Zaji Maranggi Semarang; Cara Beda Makan Sate

  • Sunday, January 21, 2018
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments

Sate Zaji Maranggi

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Ada yang hobi makan sate? Toss dulu dong, berarti sama denganku. Sate adalah salah satu makanan favoritku. Sejak masih tinggal di Salatiga, aku paling hobi nungguin abang sate Madura lewat  di depan rumah. Sate Madura yang dijual keliling dengan gerobak ini dulu sering jadi andalan paling mudah kalau ibu lagi nggak masak. Sayangnya di rumah yang sekarang, sate Madura lewatnya jarang-jarang, jadi kalau pas lewat langsung deh merayu suami untuk beliin, nostalgia masa kecil, hehe. Sepiring sate lontong dengan sambal kacang yang nikmat pas banget dimakan saat hujan turun begini. Kok jadi lapar ya?


Btw, dulu yang aku tahu makan sate itu ya begitu, mau itu Sate Madura, Sate Sapi Suruh, atau Sate Kambing Muda, pasti cara bikinnya itu ya satenya dibakar dulu lalu disajikan dengan lontong dan disiram dengan sambal kacang. Namun setelah ketemu Sate Maranggi, aku baru tahu ternyata ada sate dengan model berbeda.

Kenal Lebih Dekat dengan Sate Maranggi

Awalnya yang aku tahu Sate Maranggi merupakan makanan khas dari Purwakarta, Jawa Barat.  Di Purwakarta, sate Maranggi biasa menggunakan dua varian daging, yaitu daging sapi dan kambing. Tapi ternyata sate Maranggi ini bisa ditemukan juga lo di Medan. Bedanya kalau di Medan, daging yang digunakan adalah daging babi.

Perbedaan paling mendasar antara Sate Maranggi dan jenis sate-sate yang lain yaitu terletak pada proses memasak dan penyajiannya. Sebelum dimasak menjadi sate dan disajkan, daging-daging yang akan digunakan direndam dulu dengan bumbu special. Proses ini disebut dengan marination. Bumbunya sendiri merupakan perpaduan antara kecap manis, jahe, ketumbar, lengkuas, kunyit dan sedikit cuka.

Sate Maranggi di Semarang

Proses perendaman ini yang membuat daging Sate Maranggi sudah punya cita rasa dan aroma yang khas. Maka ketika disajikan pun meski nggak pakai sambal kacang tetap endess. Di Purwakarta, sate ini biasa disajikan dengan acar sambal tomat, sambel oncom, ketan bakar atau nasi timbel.

Usut punya usut sate Maranggi ini punya sejarah yang cukup panjang juga lo. Awalnya sih karena kepo kenapa di Medan, daging yang digunakan kok daging babi, aku jadi tahu kalau ternyata munculnya sate ini karena proses asimilasi budaya. Dikutip dari pernyataan Chef Haryo pada sebuah artikel di Travel Kompas;

Sate Maranggi sebenarnya berasal dari para pendatang dataran China yang menetap ke Indonesia khususnya di daerah Jawa Barat atau para pendatang yang hidup di tengah-tengah masyarakat Sunda. Oleh karena itu, awalnya Sate Maranggi sebenarnya bukan terbuat dari daging sapi atau kambing seperti sekarang ini, melainkan dibuat dari daging babi.

Salah satu indikasi Sate Maranggi berasal dari China karena bumbu rempah yang digunakan Sate Maranggi sama persis dengan dendeng babi dan dendeng ayam yang dijual di Hongkong, China, dan Taiwan. Kemudian Sate Maranggi bertransformasi. Setelah ajaran Islam masuk dan banyak penduduk yang belajar Islam dan menjadi mualaf, maka timbullah asimilasi dan terjadi perkembangan budaya. Daging babi yang diharamkan dalam Islam digantikan dengan daging sapi.


Apapun sejarahnya, Sate Maranggi sejak 14 Desember 2012 telah dikukuhkan Kemenparekraf sebagai salah satu dari 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI). Hmmm, jadi penasaran nggak sama Sate Maranggi? Ada yang sudah pernah nyobain?

Makan Sate Maranggi di Semarang, Ya di Zaji

Tampak Depan Sate Zaji Semarang

Buat teman-teman yang tinggal di Semarang dan pengen nyobain endessnya cita rasa Sate Maranggi, nggak perlu jauh-jauh sampai Purwakarta,  cuzz  aja deh ke Sate Zaji yang berlokasi di daerah Mulawarman, Tembalang. Warung sate yang dikelola oleh mbak Zuela Cendana dan suaminya ini mengusung tagline kece; Cara Beda Makan Sate, Piih Sesukamu!

