. Tidak ada lagi alasan untuk gagal update blog karena kepala pusing dan badan lemes. Tidak ada lagi alasan untuk batal hadir ke sebuah kegiatan karena my body not delicious, hehe. Pokoknya mah lebih sehat adalah langkah awal untuk mewujudkan rencana demi rencana lainnya. Doakan aku, pemirsaaaah!



Itulah #My2018Resolution, kalau teman-teman punya resolusi apa di tahun 2018? Ceritain dong. Btw, hujan masih setia nih hadir setiap hari, jangan lupa sedia vitamin yang oke biar daya tahan tubuh kuat dan kalau sakit jangan kelamaan ya.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.


Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul #My2018Resolution; Hidup Lebih Sehat, Berkarya Semakin Optimal. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

7 comments

  1. Benar sekali, menunda-nunda akan membuat kita lupa pada tujuan sebenarnya..semoga selalu sehat ya mbak supaya bisa terus berkarya.. :)

    ReplyDelete
  2. Do it now..bener banget tuh kalo ga now ntar yg ada kek reslosiku tahun kemarin yg ga berhasil

    ReplyDelete
  3. Benar banget. Tahun ini, sering banget drop. Moga tahun depan bisa lebih sehat. Kayanya aku butuh suplemen deh.

    ReplyDelete
  4. Theragram m emang rekomended ya mbak rit, semoga selalu sehat ya, bener bapak yang merokok anaknya bisa asma atau krna bronkhitis, adik iparku nih belum tobat merokok, cuma baru mengurangi, keponakanku pernah asma dan brontis

    ReplyDelete
  5. Semoga sehat selalu ya mbak. Dan jangan menunda-nunda nih penting bgt buat aku tiruu

    ReplyDelete
  6. penasaran sama olahraga panah :D
    semoga resolusinya terwujud ya, aamiin

    ReplyDelete
  7. Wah..ada ya test biar tahu olah raga yang cocok untuk kita apa...seru juga ya...jd ga salah pilih jenis olah raga yang pas.buat kita...nice info..salam kenal mbak..:)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com