Di balik kecenya tagline Sate Zaji, tersimpan beberapa rahasia yang mau aku beberin. Pertama, sate yang dijual di warung ini berbeda dengan yang banyak kita temui. Pastinya tahu dong ya bedanya? Huum, karena yang dijual sate Maranggi. Itu artinya saat makan di sini jangan minta sambal kacang.

Sate Kambing dan Sapinya Zaji Maranggi
Sate Zaji dengan Varian Daging Kambing dan Sapi

Sate Zaji Maranggi dengan Daging Ayam
Sate Zaji dengan Varian Daging Ayam

Kedua, kalau di Purwakarta sate Maranggi biasa pakai daging sapi dan kambing, di Zaji kita bakal nemuin tiga jenis varian daging. Nggak hanya daging sapi dan kambing, tapi juga daging ayam. Jadi pilihannya beragam banget. Cocok buat keluarga yang seleranya beda-beda kaya keluargaku. Ifa suka sate ayam, ayah suka sate sapi dan aku lebih suka sate kambing. Affan? Affan mah semua doyan, hehe.

Pricelist Sate Zaji Maranggi Semarang


Rahasia yang ketiga, berbeda dengan warung sate lain yang biasa menjual sate dengan sistem porsi, Zaji menawarkan cara unik. Di sini sate dijual secara satuan alias kita bayarnya per tusuk. Pas banget buat yang punya budget terbatas tapi lagi pengen makan daging. Jadi sangat memudahkan banget buat kita yang pengen nyobain semua varian daging yang ada tapi kembang kempis kalau harus beli per porsi, hehe.

Rahasia keempat, sate Zaji insya Allah dijamin halal. Pasangan suami istri ini aku kenal banget sholih dan sholihahnya kaya apa, jadi percaya banget semua sate yang dijajakan pasti diolah dengan bismillah. That’s why rasanya pun semakin endess.

Alhamdulillah aku sudah dua kali berkesempatan mencicipi enaknya sate Zaji dan nggak kecewa sama sekali. Dagingnya empuk banget, baik itu yang sate ayam, sapi ataupun kambing. Bumbunya juga meresap banget ke dagingnya. Cocok buat Ifa yang nggak suka sambal kacang. Bahkan saat pertama kali aku bawa sate Zaji ke rumah sepulang dari acara seminar, komentar Ifa “enak banget bun, kapan-kapan lagi ya. Aku suka deh satenya.”

Sate Zaji Maranggi Cara Beda Makan Sate
Dibakar di Tempat, Sate Hangat dan Nikmat

Pengalaman kedua beli sate Zaji, aku sengaja merasakan sensasi makan langsung di warungnya. Tambah enak lagi lah, karena makannya langsung setelah satenya dibakar. Top markotop kalau kata pak Bondan.  Selain sate Maranggi, yang spesial lainnya di warung Zaji yaitu tersedia CAMU. Ada yang tahu apakah itu?

Yup, Coklat Aren Mbah Uti yang fenomenal itu lo. Pasangan yang istimewa deh pokoknya sepiring sate Zaji Maranggi dengan  segelas CAMU. Panas atau dingin, pilih saja sesuai selera, hehe.

Warung Sate Zaji Maranggi Bersih

Warung Sate Zaji Maranggi Pelayanan Baik

Warung Sate Zaji Maranggi Ramah Anak
Warung Sate Zaji Maranggi Bersih, Affan Asyik Melantai

Soal pelayanan, insya Allah tak mengecewakan kok jajan di Zaji. Cepat, ramah dan warungnya pun bersih. Buat para pecinta sate, belum lengkap deh pokoknya kalau belum mampir ke Sate Zaji Maranggi. Selamat mencoba!


Sate Zaji Maranggi

Jalan Mulawarman Raya No. 5C Kramas, Tembalang
Instagram: @satezaji
Fanpage: Sate Zaji Maranggi
No HP: 085740648313/ 08561024410
Waktu Operasional: 16.00 – 21.00


Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Sumber informasi:


Disclaimer; bukan postingan berbayar, pals. Asli review dari sudut hati yang paling dalam, hehe. Semua foto dokumen pribadi.



Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul Zaji Maranggi Semarang; Cara Beda Makan Sate. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com